Social Icons

Pages

Wednesday, January 28, 2009

RSUD Tanjungpinang Kurang Tenaga Medis

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang yang saat ini masih berstatus tipe C Plus berniat untuk meningkatkan status rumah sakit. Dari sebelumnya berstatus C plus menjadi B. Demikian diungkapkan dr Nugraheni, Yan Medis RSUD Kota Tanjungpinang, belum lama ini. Menurutnya, rencananya memang sudah lama untuk meningkatkan status rumah sakit. Namun untuk menuju ke status B membutuhkan proses.

''Saat ini tempat tidur yang tersedia di rumah sakit berjumlah 131 tempat tidur. Dan dengan jumlah perawat kurang lebih 150 orang yang bekerja di rumah sakit,'' ungkapnya.

Jumlah tempat tidur yang tersedia di RSUD Kota Tanjungpinang saat ini terkadang tidak mencukupi warga Tanjungpinang yang sedang sakit dan butuh perawatan. Beberapa kali, rumah sakit menolak pasien karena kekurangan tempat. Saat dimusim-musim tertentu.

''Untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang sakit, kami sudah merenovasi ruangan untuk dijadikan tempat perawatan dengan tambahan dua puluh empat tempat tidur,'' urainya.

Sedangkan untuk Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dokter spesial di rumah sakit. Diakui dia, pihak rumah sakit kekurangan dokter. ''Dokter di rumah sakit ini terbilang kurang khususnya untuk dokter spesialis. Karena dokter spesialis di rumah sakit hanya satu orang seperti dokter syaraf THT dan mata,'' tuturny.

Menurutnya, ideal untuk dokter spesialis dua, sehingga bisa bergantian, tugasnya banyak, khususnya dokter syaraf, banyak menangani pasien kecelakaan maupun umum. ''Mau bagaimana lagi, waktu pemprov membuka lowongan untuk dokter spesialis tidak ada yang mendaftar,'' tandasnya.

Caleg dan Okum Polisi Diamankan

Unit satuan Narkoba Polisi Resor Kota (Polresta) Tanjungpinang kembali melakukan penggerebekan terhadap salah satu penghuni kamar Hotel Bintan Harmoni yang berlokasi di Pancur, Tanjungpinang. Penggerebekan dilaksanakan Sabtu (24/1) malam lalu.

Jajaran unit Narkoba berhasil mengamankan empat pria. Menurut informasi mereka yang diamankan jajaran Polresta Tanjungpinang adalah oknum anggota Polri, seorang caleg, dan dua lagi pengusaha kontraktor. Informasi didapat, mereka berinisial Zl (oknum polisi berpangkat Aiptu yang bertugas di Natuna), Mn (caleg dari salah satu partai) dan dua kontraktor berniliasi Va dan Hb.

Menurut Kapolresta Tanjungpinang, AKBP Yusri Yunus, saat dihubungi kemarin membenarkan informasi tersebut. ''Dari hasil penggerebekan yang dilakukan, kami mengamankan barang bukti berupa alat hisap sabu-sabu (bong). Tetapi tidak ada paket sabu-sabunya,'' ujar Yusri.

Ditegaskan Yusri, penggerebekan dilakukan berdasar informasi yang diberikan masyarakat pada jajaran Polresta Tanjungpinang.

Mendapatkan informasi tersebut, unit satuan Narkoba langsung melakukan penggerebakan di lokasi tersebut. Menurut informasi yang dihimpun, saat ini keempat orang tersebut diamankan di Mapolresta Tanjungpinang. Mereka saart itu menginap di hotal Bintan Harmoni, lantaran baru tiba dari Batam. Saat digrebek, meeka sedang tidak menggunakan sabu-sabu.

''Kami menduga mereka telah menggunakan sabu-sabu saat berada di Batam. Kita tunggu saja hasil tes urin mereka,'' tandasnya.

Selain itu, jajaran Polresta Tanjungpinang akan mengembangkan kasus tersebut untuk mengetahui dari mana sumber sabu-sabu yang digunakan keempat pelaku tersebut.

Pesta Kembang Api, Menyambut Tahun Baru Imlek

Pesta perayaan menyambut Tahun Baru Imlek ke 2560, Minggu (25/1) malam di Kota Tanjungpinang berlangsung meriah. Walaupun pada saat itu malam diselimuti gerimis, warga Tionghoa tetap bergembira menanti Imlek.

Malam menyambut tahun baru yang digelar di jalan Merdeka diselenggarakan Walubi dan PSMTI Provinsi Kepri menggelar dimeriahkan dengan pesta kembang api dan tari-tarian kreasi serta nyanyian Thionghoa. Acara tersebut dimulai pukul 21.00 WIB.

Ketua panitia, Siu Hi SH menuturkan perayaan malam menyambut Tahun Baru Imlek 2560 di Tanjungpinang sudah yang ke enam kalinya dilaksanakan di sini.

''Acara ini merupakan ucapan rasa syukur kita dalam memasuki tahun baru Imlek 2560 yang merupakan tahun Kerbau, sesuai dengan kalender Cina,'' ungkapnya.

Kegiatan ini dicanangkan berlangsung selama dua hari. Siu Hi berharap dengan diselenggarakan dapat menciptakan suasana yang damai, serta saling menghargai sesama suku yang ada di Kota Tanjungpinang.

Di lokasi yang sama, Ketua PSMTI Kota Tanjungpinang, Jeni mengungkapkan tahun kerbau pada kalender Cina, bila diawali dengan hujan akan menjadi tahun yang makmur dan subur bagi seluruh warga Tanjungpinang.

''Di tahun kerbau sekarang ini menjadi tantangan yang berat. Karena adanya krisis global yang dialami. Tetapi dengan kebersamaan dan kerja keras, kita dapat melalui tahun ini dengan selamat,'' tuturnya.

Lanjut Jeni, terlaksananya acara Malam Menyambut Tahun Baru Imlek tersebut, merupakan upaya pelestariaan budaya dan hendaknya perayaan imlek ini dapat dijadikan even tahunan dalam menyambut Visit Indonesia Year, khususnya Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepri.

Sementara itu dalam sambutannya, Gubernur Kepulualan Riau, Ismeth yang didampingi isteri dan anak di atas panggung, mengatakan, perayaan Imlek sudah menjadi bagian dari kebudayaan di Indonesia dan perlu disyukuri.

''Tahun ini menjadi tantangan bagi kita semua. Kita berharap dengan tahun ini dapat makin meningkatkan persahabatan dan persaudaraan dalam membangun kepri ke depan,'' tandasnya.

Kasus Trafficiking Tinggi

Data dari Shelter Engku Putri

Letak geografis Kepulauan Riau yang berdekatan dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia tidak hanya berdampak pada perekonomian saja, tetapi juga dijadikan tempat pemulangan para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dan TKW (Tenaga Kerja Wanita) yang bermasalah. Khususnya bagi korban trafficking yang dipulangkan dari negara tetangga ke Kepulauan Riau.

Menurut Ahmad Rodian, Humas Selter Engku Putri, Minggu (25/1), saat dihubungi Batam News, kasus yang ditangani shelter Engku Putri tahun 2008 meningkat dibanding tahun 2007.

''Untuk tahun 2007, korban yang singgah di Engku Putri untuk diproses lebih lanjut berjumlah 112 orang dewasa. Ini masih belum termasuk korban trafficking, karena kami bedakan. Untuk trafficking korban yang kami tangani berjumlah 104 orang,'' urainya.

Sedangkan di tahun 2008, jumlah yang ditangani di Engku Putri berjumlah 229 orang. Untuk korban trafficking di tahun 2008 mengalami peningkatkan. ''Khusus korban trafficking yang dititipkan di kami di tahun 2008 berjumlah 183 orang,'' tuturnya.

Kasus yang ditangani Shelter Engku Putri Provinsi Kepulauan Riau tidak hanya sebatas korban trafficking yang memang shelter tersebut khusus untuk kasus-kasus perempuan. Juga ada perlindungan perempuan, KDRT dan juga perlindungan anak.

''Sudah mulai banyak ibu rumah tangga yang mengadu ke kami bila terjadi KDRT di rumah tangganya. Mereka kami beri perlindungan dan juga avokasi hukum bagi mereka yang membutuhkan,'' tuturnya.

Diakui Ahmad Rodian, kasus KRDT yang ditangani tahun 2007 sebanyak 4 orang, sedangkan untuk perlinduangan perempuan 19 orang untuk tahun 2008.

''Sedangkan di tahun 2007 kasus KDRT yang kami tangani tiga orang dan perlindungan perempuan empat orang,'' ungkapnya.

Kebanyakan TKW yang dipulangkan dari negeri jiran ke Kepulauan Riau merupakan korban penyiksaan maupun penipuan yang dilakukan oknum PJTKI yang tidak bertanggungjawab. Para korban yang dititipkan di selter tersebut sebelum dipulangkan ke daerah asalnya bagi korban trafficking akan diberikan penyuluhan trafficking, pembinaan bidang rohani sesuai agama yang dianutnya, konseling psikologi serta kesehatan jasmani. Selain diberi pembinaan terhadap korban, korban juga diberi pelatihan seperti pelatihan keterampilan tata boga/waitres, tata rias dan juga keterampilan menjahit.

''Sebelum kami pulangkan ke daerah asalnya, kami memberikan pembinaan dan juga pelatihan terhadap korban,'' ujarnya.

Untuk kepulangannya, lanjutnya, pihak selter bekerjasama dengan Departemen Sosial (Depsos) untuk memulangkan korban ke daerah asalnya. Kebanyakan korban trafficking berasal dari daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat dan sekitarnya.

