Social Icons

Pages

Monday, June 30, 2008

PLT Bupati Anambas Masih Belum Ditentukan

Pemerintah Provinsi Kepri masih belum menunjuk pejabat sementara sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas yang sudah disahkan DPR RI beberapa waktu lalu.

''Plt Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas masih diseleksi dan harus dari PNS (pegawai negeri sipil) yang sudah senior,'' tutur Ismeth Abdullah, Gubernur Kepri, kemarin, usai pelantikan KPU Kabupaten/Kota Provinsi Kepri.

Dalam memilih plt Bupati, lanjut Ismeth, tidak bisa buru-buru. Karena Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan kabupaten baru. Sehingga dibutuhkan orang yang bisa membangun dari awal.

Namun tidak menutup kemungkinan Plt Bupati Kabupaten Anambas berasal dari Kabupaten maupun Kota. Sedangkan untuk anggaran menjalankan roda pemerintahan selama setahun akan disubsidi Provinsi Kepri.

''Pejabat Plt Bupati Anambas bisa dari mana saja yang merupakan PNS. Kalau sudah ditentukan Pltnya, pemerintah Anambas sudah bisa berjalan,'' ungkapnya.

Bila pemerintah Anambas sudah berjalan, tentunya KPU (Komisi Pemilihan Umum) juga akan memutuskan apa bisa untuk membuka KPU di Kabupaten Anambas. Sehingga tim seleksi KPU bisa memilih anggota untuk KPU Kabupaten Anambas.

''Untuk membuka KPU di Kabupaten Anambas, KPU Provinsi Kepri akan mensosialisasikan ke KPU Pusat untuk menyangkut anggaran KPU di Kabupaten Anambas,'' tuturnya.

Sedangkan untuk batas wilayah Kabupaten Anambas. Ismeth menuturkan, Pemerintah Kabupaten Anambas nantinya harus merundingkan dengan Kabupaten Natuna mengenai batas wilayah.

''Jangan sampai gara-gara batas wilayah menjadi masalah. Kabarnya saat ini Kabupaten Natuna sudah ada pembahasan masalah batas wilayah. Sehingga tidak akan terjadi masalah kedepannya,'' tukas Ismeth.

Gagal Mencuri Karena Kelelahan

Samsur (25) gagal masuk rumah toko (ruko) yang berada di kawasan Jalan Gatot Subroto, Kilometer 5 bawah Tanjungpinang. Pria yang keseharian bekerja sebagai pemulung ini berniat untuk mencuri barang yang ada di Ruko tersebut. Namun, belum sempat mengambil barang berharga, pelaku sudah ketahuan pemilik ruko dan segara dilaporankan ke Polsekta Tanjungpinang Timur.

''Pencobaan pencurian dilakukan pada hari Sabtu (28/6) lalu, sekitar jam 12.00 WIB di TKP Jalan Gatot Subroto. Cara tersangka berusaha masuk ke Ruko dengan cara memanjat pintu besi dan saluran pipa di belakang ruko hingga lantai tiga,'' terang Bripka Missyamsu Alzon, Kanit Reskrim Polsekta Tanjungpinang Timur, kemarin.

Tersangka, lanjut Missyamsu, dikenakan pasal 53 KUHP junto Pasal 363 dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun.

Kejadian ini berawal saat Samsur yang sedang putus cinta berjalan kaki dari rumahnya yang berlokasi di Kilometer 2 Kijang Lama, hingga ke Batu 5 bawah. ''Karena saya merasa lapar dan tidak ada warung makan yang buka, saya nekad masuk ke ruko dengan memanjat dari pintu belakang hingga lantai 3 ruko,'' tutur Samsur, tersangka.

Diakui Samsur, pada saat sampai di lantai 3, pintu tersebut terkunci dan tak bisa masuk ke dalam ruko. Namun, karena merasa lapar. Ia pun melihat sebungkus indomie di belakang cucian dan memakan indomie.

Setelah makan indomie yang tergeletak di mesin cuci. Ia pun jatuh tertidur karena kelelahan. Pria berkulit hitam itu pun tertidur hingga pukul 10.00 WIB. Pada saat terbangun, ia pun ketahuan pemilik ruko dan ditangkap. Lalu, diserahkan ke Polsekta Tanjungpinang Timur.

''Saya tidak ada niat mencuri. Percobaan pencurian ini tidak direncanakan. Bila berhasil masuk, saya akan mengambil barang berharga yang bisa didapatkan,'' tukasnya.

Namun, niat tersebut tidak terlaksanakan. Kini, Samsur harus mendekam dipenjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Barang Bukti yang ditahan pihak kepolisian berupa satu unit obeng dan satu unit gergaji besi.

Gubernur Lepas Kontingen Kepri Menuju PON XVII/2008

Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah melepas Kontingen Kepri untuk mengikuti ajang PON XVIII/2008 yang diadakan di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (27/6) lalu. PON yang digelar di Kalimantan Timur diikuti 89 atlit dari Kepri.

Menurut Nur Syafriadi, Ketua Harian PON Kepri, yang akan berangkat ke Kalimantan Timur 89 atlit dan juga 36 orang sebagai penamping selama pelaksaan PON. ''Atlit yang dikirim kesana akan mengikuti sembilan cabang olahraga yang digelar dan target kami akan membawa pulang lima piagam emas, perak dan perunggu,'' tuturnya.

Dana yang digunakan untuk mengikuti PON yang digelar di sana merupakan dana anggaran PON yang diberikan Pemerintah Provinsi Kepri dalam APBD 2008, yakni sebesar Rp2,7 miliar digunakan untuk mengikuti ajang olahraga yang digelar Pemerintah.

''Kami juga mendapat dana Rp400 juta dari hasil pengumpulan dana dari pengusaha-pengusaha di Kepri yang peduli terhadap perkembangan olahraga yang ada di sini,'' ungkapnya

Sementara itu, Ismeth Abdullah dalam sambutannya menuturkan, ini merupakan PON yang pertama kali diikuti Provinsi Kepri dan atlit yang dikrim dapat memberikan presntasi yang baik untuk Kepri. ''Karena Provinsi Kepri merupakan provinsi baru dan sudah banyak mendapat kepercayaan dari Pemerintah Pusat,'' urainya.

Diakui Ismeth, walaupun terbilang baru, Pemerintaj Provinsi juga telah mengikuti berbagai kegiatan yang digelar pemerintah pusat, seperti pentas seni dan juga MTQ.

''Kita harus bisa membuktikan kepada Indonesia, bahwa Kepri juga mempunyai atlit yang baik dan bisa diandalkan,'' tandasnya.

Berat Badan Ideal

Terkadang kita saja dibingungkan dengan berat badan ideal. Bagaimana dengan anak? Apakah mereka juga memiliki berat badan ideal? Menurut Dokter Anak RSBK, Nisatrini, untuk mengetahui berat anak memiliki perhitungan sendiri.

''Untuk berat badan ideal bayi yang berusia 0-12 bulan. Perhitungannya usia per bulan dibagi dua plus ditambah 4, itulah perhitungan untuk anak bayi,'' ungkapnya.

Sedangkan untuk perhitungan balita, atau anak yakni caranya usia anak per tahun di kali 2 plus ditambah 8. Jumlah itulah yang menentukan berat badan ideal anak sesuai usianya.

''Untuk anak yang berusia 1,5 tahun berat badan idealnya adalah diatas 10 kilogram. Kalau dibawah berat badan tersebut. Anak kekurangan gizi,'' tuturnya.

Jangan sampai anak pada masa pertumbuhannya kekurangan gizi. Karena gizi yang baik membantu pertumbuhan dan perkembangan anak ke depan.

Friday, June 27, 2008

Mantan TKW Arab Mencuri Uang Majikan

Mariam (32) yang kesehariannya bekerja di rumah Hj Fatimah (65) sebagai pembantu rumha tangga tega mengambil uang majikannya sebesar Rp3,8 juta. Sebelum bekerja di rumah Fatimah yang berada di Jalan Pantai Impian, Mariam bekerja sebagai TKW di Arab. Begitu pulang ke Indonesia, ia luntang lantung dan pada saat Fatimah mau mencari pembantu. Fatimah ditawarin oleh tukang ojek yang melihat Mariam duduk di pasar sambil merenung.

Baru bekerja 27 hari, Mariam pada hari Selasa (24/6) lalu tega mengambil uang dari kamar majikannya, sekitar pukul 5 dini hari. ''Pada saat Fatimah berada di kamar mandi, tersangka diam-diam masuk ke dalam kamar korban dan mengambil uang sebesar Rp3,8 juta dari dalam tas yang tergeletak di lantai,'' ujar AKP Rafizal Amin, Kapolsek Tanjungpinang Barat, melalui Bripka Syafriadi, kemarin. Setelah mengambil uang, lanjutnya, tersangka diam-diam kabur dengan menggunakan ojek menuju Kijang.

Karena curiga, anak korban, Firdaus mengecek di Pelni dan ternyata nama tersangka ada tertera disitu dan hendak pulang ke Sukabumi. Setelah mengetahui nama pembantunya ada disitu, pada hari keberangkatan Pelni, Rabu (25/6) lalu, Firdaus menunggu di pelabuhan dan langsung menangkap tersangka yang hendak pulang kampung.

''Begitu tersangka ditangkap, langsung diserahkan ke Polsek Bintan Timur. Polsek Bintan Timur melimpahkan berkas ini ke Polsek Tanjungpinang Barat,'' ungkapnya.

Tersangka diamankan dengan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp2.474.000 dan satu tiket kapal Pelni. Menurut Syafriadi, tersangka dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

''Saat ini tersangka dititipkan di polres. Karena di sini belum ada tahanan untuk wanita,'' tukasnya.

Tiga Penjabat Natuna Ditahan di Tanjungpinang

Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan

Tiga tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi Rp600 miliar pada pelaksaan pembebesan tanah untuk pembangunan SMPN 5 dan SDN unit baru dikeluarkan Ranai Kecamatan Bungguran Timur, Kabupaten Natuna, tahun anggaran 2006. Ketiga tahan Ranai dititipkan pihak Kejaksaan Negeri Ranai ke rutan Tanjungpinang, sekitar pukul 13.30 WIB tiba di Pelabuhan dengan menggunakan kapal feri Baruna Lagoi, Kamis (26/6).

Tiga tersangka yang bernama Martinus A Madjid bin A Madjid, Plt Kabag Pemerintah Kabupaten Natuna, Senagib, Kabag Tata Usaha (TU) Disperindag Kabupaten Natuna dan Syamsuddin, Staff Bagian Tata Pembangunan (Tapem) Kabupaten Natuna begitu tiba di kota Gurindam Negeri Pantun langsung dibawa pihak kejaksaan Negeri Tanjungpinang ke rutan yang berlokasi di Jalan Lembaga Kemasyarakatan.

Saat ditanya di Pelabuhan Sri Bintan Pura mengenai dugaan kasus korupsi yang dilakukan, Martinus menuturkan, ini bukan kasus korupsi. ''Ini hanya karena kesalahan kebijakan saja,'' ujarnya singkat.
Kerugian negara, lanjutnya, akibat pembebasan lahan hutan lindung Rp600 juta.

Pembebasan tanah yang dilakukan pihak pemerintah dan dana dari APBD 2006 tersebut untuk membangun dua sekolah. ''Pemebesan lahan yang dilakukan untuk membangun SD dan SMP,'' tuturnya sambil memasuki mobil tahanan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang.

Sementara itu, Eddy M Saman, Kejakasaan Negeri Ranai menuturkan, kasus dugaan korupsi hutan lindung masih dalam tahap penyidikan. ''Kami masih menyelidiki kasus ini,'' ujarnya sambil menuju kendaraan.

Tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembebasan lahan tersebut berawal dari pembebasan tanah untuk pembangunan dua sekolah yakni SDN Unit Baru dan SMPN 5 di Keluarahan Ranai, Kecamatan Bunguran Timur seluas 46.000 meter persegi. Untuk SD Unit Baru sebesar Rp50 ribu per meter persegi atau sebesar Rp1.000.000.000. Sedangkan untuk lahan SMPN 5 per meterpersegi Rp50 ribu atau sebesar Rp1.300.000.000 tanpa ada musyawarah terlebih dahulu dengan pemilik lahan. Total anggaran Rp2.300.000.000.

Pada saat kasus dugaan korupsi pembebasan lahan tersebut, tersangka Syamsuddin saat itu menjabat sebagai Staf Administrasi Tata Pembangunan (Tapem) Pemkab Natuna. Keterlibatannya dalam kasus pembebasan lahan ini, sebagai anggota panitia pembebasan lahan. Sementara, Sengajib saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) Disperindag Pemkab Natuna. Dalam kasus pembebasan lahan, Sengajib terlibat sebagai Kasubag Bina Program Dinas Pendidikan, Pemkab Natuna, yang mengurus pekerjaan proyek SMPN 05 Bunguran Timur dan SD Unit Baru.

Pada saat dana pembebasan lahan sudah dicairkan pemegang kas Setda Kabupaten Natuna karena sesuai dengan prosedur. Dana tersebut dimasukan ke rekening pribadi tersangka Syamsuddin. Lalu harga tanah yang dijadikan pembebasan lahan diberikan sebesar Rp35 ribu per meter persegi atau sebesar Rp700.000.000. Sedangkan sisanya sebesar Rp525.000.000 diserahkan kepada rekening Sdr Nurbita Trihadi (anggota DPRD Kab Natuna) sebesar Rp400.000.000. Sedangkan sisanya sebesar Rp125.000.000 diserahkan tunai.

kemudian, khusus pembayaran ganti kerugian terhadap tanah milik saksi seluas 20 ribu meterpersegi telah dilakukan pemotongan sebesar Rp4 ribu per meter atau sebesar Rp80.000.000 degan alasan biaya administrasi dan pajak. Selanjutnya uang tersebut dibagi bertiga yakni Syamsuddin Rp26.000.000, Senagib dan Martinus masing-masing mendapat Rp27.000.000.

Akibat perbuatan tersangka, negara telah dirugikan kurang lebih sebesar Rp605.000.000. Dikarenakan perbuatannya, saat ini ketiga tersangka kasus dugaan korupsi pembebasan lahan harus berada di penjara untuk diperiksa pihak berwewenang.

Thursday, June 26, 2008

Semarak Panggung Hiburan

Walubi Memperingati Waisak

Memperingati Wasaik, Walubi Kepulauan Riau menggelar Dharma Santi Waisak atau puncak perayaan suci waisak 2552 BE (Buddhist Era), di Mamak Den Square, Tanjungpinang, Selasa (24/6) malam lalu. Tema yang diselenggarakan yakni dengan hikmah Waisak kita perkokoh kerukunan bangsa dan tingkatkan kepedulian bersama.

''Kegiatan ini merupakan ungkapan rasa syukur umat Budha dan merupakan acara puncak Waisak dengan menggelar berbagai tarian sebagai rasa syukur kami,'' ujar salah seorang panitia acara tersebut,

Turut hadir dalam acara tersebut, Gubernur Kepulauan Riau, H Ismeth Abdullah, anggota DPD RI perwakilan Kepri, Hj Aida Ismeth, Wali Kota Tanjungpinang, Hj Suryatati A Manan, beserta unsur muspida dan tamu undangan.

Acara berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB itu, pada saat orang nomor satu di Kepri datang ke acara tersebut dan Wali Kota Tanjungpinang disambut tarian barongsai, yang melambangkan kesejahteraan. Pada kesempatan itu, Wako Tanjungpinang, Suryatati A Manan menyampaikan selamat kepada umat budha yang telah melaksanakan hari raya waisak dengan khusyuk. ''Sebagai umat beragama, kita harus selalu rukun dan membangun negeri menjadi lebih baik,'' ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah dalam sambutannya menghimbau agar semua agama bahu membahu dalam membangun provinsi Kepri. ''Tidak peduli apa agamanya yang pasti kita semua harus bersatu,'' tuturnya.

Selain menggelar berbagai tarian dan nyanyian yang dibawakan remaja yang ada di Kepri, pada kesempatan itu, panitia juga menyerahkan bantuan kepada panti asuhan dan panti jompo yang ada di Tanjungpinang dan Bintan.

Ratusan tamu undangan yang hadir pada saat itu disuguhkan berbagai atraksi panggung hiburan yang dipersembahkan oleh anak-anak tionghoa, berbagai tarian dipersembahkan kepada penonton dan tamu undangan, salah satu tarian yang memukau pada malam itu yakni tarian yang melambangkan terciptanya bumi.

Bahruddin Terancam Tak Dilantik

Anggota KPUD Kabupaten Bintan

Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) Bintan melaporkan satu orang anggota KPUD Bintan yang bernama Baharuddin di duga salah satu pengurus partai politik Bulan dan Bintang. Hal tersebut disampaikan Yendi, Koordinator AMPD di KPU Provinsi Kepri, Rabu (25/6).

''Kami kesini untuk menyerahkan berkas mengenai salah satu anggota KPU Kabupaten Bintan yang merupakan pengurus parpol di Bintan,'' ujar Yendi, kepada sejumlah wartawan.

Menurutnya, dalam surat keputusan Dewan Pimpinan Pusat partai Bulan dan Bintang No SKR.PP/271/2002 tentang pengesahan susunan dan personalia Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang Kabupaten Kepulauan Riau-Provisi Riau periode 1999-2004 M, Baharuddin sebagai Ketua Humas Partai Bulan Bintang

''Sebagai pengurus parpol tidak bisa menjadi anggota KPU. Kami juga meminta kepada KPU Kepri agar transparan kepada publik mengenai hasil dari tes terulis dan dalam perekutan anggota KPU tingkat kabupaten bersifat independen dan lepas dari intervensi manapun,'' ungkapnya.

Sementara itu, Den Yealta, Ketua KPU Provinsi Kepri membenarkan pihaknya menerima berkas laporan dari masyarakat dan berkas yang diberikan atas laporan masyarat diterima Ferry Manalu (anggota KPU Provinsi Kepri).

''Berkas ini kami terima setelah menetapkan hasil anggota KPU Kabupaten Bintan. Sangat disayangkan masyarakat baru melapor setelah ada penetapan hasil. Jauh hari kami sudah menghimbau kepada masyarakat untuk memberikan informasi kepada kami,'' tuturnya.

Laporan yang diterima, lanjut Den, akan di cros cek kebenarannya kepada partai dan juga kepada orang yang bersangkutan akan dimintai keterangan. Apakah memang benar anggota Partai Bulan dan Bintan.Kami tidak bisa memvonis langsung begitu ada laporan. Kami harus mengecek kebenaranannya. Seharusnya persoalan ini sudah selesai di tim seleksi,'' ungkapnya.

Diakuinya, karena terbatasan anggota. Informasi yang disampaikan masyarakat hingga tidak sampai ke tim seleksi. Sehingga bisa lolos di 10 besar dan masuk ke lima besar.

Untuk kebenaran laporan dari masyarakat mengenai Baharuddin, pihak KPU Provinsi Kepri meminta waktu untuk mengecek kebenaran laporan yang disampaikan masyarakat. Saat ini, anggota KPU Kabupaten Bintan yang masuk untuk periode tahun 2008-2013 yakni Arison, Muslim, Baharuddin, Indrawan dan Agung.

Pengambilan Fomulir Pencalonan DPD RI

Bagi masyarakat yang berkeinginan menjadi calon DPD RI Provinsi Kepri bisa mengambil fomulir pendaftaran terhitung besok tanggal 27 Juni sampai 3 Juli 2008. Sedangkan untuk menjadi calon caleg atau legislatif fomulir pendaftarannya tanggal 5-9 Agustus mendatang.

Menurut Den Yealta, Ketua KPU Provinsi Kepri, Rabu (25/6), bagi yang ingin mencalonkan diri sebagai DPD RI sudah bisa mengambil fomulir besok hingga tanggal 2 Juli nanti di KPU Provinsi Kepri.

''Penyerahan fomulir pendaftaran dan juga persyaratan calon anggota DPD mulai tanggal 27 Juni hingga tanggal 10 Juli mendatang dengan menyerahkan fotokopi pendukung suara sebanyak 2 ribu,'' tuturnya.

Sehingga orang yang mencalonkan diriya sebagai calon anggota DPD bisa mengumpulkan suara sebanyak 2.000 suara. Dan KPU Provinsi Kepri akan melakukan verifikasi faktual terhadap suara yang diberikan pada saat menyerahkan berkas dan persyaratan sebagai calon DPD.

''Berdasarkan pengalaman sebelumnya yang mencalonkan diri sebagai calon DPD perwakilan Provinsi Kepri ada puluhan calon. Karena itu, kami melakukan MoU atau kerjasama dengan pihak kepolisian, rumah sakit, dan pengadilan negeri untuk memberikan kemudahan atau pioritas kepada calon DPD RI dalam mengurus persyaratan yang dibutuhkan,'' urainya.

Untuk menjadi calon perwakilan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Kepulauan Riau harus melengkapi persayaratan sesuai peraturan yang berlaku. Karena itu KPU Provinsi Kepri bekerjasama dengan pihak terkait yang ada di Kepulauan Riau, baik di Batam, Tanjungpinang, dan Karimun.

''Para calon anggota DPD harus melengkapi persyaratan, seperti surat kelakukan baik dari pihak kepolisian, surat medical cek up dari rumah sakit dan juga surat tidak pernah di pidana selama lima tahun dari Pengadilan,'' ungkapnya.

Calon yang mendaftar sebagai calon DPD RI akan diverifikasi faktual baik data yang diserahkan dan juga dukungan suara untuk dipilih sebanyak 13 calon kandidat. Menurut Den, yang bisa mengikuti pencalonan 13 kandidat yang nantinya akan dipilih empat untuk menduduki DPD RI.

Nakoda Hiu 004 Kalah Prapengadilan di Pinang

Sekitar pukul 11.30 WIB, Pengadilan Negeri Tanjungpinang didatangi belasan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Natuna untuk mengikuti sidang praperadilan mengenai kasus pengangkapan kapal Thailand.

Sidang prapeadilan yang dipimpin Hakim, Bambang Nurcahyo berlangsung sekitar 20 menit di ruang sidang utama di PN Tanjungpinang. Saat hakim membacakan keputusan prapreadilan, belasan DKP mendengarkan dengen seksama. Menurut Hakim, pada saat persidangan, kapal Thailand yang sedang berlayar di perairan Indonesia ditangkap Kapal Hiu 004 yang dinakodai Sugiyo Nurofik karena diduga kapal penangkap ikan tanpa izin (ilegal fishing).

Berdasarkan keterangan saksi ahli dan juga Undang-Undang kelautan. Kapal Thailand yang ditangkap bukan kapal penangkap ikan melainkan kapal kargo atau kapal pengangkut ikan. Sehingga Pengadilan Negeri Tanjungpinang memutuskan memenangkan perkara kapal Thailand. Karena terbukti tidak bersalah.

Mendengar keputusan PN Tanjungpinang, beberapa awak kapal Hiu 004 merasa kecewa dengan keputusan hakim. Usai persidangan, Bambang Nurcahyo menuturkan alasan dasar pemohon diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal. Namun pada saat dipersidangan berlangsung ada keragu-raguan yang timbul pada saat sidang.

''Kapal Thailand ini sudah rutin mengangkut ikan dari Malaysia. Ikan yang diangkut adalah ikan beku. Kapal ini juga sudah memasang bendara Malaysia pada bagian belakang dan bendara Thailand pada bagian depan. Bendara yang dipasang pada bagian depan merupakan tujuan dari kapal ini berlayar,'' urainya.

Pada saat kapal belayar dengan kecepatan penuh dan tidak berhenti pada perairan di Indonesia yang merupakan zona laut lintas damai tidak ada masalah. Sesuai dengan hukum laut internasional yang berlaku. Karena kapal tersebut tidak berhenti.

''Kapal asing yang melintas dan tidak ada pelabuhan persingahan tidak perlu surat izin pengangkutan ikan. Apabila beroperasi di laut Indonesia, menurut Angkatan Laut satu sampai tiga meter tidak masalah. Karena perbatasan laut berbeda dengan di jalan yang sudah ketahuan batasnya,'' terangnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Sugiyo Nurofik mengungkapkan kekecewannya terhadap keputusan praperadilan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. ''Perasaan kami ya jelas saja kecewa dengan keputusan ini tetapi kami menerima keputusan pengadilan dan kami tetap semangat dalam menjaga perairan yang ada di Indonesia,'' ungkap Sugiyo.

Berbeda dengan Clara, Kabag Hukum Dirjen DKP yang mengaku tidak puas dengan keputusan pengadilan Tanjungpinang. ''Kapal Thailand tidak menunjukan dokumen pada saat ditangkap. Seharusnya pada saat kapal berlayar harus mempunyai dokumen yang lengkap dan ini juga sesuai dengan keterangan saksi ahli,'' ujar Clara.

Diakui Clara, jenis kapal ini sudah dua kali ditangkap di perairan perbatasan laut Indonesia yang merupakan laut titik kordinat perairan perekenomian eklusif. ''Pada saat kapal berlayar di perbatasan perairan Indonesia harus mengibarkan bendara negara yang dilalui dan juga bendara tujuan kapal berlayar. Namun kapal ini hanya mengibarkan bendara Malaysia dan bendera Thailand,'' tukasnya.

Wednesday, June 25, 2008

Stres Bisa Menyebabkan Maag

Karena kesibukan bekerja dan berkativitas, terkadang rasa lapar tak dihiraukan. Karena dikejar deadline atau pun kejar target. Kebiasaan seperti ini terkadang membuat gejala mag melanda. Apa seh, mag itu sebenarnya?

Radang lambung atau bisa disebut mag adalah gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada lambung yang menyebabkan sakit. Penyebabnya bisa karena penderita makannya tidak teratur atau sebab lain.

Mag juga bisa terjadi apabila si penderita telat makan, kemudian sewaktu makan si penderita mag makan terlalu banyak akan terasa sakit. Sedangkan bagi penderita mag yang sudah parah, penyakit mag tersebut sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian.

Mag bisa disembuhkan tetapi tidak bisa sembuh total, maag adalah penyakit yang 'kambuh' apabila si penderita tidak makan teratur, terlalu banyak makan, atau sebab lain. Tetapi mag dapat di cegah, yaitu dengan cara makan teratur, makan secukupnya, dan jangan jajan sembarangan.

Selain itu, juga bisa menimbulkan mag. Sakit mag timbul pada lambung yang disebabkan terkontrolnya produksi asam lambung. Gejalanya seperti perih pada lambung, terutama pada saat telat makan, perut terasa kembung, sering bersendawa, mual, dan kadang-kadang juga diikuti muntah.

Seringkali asam lambung memang naik sampai ke mulut sehingga mulut terasa asam, namun tidak selalu demikian. Pada penderita sakit mag yang parah, bahkan dapat menyebabkan pingsan. Jika sakit maag tidak segera diatasi, akan timbul gangguan kesehatan lain yang lebih parah, antara lain lambung menjadi luka yang disebut tukak lambung. Semua gejala ini timbul akibat keseimbangan asam lambung yang terganggu.

Penyebab asam lambung terganggu, bisa dikarenakan stres. Karena stres bisa menyebabkan perubahan hormonal sedemikian rupa di dalam tubuh selanjutnya akan merangsang sel-sel di dalam lambung memproduksi asam dalam jumlah berlebihan. Asam yang berlebihan ini menyebabkan lambung terasa nyeri, perih dan kembung, yang lama kelamaan dapat membuat luka pada dinding lambung. Menghilangkan stres juga dapat menghilangkan mag.

Hal lain yang menyebabkan sakit mag adalah makan tidak teratur. Sebagaimana diketahui lambung asam, yang disebut asam lambung, yang sangat diperlukan membantu pencernaan. Tanpa asam lambung, makanan yang dimakan tidak dapat tercerna dengan baik. Sehingga zat-zat gizi tidak dapat diserap secara optimal oleh tubuh.

Jadi asam lambung dalam jumlah seimbang memang diperlukan tubuh, tetapi jika berlebihan akan menimbulkan penyakit. Produksi asam lambung biasanya meningkat pada saat tubuh memerlukannya, yaitu ketika sedang makan. Sebaliknya pada saat tidak memerlukannya produksi asam lambung akan menurun kembali.

Tubuh adalah suatu sistem yang sangat canggih.. Tubuh dapat merekam kebiasaan-kebiasaan buruk dan membentuk suatu pola tertentu yang disebut bioritme. Tubuh akan mempersiapkan diri sesuai dengan bioritme. Tubuh dapat mengingat kapan waktunya kita biasa makan dan bahkan berapa banyak. Pada saat itulah lambung mempersiapkan diri dengan memproduksi asam lambung yang kurang lebih sesuai jumlahnya, agar ketika makanan masuk, lambung dapat mencerna makanan dengan baik.