Pembangunan Jembatan Tanjungpinang-Senggarang

Suryatati : Berharap DPRD Mengesahkan Dana Multiyears

Pembangunan jembatan penghubung Tanjungpinang dan Senggarang hingga saat ini masih belum selesai dibangun. Padahal dengan adanya jembatan penghubung tersebut akan memperpendek jarak lintas antara warga Senggarang dan Tanjungpinang dan bisa memacu perekonomian yang ada di Senggarang.

''Kami berharap pembangunan ini dapat dilaksanakan tahun ini. Karena itu kami berharap agar DPRD Kota Tanjungpinang mau membahas dan mengesahkan rancangan peraturan daerah Multiyears untuk pembanguna jembatan itu,'' ujar Surayatati A Manan, Wali Kota Tanjungpinang, Minggu (25/1).

Menurut Tati, sapaan Suryatati A Manan, dengan membuat anggaran multiyears untuk pembangunan jembatan penghubung Tanjungpinang-Senggarang, pembangunan jembatan ini akan bisa diselesaikan.

Sebelumnya pembangunan jembatan Tanjungpinang-Senggarang ditetapkan dengan dana tahun jamak. Sehingga pembangunan tersebut terkendala. Karena itu Pemerintah Kota Tanjungpinang mengusulkan tahun ini, untuk pembangunan jembatan tersebut dijadikan sebagai dana multiyears.

''Dengan dijadikan sebagai dana multiyears pembangunan jembatan ini akan segera selesai dan mempercepat pertumbuhan perekonomian di Tanjungpinang dan Senggarang,'' ujarnya.

Sekedar diketahui sewaktu masuk dalam tahun jamak, anggaran untuk pembangunan jembatan gugus penghubung antara Tanjungpinang dan Senggarang dianggarkan di APBD 2008 senilai Rp 15 miliar tidak mencukupi.

Jembatan gugus rencananya akan dibangun dengan panjang lebih dari 200 meter dan merupakan infrastruktur penting bagi perkembangan serta kemajuan wilayah Senggarang, khususnya wilayah di sekitar jembatan.

Menurutnya, pembangunan jembatan yang dirancang berangka baja tersebut saat ini sudah menuntaskan tahap penyelesaian tapak-tapak jembatan. Namun perlu tambahan anggaran untuk membangun kerangka atap jembatan.

Keberadaan Perda Multiyears, lanjut Suryatati, sangat diperlukan untuk kelangsungan pembangunan Tanjungpinang kedepan.

Disamping dibutuhkan untuk pembangunan jembatan gugus, Pemko juga berencana akan membangun stadion olahraga di kawasan Senggarang.

Hati-Hati Serangan Neirodermatitis

Pekerjaan menumpuk, dikejar deadline, banyak pekerjaan yang belum siap padahal waktunya sebentar lagi. Masalah di rumah, bisa menyebabkan stres. Nah, bagi yang memiliki pekerjaan dengan tingkat stres yang tinggi harus diwaspadai. Karena bila sedang stres tiak hanya membuat anda mengalami keluhan pada lambung atau pencernaan, penyakit jantung maupun migraine.

Menurut dr Sa'da Barira, SpK, dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Awal Bros, stress juga memicu timbulnya Neurodermatitis. ''Neurodermatitis adalah sejenis eksim atau penyakit kulit yang diduga berhubungan dengan faktor psikis,'' tuturnya.

Dr. Ira menambahkan, penderita Neurodermatitis sering mengeluh adanya rasa gatal pada kulit dan menyebabkan penderita ingin menggaruk namun sifatnya subyektif.

''Sebenarnya tidak terjadi masalah pada kulitnya seperti jamur, atau penyebab penyakit kulit secara fisik, namun si penderita selalu mengeluh gatal dan selalu ingin menggaruk,'' paparnya.

Biasanya neurodermatitis menyerang di bagian kulit manapun, seperti mata kaki, punggung tangan, lutut, siku, dan tengkuk. Bahkan dapat juga menyerang area anus (pruritus ani) dan vagina (pruritus vulva). Tingginya tingkat aktifitas dan stres dapat memicu penyakit satu ini.

''Penyakit ini biasa menyerang pada waktu–waktu tertentu,'' tuturnya.

Lanjut dia, pihaknya sering mendapatkan keluhan dari paseien yang menderita neurodermatitis terasa gatal bila mereka dalam kondisi santai atau beristirahat. Namun bila mereka sibuk dikantor, mereka malah jarang mengeluh.

Untuk mengetahui ciri khas dari Neurodermatitis seperti, penderita mengeluh gatal pada saat tidak beraktifitas. “Orang yang kurang istirahat, mengalami gangguan emosi seperti cemas dan kuatir berlebihan, sangat rentan terhadap penyakit satu ini,'' ungkapnya.

Sedangkan untuk gejala dari Neurodermatitis yaitu pada stadium awal, kulit tampak normal tetapi ada rasa gatal. Selanjutnya penderita akan meggaruk dan akibatnya timbul bercak–bercak bersisik, kering dan berwarna lebih gelap sebagai akibat dari penggarukan dan penggosokan.

''Apabila sudah terjadi penebalan kulit sebaiknya segera konsul ke dokter kulit dan psikolog, agar tidak mutasi ke penyakit kulit yang lain,'' tuturnya.

Untuk pengobatan dari penyakit ini sama dengan penyakit eksim, lanjutnya, dalam hal ini penderita lebih perlu untuk konsultasi dengan psikolog untuk mereda stres.

Pencegahan dari penyakit ini dengan mengontrol emosi, rajin berolahraga,istirahat cukup, sesekali berbagi dengan teman dan keluarga apabila sedang menghadapi masalah, cobalah luangkan waktu untuk refresing walaupun hanya sekedar menonton film – film lucu,dan makan makanan yang bergizi.

''Jangan pernah remehkan stres karena kesehatan kita juga dimulai dari pikiran. Jadi mulailah memiliki gaya hidup yang sehat dan seimbang agar terhindar dari penyakit,'' ujarnya mengingatkan.

Sunday, January 25, 2009

Wiyanto : Saya Lepas Kontrol

Kasus Penganiayaan Murid

Pihak sekolah SMKN I Tanjungpinang mengaku tidak mengetahui kejadian penganiayaan salah seorang murid yang dilakukan oleh oknum guru SMKN I Tanjungpinang. ''Pada saat kejadian kami tidak tahu mengetahui dan baru kemarin siangnya (Kamis siang, red) kami mengetahui kejadian itu,'' ungkap Kepala Sekolah SMKN I Tanjungpinang, Asmaniar, kemarin.

Menurut Asmaniar, pihak sekolah sudah mengingatkan semua guru untuk tidak melakukan tindak kekerasan pada murid. Hal itu sering diingatkan pada setiap rapat guru yang diadakan.

''Kejadian ini baru pertama kali terjadi di sini, kalau memang terbukti Wiyanto bersalah maka kami akan memberhentikan dia sebagai pengajar di sini,'' tuturnya.

Wiyanto sudah mengajar di SMKN I khusus pelajaran praktek computer sejak satu tahun lalu. Selama menjadi guru di SMKN I Tanjungpinang, Wiyanto dikenal dengan guru yang baik dalam bidang kepegawaian, tidak pernah bermasalah.

''Mungkin dia saat itu sedang emosi dan memukul murid,'' ujarnya.

Asmaniar mengaku hingga saat ini Wiyanto masih guru PPT atau guru honor. Disayangkan Asmaniar, David tidak langsung melapor pada pihak sekolah malah lari pulang. Itu pun terlepas dari pengawasan satpam yang tidak membenarkan murid keluar dari sekolah sebelum jam pulang sekolah.

''Saya sudah wanti-wanti kepada guru, kalau melakukan tindakan kekerasan saya sendiri yang akan membawa ke kantor polisi dan membawa murid ke rumah sakit untuk diperiksa,'' tuturnya.

Sementara itu, Wiyanto (31), tersangka penganiayaan murid SMKN I menuturkan dirinya sudah mengingatkan murid untuk tidak ribut didalam ruang praktek. Namun, murid-murid tidak mengidahkan ingatannya. Sehingga pria lulusan Sarjana Informatika Computer itu melempar spidol untuk meredam suara keributan murid.

Namun lemparan spidol itu tidak dihiraukan murid-muridnya. Sehinga dia mendatangi muridnya dan memukul serta menendang. ''Saya lepas kontrol saat melakukan itu. Karena emosi sebab tiga anak itu sudah diingatkan untuk tidak ribut masih ribut,'' ungkapnya.

Diakui pria lulusan Semarang it, pemukulan terhadap murid sudah dua kali dilakukannya.

Pertama kasus Yosua Khristoper yang dijewer, namun Yosua tidak melapor pada pihak orangtua, dan kedua kasus David dan Felik. ''Mereka memang anak yang susah diatur,'' ujarnya sambil tertunduk.

Atas perbuatannya, Wiyanto harus mendekam di sel penjara Mapolsek Bukit Bestari. ''Tersangka kita kenakan Pasal 531 KUHP dengan ancaman empat tahun delapan bulan karena melakukan penyaniayaan,'' tandas AKP Arifin Efendi, Kapolsek Bukit Bestari.

Nabrak Belakang Truk, Dua Pemuda Terkapar

Terjadi kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Jalan D I Panjaitan, kilometer delapan, Tanjungpinang antara sepeda motor dengan truck, sekitar pukul 12.30 WIB, Jumat (23/1).

Menurut Iptu Indra Jaya, Kanit Laka Lantas, kemarin, kecelakaan terjadi karena pengendara sepeda motor menabrak truck dengan nomor polisi BP 8501 TU yang sedang di parkir di Jalan DI Panjaitan atau tepatnya di depan toko Tunas Jaya Tanjungpinang.