Jika pola makan tidak teratur, tubuh menjadi "bingung", kapan saat yang tepat memproduksi asam lambung dan berapa banyak yang harus diproduksi. Akibatnya produksi asam lambung tidak seimbang, dan timbullah sakit mag.

Stres dan juga makan tidak teratur dapat dapat memproduksi zat asam dalam jumlah yang berlebihan dan tidak seimbang. Oleh karena itu, coba diusahkan agar dapat makan dengan teratur dan untuk menghilangkan gejala-gejala sakit mag harus menghindari makanan yang pedas dan asam. Sebab dapat meningkatkan produksi asam lambung.

Demikian pula obat-obat tertentu, misalnya obat pusing, demam dan sakit gigi, ada yang dapat memperparah sakit mag juga harus dihindari.

Anak Hamil 6 Bulan, Ortu Lapor Polisi

Kondisi AS (16) yang setiap hari perutnya makin membesar. Membuat orangtua korban curiga. Ternyata kecurigaan orangtua AS terbukti, saat ini siswi kelas 3 SMP tersebut sedang mengandung enam bulan. Sehingga orangtua korban melaporkan ke Polsekta Bukit Bestari mengenai perbuatan pencabulan tersebut.

''Orangtua korban melaporkan kejadian ini untuk meminta pertanggung jawaban dari pelaku yang juga masih dibawah umur untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,'' ujar AKP Arifin Efendi, Kapolsekta Bukit Bestari,.

Atas laporan orangtua korban Minggu malam lalu, pihak kepolisian langsung mengamankan pelaku yang berinisial AK (14) di rumahnya. ''Menurut pengakuan korban, mereka sudah enam kali melakukan hubungan layaknya suami istri, sejak bulan Januari hingga maret,'' urai Arifin.

Perbuatan tersebut dilakukan di rumah kawan AK beberapa kali dan untuk yang ke enam kalinya perbuatan tersebut dilakukan di dalam toilet umum di RS Tanjungpinang. ''Awalnya tersangka datang ke rumah temannya DV untuk bertamu bersama dengan AS. Lalu tersangka masuk ke kamar DV diikuti AS,'' tuturnya.

Arifin melanjutkan, tersangka duduk datas ranjang bersama AS. Lalu, AS membuka celana dalamya sendiri, kemudian diikuti AK membuka celananya dan kemudian mereka melakukan hubungan badan. Karena perbuatan tersebut, kini AS hamil enam bulan.

''Orangtua korban meminta pertanggung jawaban pelaku. Tersangka dikenakan Pasal 82 UU No 23 Tahun 2003 tentang perlindungan anak dan Pasal 289 KUHP Jo 290 dan ancamanan hukuman penjara minimal 3 tahun hingga 15 tahun penjara,'' ujarnya.

Dikarenakan tersangka masih dibawah umur dan masih belum ada penjara untuk anak dibawah umur. Maka pelaku dititipkan ke orangtuanya. ''Untuk sementara pelaku, kami titipkan ke orangtuanya. Karena disini tidak ada penjara untuk anak dibawah umur. Kalau digabung dengan tersangka lain, ditakutkan tersangka akan rusak,'' paparnya.

Sementara itu, AK menuturkan, perbuatannya yang dilakukan bersama AS berdasarkan suka sama suka. ''Orangtua saya sudah bersedia untuk bertanggung jawab,'' tandasnya.

Korban Pembunuhan di Sungai Boren

Masih Dalam Penyidikan

Kasus penemuan mayat yang sempat mengegerkan warga Kampung Dompak Lama, Tanjungpinang masih dalam penyidikan pihak kepolisian Bukit Bestari. Karena pada tubuh korban tidak ditemukan identitas untuk mengenali korban pembunuhan tersebut.

''Masih belum ada perkembangan terhadap kasus penemuan mayat di Sungai Boren. Saat ini kasus penemuan mayat masih dalam penyidikan,'' ujar Kapolsek, AKP Arifin Efendi, Selasa (24/6), di ruang kerjanya.

Menurut Arifin, dugaan pihak kepolisan terhadap korban wanita tanpa identitas merupakan korban pembunuhan berencana.

Alasan itu diperkuat dengan melihat kondisi tubuh korban saat ditemukan warga dan juga pada saat tim IDEN (identifikasi) mengevakuasi mayat yang ditemukan berada di hutan bakau yang jauh dari pemukiman penduduk setempat. Saat tubuh yang sudah tak bernyawa itu ditemukan dalam keadaan kepala hingga bahu ditutupi karung dan juga pada bagian pingang ditemukan coran dari semen yang sudah mengeras. Sehingga mayat korban tidak hayut dibawa air sungai yang pasang.

''Ciri-ciri korban perempuan dan diperkirakan usianya antara 20 sampai 25 tahun, dengan warna kulit putih, tinggi 150-160 sentimeter dan pada bagian tangan kanan menggunakan jam bermerek Casio,'' urainya.

Pada saat dievakuasi, lanjut pria bertubuh tegap itu, korban menggunakan celana jeans berwarna biru dan kaos berwarna putih, serta baju dengan motif vertikal dengan aneka warna.

''Diperkirakan korban sudah terendam di air selama satu minggu. Saat ini korban sudah dilakukan visum dan kami tinggal menunggu hasil visumnya saja,'' terangnya.

Selain terus mencari ciri-ciri korban agar bisa dikenali pihak keluarga. Kepolisan Bukit Bestari menghimbau agar masyarakat yang merasa kehilangan salah satu anggotanya untuk segera melapor pihak Kepolisian setempat atau langsung ke Polresta kota Tanjungpinang.

''Kami menginformasikan kepada masyarakat, kalau ada anggota keluarga yang hilang untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian setempat,'' tandasnya.

Pada saat bersamaan ditemukan mayat wanita di Sungai Boren, Pihak Kepolisan Bukit Bestari mendapat laporan seorang warga yang bernama Asnida yang melaporkan anak perempuannya Meliyanti sudah seminggu menghilang, sejak tanggal 15 Juni 2008 lalu.

''Kami memang ada menerima laporan dari warga yang mengatakan anaknya sudah seminggu hilang, begitu kami cek ciri-cirinya dengan korban dugaan pembunanan, ternyata tidak sama dengan laporan warga yang melaporkan anaknya hilang,'' tukasnya.

Tuesday, June 24, 2008

Mayat Wanita Terapung di Sungai Boren

Dompak (BN)- Masyarakat Kampung Dompak Lama dikagetkan dengan temuan mayat tanpa identitas di sungai Boren, Kampung Dompak Lama, Senin (23/6). Mayat tersebut ditemukan mengapung di antara pohon Bakau di perairan yang jauh dari pemukiman penduduk setempat. Penemuan mayat sekitar pukul 09.00 WIB di Sungai Boren. Kemudian, warga yang menemukan mayat tersebut langsung melaporkan kepada RT setempat dan Ketua RT langsung menindak lanjutin temuan warga dengan melaporkan ke Polsek Bukit Bestari.

Mendengar laporan dari warga, petugas polsek setempat segera meluncur ke lokasi ditemukan mayat yang sudah berbau busuk. Untuk mencapai lokasi penemuan mayat tersebut, petugas polsek Bukit Bestari harus menyebrang dengan menggunakan kapal pompong.

Setelah sampai ke lokasi, mayat yang baru diketahui berjenis kelamin wanita itu sedang mengampung dengan posisi tubuh telungkup. Kondisi tubuh wanita yang sudah tak bernyawa itu menggunakan celana jeans warna biru dalam kondisi terbuka dan celana dalamnya berwarna merah muda dalam keadaan melorot. Dipekiran mayat tersebut berusia sekitar 20 tahun-an.

Unit IDEN (Identifikasi) Polresta Tanjungpinang bersama warga mengevakuasi mayat wanita yang sedang mengampung diperairan hutan Bakau. Pada saat mengangkat mayat dari atas sungai, baru diketahui kenapa tubuh yang sudah kaku tersebut tidak hanyut oleh aliran sungai pada saat pasang. Karena pada bagian perut mayat tersebut diikat dengan tali nilon berwarna putih dan batu semen yang sudah mengeras. Sehingga mayat itu tidak bisa ditemukan warga, ketika air pasang.

''Bagian tubuhnya, terutama bagian perut sudah bolong dan rambutnya sudah tanggal dari kulit kepala,'' ujar seorang warga yang turut membantu mengangkat mayat tersebut.

Mayat tanpa identitas tersebut langsung dibawa ke RSUD Tanjungpinang untuk diidentifikasi dan dilakukan visum. Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum ditemukan.

Menurut saksi mata, Ramli, warga RT 1 RW 04, pada saat hendak memasang jaring di Sungai Boren, saat itu kondisi sungai dalam keadaan kering (surut,red). ''Sewaktu hendak memasang, saya melihat benda mengampung berwarna putih. Karena penasaran, saya pensaran saya langsung mendekati. Begitu saya lihat dari dekat, saya kaget karena ternyata benda yang mengapung adalah mayat. Saya langsung membalikan sampan dan segera melaporkan kepada pak RT,'' ujar Ramli masih dengan bibir bergetar.

Diakuinya, ini merupakan pertama kalinya ia menemukan mayat. Sehingga ia merasa sangat terkejut dan shock. ''Saya tidak bisa mencium bau, karena kondisi badan saya saat ini sedang tidak enak,'' ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Reskim Polsek Bukit Bestari, Aipda A Harahap menuturkan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan polisi.

Monday, June 23, 2008

Habis Mandi, Jangan Diabaikan

Perawatan Tubuh Sehabis Mandi

Tahukah seiring pertambahan usia Anda, tubuh Anda juga memerlukan perlakuan khusus? Dikarenakan pertambahan usia membuat kelenjar minyak yang berfungsi menjaga kelembapan kulit tak lagi berproduksi normal. Akibatnya, kulit terasa kasar dan kering. Perawatan tubuh seusai mandi menjadi salah satu faktor yang perlu dilakukan. Bagian tubuh mana sajakah yang harus mendapatkan perhatian utama dari Anda?

Kaki
Inilah bagian yang sering ditelantarkan, Anda mungkin baru menyadarinya saat kulit di bagian tumit sudah menebal, mengelupas dan luka. Untuk perawatan, usap kulit keras di sekitar tumit dan telapak kaki dengan segenggam garam basah atau dengan sebuah batu apung. Kemudian rangsang aliran darah agar kaki menjadi lebih relaks, pegang ujung jari kaki dan pijat dengan gerakan yang mengarah ke atas mulai dari jari sampai tumit. Gunakan baby oil untuk mempermudah pijatan.


Siku
Siku yang tidak dirawat dapat segera membentuk lapisan pelindung berupa kulit keras berwarna abu-abu. Untuk mengatasinya, Anda dapat mencoba ramuan ini.
Campurkan tiga sendok makan minyak almon dengan tiga sendok makan oatmeal, dan aduk hingga menjadi sebuah pasta. Tambahkan susu segar atau yoghurt. Usapkan dan gosok formula itu secara lembut ke seluruh bagian siku.Anda juga bisa menggunakan lemon.

Potong sebuah lemon menjadi dua bagian. Peras airnya. Kemudian cekungan setengah lemon tersebut dan gosokkan ke siku, perlahan-lahan.

Punggung
Balurkan body oil secara merata, dan pijat punggung dengan gerakkan memutar, mulai dari tengkuk sampai ke sisi pinggang. Fokuskan pijatan ringan pada bagian pinggang, karena kulit bagian ini "bekerja" lebih berat dari bagian lain. Anda dapat meminta bantuan teman atau pasangan, untuk memijat bagian dalam punggung. Ingat, pijatan mengarah ke sisi luar tubuh dengan gerakan memutar. Lebih baik hanya menggunakan ibu jari dan jempol.

Tangan dan kuku
Bila Anda tak punya waktu ke salon, waktu ideal untuk melakukan manikur-pedikur adalah setelah berendam, atau mandi. Saat itu kuku dan kulit dalam keadaan lembut. Anda akan mudah membersihkan kotoran kuku, bahkan tanpa harus memotongnya. Tarik dan tegangkan jari Anda, pijat pinggiran kuku dengan body oil. Lakukan secara lembut dan ulangi beberapa kali, dengan pijatan memutar. (dari berbagai sumber)

Bintan Minim Fasilitas

Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyerahkan dan sekaligus meresmikan 16 proyek fisik dari dana APBD Pemerintah Provinsi Kepri Tahun 2007 untuk pembangunan 11 sarana pendidikan dan 5 sarana umum Kabupaten Bintan,.

Menurut Kepala Bappeda Provinsi Kepri, Suhajar Diantoro, peresmian proyek fisin ini dimaksudkan untuk mempercepat proses pemanfaatan bagi masyarakat pengguna.

''Enam belas proyek fisik dengan jumlah total keseluruhan anggaran sebesar Rp18.365.657.000 untuk 11 proyek fisik yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan satu proyek fisik Dinas PU, Dinas Perhubungan, Pos dan Telekomunikasi sebanyak empat proyek,'' urainya.

Dengan diserahkan 16 proyek fisik kepada Pemerintah Kabupaten Bintan bisa digunakan atau dimanfaatkan kepada masyarakat. Karena pembangunan 16 proyek fisik dari dana APBD 2007 ini untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dan sarana prasarana dengan target untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sementara itu, Ismeth Abdullah, Gubernur Kepri, dalam sambutannya menuturkan, salah satu prioritas pembangunan daerah Provinsi Kepri untuk peningkatan pembangunan infrastruktur perekonomian dan penyediaan sarana dan prasarana.

''Pernana infrasturktur sangat pentng bagi penggerak pertumbuhan perekonomian. Apalagi Kepri telah ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas, dengan adanya infrastruktur yang memadai bisa meningkatkan investasi, penambahan devisa dan juga menciptakan lapangan pekerjaan,'' ungkapnya.

Pembangunan sarana umum seperti Jembatan di Sei Enam, pembangunan terminal Simpang Lagoi, untuk menyediakan fasilitas pendukung transportasi darat yang memadai dan representatif. ''Sebuah termnal merupakan sarana awal dan akhir dari sebuah perjalanan angkutan umum, serta tempat pergantian moda angkutan umum di wilayah Bintan dan Tanjungpinang,'' tuturnya.