''Hal itu terlihat dari kerusakan kendaraan sepeda motor yang bagian depannya hancur dan pada bagian belakang truck juga hancur akibat tabrakan itu,'' tuturnya.

Pengedara sepeda motor Hendri (18), pekerjaan swasta dan warga Perumahan Indah di Kilometer Sepuluh, dan penumpang Ferri Anugrah (11) pelajar Kelas Lima, salah satu SD harus dirawat di rumah sakit, karena menabrak belakang truck yang sedang diparkir.

''Korban dilarikan ke rumah sakit oleh warga yang melihat kejadian,'' ujarnya.

Sedangkan barang bukti mobil truck BP 8501 TU yang dikemudikan Asmar (35) sopir dan sepeda motor smash dengan nomor polisi BM 6133 WR diamankan di Markas Lakalantas Tanjungpinang.

Sementara itu ditempat kejadian, Ayong, salah satu warga yang melihat kejadian menuturkan, saat terjadi kecelakaan terdengar bunyi bom.

''Saat dilihat sudah ada dua orang terkapar di bawah truck, sepeda motor yang dikendarai menabrak belakang mobil truck yang sedang diparkir,'' ungkap Ayong.

Melihat kondisi pengendara sepeda motor itu, beberapa warga berinisiatif mengantarkan korban ke rumah sakit.

Siswa Ditendang hingga Berdarah

Penganiayaan Murid oleh Guru Computer

Kasus penganiayaan murid yang dilakukan guru masih sering terjadi. Sebelumnya siswa SMP 6 yang ditampar gurunya. Sekarang giliran siswa SMKN I Tanjungpinang yang dianiaya gurunya. Hal itu berlangsung Kamis (22/1) siang di jam pelajaran praktek merakit computer di ruang laboratorium.

Siswa yang dipukul ada dua orang yakni Felik Harianto (16) dan David Meydi (16) yang merupakan siswa kelas 10 SMKN I Tanjungpinang. Pada saat jam pelajaran berlangsung, beberapa siswa ribut, mengetahui hal itu, Wiyanto bim Siwanto alias Yanto (31) melempar spidol ke anak-anak.

Namun beberapa anak-anak masih tetap ribut dan membuat Wiyanto marah dan menjambak Felik, setelah itu menampar Felik. Sedangkan David kena jambak dan tendangan, sehingga wajah bagian kiri berdarah, akibat tendangan yang dilakukan pria berkulit sawo matang itu.

''Sekitar jam 10.30 WIB, pak Wiyanto menjambak dan menendang saya sampai berdarah,'' ujar David, Kamis lalu di rumahnya.

David menuturkan, dirinya hanya tersenyum, saat kawannya tertawa melihatnya.

Namun mereka dilempar spidol oleh Wiyanto, setelah itu, guru PPT Computer di SMKN I Tanjungpinang itu mendatangi mereka yang sedang duduk bersila di ruang laboratium. Begitu guru berperawakan sedang itu datang, Felik langsung dijambak dan ditampar. Sedangkan David di jambak, lalu ditendang, tepat kena bagian wajah kiri tepatnya dibawah mata.

''Begitu saya ditendang dan berdarah, saya ketakutan dan langsung lari dari sekolah dan pulang ke rumah melaporkan ke orangtua,'' ungkapnya.

Mendapat laporan dari anaknya, orangtua David pun segera membawa ke rumah sakit untuk divisum dan melaporkan ke Mapolsekta Bukit Bestari untuk ditindak lanjutin. Baju seragam sekolah diamankan polisi sebagai bahan bukti, karena
terkena percikan darah akibat tendangan guru computernya.

Akibat perbuatan gurunya, David hingga saat ini masih belum masuk sekolah. Menurut David, dirinya masih mual dan sakit. ''Tadi pagi hidung saya berdarah,'' ujarnya, Jumat (23/1) saat ditemui di rumahnya.

Balap Liar Sembilan Motor Diamankan

Operasi Preman Jalanan

Mulai tanggal 20 Januari hingga 20 Februari mendatang, jajaran Polsek (Polisi Sektor) yang berada di Kota Tanjungpinang menggelar operasi preman jalanan. Hal ini dilakukan serentak dari pusat ke daerah. Dikarenakan banyak masyarakat resah karena adanya balap liar.

''Sudah dua malam kami menggelar operasi preman jalanan dan tadi malam (kemarin malam, red), kami mengamankan sembilan unit motor karena didapati melakukan balap liar,'' ujar AKP Arifin Effendi, Kapolsek Bukit Bestari, kemarin.

Sembilan unit motor itu akan diamankan selama satu minggu. Hal itu sengaja dilakukan untuk memberi jera bagi pelaku pembalap liar yang sudah mulai meresahkan warga karena aksi ugal-ugalan di jalan raya.

''Kami mengamankan mereka di jalan Basuki Rahmat, sekitar jam 22.00 WIB, mereka yang kami jaring empat pelajar dan satu mahasisiwa dan empat masyarakat umum,'' ungkapnya.

Menurut Arifin, balapan liar yang kebanyakan dilakukan oleh pelajar pria dari jam 22.00 WIB hingga pagi hari. Kalau ada petugas aparat pelaku balap liar akan berkurang.

Karena itu untuk mengantisipasi balapan liar di wilayahnya, setiap malam jajaran Polsek Bukit Bestari melakukan patroli tiap malam. Untuk menghindari atau mengurangi balap liar yang ada di wilayahnya tersebut, khususnya di jalan Basuki Rahmat yang sering dijadikan ajang balap liar.

''Motor ini akan kami amankan seminggu dan kami akan minta pemilik motor untuk mengembalikan kondisi motor sesuai dengan standar motor yang berlaku, seperti knalpot motor dan kaca spion,'' tuturnya.

Sedangkan pelaku pembalap liar sendiri yang diamankan pihak kepolisian, sudah dipulangkan ke keluarga masing-masing untuk dilakukan pembinaan. Pembalap liar yang terjaring Sg (21), AR (17), EK (18), IR (17), NS (25), FR (19) dan DK (17).

Friday, January 23, 2009

Listrik Byar Pret, Computer Perpustakaan Rusak

Butuh Tambah Daya Listrik

Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau yang terletak di jalan Soekarno Hatta, Tanjungpinang sudah mulai banyak dikunjungi masyarakat Tanjungpinang maupun warga Bintan. Khususnya masyarakat umum dan anak-anak. Hal ini dikarenakan koleksi buku perpustakaan daerah Provinsi Kepri hingga tahun 2008 mencapai 40 ribu untuk buku dewasa dan untuk koleksi buku anak-anak mencapai seribu buku.

Demikian disampaikan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi, Drs. Amir Husin, Kamis (22/1). ''Anggota perpustakaan saat ini sudah mencapai dua ribu lebih, tetapi untuk pengunjung perpustakaan tiap hari selalu bertambah,'' ungkapnya.

Untuk bisa membaca buku perpustakaan tidak perlu menjadi anggota. Namun, yang bukan anggota perpustakaan tidak bisa meminjam buku untuk dibawa ke rumah. Menjadi anggota perpustakaan syaratnya sangat mudah hanya menyertakan identitas dan membayar uang jaminan.

''Untuk pelajar Rp20 ribu dan untuk dewasa yang memiliki kartu tanda penduduk Tanjungpinang Rp30 ribu dan diluar Tanjungpinang Rp50 ribu,'' tuturnya.

Bahkan untuk meningkatkan jumlah pengunjung pelajar, Amir menuturkan, pihak perpustakaan akan bekerjasama dengan sekolah.

Sehingga pelajar sekolah tidak perlu memberikan jaminan. Karena yang menjamin sekolah dengan adanya kerjasama ini. ''Kerjasama ini untuk meningkatkan minat pembaca, khususnya pelajar untuk menambah ilmu,'' ujarnya.

Diakuinya, jumlah koleksi buku yang tersedia di perpustakaan beragam mulai dari ilmu pengetahuan hingga buku fiksi atau novel tersedia di perpustakaan.

Tidak hanya buku saja yang menjadi perhatian perpustakaan, bahkan perpustakaan menyediakan 10 unit computer lengkap dengan koneksi internet. ''Sayangnya untuk sementara computer tidak bisa digunakan, karena daya listrik tidak memadai,'' tuturnya.

Dikarenakan listrik suka byar pret membuat beberapa computer di perpustakaan yang dijadikan kantor perpustakaan rusak. ''Tahun 2008 lalu, kami sudah mengajukan penambahan dana, namun tidak dapat. Mudahan tahun ini bisa ada penambahan daya listrik,'' tandasnya.

Lahan Dompak yang Dibebaskan 553 Hektar

Masih Kurang 260 Hektar

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus berupaya untuk membebaskan lahan Dompak yang akan dijadikan pusat pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Namun hingga saat ini masih banyak lahan yang belum dibebaskan.

Menurut Radja Tjelak Nur Djalal, Kepala Bagian Biro Pemerintah Kepulauan Riau, yang sekaligus Ketua Tim pembebasan lahan, Kamis (22/1), beberapa lahan yang belum dibebaskan karena lahan tersebut masih bermasalah.

''Permasalahan pemilikan lahan masih tumpang tindih, pengukuran belum jelas dan pemilik lahan menawarkan harga yang tidak-tidak,'' ungkapnya.
Harga lahan bagi masyarakat Dompak bervariasi, bagi pemilik lahan yang bisa menunjukan surat tebas harga lahan yang diberikan Rp3000 per meter persegi. Sedangkan untuk lahan yang memiliki surat Alashak, pemerintah memberikan kompensasi sebesar Rp4000 per meter persegi. Lalu, lahan yang memiliki sertifikat harga ganti rugi per meter persegi sebesar Rp5000. Harga tersebut diluar dari tumbuhan yang ditanam masyarakat yang notabenya petani dan nelayan.