Ismeth mengharapkan, dengan adanya terminal di simpang Lagoi menjadi sarana pendukung untuk memacu pengembangan dan pertumbuhan wilayah kawasan wisata Lagoi umumnya Kabupaten Bintan yang menjadi tujuan wisata.

Bupati Kabupaten Bintan, Ansar Ahmad menuturkan, Pemerintah Kabupaten Bintan siap menerima proyek fisik yang diberikan Pemerintah Provinsi Kepri untuk lebih memajukan Kabupaten Bintan. ''Kami akui fasilitas di Bintan masih minim, karena Bintan baru saja berpisah dari Kota Tanjungpinang. Dengan adanya bantuan proyek fisik dari dana APBD Provinsi Kepri sangat membantu untuk perkembangan Kabupaten Bintan ke depan,'' tukas Ansar.

Festival Laut Melayu

Tingkatkan Kunjungan Mancanegara

Kabupaten Bintan terus mengadakan iven tahunan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan manca negara dengan menghadirkan Festival Laut Melayu di perairan Desa Sebong Pereh, Kecamatan Telok Sebong. Kegiatan tahunan ini langsung dibuka Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah.

''Peserta Festival Laut Melayu ini diikuti 32 peserta dar seluruh Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Kepri. Festival ini merupakan yang kelima kalinya digelar Pemkab Bintan untuk meningkatkan kunjungan wisata yang ada di Kepri,'' ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, Khazalik.

Selain untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, lanjut Khazalik, Festival Laut Melayu juga untuk melestarikan aset budaya daerah.

sementara itu, Bupati Bintan, Ansar Ahmad menuturkan, Festival Laut Melayu ini merupakan agenda tahunan Bintan untuk menarik wisatawan asing dalam berkunjung ke Kepri umumnya dan Bintan khususnya.

''Kami berencana tahun depan akan lebih menghadirkan berbagai aktrasi untuk menarik wisawatan dan juga mengundang seluruh Kabupaten dan Kota yang ada di Kepri untuk turut serta dalam agenda tahunan dengan memberikan hadiah yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya,'' ungkap Ahars.

Diakui Ahars, dengan adanya berbagai iven yang digelar meningkatkan kunjungan wisata yang ada di Bintan.

Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah dalam sambutannya, acara Festival Laut Melayu yang digelar untuk kelima kaliya semakin menarik. ''Ini merupakan satu hal positif untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kepri,'' ungkapnya.

Berbagai aktrasi dan kegiatan digelar di perariran Desa Sebong Pereh yang lokasinya tidak jauh dari Lagoi. Sehingga penonton yang menyaksikan berbagai perlombaan tidak hanya dari lokal saja, tetapi juga dari luar negeri.

''Saya senang dengan kegiatan seperti ini. Sangat menarik dan menyenangkanm,'' ujar salah seorang turis dari Bintan Resort.

Friday, June 20, 2008

Tiga Pelaku Judi Ditangkap

Sekitar pukul 15.00 WIB, Pihak Kepolisian Resort (Polresta) Kota Tanjungpinang mengamankan tiga orang pelaku judi, langsung di TKP (Tempat Kejadian Perkara) di Batu 14, arah Tanjunguban, Kamis (19/6).

''Kami mengamankan tiga orang pelaku perjudian atas laporan masyarakat setempat. Begitu masyarakat melapor, petugas yang sedang berpatroli langsung menuju TKP dan berhasil mengamankan pelaku,'' ujar AKP Aidina Yulis, Kepala Samapta Polresta Tanjungpinang.

Tiga orang pelaku yang berhasil diamankan pihak kepolisan yakni Pok Seng (72), Aliang (45) dan Cuo (47). Karena kedapatan sedang berjudi di Batu 14. Sedangkan empat orang lainnya melarikan diri. ''Keempat pelaku perjudian masih dalam pengejaran pihak kepolisan,'' ungkapnya.

Diakuinya, dari hasil barang bukti yang didapatkan langsung di TKP yakni uang tunai Rp1.674.000, lapak dan dadu berhasil diamankan, ini sudah merupakan pejudian.

Secara hukum, berdasarkan pasal 303 KUHP bentuk perjudian adalah kejahatan dan dikenakan ancaman hukuman penjara 7 tahun.

Pulang Tanpa Bawa Apa-apa

Sudah 1.507 TKI Bermasalah Dipulangkan

Sebanyak 150 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bermasalah tiba di Pelabuhan Tanjungpinang dengan menggunakan kapal Batam Line I, Kamis (19/6). Kedatangan para TKI baik pria maupun wanita ini merupakan agenda rutin yang dilakukan pemerintah Malaysia. TKI ilegal dan yang bermasalah dipulangkan dari Pelabuhan Pasir Gudang Johor, Malaysia. Setelah sebelumnya ditahan terlebih dahulu.

''Pemulangan TKI ini merupakan agenda rutin yang dilakukan pemerintah Malaysia terhadap TKI ilegal. Hari ini (kemarin, red), TKI yang dipulangkan berjumlah 150 orang, 135 pria dan 15 wanita,'' ujar Sandhi, Staff Imigrasi Tanjungpinang.

Kedatangan TKI di Pelabuhan Sri Bintan Pura ini merupakan yang sekian kalinya dalam bulan Juni ini. Jumlah TKI yang sudah dideportasi hingga saat ini berjumlah 1.507 TKI yang semuanya merupakan TKI yang bermasalah di negeri jiran.

''Hampir setiap seminggu tiga kali, pemerintah Malaysia melakukan deportasi TKI. Setiap kali melakukan pemulangan TKI, rata-rata 150 orang ,'' ungkapnya.

150 TKI yang dipulangkan dari Malaysia sebagian besar pulang tanpa membawa apapun. Bahkan, ada sekitar puluhan TKI pulang tanpa beralas kaki dan hanya menggunakan pakaian yang dikenakannya saja. Berencana ingin mengubah nasib dengan merantau ke negeri jiran. Namun pulang tanpa membawa apapun.

Seperti salah satu kisah Adin (31) salah seorang TKI dalam rombongan itu. Ia menceritakan, dirinya terpaksa merantau ke Malaysia untuk mencari pekerjaan. ''Saya menjadi TKI di Malaysia melalui salah satu penyalur TKI di Tanjungpinang,'' ujarnya.

Diakuinya, gaji yang diharapkan saat bekerja di perkebunan sawit tidak sesuai harapan. Karena banyak dipotong. Sehingga ia memutuskan untuk pindah kerjaan ke perkebunan getah atau karet. Permit atau izin tinggal pun habis, ia pun berniat mengurus surat izin tinggal ke konsultan tetapi tidak bsa.

''Karena tidak mendapat izin, saya terpaksa tetap bekerja di perkebunan karet hingga tertangkap dan dipenjarakan selama tiga bulan, sebelum di pulangkan kembali ke Indonesia,'' ungkapnya.

Selama dipenjara, lanjutnya, pihak penjara meminta uang 20 ringit, uang sukarela, tetapi diambil 100 ringit. ''Kami tak bisa berbuat apa-apa. Karena mereka pihak-pihak yang berkuasa di Malaysia,'' tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Sunandri, seorang TKI yang dipulangkan. ''Selama di penjara, kami diperlakukan dengan tidak benar. Saya sering kali dipukuli oleh pihak sana. Mereka memperlakukan kami dengan tidak manusiawi,'' tutur Sunandri.

Dari sekian banyak TKI yang dideportasi karena kebanyakan dari mereka izin permitnya dan masa pasportnya sudah habis, ada tiga orang yang ternyata bukan bagian dari TKI yang bermasalah. ''Kami hanya mencari ikan di perbatasan laut di Tanjung Uban dan Malaysia. Saat itu, pihak Malaysia langsung menangkap kami,'' tutur Dermawan, seorang Nelayan di Tanjunguban.

Diakuinya, selama enam bulan dipenjara, ia pernah merasakan sekali pukulan rotan dikakinya, tanpa tau apa penyebabnya.

Sebagian TKI yang bermasalah dipulangkan mengaku tidak jera untuk kembali merantau ke negeri Malaysia. Karena di Indonesia, para TKI kesulitan untuk mencari kerja. Para TKI yang dideportasi melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura menjadi tanggungjawab Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Tanjungpinang.

Menurut Said Parman, Kadis Nakersos Kota Tanjungpinang, selesai melakukan pendataan TKI yang masuk, mereka (para TKI, red) akan langsung dipulangkan ke daerahnya masing-masing. ''Pemulangan TKI tergantung dari Line Pelni yang ada di Kepulauan Riau, untuk tujuan Batam, Karimun dan Dumai,'' ungkapnya.

Thursday, June 19, 2008

Karpet Kantor Walikota Batal Diambil

Kontraktor Lebih Memilih Melengkapi Administrasi

Ancaman kontraktor untuk mengambil karpet di ruang tunggu wali kota Tanjungpinang, wakil wali kota Tanjungpinang dan Seketaris Kota Tanjungpinang urung dilakukan, Rabu (18/6). Ady Indra Pawennari, Direktur PT Karisma Bintan Anugrah, bersama kuasa hukumnya mendatangi kantor Walikota Tanjungpinang, sekitar pukul 10.30 WIB.

Ady bersama kuasa hukumnya diterima Asisten Tata Praja Pemerintah Kota Tanjungpinang, Razali Rahmat, Asistesten Ekonomi dan Pembangunan Kota Tanjungpinang, Herman dan Kepala Bagian Humas Kota Tanjungpinang, Abdul Kadir Ibrahim di ruang Asisten Tata Praja Kota Tanjungpinang.

Menurut Asisten Tata Praja Pemerintah Kota Tanjungpnang, Rojali Rahmat, jika mau membuka karpet yang ada di ruang tunggu sebaiknya dipikirkan kembali. Karena Pemerintah Kota Tanjungpinang telah menggangarkan dana interior untuk APBD 2008, namun pengerjaannya di percepat.

''Kami sudah mempersiapkan dana di kimpras untuk ansipasi mengenai hal ini di APBD 2008,'' ungkapnya.

Sebelum mencairkan dana pemasangan walpaper dan juga pemasangan karpet, Pemerintah Kota Tanjungpinang meminta agar Ady Indra Pawennari untuk melengkapi persyaratan administrasi terlebih dahulu.

''Pemasangan karpet dan walpaper yang kami kerjakan di bulan November lalu atas permintan Kepala Kimpraswil, Raja Faisal. Menurut informasi, pemasangan ini atas permintaan wali kota karena kebutuhan mendesak,'' ungkap Ady.

Diakui Ady, tidak memiliki SPK atau surat kontrak. Karena tidak ada kepastian mau dibayar. Karpet yang sudah dipasang mau diambil kembali.

Setelah terjadi perbincangan sedikit alot. Ady akhirnya setuju untuk melengkapi persyaratan agar Pemerintah Kota Tanjungpinang membayar karpet dan walpaper yang sudah sudah dipasang di ruang tunggu tersebut tahun lalu.

''Kami akan melengkapi persyaratan administrai yang diminta, asal ada kepastian bahwa ini akan dibayar,'' tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Razali Rahmat menuturkan pemerintah akan membayar, asal persyaratannya lengkap. Bahkan pemerintah beretakad baik dalam hal ini kimpraswil akan membantu untuk melengkapi persyaratan.

''Ini semua karena berdasarakan prosedur yang ada disini. Bahwa kontraktor harus mempunyai surat. Krimpaswil akan membantu melengkapi surat yang dibutuhkan dan dibuat buku acara,'' tukas Razali.

Pencaker 25 Tahun Keatas Susah Disalurkan

Pencari kerja di Kabupaten Bintan dibulan Mei 2008 lalu tercatat sebanyak 722 orang. Kebanyakan pencari kerja di Bintan adalah kaum pria. Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bintan mengalami kesulitan menyalurkan pencari kerja untuk kaum pria.

Menurut Machfur Zuharahman, Kepala Disnaker Bintan, pencari kerja pria paling sulit mencari pekerjaan. Dikarenakan, kebanyakan industri yang ada di Bintan lebih memilih wanita yang berusia 17 sampai 25 tahun.

''Dari data 722 pencaker yang tercatat di bulan Mei 2008 ini, dua per tiga adalah kaum pria. Tenaga kerja laki-laki tidak banyak diserap perusahaan berbeda dengan wanita,'' ungkapnya.

Namun untuk pencari kerja wanita, kendala yang dihadapi Disnaker dalam menyalurkan pekerja adalah perusahaan-perusahaan swasta kebanyakan menetapkan batasan umur untuk mejadi karyawan yakni umur 17 sampai 25 tahun yang diterima bekerja di perusahaan mereka untuk dijadikan tenaga operator yang menjadi dominasi dalam perekrutan.

''Banyak lowongan di Bintan, tetapi tenaga kerja tidak terlalu banyak terserap. Karena kebanyakan perusahaan lebih banyak meminta pekerja wanita dibanding pekerja laki-laki, dan lagi usia pun dibatasi, padahal paling banyak pencaker berusia diatas 25 tahun,'' paparnya.

Diakuinya, pencari kerja untuk kaum pria jika tidak mempunyai keahlian las, sangat sulit untuk mencari kerja. Karena, kebanyakan galangan kapal membutuhkan karyawan yang bisa melakukan las.

Untuk mengantisipasi dan mempersiapkan sumber daya manusia dalam menyambut SEZ, Disnaker Bintan telah membuat beberapa pelatihan, diantaranya las dan juga cara membuat roti. ''Kami berharap agar Badan Latihan Kerja (BLK) segera melakukan tugas dan fungsinya untuk menghasilkan SDM yang memiliki keahlian dalam menyambut Free Trade Zone,'' tukasnya.

Wednesday, June 18, 2008

TELKOMSELpoin Berhadiah Rp15 Miliar

Hadiah Mercedes-Benz E200 hadiah TELKOMSELpoin 2007/2008

Telkomsel kembali menggelar program loyalty TELKOMSELpoin periode 2008-2009 dengan total hadiah senilai Rp15 miliar, berupa 12 unit Mercedes-Benz C200 Kompressor, 400 paket uang tunai @Rp10 juta, 400 unit HP Nokia N-Series, serta 1 unit Mercedes-Benz E200 Kompressor sebagai GrandPrize di akhir periode.