''Harga inilah yang sudah ditetapkan pemerintah, sehingga tidak mungkin kami memberikan harga diluar dari ketentuan yang diberikan pemerintah,'' ujarnya.

Diakui Boy, sapaan Radja Tjelak Nur Djalal, lahan yang dibebaskan dari tahun 2006 hingga tahun 2008 sebanyak 553,07 hektar, dengan persil atau bidang pemilikan lahan sebanyak 209 persil.

Luas lahan Dompak berjumlah 957 hektar dan sudah termasuk hutan bakau. Untuk hutan bakau tidak semua dibebaskan. Sehingga total lahan untuk pembangunan Dompak berkisar 813 hektar. ''Pembebasan lahan tidak menganggu pembangunan pusat pemerintah,'' ungkapnya.

Sedangkan lahan tambang bauksit di Dompak, Boy menuturkan, sebagian masih belum dibebaskan. ''Pemilikan lahan tambang bauksit masih belum semuanya dibebaskan. Namun tidak ada masalah, karena pihak perusahaan bersedia lahan tersebut digunakan untuk jalan dan juga mau diganti,'' tuturnya.

Mengenai pagu anggaran, sejauh ini dana yang sudah dikeluarkan untuk pembebasan lahan Dompak sebanyak Rp24.741.662.360. ''Saat ini lahan Dompak yang masih belum dibebaskan masih berkisar 260 hektar, mudahan persoalan ini sudah bisa diselesaikan,'' tukasnya.

Kakak dan Adik Dihukum 20 Tahun Penjara

Kasus Pembunuhan Mucikari

Pinang (BN)- Kasus pembunuhan, M Safir (42) mucikari yang berlokasi di Bukit Senyum, Bintan, atau lebih tepatnya di Cafe Kalimut sudah berlangsung di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Sidang kali ini untuk mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Limbong SH, JPU, Rabu (21/1) menuntut, dua terdakwa yang merupakan kakak beradik itu selama dua puluh tahun atas perbuatannya.

''Perbuatan terdakwa Sony dan abangnya Agustinus Arnoldus terbukti dengan sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana secara sadis terhadap korban Safir dnegan membacok leher, perut dan punggung korban,'' ujar JPU membaca tuntutannya.

Dikarenakan perbuatannya, lanjut Limbong, JPU meminta majelis hakim menghukum kedua terdakwa dengan hukuman 20 tahun penjara.

Dalam dakwaanya, Limbong SH mendakwa Sony dan Agustinus Arnoldus dengan dakwaan primer melanggar Pasal 340 junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Sedangkan pasal Subsider JPU juga mendakwa ke dua terdakwa dengan Pasal 338, dan dakwaan lebih Subsider pasal 350 KUHP melakukan pembunuhaan berencana.

''Dari fakta dan kesaksian dari sejumlah saksi dipersidangan dan berdasarkan dakwaan Primer melanggar Pasal 340 junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 dengan ancaman 20 tahun penjara,'' ungkapnya.

Limbong menambahkan dari fakta dan keterangan saksi, awalnya pembunuhaan yang dilakukan oleh dua terdakwa dipicu oleh masalah ketidak puasan layanan dari salah seorang PSK bernama Delvi Irma.

Mucikari yang mendengar keterangan dari Delvi Irma tidak terima atas perlakukan Sony yang memakai jasa salah satu PSK-nya. Terjadi keributan, dan Safit memukul Sony, ''Tidak terima dengan pemukulan itu, Sony pulang dan mengadukan hal itu kepada abangnya, Agustinus. Dengan kesal, mereka membawa parang dan mendatangi Safir,'' terangnya.

Sesampai di tempat itu, kedua terdakwa langsung mengejar dan membacok korban Safir, pada bagian leher, perut dan punggung berkali-kali, hingga menyebabkan korban meninggal. Atas tuntutan tersebut, Kuasa hukum terdakwa dalam sidang yang dipimpin hakim tunggal Wahyu Widya akan memberikan Pledoi pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Sidang akan kembali dilanjutkan minggu mendatang dengan agenda mendengar pembacaan pembelaan melalui kuasa hukum terdakwa.

Rumah Pemukiman Warga Dompak

Andi Anhar : Sudah Dianggarkan di Tahun 2009

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menjanjikan akan membangun rumah untuk warga Dompak, khususnya masyarakat tempatan. Sehingga warga Dompak yang rumahnya digusur dari lokasi perumahan yang ditempati saat ini akan direlokasi di Tanjung Siambang dan Tanjung Ayun.

''Dalam rapat panggar, kami sudah menganggarkan dana untuk pembangunan rumah bagi warga Dompak,'' ujar Andi Anhar, Ketua Komisi II, DPRD Provinsi Kepulauan Riau, kemarin.

Anhar menuturkan, dana untuk pembangunan rumah bagi warga Dompak sudah dianggarkan di Tahun 2009. Sehingga warga Dompak bisa merasa tenang dengan janji yang diberikan pemerintah.

''Untuk pembangunan rumah bagi warga Dompak ada dua lokasi di Tanjung Siambang dan Tanjung Ayun,'' tuturnya.

Hingga saat ini perumahan warga tempatan memang masih belum digusur. Karena Pemerintah telah berjanji akan menggusur rumah warga, setelah pemerintah membangun rumah untuk warga Dompak yang menetap di sana.

Untuk warga Dompak yang kesehariannya nelayan akan ditempatkan di Tanjung Siambang yang merupakan daerah laut di pulau Dompak. Menurut rencana atau desain master plan yang dibuat tim pembangunan Dompak atau Dinas PU Kepri, khusus masyarakat Dompak yang nelayan desain rumah yang dibuat bentuk panggung dan ada sedikit lapangan untuk menjemur jaring dan ikan.

''Tim Dompak lah yang nanti akan mengatur persoalan pembangunan dan desain rumah bagi warga Dompak. Untuk anggaran jelas sudah dianggarkan dan secepatnya harus sudah dibangun,'' ujarnya.

Mengenai pos anggaran untuk pembangunan pemukiman rumah warga Dompak, Andi menuturkan, anggaran tersebut dimasukan dalam APBD Tahun 2009.

Andi menegaskan, bagi perusahaan tambang bauksit yang di Dompak untuk segera reklamasi lahan yang dirusak. Sehingga pembangunan Dompak bisa segera berjalan sesuai dengan program yang sudah direncanakan.

''Jika pembangunan tidak selesai pada masa yang sudah ditentukan, kontraktor maupun pemerintah bisa terkena sangsi hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku,'' tandasnya.

Thursday, January 22, 2009

Ganti Sendi Lutut dengan Operasi penghilang nyeri

Operasi penggantian sendi lutut, atau yang dikenal dengan nama Total Knee Arthroplasty, dapat membantu menghilangkan rasa nyeri dan mengembalikan fungsi pada sendi yang sudah mengalami kerusakan. Pada waktu penggantian sendi, maka tulang dan tulang rawan yang sudah rusak akan dibuang dan digantikan dengan sendi buatan (prosthesis) yang terbuat dari metal alloy, plastik yang sangat kuat dan polymer.

''Penggantian sendi lutut dapat memperbaiki masalah lutut yang sering dijumpai pada osteoarthritis (pengapuran), rheumatoid arthritis dan kelainan degeneratif (penuaan) lainnya'' ungkap..... Rumah Sakit Awal Bros.

Menurutnya, penggantian sendi lutut akan sangat membantu pada orang-orang yang memiliki keluhan nyeri yang membuat aktivitas sehari-hari menjadi terbatas, atau jika pada istirahatpun tetap terasa nyeri, keterbatasan mobilitas, seperti lutut yang kaku dan bengkak sehingga susah untuk ditekuk atau diluruskan, sudah mencoba berbagai metode pengobatan, akan tetapi tidak berhasil.

Selain itu, operasi penghilang nyeri juga bisa dilakukan bila lutut sudah menjadi bengkok, baik bentuk "O" atau bentuk " X", usia tua, diatas 55 tahun, atau secara umum kondisi baik, tidak terdapat gangguan aliran darah, diabetes, infeksi yang mungkin dapat menimbulkan komplikasi operasi.

Untuk melakukan operasi penggantian sendi lutut dilakukan oleh dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi. Sebelum prosedur operasi dilakukan, biasanya dokter akan menanyakan riwayat medis dan melakukan pemeriksaan terhadap lutut. Tidak hanya itu saja, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang X-ray, untuk melihat seberapa parah kerusakan sendi yang sudah terjadi.

''Sebelum operasi dilakukan, biasanya kami akan melakukan pemeriksaan lengkap seperti tes darah, elektrokardiografi (EKG) dan tes urin'' ujarnya.

Mau tahu proses pengoperasian? Menurut dia, operasi dilakukan dengan membuat sayatan yang panjangnya antara 15-20 cm pada lutut sehingga sendi dapat dibuka dan tulang atau tulang rawan yang rusak dapat dibuang.

''Setelah itu kami akan melakukan pengukuran sehingga prosthesis dapat dipasang dengan baik. Sebelum luka ditutup kembali, kami akan kembali melakukan tes untuk menilai apakah sendi yang baru sudah berfungsi dengan baik,'' terangnya.