Seluruh pelanggan Telkomsel berkesempatan memenangkan hadiah, dengan cukup menggunakan kartunya seperti biasa, secara otomatis mereka akan mengumpulkan poin didasarkan atas besarnya pemakaian/usage (1 poin= Rp5 ribu berlaku kelipatannya) dan lamanya berlangganan.

''Setiap periodenya, TELKOMSELpoin selalu mendapat respon positif dari pelanggan, karena secara nyata memberikan nilai kompetitif produk Telkomsel. Tahun ini program ini kembali dengan hadiah yang lebih besar lagi. Bahkan dari sisi mekanisme programnya pun didesain lebih menarik, di mana pelanggan kini bisa mentransfer poin atau hadiah langsung yang didapatkan (SMS dan Pulsa gratis) ke saudara atau rekannya sesama Telkomsel,'' papar VP Marketing and CRM Telkomsel, Hendri Mulya Sjam dalam rilis yang dikirim ke Batam News.

Untuk mentransfer poin yang dimiliki ke nomor lain, cukup SMS ke 777 ketik, kirim50no tujuan.Minimal poin yang ditransfer 50 poin dan masih tersisa saldo 50 poin setelah mentransfer, setiap melakukan transfer akan dipotong 10 poin. Sedangkan untuk memberikan hadiah gratis SMS atau Pulsa, cukup ketik kode redeem dan nomor yang dituju, contoh: untuk 20 SMS, maka ketik SMS20 kirim ke 777.

Seiring dengan dimulainya kembali TELKOMSELpoin periode 2008/2009, Telkomsel juga menyerahkan hadiah TELKOMSELpoin periode lalu 2007/2008 (triwulan IV, Maret – May 2008) berupa Grand Prize 1 unit Mercedes-Benz E200 Kompressor, serta 3 unit Mercy B170 Classic, 100 unit Nokia 6110, 75 unit Notebook HP Compaq, dan 50 paket Uang Tunai @Rp10 juta.

Para pelanggan yang memenangkan hadiah TELKOMSELpoin ini diperoleh berdasarkan undian yang dilakukan tanggal 10 Juni 2008 disaksikan notaris dan pejabat Departemen Sosial di Jakarta. Pemenang Grand Prize 1 unit Mercedes-Benz E200 Kompressor adalah O Kong Ge (Denpasar), sedangkan Pemenang 3 unit Mercedes-Benz B170 adalah Kasmuri (Dumai), Mulyadi Mail (Biak), dan Anton Widjaja (Surabaya).

''Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang dan kami ingatkan kembali bahwa pemenang tidak dikenakan biaya apapun termasuk seluruh pajak hadiah, semua biaya ditanggung Telkomsel. Tercatat pada Telkomsel Poin 2007/2008 sekitar 91 persen mengikuti undian berhadiah dan sisanya menukarkan poinnya dengan hadiah langsung berupa gratis SMS, diskon penggunaan kartuHALO atau pulsa prabayar,'' tukasnya.

Proyek Fisik Senilai Rp13,3 Miliar Diserahkan

Proyek APBD 2007 Pemprov Kepri

Pemerintah Provinsi Kepri, Gubernur Ismeth Abdullah menyerahkan 12 proyek fisik dari dana APBD Tahun 2007 untuk sarana pendidikan dan terminal di Kota Tanjungpinang, Selasa (17/6), senilai Rp13,3 miliar lebih untuk pembangunan gedung serba guna, majelis guru, labor bahasa, revitalisasi ruang kepala sekolah dan pembangunan Sekolah Luar Biasa Negeri Tanjungpinang.

Menurut Arifin MM, Asisten Administari Pemerintah Provinsi Kepri, dalam sambutannya, pelaksaaan proyek APBD Tahun anggaran 2007 sudah selesai dilaksanakan untuk proyek fisik pembangunan sarana sekolah dan terminal.

''Bangunan yang sudah selesai dibangun, sudah mendesak untuk digunakan dan tujuannya untuk mempercepat proses pemanfaatannya untuk pengguna,'' ungkapnya.

Sementara itu, Suryatati A Manan, Wali Kota Tanjungpinang menuturkan, dalam hal ini Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah tidak hanya memberikan bantuan fisik tetapi juga memberikan bantuan beasiswa bagi pelajar yang tidak mampu dan berprestasi merupakan suatu kepedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan yang ada di sini.

''Dengan dibangunnya sarana pendidikan di Tanjungpinang ini diharapkan dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di sini. Meskipun tahun ini Tanjungpinang mendapat peringkat ke lima, naik peringkat dibanding tahun lalu, mendapat peringkat ke enam. Diharapkan tahun depan mendapatkan peringkat lebih baik,'' paparnya.

Dunia pendidikan bagi Pemerintah Provinsi Kepri merupakan salah satu program yang tiap tahunnya akan terus ditingkatkan, baik sarana dan prasarana pendidikan. Sehingga menunjang mutu dan kualitas sekolah semakin baik.

''Dunia pendidikan merupakan primadona pemerintah Provinsi Kepri. Karena itu, kami akan terus menerus ditingkatkan dari waktu ke waktu,'' ungkap Ismeth Abdullah, Gubernur Kepri dalam sambutannya.

Menurutnya, proses peningkatan pendidikan tidak bisa diukur dalam jangka waktu singkat, melainkan dalam jangka waktu panjang. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kepri bertekad untuk meningkatkan sarana dan prasarana fisik dari tahun ke tahun untuk menunjang sarana belajar mengajar di sekolah.

''Tahun depan tidak boleh lagi ada sekolah yang kumuh dan fasilitas yang tidak lengkap. Pembangunan fisik sekolah menunjang kualitas. Untuk sistem pendidikan harus terus diperbaiki,'' paparnya mengakhiri.

Sarana pembangunan gedung serba guna SMPN 4, ruang serba guna dan majelis guru SMPN 1, labor bahasa SMKN 3, pembangunan 3 RKB SMAN 4, revitalisasi ruang kepala sekolah, Tata Usaha dan majelis guru Muhammadyah, pembangunan SMKN 4, pembangunan pagar dan batu miring SMA PGRI, revitalisasi ruang serba guna SMAN I, pembangunan RKB sisipol, pembangunan RKB STAI MIFTAHUL ULUM, pembangunan SLBN dan terminal Tanjungpinang, untuk memenuhi infrastruktur dengan target untuk meningkatkan mutu dan kualitas masayrakat.

Gubernur Mendesak PP 63 Segera Dicabut

Jangan Sampai Menghambat FTZ

Dewan Kawasan Free Trade Zone (FTZ) terus meminta agar pemerintah pusat segara mencabut Surat PP 63 Tahun 2003 yang menjadi dasar punggutan pajak atas otomotif, rokok, elektronik, dan minuman berakhohol, supaya tidak terjadi tumpang tindih dalam penerapan FTZ di tiga kawasan di Kepulauan Riau, yakni Batam, Bintan dan Karimun.

''Kami sudah melayangkan surat kepada Pemerintah Pusat untuk segera mengkaji ulang PP 63 agar segera melakukan pencabutan PP 63,'' ujar Ismeth Abdullah, Gubernur Kepulauan Riau, Selasa (17/6).

Diakui Ismeth, dalam pencabutan PP 63 mengenai barang yang kena pajak membutuhkan waktu. Karena dalam pencabutan PP 36 membutuhkan tandatangan Presiden.

Permintaan Badan Kawasan FTZ agar Pemerintah Pusat untuk segera mencabut PP 36 Tahun 2003 supaya ada kepastian hukum pada saat FTZ berlangsung. Dikarenakan dalam undang-undang (UU) FTZ empat komuditibarang tidak dikenakan pajak. Diperkirakan bila PP 63 belum dicabut, akan terjadi tumpang tindih antara UU FTZ dengan PP 63 Tahun 2003, yang menyatakan empat komuditi tersebut harus bayar pajak. Karena PP 63 masih berlaku.

Untuk segera merealisasikan pelabuhan bebas, Pemerintah tengah mempersiapkan PP yang secara teknis mengatur pelaksanaan FTZ di Batam, Bintan dan Karimun. ''Pencabutan PP 36 ini untuk kepastian hukum yang berlaku dalam perdagangan bebas dan pelabuhan di luar kepabeanan, tidak dikenakan pajak,'' tuturnya.

Tidak hanya masalah PP 36 saja yang sedang digesa BK (Badan Kawasan) tetapi juga mengenai perizinan
yang masih harus melakukan pengurusan di Jakarta. ''Kami juga meminta pemerintah pusat dalam pengurusan perizinan tidak perlu dilakukan di Jakarta, cukup dilakukan di daerah saja,'' urai Ismeth, disela-sela persemian proyek fisik APBD Tahun 2007.

Selain terus meminta agar FTZ segera bisa diterapkan di Batam, Bintan dan Karimun. Badan Kawasan juga terus melakukan perbaikan dan kesempurnaan di bagian kelembagaan dalam penerapan FTZ nanti. ''Saat ini kami sedang mengesa BPK (Badan Pengusahan Perusahaan),'' ujarnya mengakhiri.

Tuesday, June 17, 2008

Ingin Beli Baju, Anak Bawah Umur Mencuri

Nasib Apes menimpa Kritiandi alias Kris (13) harus berurusan dengan pihak kepolisian Tanjungpinang Timur, dikarenakan mencuri timah di Perumahan Bumi Indah, Kilometer 10, sekitar jam 10.30 WIB.

''Saya mengambil timah itu, karena saya pikir dibuang. Timah itu tergeletak di tanah di bawah pohon, dalam halaman rumah,'' ujar Kris, yang kesehariannya menjadi pemulung.

Saat hendak mengambil beberapa kilo jaring timah tersebut, ia ketahuan Ahmad (141), Kepala Pos Security Komplek Perumahan Bumi Indah. Ia pun langsung ditangkap dan diamankan ke Kantor Kepolisian Tanjungpinang, Kilometer 10.

Menurut pengakuan pelaku, ia baru kali ini melakukan pencurian. Dikarenakan keinginannya untuk membeli baju. Rencananya, bila berhasil menjual timah jaringan dan dua buah lampu neon batre di penampungan. ''Saya sudah lama tidak dibelikan baju baru, pekerjaan ayah hanya buruh dan ibu tukang cuci,'' papar Kris, yang sejak kelas tiga putus sekolah. Dikarenakan tidak ada biaya.


AKP Dunya Harun, Kapolsek Tanjungpinang Timur membenarkan, pihak kepolisan Tanjungpinang Timur sedang mengamankan seorang anak dibawah umur. Karena diduga mencuri di Kompek Perumahan Bumi indah, Tanjungpinang. ''Saat ini kasusnya masih dalam penyidikan,'' tukas Dunya.

Monday, June 16, 2008

Laut Kepri Banyak Tercemar Limbah

n di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) paling luas dibanding daratan. Sehingga pecemaran limbah yang terjadi di Kepri paling banyak terjadi di perairan atau di laut. Hal tersebut diungkapkan Yusrizal, Kepala Dinas Bapelda Provinsi Kepri, Jumat (13/6), disela-sela penanaman pohon di Lapangan Pamedan, Tanjungpinang.

''Pencemaran limbah yang terjadi di sini, paling banyak terdapat di laut. Dikarenakan 95 persen adalah lautan. Limbah industri dan tumpahan minyak yang sering terjadi di Kepri,'' ujarnya.

Khusus untuk Industri yang paling banyak menghasilkan limbah dan mengotori lingkungan hidup, terdapat di Kota Batam dan Bintan. Dikarenakan dua kawasan tersebut, merupakan kawasan industri yang ada di Kepri.

''Sejauh ini, belum ada tindakan hukum yang kami lakukan. Baru peringatan. Karena belum ada penengakan hukum yang pasti dan saat ini masih dirancang DPRD Kepri,'' paparnya.

Walaupun pencemaran limbah potensi yang paling sering terjadi di Kepri di kawasan Batam yakni di Kabil dan di Nongsa. Sedangkan di Bintan di Lagoi dan di Belakang Padang, kota Batam yang sering terkena tumpahan minyak. Namun masih ambang batas normal.

Diakui Yusrizal, dibanding tahun lalu, terjadi peningkatan limbah industri dan minyak tumpah di lautan. ''Kenaikan pencemaran limbah masih dibawah 10 persen dan dari hasil uji laboratorium masih diambang batas normal,'' ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, setiap Kota/Kabupaten dalam hal ini Bapelda juga sudah meningkatkan kinerja untuk mengurangi pencemaran limbah yang terjadi di Kota dan Kabupaten.

Bapelda Bagikan Pohon dan Menanam Pohon

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Pemerintah Provinsi Kepri, Badan Pengendalian Lingkungan (Bapelda) Provinsi Kperi memperingati hari lingkungan hidup sedunia menyelanggarakan upacara dan juga membagikan bibit pohon dan menaman pohon di beberapa titik di Tanjungpinang.

''Dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia, Pemerintah Provinsi Kepri membagikan 500 bibit pohon kepada masyarakat yang lewat di lapangan Pamedan A Yani dan juga menamam pohon untuk di Tanjungpinang seribu pohon dan di Sungai Pulai dua ribu pohon,'' ujar Yusrizal, Kepala Dinas Bapelda Provinsi Kepri.

Tujuan dibagikan 500 pohon kepada masyarakat, lanjutnya, untuk menamamkan kesadaran masyarakat bahwa pentingnya menjaga lingkungan hidup disekitar rumah.

Pada kegiatan tersebut juga dihadirkan teater yang membawakan cerita mengenai bahayanya bumi bila banyak pohon yang ditebang, yang dibawakan remaja Tanjungpinang. Penanaman pohon yang dilakukan di sungai Pulai dilakukan Muspida Provinsi Kepri dan juga pelajar yang ada di kota Tanjungpinang dan Kabupaten.

Pakaian dan Rokok diMusnahkan Bea dan Cukai

Bila Beredar Merugikan Negara Rp4 Miliar

Kantor Bea dan Cukai Tanjungpinang kembali memusnahkan barang bukti (BB) hasil tangkapan KPPBC Tipe A3 Tanjungpinang, selama periode 2007 dan Juni 2008 dari kapal-kapal eksport Singapura dan Malaysia.

''Barang bukti yang dimusnahkan hari ini (kemarin, red) berupa 2.394 slop rokok merek Rafe P5, 130 karung pakaian bekas dan 311 ball pakaian bekas,'' ujar Agus Djoko Prasetyo, Kasi Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea dan Cukai Tanjungpinang.

Pemusnahan barang bukti yang dilakukan Kantor Bea dan Cukai Tanjungpinang merupakan katagori barang larangan dan pembatasan dan barang tersebut telah ditetapkan sebagai barang yang menjadi milik negara dimana peruntukan menjadi wewenang menteri keuangan. Sesuai dengan surat S-73/MK.6/2008 tanggal 2 April 2008, Menteri Keuangan Republik Indonesia telah menyetujui hasil tangkapan penegahan Bea dan Cukai untuk dilakukan pemusnahan. Dikarenakan tidak memenuhi persyaratan impornya.

''Ini hasil tangkapan kapal dari Singapura yang membawa rokok, dan kapal dari Malaysia membawa pakaian bekas di perairan Tanjungpinang, yang menurut proses hukum adalah barang ilegal,'' urainya.

Khusus barang berupa 311 ball pakaian bekas, lanjut Agus, merupakan hasil penyerahan dari Lantamal IV Tanjungpinang dari pelaku yang tidak dikenal sebagaimana dimaksud Pasal 68 ayat I c Undang-undang Nomor 17 tahun 2006, ditetapkan sebagai barang yang menjadi milik negara


''Dalam pabean jika barang tersebut ilegal, maka ada tiga opsi yakni dimusnahkan, dilelang atau dieksport. Pemusnahan barang bukti ini sudah atas persetujuan Menteri Keuangan,'' tuturnya.

Pemusnahan yang dilakukan Bea dan Cukai Tanjungpinang berlokasi di Jalan Handoyoputro, komplek Sidodadi, kilometer 9, Lembah Asri Tanjungpinang. Dihadiri TNI Angkatan Laut, Pihak Kepolisian dan Disperindag Kota Tanjungpinang.

"Pemusahan yang kami lakukan Rabu kemarin memang tidak mengundang aparat, karena barang yang dimusnahkan sendikit. Pemusnahan barang bukti pakaian bekas dan slop rokok dihadiri pihak terkait,'' tuturnya.

Ia melanjutkan, kerugian negara diperkirakan kurang lebih Rp4 miliar, bila barang ini tidak berhasil diamankan.

Sementara itu, Saifuk S, Kadis Hukum Latamal IV Tanjungpinang menuturkan, pemusnahan pakaian bekas merupakan hasil tangkapan di perairan Tanjungpinang. ''Tujuan kapal Cempaka yang membawa pakaian bekas ni ke Tembilahan,'' tukasnya.

Thursday, June 12, 2008

Warga Mengambil BB yang Dibakar


Pembakaran barang bukti yang dilakukan pihak Bea dan Cukai Tanjungpinang yang disaksikan Lantamal IV, Pihak Kepolisian dan juga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjungpinang di Jalan Handoyoputo, Kilometer 9, Lembah Asri juga dihadiri beberapa warga setempat maupun yang ada di Plantar dua.

''Saya tahu ada pembakaran baju dari anak saya yang tinggal di sini. Saya cuma ambil lima potong baju untuk dipakai,'' ujar fatimah, Kamis (12/6).

Ribuan baju yang terdapat dalam 311 ball pakaian bekas, serta 130 karung pakaian bekas menjadi daya tarik tersendiri bagi warga setempat. Beberapa warga sudah menunggu pihak Bea dan Cukai untuk melakukan pemusnahan terhadap barang bukti periode tahun 2007 hingga 2008, atas persetujuan Menteri Keuangan Negara.

Sekitar dua puluh warga setempat, baik ibu-ibu maupun anak-anak memilih beberapa pakaian bekas untuk dikenakan sehari-hari diatas tanah yang akan dibakar pihak bersangkutan. Panasnya cuaca saat itu, tidak membuat warga merasa gerah. Dengan penuh semangat mereka mengambil beberapa pakaian, yang menurut mereka pantas dikenakan.

Begitu giliran pemusnahan ratusan slop rokok, beberapa pria rela mengambil beberapa slop. Meskipun puluhan dus-dus rokok tersebut sudah terbakar api. Panasnya api dan gumpalan asap, tidak membuat beberapa pria yang memang sudah menunggu pemusnahan barang bukti rokok menyerah untuk mengambil beberapa slop yang belum terbakar. ''Lumayan dapat rokok untuk dipakai sendiri,'' ujar Anto. (

BB Dimusnahkan Bea Cukai Tanjungpinang

Tanpa Dihadiri Kejaksaan dan Pengadilan Negeri

Kantor Beacukai Tanjungpinang melakukan pemusnahaan barang bukti (BB) periode pertengahan tahun 2007 hingga Juni 2008, Rabu (11/6) kemarin, di Jalan Lembah Asri, Batu 9, Tanjungpinang, tanpa dihadiri pihak Kejaksaan dan Pengadilan Negeri.

Barang bukti yang dimusnahkan sekitar pukul 11.00 WIB terdiri dari 1.600 dus minuman bir, 25 mesin cuci, 40 meja dan 35 ban, yang merupakan hasil sitaan Beacukai periode tahun 2007 lalu hingga Juni 2008.

Menurut Agus Joko P, Kasi Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea dan Cukai Tanjungpinang, pemusnahan yang dilakukan Kantor Beacukai merupakan pemusnahan biasa.

Rencananya Beacukai juga akan melakukan pemusnahan terhadap barang bukti yang terdiri dari 130 bal pakaian bekas, dan 2.394 slop rokok. Namun niat tersebut urung dilakukan pihak Kantor Beacukai Tanjungpinang. ''Rencananya pemusnahan ini akan kami lakukan besok (hari ini, red),'' tukasnya.

PBI lolos Verifikasi faktual

Sekitar pukul 11.00 WIB, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Riau melakukan verifikasi Partai Bhinneka Indonesia. Ketua KPU, Del Yelta langsung melakukan verifikasi faktual terhadap partai Bhinneka Indonesia.

''Hari ini kami melakukan verifikasi faktual terhadap 12 partai dan dibagi dalam tiga tim, yakni saya, Ferry dan Thamrin,'' ujar Den Yelta, Rabu (11/6).

Verifikasi faktual ini, lanjutnya, untuk melihat kelengkapan standar yang dimiliki partai di provinsi, seperti domisili kantor dan pengurus partai.

Pada saat dilakukan verfikasi faktual, tiga pengurus partai yakni Ketua, Seketaris dan Bandahara harus hadir di tempat verifikasi tersebut. Bila tidak hadir, Den menuturkan akan dinyatakan tidak memenuhi syarat. ''Karena itu pada saat melakukan verifikasi, sebelumnya kami sudah menghubungi pengurus partai. Kami tidak ingin dianggap tidak memberitahukan informasi, siapa tahu saja salah seorang pengurus masih dalam perjalanan ke sini,'' ungkapnya.

Mengenai partai yang pertama di verifikasi faktual oleh Tim KPU Kepri, Den menuturkan, Partai Bhinneka Indonesia sudah dinyatakan memenuhi verifikasi faktual. Karena domisili dan pengurusnya hadir pada saat di verifikasi.

Sementara itu, Ketua PBI, Rofinus Loren menuturkan, pihaknya sudah siap sewaktu-waktu tim KPU melakukan verfikasi faktual. ''Partai kami sudah siap di Kabupaten/Kota dan kami harap pemilu ini kami lulus verifikasi administrasi,'' ungkapnya.

Diakuinya, pemilu lalu, PBI tidak lulus administrasi pusat. Belajar dari pengalaman sebelumnya, PBI telah mempersiapkan data-data di daerah maupun provinsi pada saat tim KPU melakukan verifikasi faktual.

Warga Jemaja Nuntut Jadi Ibukota Anambas

Gelar Aksi Demo di Gedung Gubernur

Belum juga terwujud Kepulauan Anambas menjadi ibukota, ratusan masyarakat pulau Jemaja menggelar aksi demo di depan Kantor Gubernur Kepulauan Riau, dengan tuntutan agar Pulau Jemaja dijadikan ibukota Kepulauan Anambas setelah menjadi kabupaten, Rabu (11/6) kemarin. Sedangkan menurut usulan dari tim P3PRO, Tarempa sangat layak menjadi ibukota Kabupaten Anambas.

Berbagai spanduk digelar di depan Gedung Gubernur yang bertulisan 'Setuju Anambas, Jemaja jadi Ibukota, jika tidak jadi ibukota, Kami akan bergabung ke Natua', 'Tiada banding, tiada runding, tiada tanding, Jemaja jadi ibukota Kabupaten Anambas', Hanya satu kata Jemaja Ibukota Kabupaten. Sepanduk-spanduk yang bertulisan harapan dan keinginan warga dibentang di depan Kantor Gubernur.

Para perwakilan dari warga Jumaja diterima oleh T MUkhtaruddin, Asissten Bidang Tata Praja, Provinsi Kepulauan Riau di ruang kantornya, yang berada di Lantai II. Menurut Johari, Ketua Ikatan Keluarga Masyarakat Jemaja Batam, isu yang beredar dikalangan masyarakat, bahwa warga Jemaja tidak mempersoalkan letak ibukota Kabupaten Anambas di Tarempa tidak benar.

''Komitmen kami masih sama, Kabupaten Anambas paling pas berada di Jemaja. Bila tidak dipenuhi, kami lebih memilih bergabung dengan Natuna,'' ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Syuryamachrizon, salah satu perwakilan Jemaja. ''Pulau Jemaja ini juga memiliki sejarah dan juga keuntungan dari segi perekonomian, politik dan keamanan,'' ujarnya. Bila dilihat dari sisi geografis, lanjutnya, pulau Jemaja lebih besar dan letaknya berada di dekatperbatasan luar negeri. Sehingga cocok dijadikan ibukota Kabupaten Anambas.

Selain memberikan alasan, kenapa Pulau Jemaja layak menjadi kabupaten Anambas. Perwakilan pendemo juga meminta agar dalam pembentukan Ibukota Kabupaten Anambas agar masing masing Daerah Kecamatan mengajukan Argumentasi wilayahnya secara nyata dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal ini sebagai dasar bagi pemerintah dalam membuat pertimbangan dan menetapkan wilayah bersangkutan sebagai Ibukota Kabupaten demi mewujudkan tujuan dan harapan pembangunan dimasa datang. Terkait keunggulan dan kekuatan Jemaja sebagai Ibukota Kabupaten sesuai letaknya yang strategis dari aspek regional dan internasional.

Sementara itu, T MUkhtaruddin, Asissten Bidang Tata Praja, Provinsi Kepulauan Riau menuturkan DPR RI belum menyatakan mengenai ibukota dan menurut hasil tim penelitian dan observasi kelapangan, mereka sependapat dengan hasil yang diberikan tim mengenai Ibukota Kabupaten Anambas yakni Tarempa.

''Ini tidak ada kepentingan tertentu dalam menentukan Ibukota Kabupaten Anambas. Semua berdasarkan kiteria yang ada, sejarah pemerintahan, sarana dan prasarana, dan juga kependudukan,'' ujarnya. Ia menambahkan, yang menentukan Ibukota Kabupaten Anambas, Pemerintah Pusat.

''Mengenai tidak ada persoalan tentang pemilihan Ibukota Kabupaten Anambas sudah diklarifikasi dan mengenai SK yang dikeluarkan DPRD Natuna yang ditandatangi Wan Suhendra dan SK tersebut juga sudah ditandatangi DPRD yang setuju dari hasil tim peneliti,'' tukasnya.

Setelah mendengarkan pendapat dari demonstran yang mewakili warga Jemaja, Johari menyerahkan surat yang berisi tandatangan warga Jemaja yang meminta Pulau Jemaja menjadi Ibukota Kabupaten Anambas dan bila hal tersebut tidak dipenuhi, warga berniat akan bergabung dengan Natuna.

Tuesday, June 10, 2008

Pelatihan Kominda Kota Tanjungpinang

*Tingkatkan Profesionalitas

Kesbag Limas Kota Tanjungpinang mengadakan pelatihan selama tiga hari di Hotel Garden yang berlokasi di Kilometer batu 5 untuk Komunitas Intelijen Daerah (KOMINDA) agar meningkatkan profesionalitas kominda dalam rangka mendukung terciptanya stabilitas keamanan dan ketertiban kota Tanjungpinang.

''Peserta yang mengikuti pelatihan ini terdiri dari unsur TNI, angkatan darat, angkatan laut, kejaksaan, imigrasi dan juga dari beacukai. Sehingga dapat memberikan bahan masuan yang aktual dan strategs kepada Kepala Daerah sehingga permasalahan di wilayah yang masih bersifat indikasi dan gejala sudah dapat diketahui sebelumnya,'' ungkap Juramadi Esran, Kepala Kesbag Limas Kota Tanjungpinang, Senin (9/6).

Ia melanjutkan, pelatihan ini diberikan untuk memberikan pengetahuan dasar tetang inteleligen. Sehingga Kominda dalam memberikan rekomendasi semakn mantap untuk keamanan dan kemajuan Kota Tanjungpinang.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati Manan, dalam pidatonya menuturkan, pelatihan dasar Kominda Tanjungpinang ini untuk meningkatkan profesional dari Kominda ''Tugas Kominda merencanakan, mencari, mengumpulkan da menginformasikan kemungkinan permasalahan di Kota Tanjungpinang yang bersifat indikasi dan gejala sudah dapat diketahui sebelumnya, sehingga segera mencari solusi untuk mencegah permasalahan yang akan timbul,'' ujarnya.

Ia melanjutkan, tugas Kominda memberikan rekomendasi untuk kebijakan daerah, sebelum daerah mengambil kebijakan mengenai persoalan yang terjadi, sehingga tercipa kondisi yang stabil di wilayah kota Tanjungpinang.

Tugas kominda yang merupakan unsur dari kejaksaan, kepolisian, imigrasi dan sebagainya mempunyai peran untuk menciptakan situasi dan kondisi yang tenang, aman dan nyaman. Sehingga masyarakat Kota Tanjungpinang dapat menjalankan aktifitasnya tanpa adanya ancaman, gangguan, hambatan dan tangangan oleh siapapun oknum atau kelompok tertentu yang ingin menciptakan situasi tidak stabil yang bertujuan untuk kepentingan kelompoknya.

KPU Terus Melakukan Verifikasi Partai Baru

Jumlah partai politik (Parpo) untuk pemilihan umum tingkat nasional tahun 2009 nanti yang sudah terdaftar di KPU (Komisi Pemilihan Umum)Pusat berjumlah 51 parpol di seluruh Indonesia, baik parpol lama maupun yang baru muncul.