Sebagian orang biasanya akan memilih melakukan operasi penggantian sendi lutut kiri dan kanan secara bersamaan, tidak dua tahap. Sebelum melakukan operasi, ada baiknya terlebih dahulu untuk berdiskusi atau konsultasi dengan dokter.

Diakuinya, selama beberapa minggu setelah operasi, biasanya tetap dibutuhkan alat bantu untuk berjalan seperti crutches atau walker.

''Setelah masa operasi buatlah rumah menjadi lebih aman selama masa pemulihan,'' tuturnya.

Hal itu bisa dilakukan dengan tinggal pada lantai dasar, karena naik atau turun tangga dapat menyulitkan, pasanglah palang pengaman atau secure handrail di kamar mandi, pasang secure handrail pada tangga dan buatkan footstool pada kursi sehingga sewaktu duduk, tungkai dapat diluruskan. Selain itu juga bisa gunakan kloset duduk, jangan kloset jongkok, serta jangan memasang karpet pada lantai.

Selama dalam perawatan, dokter... menuturkan sebaiknya tetap menggerakkan kaki dan ankle, sehingga aliran darah menjadi lancar dan dapat mencegah pembengkakan pada tungkai.

''Biasa dokter atau fisiotherapis akan menunjukkan bagaimana cara latihan dengan lutut yang baru. Agar pemulihan dapat berlangsung dengan baik, sebaiknya diikuti instruksi dokter menyangkut diet, perawatan luka dan latihan,'' ungkapnya.
Selain itu ada baiknya melakukan aktifitas fisik denan terprogram seperti berjalan bertahap, pertama-tama latihan jalan di ruangan, setelah mobilitas meningkat dilanjutkan dengan latihan jalan di luar ruang. Selain itu, juga bisa perlahan-lahan kembali melakukan aktivitas sehari-hari, seperti naik-turun tangga. Ada baiknya juga tetap melakukan latihan penguatan lutut seperti yang diajarkan di rumah sakit, lakukanlah beberapa kali dalam sehari

''Sudah lebih dari 95 persen orang-orang yang menjalani penggantian sendi lutut tidak lagi merasakan nyeri, mobilitas yang membaik dan secara keseluruhan kualitas hidup menjadi lebih baik. Tetapi aktivitas seperti jogging, main tenis, loncat serta contact sport sebaiknya dihindarkan. Karena berisiko penggantian sendi lutut,'' ungkapnya.

Ia menjelaskan, sama dengan hal pembedahan, penggantian sendi lutut dapat menimbulkan risiko infeksi, serangan jantung serta stroke. Penyebab yang paling sering karena adanya gumpalan darah , karena itu biasanya dicegah dengan memberikan obat pengencer darah.

''Infeksi selalu menjadi perhatian pada penggantian sendi lutut, bahkan sampai beberapa tahun setalah operasi. Karena itu, selalu perhatian bila terjadi tanda-tanda seperti demam tinggi, menggigil, keluar cairan dari bekas luka, lutut kemerahan, bengkak dan nyeri,'' urianya.

Bila mengalami gejala seperti itu minumlah obat antibiotik. Nah bila antibiotik tidak berhasil menanggulangi infeksi, biasanya dilakukan pembedahan untuk melepaskan prosthesis yang terinfeksi dan pembedahan berikutnya untuk memasang lagi.

Selain itu, juga ada risiko lain yang mungkin timbul adalah kegagalan sendi baru. Biasanya terjadi karena stres yang terjadi pada aktivitas sehari-hari sehingga bagian plastik menjadi lebih cepat rusak. Risiko kegagalan makin meningkat pada pasien muda, obesitas atau yang memiliki komplikasi lainnya.

Anggota DPRD Mengaku Miskin

Sidang Kasus Bendahara Dewan

Kembali sidang kasus dengan terdakwa Adi Purwanto, Bendahara Seketaris Dewan Kota Tanjungpinang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (21/1) yang menghadirkan dua puluh empat saksi dari anggota DPRD Kota Tanjungpinang yang meminjam uang dari khas negara melalui bendahara sekwan.

Sidang berlangsung sekitar pukul 10.10 WIB, saat itu terdakwa, Adi Purwanto menggunakan kemeja berwarna kuning duduk dikursi pesakitan didampingi pengacaranya. Sidang dipimpin Antono Rustono sebagai Ketua Majelis Hakim, dengan anggota hakim Sri Endang Ampera Wati dan Wahyu Widya Nengsi. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Lulus Mustofa dan Asrizal.

Saat sidang berlangsung, anggota dewan yang hadirkan berjumlah dua puluh orang, selang lima belas menit, tiga anggota dewan memasuki ruang sidang utama. JPU memang senagaja menghadirkan ke 24 anggota dewan untuk mempercepat proses persidangan kasus dana injaman ke 24 dewan.

Sebelum meminta keterangan, majelis hakim meminta sumpah para saksi untuk memberikan keterangan yang sebenar-benarnya.

Kasus ini bergulir dari hasil pemeriksaan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang menemukan keganjalan dari kasus UUDP pengembalian dana pinjaman 24 anggota dewan ke kas daerah.

Antono menanyakan kepada Sugianto, salah satu saksi, mengenai kasus pinjaman uang ke Adi Purwanto, selaku bendahara.

''Iya, saya memang meminjam uang kepada Adi Purwanto, tetapi secara pribadi,'' ungkap Sugianto.

Diakuinya, dirinya meminjam uang sebanyak Rp16,5 juta dan semua sudah dibayar lunas.

Hal itu dibenarkan terdakwa, Adi Purwanto. Namun mengenai tanda terima peminjaman maupun pengembalian uang. Sugianto mengaku tidak memiliki bukti peminjaman.

Sedangkan Fauzi Saleh meminjam kepada Adi Purwanto sebanyak Rp25 juta, lalu Charles meminjam Rp14 juta, Hartono Rp14 juta, M Arif meminjam Rp21 juta, Endang Rp23,5 juta, Suparno Rp21,3 juta lebih, Tri Hartanto meminjam dana Rp48 juta, Maria Titik meminjam Rp34 juta, R M Mansur Rp47 juta, Hj Anwar Rp40 juta, ANdi Arif Rate Rp42 juta. Sedangkan M Nasar Reza mengaku meminjam uang Rp13,5 juta, sedangkan Zainal Afifin Rp21,5 juta, Sulardi Rp26,5 juta,P Hasibuan Rp23 juta, Burharudin Rp14 juta, Wan Rp28 juta, M Ali Rp26,5 juta. Lalu Sukandar meminjam Rp19 juta, Irsadul Fauzi Rp102 juta dan Asep Rp99,5 juta.

Sedangkan TL Tobing Rp9 juta, M Leo T Siahaan juga meminjam uang Rp9juta dan R Saleh meminjam uang dari terdakwa sebanyak Rp50 juta lebih.

Dari keterangan saksi yang diminta oleh Majelis Hakim, mereka mengaku meminjam atas nama pribadi Adi Purwanto, bukan sebagai bendahara dewan. Selain itu, dana yang dipinjam oleh pria berperawakan tinggi itu digunakan untuk keperluan pribadi maupun partai politik.

''Saya meminjam uang kepada Adi dan minta dicarikan, dan Adi memberikannya. Saya pinjamnya secara bertahap,'' ujar Maria.

Hal senada juga diungkapkan hampir seluruh anggota dewan. Saat ditanya hakim, prihal anggota dewan meminjam uang berjamaah. Mansur menuturkan anggota dewan sama-sama miskin.

Mendengar itu spontan hakim menanyakan gaji dewan. Maria Titi mengungkapkan gaji dewan per bulan Rp8 juta lebih. Namun, menjawab pertanyaan yang diajukan hakim, beberapa anggota dewan merasa bingung menjawabnya. ''Gaji kami per bulan Rp8juta lebih,'' ujar Maria, akhirnya. Setelah sebelumnya menjawab Rp16 juta dengan berbagai tunjangan yang diterima dewan.

Para saksi mengaku telah mengembalikan uang yang mereka pinjam dari Adi Purwanto. Bahkan mereka serempak mengaku tidak mengetahui dana yang dipinjam adalah dana dari khas daerah, sampai ada hasil temuan atau audit BKP.

Jawaban para saksi, serta bukti-bukti terlampir dikonfrontir untuk mendapatkan jawaban atas kasus tersebut. Sidang dilanjutkan Selasa depan, masih dengan mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Selama persidangan berlangsung, Boby Jayanto, selaku Ketua DPRD Kota Tanjungpinang mengikuti jalannya persidangan dari awal sampai akhir. Bahkan ruang sidang yang biasanya sepi, membludak. Karena sebagian masyarakat ingin melihat langsung jalannya persidangan tersebut.

Adi Purwanto : Mereka Tahu Dana itu Dari Khas Daerah

Sidang kasus dengan terdakwa Adi Purwanto mendapat perhatian publik, sidang yang berlangsung sekitar jam 10.10 WIB dan berakhir jam 13.15 WIB itu berlangsung seru. Bahkan pada saat disumpah, sebelum dimintai keterangan, dari 23 saksi yang hadir, ada satu saksi yang tidak menyebutkan sumpah. Hal itu pun langsung ditegur majelis hakim, untuk sama-sama bersumpah sesuai dengan agama yang dianut.

Dari keterangan saksi-saksi yang dihadirkan, termasuk Irsadul Fauzi yang akhirnya datang, setelah Kejaksaan Negeri Tinggi menjemput Irsadul ke rumahnya. Mereka mengaku tidak tahu dana tersebut dari mana.

''Saya memang meminjam yang dari Adi sebanyak Rp92 juta, dan saya sudah membayarkannya dengan cara bertahap,'' ujar Irsadul, yang saat itu memakai kemeja biru.

Hal tersebut dibantah, Adi Purwanto. Menurut Adi, Irsadul meminjam uang Rp102 juta. ''Saya baru menerima uang kembalian secara fisik sebanyak Rp52 juta,'' ujar Adi.

Mendengar hal itu, hakim pun kembali menanyakan kepada Irsadul. ''Saya meminjam Rp92 juta dan saya mengembalikan secara bertahap. Pertama melalui Adi dan melalui Maria,'' tuturnya.

Mengenai dana yang dipinjam, hakim kembali bertanya, dana tersebut dari mana. Irsadul mengaku tidak tahu menahu.

Usai persidangan, Adi Purwanto yang didampingi pengacara menuturkan, mereka mengetahui dana yang dipinjamkan itu dari mana. ''Dana yang dipinjamkan itu dari khas daerah,'' tuturnya.

Sementara itu, Anoto Rustono menuturkan, ada kemungkinan saksi-saksi yang dihadirkan ini akan dipanggil kembali.

Apalagi terkait tiga anggota dewan yang masih belum mengembalikan dana pinjaman yang merupakan uang negara. ''Ya, ada kemungkinan bisa ditetapkan tersangka lain,'' tandasnya.

Dari total dana Rp 726 juta lebih dana yang dipinjam anggota dewan, ternyata keseluruhannya sudah dikembalikan pasca temuan BPK pada Mei tahun 2006 lalu. Pengembaliaan dana pinjaman tersebut, menurut ke-24 anggota dewan yang memberikan kesaksian di bawah sumpah itu, dikembalikan secara berangsur. Sebagian disetor kepada terdakwa Adi Purwanto (sebagai bendahara) dan ada yang dikembalikan secara kolektif melalui unsur pimpinan Maria Titik P Angesti. Sidang akan dilanjutkan Selasa depan.

Usai Bersaksi, Irsadul Fauzi Dikirim ke Lapas

Terkait Kasus PIN Mas DPRD Kota Tanjungpinang

Usai menjadi saksi atas kasus UUDP pengembalian dana pinjaman 24 anggota dewan ke kas daerah, Irsadul Fauzi dikirim ke lapas. Irsadul Fauzi dikirim ke lapas terkait kasus korupsi PIN Mas anggota dewan beberapa waktu lalu.

Mengenai kasus itu, Irsadul Fauzi ditetapkan bebas oleh Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Namun, Kejaksaan Negeri Tanjungpinang tidak terima dengan keputusan tersebut. Sehingga mengirim ke Mahakamah Agung.

Dari putusan Kasasi MA yang diturunkan pada 5 April 2008 lalu, dan diterima Ketua Pengadilan Negeri Tanjungpinang melalui Panitera Pidana Umum, Rahel Yosvelina SH pada Jumat, 16 Januari 2009 lalu.

Atas perintah Ketua PN Tanjungpinang, pada Senin 20 Januari 2009 kemarin, salinan kasasi putusan MA terhadap terdakwa Irsadul tersebut, langsung disampaikan kepada Jaksa Penuntut Umum, Luslus Mustofa menggantikan Suwarno SH, dan Kuasa hukum terdakwa Rivai Ibrahim SH.

Dalam Putusanya, majelis hakim agung MA menjatuhkan putusan vonis 1 tahun penjara kepada terdakwa Irsadul Fauzi dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan, dengan perintah segera dijebloskan ke penjara

Putusan hakim agung MA yang mengadili sendiri perkara korupsi Pin Mas Dewan Tanjungpinang nomor 67.K/Pid.Sus 2008 menyatakan Irsadul Fauzi bersalah melakukan korupsi sesuai dengan dakwan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dimana Irsadul Idris melanggar pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 ayat I UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diganti dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Setelah dikonfirmasi mengenai penetapan hukumannya atas putusan kasasi MA, terdakwa korupsi PIN Mas anggota dewan, Irsadul Fauzi, dengan inisiatifnya sendiri langsung datang ke Kejaksaan Negeri Tanjunpinang, setelah mendapat panggilan, Rabu (21/1).

Kajari Tanjungpinang E.S Maruli Hutagalung menuturkan, Irsadul akan dibawa dan dihadirkan di PN Tanjungpinang, setelah menandatangani berita acara eksekusi penahanannya.

"Irsadul Fauzi ini langsung kita eksekusi. Tetapi, dia terlebih dahulu memberikan keterangan sebagai saksi pada terdakwa Adi Purwanto di persidangan, baru langsung di bawa ke Lapas kilometer 18," ujarnya.

Usai memberikan kesaksian terhadap kasus Adi Purwanto, sebagai terdakwa. Irsadul Fauzi langsung digiring ke mobil tahanan dan akan dikirim ke Lapas. Sebelum dibawa menggunakan mobil tahanan, Irsadul Fauzi, kepada wartawan menuturkan dirinya merasa dizolimi.

''Saya merasa dizolomi dengan keadaan saya sebagai caleg PAN dengan nomor II untuk Provinsi Kepri. Walaupun begitu, saya tetap tabah dan menerima putusan ini,'' tandas Fauzi.

Pembunuh Satpam Dituntut 14 Tahun Penjara

Keluarga Tedi Tidak Terima

Masih ingat kasus pembuhunan Tedi Irawan, Satpol PP Tanjungpinang yang bertugas menjaga rumah wali kota Tanjungpinang? Kasus pembunuhan yang dilakukan Alex (26) pada bulan Juli tahun 2008 lalu, dikarenakan cemburu pacarnya dipeluk Tedi Irawan di Pamedan.

Jaksa Penuntut Umum, Hanjaya SH dan Ronald SH menuntut terdakwa Alex 14 tahun penjara atas perbuatannya.

Mendengar tuntutan JPU, pihak keluarga Tedi Irawan yang selalu mengikuti sidang dari awal sampai akhir. Tidak terima atas tuntutan JPU.

Pihak keluarga, khususnya ibunda Tedi Irawan berteriak-teriak kepada Alex di depan sel tahanan sementara Pengadilan Negeri.

''Saya tidak terima tuntutan hukum, nyawa harus dibayar nyawa,'' teriaknya.

Mendengar teriakan itu, otomatis pengunjung Pengadilan Negeri Tanjungpinang langsung mendatangi lokasi teriakan suara wanita tengah baya itu. Nama ibunda Tedi Irawan, Hatijah (50) mengungkapkan kekesalannya terhadap perbuatan Alex pada putranya.

''Putra saya dibunuhnya dengan sadis hanya karena perempuan. Perempuan sudah tua begitu saja diributkan,'' ujarnya masih dengan nada tinggi.

Untuk mengurangi emosi Hatijah, pihak Kejaksaan Negeri Tinggi langsung mengiring Alex dan beberapa narapidana lainnya yang sudah usai sidang ke Lapas. Pada saat mau digiring, Alex sempat tidak mau keluar dari sel sementara.

Setelah dibujuk salah seorang petugas dan digiring oleh polisi, akhirnya pria berkulit putih itu mau keluar dan menuju mobil tahanan untuk dikirim ke Lapas.

''Saya mau dia dihukum mati, sama seperti anak saya dihabisinya tanpa mengenal ampun,'' tuturnya pada wartawan.

Hal senada juga diungkapkan Tri (28), adik Tedi Irawan. ''Kami tidak terima tuntutan jaksa yang hanya menuntut Alex 14 tahun. Kami maunya seumur hidup, kalau bisa dihukum mati,'' ujarnya dengan nada emosi.

Sidang kasus pembunuhan satpol PP dilanjutkan kembali minggu depan (28/1) untuk mendengar keputusan dari majelis hakim.

Wednesday, January 21, 2009

DK Menunggu PP FTZ

Persiapkan Sarana dan Prasarana

Akhirnya Free Trade Zone (FTZ) di Kepulauan Riau, khususnya Batam, Bintan dan Karimun telah diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Batam. Ditetapkannya tiga kawasan di Kepri tersebut untuk meningkatkan dunia investasi yang ada di Indonesia, khususnya di Kepri.

Menurut Jon Erizal, Seketaris Dewan Kawasan dan juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Riau, kemarin, banyak hal yang harus dilakukan dan diperbaiki setelah Presiden melaunching FTZ.

''Kami masih menunggu PP (Peraturan Pemerintah), setelah PP kami terima, baru kita akan melakukan koordinasi dengan BPK (Badan Pengusaha Kawasan) dan juga Bea dan Cukai yang ada di Kepulauan Riau,'' ujarnya saat dihubungi Batam News.

Begitu rapat sudah diselenggarakan BPK yang ada di Batam, Bintan dan Karimun. Baru Dewan Kawasan (DK) akan membuat SK (Surat Keputusan) tentang masuk barang di Kawasan Ekonomi Khusus. Dimana SK yang akan dibuat mengenai barang yang masuk di KEK dan juga jumlah barang industri dan non industri.

''Masih banyak hal yang harus terus kita kerjakan, seperti mengetahui jumlah barang dan barang apa saja yang dibutuhkan industri maupun barang konsumsi yang dibutuhkan di Batam, Bintan dan Karimun,'' ungkapnya.

Selain itu, Dewan Kawasan FTZ juga meminta agar BPK Batam, Bintan dan Karimun untuk segera menyusun sarana dan prasarana dan struktur yang ada di BPK, seperti kantor dan pelayanan pengurusan izin. ''Mekanisme pengurusan izin harus segera dibuat dan ditentukan, jangan sampai berbelit-belit. Padahal FTZ telah disahkan,'' tuturnya.

Menurut Jon, sarana dan prasarana harus terlebih dahulu disiapkan BPK, selain mekanisme perizinan yang sebagai salah satu proses FTZ berlangsung.