Menurut, Ketua KPUD Kepri, Den Yealta, Senin (9/6), untuk partai politik yang baru berjumlah 35 partai dan akan diverifikasi di Provinsi Kepulauan Riau 34 partai, karena ada satu partai yang belum mempunyai kantor di Provinsi Kepri.

''Tim penyeleksi verfikasi faktual parpol calon pemilu di Kepri dilaksanakan mulai tanggal 7 sampai 14 Juni nanti. Karena itu, kami menghimbau parpol agar sudah siap, saat kami melakukan verifikasi faktual,'' ungkapnya.

Sebab verifikasi faktual, selain harus mempunyai gedung parpol yang berada di Provinsi, pengurus parpol harus ada ditempat saat tim verifikasi faktual KPU datang melakukan tugasnya, yakni melakukan verifikasi gedung dan data pengurus parpol di daerah. ''Kami melakukan pengecekan alamat gedung parpol tersebut benar apa tidak, dan juga pengurus saat itu harus ada di tempat, saat tim kami melakukan verfikasi seperti Ketua, Seketaris dan Bendahara Parpol,'' urainya.

Den melanjutkan, KPU Provinsi Kepri melakukan verifikasi alamat dan nama pengurus partai cocok apa tidak, seperti yang didaftarkan di KPU Pusat.

''Setelah kami melakukan verifikasi faktual dan dinyatakan lengkap, baru KPUD Kabupaten/Kota melakukan verifikasi KTA (Kartu Tanda Anggota) minimal 10 persen suara,'' tuturnya.

Verifikasi KTA sudah bisa dilakukan KPUD Kota/Kabupaten, setelah parpor yang dinyatakan KPU Provinsi Kepri telah lengkap diverifikasi. Hal itu dikarenakan, KPUD Kota/Kabupaten harus melakukan verifikasi KTA sebanyak 10 persen suara, berarti sekitar 100 orang yang harus diverifikasi alamatnya.

''Tentunya ini membutuhkan waktu, karena itu kami mengeluarkan kebijakan KPUD Kota/Kabupaten boleh melakukan verifikasi TKA. Tidak perlu menunggu tanggal 18 Juni nanti, kalau partai yang kami verifikasi disini gagal, tentunya KPUD Kota/Daerah tidak perlu lagi melakukan verifikasi TKA,'' terangnya.

Saat ini tim Verifikasi faktual KPUD Kepri, Sabtu (7/6) telah melakukan verifikasi terhadap dua partai politik. Sedangkan Senin (9/6) telah dilakukan verifikasi terhadap empat partai yang terdiri dari Partai Republiku Indonesia, Partai Patriot, Partai Gerakan Indonesia Raya dan Partai Kristen Demokrat.

''Hasil verifikasi hari ini (kemarin, red) akan kami godok dan akan di plenokan di tingkat Kota/Kabupaten. Menurut hasil sementara, empat partai yang kami verifiksi hasilnya sesuai, baik alamat gedung dan juga pengurus hadir di tempat,'' ungkap Ferry Manalu, Koordinator Pokja Verifikasi Faktual KPU Provinsi Kepri. Untuk hari Rabu, lanjut Ferry, rencananya 12 partai yang akan diverifikasi tim Pokja. (dwi)

Nama-Nama 35 Partai Baru (sumber KPU Provinsi Kepri)

Partai Hati Nurani Rakyat
Partai Peduli Rakyat Nasional
Partai Pemersatu Bangsa
Partai Gerakan Indonesia Raya
Partai Pemuda Indonesia
Partai Demokrasi Kebangsaan Bersatu
Partai Matahari Bangsa
Partai Repbuliku Indonesia
Partai Demokrasi Pembaharuan
Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia
Partai Persatuan Daerah
Partai Buruh
Partai Nurani Umat
Partai Patriot
Partai Kebangkitan Nasional Ulama
Partai Kristen Demokrat
Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
Partai Karya Perjuangan
Partai Barisanan Nasional
Partai Repbulik Nusantara
Partai Perjuangan Indonesia Baru
Partai Bhineka Indonesia
Partai Kedaulatan
Partai Nusantara Kedaulatan Rakyat Indonesia
Partai Kasih Demokrasi Indonesia
Partai Merdeka
Partai Kristen Indonesia 1945
Partai Reformasi
Partai Pembaharuan Bangsa
Partai Indonesia Sejahtera
Partai Demokrasi Perjuangan Rakyat
Partai Indonesia Tanah Air Kita
Partai Persatuan Sarikat Indonesia
Partai Kasih
Partai Kongres

Kepulauan Riau Penghasil Ikan Terbesar

*Galakan Gemar Makan Ikan

Letak geografis Provinsi Kepulauan Riau yang terdiri dari 95 persen yang merupakan lautan dan lima persen yang merupakan wilayah darat, membuat Kepri sebagai pengasil ikan terbesar. Dikarenakan pentingnya mengkonsumsi ikan. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, berasama ibu PKK Provinsi Kepri menggelar galakan gemar makan ikan.

''Kepulauan Riau terdiri dari laut dan kepulauan dan untuk di daerah merupakan penghasil ikan yang terbesar. Karena itu, hasil dari tangkapan ikan bisa diolah menjadi produksi dan ciri khas dari Provinsi Kepri,'' ujar Nuraida, Assisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri.

Makanan laut, seperti ikan, lanjutnya, merupakan sumber protein yang sangat penting bagi tubuh. Dibanding makanan jungfood atau makanan cepat saji.

Selain mengajarkan anak-anak menyukai makan ikan, tentunya hal tersebut juga membantu meningkatkan taraf hidup nelayan yang ada di Kepri. ''Hasil tangkapan ikan ini juga bisa diolah menjadi manisan dan juga hasil tangkapan ini juga bisa dijual keluar negeri, tidak hanya untuk produksi dalam negeri,'' urainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Amir Faisal menuturkan, kegiatan yang diselenggarakan ibu PKK Seprovinsi Kepri ini merupakan agenda tindak lanjut yang digelar ibu PKK untuk menggalakan gemar makan ikan.

''Protein yang terdapat pada ikan sangat baik bagi pertumbuhan anak. Dengan adanya kegiatan ini, ibu-ibu bisa menciptakan kreasi masakan ikan agar bisa menjadi ciri khas Kepri,'' ungkapnya. Ia menambahkan, seperti masakan ciri khas Cina, Tom syam, sedangkan di Kepri ada ikan pindang.

Selain menggelar seminar, ibu PKK se Provinsi Kepri juga menggelar loma kreasi memasak ikan pindang yang rencananya akan menjadi masakan ciri khas dari Provinsi Kepri.

Monday, June 9, 2008

Telkomsel Merah Putih Layani Jalur Laut Pelni

Solusi Komunikasi Wilayah Terpencil dan Bahari Pertama di Indonesia

Telkomsel dan Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) melakukan kerjasama penerapan inovasi solusi komunikasi di jalur transportasi laut. Hal ini sekaligus menandai untuk pertama kalinya di Indonesia bahkan di dunia, diimplementasikannya inovasi teknologi GSM (Global System for Mobile) berbasis IP (Internet Protocol) berkonsep 'Remote Solution System', sebagai solusi layanan komunikasi dan informasi di daerah terpencil dan wilayah laut.

Layanan ini persembahan Telkomsel di momen peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional, sekaligus menandai era kebangkitan memerdekakan bangsa Indonesia dari keterisolasian komunikasi dan informasi. Implementasi inovasi teknologi ini digelar melalui program bernama TELKOMSEL Merah Putih, singkatan dari TELKOMSEL MEnembus daeRAH Pedesaan (termasuk daerah wisata dan resort), Industri TerpencIl (pengeboran lepas pantai, hutan, puncak bukit) dan BaHari (jalur transportasi laut).

Kerjasama Telkomsel dan Pelni merupakan bagian dari program 'TELKOMSEL Merah Putih' sekaligus sinergi perusahaan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki kesamaan visi pelayanan publik. Dengan adanya kerjasama ini 'TELKOMSEL Merah Putih', kini berkibar melayani wilayah Bahari Indonesia di Kapal Labobar Pelni, dimana masyarakat dapat menikmati kenyamanan komunikasi dan informasi di sepanjang jalur laut Pelni dari Sabang sampai Merauke, dan tentunya segera menyusul armada bahari lainnya.

Tidak hanya itu, Telkomsel juga melayani pulau terluar Indonesia dan pedesaan yang sebelumnya kesulitan mendapatkan layanan komunikasi, seperti pulau Miangas (pulau terluar berbatasan dengan negara Filipina), Desa Bala Balakang di gugus kepulauan Ambo (antara Pulau Sulawesi dan Kalimantan) dan Desa di Puncak Bukit Malabar Jawa Barat, yang dalam waktu dekat layanannya akan segera diresmikan.

''Dengan adanya layanan inovatif hasil karya anak bangsa berbasis teknologi GSM ini serta kerjasama yang baik dengan PELNI, diharapkan visi Telkomsel sebagai Service Leader dapat segera terwujud diseluruh pelosok negeri, dimana pada gilirannya kelak seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan kemudahan dan kenyamanan berkomunikasi dimanapun berada yang kali ini coveragenya terbukti sudah dapat menjangkau area pelayanan laut (bahari) di seluruh area Nusantara,'' ujar Direktur Utama Telkomsel, Kiskenda Suriahardja, Senin (9/6) dalam pers rilisnya.

Layanan inovatif teknologi GSM berbasis IP (Internet Protocol), lanjutnya, akan semakin memperluas coverage layanan telekomunikasi baik di daratan maupun lautan Indonesia.

Layanan ini hadir dalam bentuk yang lebih simpel tanpa perlu membangun menara BTS, dimana cukup meletakkan beberapa alat seperti, Antena parabola, modem VSAT IP, pico BTS, Solar cell sebagai power supply atau APB baterai (Automatic Power Backup di daerah yang sudah ada listrik), serta dilengkapi dengan sarana layanan publik berupa 2 buah pesawat telepon FWT (Fixed Wireless Telephony) sebagai Warsel bagi mereka yang belum mempunyai ponsel.

Sementara itu, Direktur Utama Pelni Isnoor Haryanto mengatakan, sesuai peran Pelni dalam membuka keterisolasian jalur laut, kerjasama startegis ini juga memberikan nilai tambah bagi Pelni dalam hal pemanfaatan untuk telemetri (kesediaan bahan bakar, suhu kapal), juga tracking realtime jalur pelayaran Pelni.

''Ada kerjasaman ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk tetap dapat menelpon keluarga maupun rekannya bahkan di tengah laut sekalipun,'' tukasnya.

Menjambret Nenek-Nenek, Pelaku Kolor Ijo Tertangkap

Kepolisian Tanjungpinang Timur berhasil mengungkap kasus jambret (pelaku kejahatan jalanan) yang sering meresahkan masyarakat. Pelaku dapat diringkus pihak kepolisian setelah menjambret nenek-nenek di Pinang Lestari. Kejadian tersebut berlangsung Jumat (6/6) lalu, sekitar pukul 21.00 WIB.

''Telah dilakukan penjambretan yang terjadi terhadap Siti (60), saat habis belanja di Pinang Lestari, sekitar pukul 21.00 WIB,'' ujar AKP Dunya Harun, Kapolsek Tanjungpinang Timur, Sabtu (7/6) lalu.

Ia melanjutkan, dua orang pelaku, Bobi dan Lanaudin dapat ditangkap di Kijang Kencana dan sekarang sudah diamankan di Polsek Tanjungpinang Timur.

Menurut tersangka, Lanaudin, dirinya telah melakukan lima kali jambret di 5 TKP (Tempat kejadian Perkara) yakni di Batu 8, tiga kali melakukan jambret, dua berhasil mengambil 1 unit ponsel dan satu gagal. Sedangkan di Bukit Barisa, ia mengaku tidak berhasil. Begitu juga di Batu 6, belakang pom bensin tidak berhasil. Dikarenakan ketahuan masyarakat. Berbeda dengan Bobi (24), yang sudah empat kali melakukan kejahatan di Tanjungpinang.

''Bobi mengakui telah melakukan jambret di bulan Januari dan berhasil mengambil 1 unit ponsel, di bulan Februari melakukan curas di dekat hotel Sadap dan berhasil mengambil HP dan uang. Dibulan April, kembali melakukan aksi jambret di Wisma Pesona dan mengasak Rp1,7 juta, dan dibulan Juni ini kejadiannya di Jalan Hang Lakir menjambret uang Rp1 juta dan berhasil diringkus,'' urai Dunya.

Pada saat ditangkapnya Bobi, kasus pun langsung dikembangkan dan terungkap Lanaudin diduga merupakan pelaku kolor ijo yang meresahkan masyarakat setempat. Hal itu diungkapkan Bobi. ''Menurut kawan, dalam beraksi Lanaudin selalu menggunakan kolor,'' ujar Bobi yang pernah masuk penjara di Malaysia, karena kasus pasport.

Bobi melanjutkan, dalam beraksi dirinya tidak pernah bareng Lanaudin. Ia hanya bertugas mengantar dan menjemput Lanaudin. ''Dalam beraksi, saya biasanya bareng dengan kawan saya, Ali Nasir'' ujarnya.


Dikaitkan dengan kasus kolor ijo. Lanaudin sempat mengelak bahwa dirinya bukan pelaku kolor ijo. ''Saya bukan pelaku kolor ijo,'' ujarnya mengelak. Lanaudin mengakui, dirinya saat beraksi (melakukan tindak kejahatan, red), menggunakan celana kolor atau celana ketat. ''Setiap mau melakukan pencurian, saya selalu mengganti celana,'' ungkap pria yang juga merupakan tekong TKI Ilegal.

Kasus penjambretan dan pencurian yang dilakukan dua tersangka Lanaudin dan Bobi saat ini sedang dikembangkan pihak kepolisan dan melakukan pencarian DPO terhadap dua tersangka Ali Nasir dan Ali Muton. ''Menurut informas Ali Muton berada di Bangka, sedangkan Ali Nasir masih berada di Tanjungpinang, dua tersangka ini sudah dinyatakan DPO,'' ujar Dunya.