''Jangan sampai proses perizinan masih dibuat lama, harus one stop service. Selain itu BPK juga harus sudah menyiapkan pelabuhan FTZ yang sudah ditetapkan menteri perhubungan, dimana titik koordinat maupun lainnya,'' tukas Jon.

Simpan Barang Jarahan di Balik Pakaian Dalam

Karyawati Swalayan Digelandang ke Mapolres Tanjungpinang

Seorang karyawati swalayan di Kilometer lima digeladang ke Mapolres Tanjungpinang, Senin (19/1). Pasalnya, karyawati swalayan tersebut kedapatan mengutil barang-barang dagangan tempatnya bekerja. Pelaku yang diamankan pemilik swalayan itu merupakan karyawati yang sudah bekerja lebih dari dua tahun yakni Yanti (37).

Menurut pengakuan Yanti, Selasa (20/1), dirinya sudah dua puluh kali mengambil barang-barang di tempatnya bekerja.

''Saya terpaksa melakukan ini karena didesak kebutuhan ekonomi. Saya pernah melihat kawan kerja melakukan hal itu, jadi saya juga coba-coba,'' ungkap ibu tiga anak itu.

Dari awal coba-coba menguntil barang yang ada di swalayan dan lolos pemeriksaan dari pihak petugas yang memeriksa karyawati yang bekerja di sana sebelum pulang kerja. Warga Tanjungunggat itu pun jadi keterusan, karena lepas dari pemeriksaan sekuruti yang ada di sana.

''Saya mengambil hanya beberapa barang saja untuk keperluan rumah. Karena terdesak kebutuhan ekonomi, gaji saya hanya Rp750 ribu, sedangkan suami hanya tukang ojek,'' ujarnya sambil berurai air mata.

Waktu diperiksa pemilik swalayan, beberapa barang yang sebelum disimpan dibalik bajunya ditaruh di gudang maupun eksalator yakni satu bungkus tango, satu botol handbody lotion, satu bedak padat pons, dua tablet hemaviton plus, miwon, bawang goreng dan dua sosis.

''Saya menyimpan handbody dan sosis di kaki kanan, tango dan bawang goreng di kaki kiri, sedangkan bedak pons dan hemaviton saya simpan dibalik bra, sedangkan di balik bokong saya selipkan miwon,'' tuturnya sambil tertunduk.

Diakui wanita berambut sebahu itu, baru kali ini dirinya mengambil barang banyak. Biasanya cuma beberapa saja.

Terbongkarnya kasus pengutilan di swalayan kilometer lima itu oleh pemilik swalayan sendiri, membuat ibu tiga anak itu tidak mau masuk penjara sendiri. Dia pun mengungkapkan beberapa kawannya juga pernah berbuat demikian. ''Kami yang melakukan ini sendiri-sendiri, tahu sama tahu saja. Biasanya yang mengutil karyawan lama, kami karyawan lama di sana tinggal empat, termasuk saya. Yang lainnya karyawan baru,'' ungkapnya.

Namun, karena pihak kepolisian tidak menemukan barang bukti tersebut, ketiga kawannya dibebaskan. Sedangkan Yanti harus menanggung perbuatan akibat yang dilakukannya sendiri. ''Saat kami periksa kawannya, kami tidak menemukan barang bukti satu pun,'' ungkap AKP Nur Santiko, Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang.

Nur melanjutkan, Yanti dibawa pemilik swalayan Minggu (19/1), sekitar jam 16.00 WIB karena didapati menguntil barang dagangan. ''Saat diperiksa lebih intensip oleh polwan, kami menemukan beberapa barang yang diselipkan di balik pakaian dalam,'' ungkapnya.

Atas perbuatannya itu, Yanti dikenakan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Tuesday, January 20, 2009

Gedung Detensi Kepri Sudah Siap

Ajat Sudrajat : Belum Diserahkan dan Akan Mempersiapkan SDM

Akhirnya pembangunan gedung detensi yang berlokasi di kota Tanjungpinang sudah selesai dibangun. Gedung detensi yang terbesar di Indonesia dan yang bisa menampung hingga enam ratus orang itu baru bisa dipergunakan bulan Mei mendatang.

Demikian diungkapkan Kepala Kanwil Depkumham Kepri, Ajat Sudiajat Havid, Senin (20/1) kepada Batam News. Menurut Ajat, pembangunan gedung detensi sudah siap akhir tahun kemarin, namun masih belum diserahkan. Sehingga belum bisa digunakan.

''Saat ini gedung detensi itu masih dalam tahap perawatan hingga bulan Mei 2009, setelah resmi diserahkan baru bisa kita gunakan,'' ungkapnya.

Gedung detensi yang dibangun dengan bagian depan sesuai dengan budaya Kepulauan Riau, Melayu itu merupakan pembangunan terbesar di Indonesia. Karena letak geografis Kepulauan Riau yang dekat dengan negara tetangga, sehingga pembangunan itu bisa menjadi trend mark sendiri untuk Kepri.

Tidak hanya itu saja, pembangunan gedung detensi itu juga bekerjasama dengan MGO Internasional yang berada di Australia. Dimana dalam organisasi itu semua negara tergabung didalamnya. Gedung tersebut dibangun dalam bentuk tiga lantai.

''Setelah kita menerima gedung itu baru kita akan mengisi SDM (Sumber Daya Manusia) untuk ditempatkan di sana. SDMnya harus siap, karena itu kita juga sedang membuat struktur pengurusan untuk di gedung detensi itu nanti,'' tuturnya.

Selain itu, gedung yang dicat dengan warna dasar putih itu juga harus diisi berbagai funiture untuk melengkapi isi di dalam gedung yang berlantai tiga itu. ''Kita juga harus mengisi funiture dari ruang kamar hingga dapur untuk menangani warga nergara asing yang bermasalah di Indonesia, khususnya di sini,'' tandasnya.

Senam Hamil, Bayi Lahir Besar dan Sehat

Bagi ibu hamil dan menginginkan bayi dalam kandungannya lahir dalam keadaan sehat dan besar. Menurut hasil penelitian selama 2 tahun di New York menunjukkan bahwa wanita hamil yang melakukan senam selama 30 menit, 5 hari dalam sepekan, melahirkan bayi yang lebih besar dan sehat.

Senam hamil telah menjadi kegiatan yang bermanfaat dan banyak dianjurkan oleh tenaga medis. Walaupun kegiatan senam hamil tidak selalu membuat proses persalinan menjadi lebih mudah, tetapi senam akan sangat bermanfaat dalam beberapa hal.

Menurut dr Tjahja Sanggara,SpOG dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Awal Bros Batam, senam hamil sangat disarankan bagi wanita hamil tanpa indikasi. ''Manfaat dari senam hamil sangat banyak. Selain membantu mengurangi rasa sakit dan memperlancar proses persalinan, senam hamil juga dapat melatih persalinan seperti latihan pernapasan dan mengejan,'' urai Thahja.

Manfaat lain dari senam hamil juga dapat mengurangi rasa sakit pada waktu persalinan, melancarkan sirkulasi darah, mengurangi keluhan pada ibu hamil, ibu lebih bugar, memberikan relaksasi, mengurangi kejang kaki, mengurangi kaki bengkak, mengurangi resiko gangguan di saluran cerna termasuk sembelit, menguatkan otot perut dan mempercepat penyembuhan setelah kehamilan.

Selain itu, senam hamil juga dapat mengurangi berbagai gangguan yang umumnya terjadi selama kehamilan seperti pemekaran pembuluh darah (varises), sakit pinggang, serta nyeri otot dan persendian, meningkatkan stamina yang sangat diperlukan selama persalinan, dan menguatkan serta mengencangkan otot-otot yang paling banyak dipengaruhi oleh kehamilan.

''Senam hamil dapat dimulai pada usia kehamilan lima bulan, tetapi tidak semua wanita hamil dapat mengikuti senam hami,'' ujarnya.

Ibu hamil yang berindikasi, lanjutnya, disarankan untuk tidak mengikuti senam hamil.

Yang dimaksud Ibu hamil berindikasi yakni ibu hamil dengan plasenta yang menutupi jalan lahir atau plasenta previa, Ibu dengan panggul sempit. Selain itu Ibu hamil yang menderita sakit jantung dan paru-paru, cervix in competent dan kehamilan kembar.

''Bagi Ibu-ibu hamil yang sering mengalami konstipasi (sembelit), juga akan terbantu dengan mengikuti senam hamil ini.
Karena pada intinya senam hamil dapat meningkatkan atau memperbaiki aliran darah di perut yang akan menyebabkan proses peristaltic bertambah baik,'' imbuh Tjahja.

Rumah Sakit Awal Bros Batam juga menyediakan tempat untu senam hamil. Senam hamil biasanya setiap sabtu pukul 10.00 WIB. ''Selain diajarkan senam, ibu-ibu hamil juga akan mendapat fasilitas pemeriksaan Hb, golongan darah dan rhesus,'' ungkapnya.

Tidak hanya itu saja, peserta senam hamil juga akan mendapatceramah kesehatan, susu ibu hamil dan pengarahan dari dokter spesialis dan ahli gizi. Selain senam hamil ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan selama kehamilan yaitu memeriksakan kesehatan ibu secara teratur, makan cukup dengan mengikuti pola menu seimbang, minum lebih banyak daripada biasanya.

''Merawat payudara secara teratur sesuai petunjuk dan melakukan senam hamil secara teratur dapat mempelanjar kelahiran anak,'' tandasnya.