Dunya melanjutkan, dua tersangka Bobi dan Lanaudin dikenakan pasal 365 dan 363 KUHP dan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Musda II Partai Golkar Provinsi Kepri

Ansar Terpilih Lagi Ketua DPD I Kepri

Dewan Pimpinan Partai Golkar (DPD Partai Golkar) Provinsi Kepulauan Riau menggelar musyawarah Daerah (Musda) II yang berlangsung di Comfort Hotel and Resort, Tanjungpinang selama dua hari. Terhitung mulai tanggal 6-7 Juni lalu. Agenda Musda II Golkar yang dihadiri kader-kader Partai Golkar se Provinsi Kepri tersebut untuk membahas penetapan program partai dan juga pemilihan ketua baru, DPD I Partai Golkar Provinsi Kepri.

''Kami mempercepat musda untuk meningkatkan solidaritas dalam partai. Pemilihan Ketua DPD I berdasarkan aklamasi dan yang terpilih Ansar Ahmad sebagai Ketua DPD I Partai Golkar,'' ujar Firman Subagiyo, Ketua DPD Konwil SumBagTeng Golkar, Sabtu (7/6) lalu.

Dipercepatnya musda II Partai Golkar dikarenakan untuk mempersiapkan pemilu (pemilihan umum) tahun 2009. Diakui Firman, untuk pemilihan umum tahun 2009 sangat berat berbeda dengan tahun 2004 lalu. Untuk menentukan siapa yang menjadi Ketua DPD I adalah orang yang mempunyai prestasi atau yang dapat memimpin partai dan mampu melakukan konsolidasi ke dalam hingga menghasilkan kader-kader partai yang rolaylitas terhadap partai.

Diakui Firman, Banyak kader yang mencalonkan diri menjadi Ketua DPD I, tetapi yang terpilih adalah orang yang dianggap berhasil dalam partai untuk menduduki posisi yang strategis.

''Dipilihnya Ansar Ahmad sebagai Ketua DPD I dikarenakan ia (ansar Ahmad, red0 dianggap JK (Jusuf Kala) mampu untuk menduduki posisi strategis ini,'' ungkapnya. Ia melanjutkan, pengurus lain yang tidak aktif, akan dihilangkan dalam daftar pengurus. Karena ini semua untuk kemajuan partai dalam menghadapi pemilu nasional 2009 nanti.

Ansar Ahmad kembali menjadi pemimpin, Ketua DPD I Partai Golar Kepri dengan cara aklamsi pada Sabtu (7/6) di dalam ruang rapat di Comfort Hotel and Resort yang berada di Batu 10, Tanjungpinang. Terpilihnya, Ansar Ahmad dikarenakan prestasi yang sudah didapatkannya untuk partai Golkar pada masa jabatannya sebagai Ketua DPD I Partai Golkar.

Sementara itu, Ansar Ahmad menuturkan, dengan kembali terpilih dirinya, program partai yang akan dilaksanakan terlebih dahulu yakni konsolidasi. ''Kami akan mempersiapkan kebijakan partai untuk menyongsong pemilu dan melakukan pembinaan terhadap kader-kader kabupaten maupun kota,'' tuturnya.

Hal itu dilakukan untuk melihat perkembangan sebelum pemilu 2009, yang mana Partai Golkar menargetkan untuk di daerah mendapatkan 30 persen suara. Dimana membutuhkan pengurus dan kader-kader yang konsekuen terhadap kemajuan partai ke depan.

''Untuk menghadapi pemilu dibutuhkan kerjasama semua kader partai Golkar, sehingga bisa memenangkan suara pemilu. Karena itu perlu ditumbuhkan rasa kecintaan terhadap partai dan memberikan hasil yang baik untuk kemajuan partai bersama,'' tandasnya.

Satu Rumah Hangus Dilahap Api

*Yang Tersisa hanya Baju yang dipakai

Naas bagi keluarga Patimah (37) rumah yang ditempatinya dilahap si jago merah, saat ditinggal ke rumah mertuanya yang berada di Batu 2, Sabtu (7/6) malam lalu. Tak satupun barang sempat diselamatkan warga yang berada di lokasi kebakaran di Jalan Rambutan, Gg Ciku RT 7 RW 5 No 15i.

Menurut Edianto Siregar, salah seorang saksi yang melihat kebakaran tersebut, api mulai muncul di kedai dan langsung merambah ke kamar dan menjalar ke motor RX King yang ditaruh di teras dan keseluruhan rumah langsung terbakar.

''Tidak sampai 10 menit, rumah sudah hangus terbakar. Saya sudah teriak-teriak minta tolong sama warga, tetapi kami tidak sempat menyelamatkan barang yang ada di situ. Karena api sudah tinggi sampai ke tiang antena,'' urai Edianto, Minggu (8/6).

Melihat kejadian kebakaran tersebut, warga langsung menghubungi pemilik rumah. Saat tiba di lokasi kejadian, Patimah langsung pingsan, karena melihat rumah beserta hartanya hangus terbakar api. Rumah yang sudah lama ditempatinya dan juga menjadi salah satu sumber nafkah ibu yang memiliki dua putri itu tidak pernah diduganya akan kebakaran.

''Kami memang tidak mempunyai lampu listrik, kami menggunakan lampu teplok dan biasanya tidak apa-apa saat ditinggal,'' ujar Patimah lirih, kepada Batam News. Diakuinya, lampu teplok yang ditaruh di kedai dan juga di kamar untuk mengusir tikus. ''Saya kan sehari-hari jualan. Karena itu, kalau sudah malam, lampu ini selalu hidup dan tak pernah mati,'' ungkapnya.

Biasanya, saat pergi ke rumah mertuanya, wanita yang menggenakan jilbab itu meninggalkan anak di rumah. Berbeda dari biasanya, Jumat malam itu, ia membawa dua putrinya ke rumah neneknya. Sehingga kejadian tersebut tidak bisa dielakan lagi.

''Semua uang, baju, perhiasaan dan juga surat berharga ikut hangus terbakar. Padahal, kami harus membayar iuran untuk kredit UKM (Usaha Kecil dan Menengah), yang uangnya sudah kami siapkan dan ikut terbakar. Yang tersisa hanya baju yang dikenakan dibadan saja,'' ungkapnya sambil memandang puing-puing rumah yang terbuat dari kayu itu.

Ia berharap, agar pemerintah kota Tanjungpinang membantu keluarga. Untuk sementara, ia beserta keluarganya tinggal sementara di rumah RW.

Sementara itu. Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Barat, Bripka Syafriadi menuturkan, Sabtu (7/6) kemarin terjadi kebakaran di Jalan Cikung, sekitar jam 22.15 WIB. ''Kami mendapat laporan langsung dari Ketua RT setempat mengenai kebakaran itu dan langsung turun ke lapangan. Hingga saat ini tidak ada korban jiwa,'' tukasnya.

Tingkatkan Keterampilan Tenaga Kerja

*Disnaker Kabupaten Bintan Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bintan menggelar pelatihan kewirausahaan tingkat sarjana penggerak pembangunan perdesaan Kabupaten Bitan 2009 di Hotel Halim selama tiga hari.

Menurut Tarmidi, Kabid Penetapan, Disnaker Kabupaten Bintan, Senin (9/6), tujuan diadakan pelatihan untuk 32 peserta dari tingkat kecamatan dan desa untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja dalam bidang kewirausahaan dan meningkatkan motivasi dalam melaksanakan tugas kedepan.

''Dengan diadakannya pelatihan ini akan tercipta jenjang informasi dan silahturahmi pegawai. Karena pegawai Disnaker yang ditempatkan di tiap kecamatan dan desa tidak semua lulusan ekonomi, sehingga informasi yang akan diberikan dapat dimanfaatkan di tempat mereka ditugaskan,'' terangnya.

Sementara itu, Makhfur Zurachman, Kadisnaker menuturkan, dengan diberikannya pelatiha Kewirausahaan pegawai yang ditempatkan di perdesaan akan memberikan pengetahuan dibidang kewirausahaan.

''Kebanyakan pegawai disnaker yang ditempatkan di desa dari berbagai jurusan. Karena itu, diberikan pelatihan keterampilan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kinerja yang lebih baik,'' ungkapnya.

Apalagi materi pelatihan selama tiga hari, terhitung tanggal 9-11 Juni 2008 nanti lebih difokuskan mengenai kewirausahaan. Sebagai narasumber pelatihan tersebut terdiri dari Dinas Perekonomian dan Promosi Daerah dan narasumber dari SMK Negeri I.

''Untuk tahun 2008, rencananya kami akan memberikan 21 binaan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat. Saat ini baru satu binaan yang sudah berjalan di Kilometer Batu 18, yakni binaan untuk membuat roti, yang saat ini sudah berjalan'' tuturnya

Ia melanjutkan, hari ini (kemarin, red), 20 perserta sudah mendapat pelatihan di tempat binaan Disnaker untuk membuat roti dan besok (hari ini, red) akan diberi pelatihan praktik kerja untuk membuat batako.

''Kami terus berusaha memberikan peluang kerja bagi masyarakat dengan memberikan keterampilan kepada mereka yang mempunyai minat,'' tukasnya.

Sunday, June 8, 2008

DKP Gelar Seminar Pembinaan Program Mitra Bahari

*Tingkatkan Kelembagaan KMB

Tanjungpinang (BN)- Konsersium Mitra Bahari (KMB) Regional Centre Kepulauan Riau baru terbentuk tahun 2007. Sebelum menjalankan berbagai program untuk meningkatkan usaha nelayan dalam bidang budidaya ikan, KMB Regional Centre Kepulauan Riau masih dalam penguatan kelembagaan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri Amir Faisal, Jumat (6/6) kepada sejumlah wartawan usai seminar Pembinaan Program Mitra Bahari, Departemen Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jendral Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, di Hotel Pelangi, Tanjungpinang.

''Pemerintah memberikan dana sebesar Rp600 juta untuk penguatan lembaga. Setelah penguatan lembaga, baru melakukan program. KMB tergabung dari LSM, pakar universitas dibidang Kelautan dan Perikanan, dan pers,'' urainya.

Tujuan dibentuk KMB Regional Centre Kepulauan Riau untuk mempercepat proses pembangunan dan perekonomian terhadap para nelayan dalam bidang budidaya ikan. Karena kondisi pendidikan nelayan di Provinsi Kepri masih terbilang rendah. Sehingga menyebabkan hasil produksi ikan di Kepri mengalami penurunan. Selain disebabkan, karena masalah lingkungan.

''Penurunan hasil produksi penangkapan ikan dan juga budidaya ikan terjadi hampir disetiap daerah di Indonesia,'' ujar Sunarto, Kasubid Sarana dan Prasarana Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan. Ia melanjutkan, dengan dibentuknya KMB ini akan membantu para nelayan dalam usaha budidaya ikan untuk meningkatkan usahanya.

Tugas Konsersium Mitra Bahari untuk di Kepri menggalang dan mengkoordinasikan bekerjasama dengan lembaga atau pihak-pihak terkait, membantu dan berkoordinasi dengan BAPPEDA dalam perencanaan di daerah, merumuskan isu dan permasalahan pembangunan kelautan dan perikanan yang menjadi pioritas di wilayah yang bersangkutan, serta menyelenggarakan lokakarya tingkat daerah.

''Seperti kasus di Sulawesi Utara mengenai kasus yang terjadi di buyat, pencemaran limbah. Pihak KMB melakukan analisa pencemaran yang terjadi, diserahkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan, lalu ditindak lanjutin dan dicari solusinya,'' tukasnya.

Pinang Tak Dapat Adipura

*Tingkatkan Kepedulian Kebersihan Bersama

Ditahun 2008 yang bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kota Tanjungpinang tidak mendapatkan adipura. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana Pemko Tanjungpinang berhasil mendapatkan adipura selama empat kali berturut-turut.

''Poin yang didapat kota Tanjungpinang 71 poin, sama seperti tahun sebelumnya. Tahun ini, jumlah poin yang harus dikumpulkan 73 poin untuk mendapatkan adipura,'' ujar Suryatati Manan.

Suryatati melanjutkan, penilaian yang dilakukan tim dari Jakarta sama seperti tahun sebelumnya, yakni di terminal, TPA (tempat pembuangan akhir), pasar, rumah sakit, kantor dan jalan.

Tidak mendapatkan adipura untuk tahun ini, Tati menuturkan, merupakan cambuk bagi kota Tanjungpinang untuk lebih memperhatikan lingkungan yang ada di sekitarnya.

Keberhasilan kota Tanjungpinang selama empat kali berturut-turut mendapatkan predikat kota sedang terbersih tidak lepas dari peran masyarakat dalam menjaga lingkungan kebersihan. Karena itu, untuk mendapatkan kembali gelar predikat Tanjungpinang sebagai kota sedang terbesih merupakan tanggung jawab semua pihak, baik masyarakat maupun pihak pemerintah.

''Kami akan tanyakan apa kekurangan dari kota Tanjungpinang dalam penilaian yang dilakukan tim Bapedalda Pusat. Dimana kekurangannya nanti akan diperbaiki dan lebih ditingkatkan lagi kedepannya,'' tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bapedalda Kota Tanjungpinang, Yulianus Mukhtar menuturkan, penilaian yang dilakukan tim dari pusat masih belum transparan. Karena ada penambahan dua poin baru dan bukan hanya Tanjungpinang yang gugur, tetapi juga 10 kabupaten dan kota mengalami hal yang sama.

''Kami akan lebih meningkatkan kebersihan lagi, terutama di lingkungan pasar dan juga di lingkungan perumahan, dengan cara mempresentasikan manfaat kebersihan lingkungan di rumah,'' tukasnya.
 

Follow mE


Citra Banner

Sample Text

twit

Sample Text

Terimakasih tetap setia membaca blog Hal-Wanita.. Meskipun saat ini blog satu ini jarang di update, namun setiap minggu pengunjungnya masih terus bertambah.

Sampai saat ini, isi blog Hal-Wanita, tidak mengupas tentang kecantikan, fashion maupun kesehatan. Tetapi, diusahakan tiap minggu membahas mengenai problem wanita.

Hal ini dikarenakan, posisi tugas diganti menjadi kuli tinta dibidang pemerintahan, politik, kriminal di Tanjungpinang.... Diharapkan, maklum ya....

Jika membutuhkan informasi lainnya bisa tetap mengirimkan email ke sana ataupun ke facebook. Saya akan mencoba membalas pesan-pesan yang masuk.

Citra Pandiangan
Author

 
Blogger Templates