24 Anggota DPRD Pinang Bakal Dipanggil PN

Kasus-kasus korupsi di Pengadilan Negeri Tanjungpinang terus bergulir. Untuk mempercepat proses persidangan kasus yang bergulir berkat penyedikan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) tekait kasus UUDP pengembalian dana pinjaman 24 anggota dewan ke kas daerah.

Menurut Kepala Kejaksaan Negri Tanjungpinang, E S Maruli SH MH, kemarin, pihaknya mendapat surat dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang untuk memanggil dua puluh empat anggota dewan yang meminjam dana dari APBD Tahun 2005.

''Kedua puluh empat anggota dewan periode tahun 2004-2009 ini akan dipanggil sebagai saksi terhadap kasus ini. Bila mereka tidak datang akan dipanggil paksa. Untuk itu, kami akan bekerjasama dengan pihak kepolisian,'' terangnya.

Persidangan untuk mendengarkan keterangan dari para saksi yang terlibat dalam peminjaman dana khas daerah APBD Tahun 2005 itu akan dilaksanakan Rabu mendatang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Majelis Pangadilan Negeri Tanjungpinang telah melayangkan surat, Kamis (16/1) ke Kejaksaan Negeri Tanjungpinang dengan nomor surat 410/PiD B/2008/ PN TPI untuk keperluan pemeriksaan saksi-saksi terhadap kasus Adi Purwanto, yang saat ini dinyatakan sebagai tindak pidana korupsi senilai Rp1,37 miliar dari dana APBD Tahun 2005.

Kata Maruli, menurut pengakuan anggota dewan mereka sudah mengembalikan peminjaman uang dari dana APBD Tahun 2005. ''Karena itu, Pengadilan Negeri Tanjungpinang membutuhkan keterangan dari saksi-saksi terkait kasus peminjaman dana khas APBD Tahun 2005,'' jelasnya.

Dituturkan Maruli, surat pemanggilan terhadap dua puluh empat anggota DPRD Kota Tanjungpinang hari ini (kemarin, red) sudah dilayangkan dan diberikan ke Ketua DPRD Kota Tanjungpinang.

''Pada saat persidangan mereka tidak mau menghadiri maka akan dipanggil secara paksa. Untuk itu tidak perlu ijin, karena sudah ada surat,'' tegasnya.

Musim Pancaroba Akibatkan Ispa dan Diare

Pergantian cuaca saat ini dari musim hujan ke musim kemarau, banyak penyakit yang berpotensi bermunculan di pergantian musim. Penyakit yang diderita akibat pergantian cuaca antara lain ISPA (Inspeksi Saluran Pernafasan Akut) dan juga diare.

Demikian disampaikan, dr Hardianto, Kepala Bidang P2M (pemberantasan penyakit menular) Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Sabtu (18/1) kepada Batam News. ''Biasanya pergantian cuaca seperti akan menimbulkan penyakit ISPA dan diare yang kebanyakan menyerang anak-anak dan dewasa,'' ungkapnya.

Diakui Haridanto, cuaca panas yang disertai tiupan angin menciptakan kondisi yang kondusif bagi perkembangan bakteri, kuman, dan virus penyebab berbagai penyakit.

''Biasanya ISPA banyak menyerang anak-anak, seperti batuk, sakit tengorokan dan flu,'' ungkapnya.

Hal itu disebabkan karena stamina tubuh yang merosot, sehingga membuat virus bisa masuk ke dalam tubuh dan menyerang sehingga menyebabkan berbagai penyakit timbul. Biasanya penyakit pergantian cuaca banyak menyerang anak-anak.

''Ada baiknya dalam musim pancaroba ini menjaga stamina tubuh, selain menjaga kebersihan makan dan minuman untuk menghindari penyakit diare,'' tandasnya.

Dua Ton Kayu Sudah Ditebang

Enam Pelaku Ilegal Logging Diamankan Polres Bintan

Polisi Resor Bintan mengamankan enam pelaku yang diduga pelaku ilegal logging atau penebangan kayu secara liar yakni Kharirudin (29), warga Teluk Bakau, Ijul (28) warga Tanjung Unggat, Usup (25) warga Teluk Bakau, Muhamad Nur (42) warga Tanjung Unggat, Muhamad Zin (35) warga Teluk Bakau dan Wagiman (35) warga Teluk Bakau, Sabtu (18/1) lalu.

Menurut AKBP Yohanes Widodo, Kapolres Bintan, Minggu (19/1), pelaku diamankan saat sedang melakukan pembalakan liar di hutan Desa Senggiling, Kecamatan Ekang Enculai, Kabupaten Bintan.

''Kami mendapat laporan dari warga, sekitar jam 15.00 WIB ada pembalakan kayu di Desa Senggiling. Waktu turun kelapangan mememang benar sedang terjadi pembalakan liar,'' ungkapnya saat dihubungi via ponsel.

Pada saat jajaran Polres Bintan turun ke TKP (Tempat Kejadian Perkara), polisi melihat dua orang sedang menebang kayu, dua orang memotong dan dua mengangkut kayu yang sudah dipotong kecil. ''Saat mereka diamankan, mereka tidak bisa berkutik, karena memang sedang melakukan aktivitas pembalakan kayu,'' tuturnya.

Saat diamankan, polisi menemukan barang bukti berupa satu unit Chain Saw, dua buah jerigen minyak dan dua ton kayu olahan. Barang bukti tersebut diamankan di Mapolres Bintan guna pengusutan lebih lanjut. Tertangkapnya enam pembalak liar, polisi melakukan pengembangan dan tertangkap lagi satu lagi tersangka penadah, Joni alias Akiat (40).

''Joni, kami amankan di rumahnya di Kampung Simpangan, Tuapaya, Gunung Kijang. Pada saat kami amankan dia tidak melawan,'' terangnya.

Menurut Yohanes, tertangkapnya Joni berkat introgasi yang dilakukan terhadap enam tersangka, bahwa kayu yang berhasil diolah dijual ke Joni.

PAD Samsat Tanjungpinang Penuhi Target

Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samsat Kota Tanjungpinang tahun 2008 memenuhi target yang ditetapkan. Hal tersebut diungkapkan Menurut Abdul Malik, Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Unit Pelaksana Tugas Dinas Sistem Manunggal di Bawah Satu Atap (UPTD Samsat) Kota Tanjungpinang, Sabtu (19/1) lalu.

Menurut Abdul, tahun ini Samsat Kota Tanjungpinang tiap bulannya mencapai target yang ditetapkan Pemerintah.

''Kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraan bermotor sudah banyak. Sehingga target kami setiap bulan tercapai,'' ungkapnya.

Untuk kendaraan sepeda motor di Kota Tanjungpinang yang paling banyak kendaraan roda dua. Hal itu terlihat dari data kendaraan sepeda motor roda dua yang ada di Samsat Kota Tanjungpinang. Jumlah data di Samsat tahun 2007 3 ribu sampai 4 ribu unit. Sedangkan di Tahun 2008 jumlah kendaraan roda dua berjumlah 46 ribu. Lalu, untuk kendaraan roda empat di Samsat tercatat 8380 unit.

''Kebanyakan kendaraan roda dua di Kota Tanjungpinang bertambah dikarenakan banyak kendaraan yang mutasi,'' katanya.

Abdul menuturkan, target PAD tahun 2008 ditetapkan sebanyak 31 miliar lebih, naik dibanding PAD Tahun 2007 yakni 28 miliar.

Ditetapkan kota Tanjungpinang sebagai Ibukota Provinsi Kepulaun Riau banyak kendaraan bermotor yang berada di Kota Tanjungpinang. Sehingga jumlah kendaraan tiap bulan di kota yang terkenal dengan sebutan Gurindam dan Negeri Pantun itu terus bertambah. Hal itu pun menambah pendapatan asli daerah.

''Kami berharap tahun ini kami juga bisa merealisasikan target PAD tiap bulan. Biasanya setiap tahun selalu naik 1,05 persen,'' tandasnya.

Ribuan Siswa SMP dan SMA Try Out UAN

Pelajar kelas tiga SMP dan SMA se Kota Tanjungpinang mengikuti try out Ujian Akhir Nasional (UAN) di Kaca Puri yang diselenggarakan salah satu lembaga pendidikan Salemba Bandung, Minggu (19/1). Try Out yang diadakan salah satu lembaga pendidikan ini ribuan siswa SMP dan SMA se Kota Tanjungpinang.

Menurut Denny, Manager Lembaga Bimbangan Belajar Salemba Bandung, kemarin, kegiatan ini diselenggarakan untuk melihat persiapan pelajar, khususnya kelas tiga dalam menghadapi ujian akhir nasional nanti.

''Peserta yang mengikuti sangat banyak berjumlah sekitar 2070 siswa baik SMP maupun SMA. Pelajar hanya cukup membayar Rp15 ribu untuk mengikuti try out yang kami adakan,'' ungkapnya.

Try out UAN yang digelar Bimbel Salemba ini tidak hanya memberikan soal-soal yang diikut sertakan dalam mata pelajara Ujian Akhir Nasional, tetapi bagi peserta yang mendapat juara I hingga III akan mendapat hadiah dari sponsor.

''Hadiah-hadiah yang kami berikan berbeda-beda, untuk SMA juara satu hingga tiga akan mendapatkan uang tunai Rp1 juta dari Bank Danamon. Sedangkan pelajar SMP yang mendapat nilai tertinggi atau juara satu hingga tiga mendapat bimbingan belajar gratis selama satu tahun di Salemba,'' tandasnya.

Friday, January 16, 2009

Sinopsis : Simpul Terujung


Hidup Ellen cukup lumayan, dia punya pekerjaan sebagai Public Relation, punya teman yang perhatian dan kekasih yang tampan, Jack. Bahkan seminggu lagi dia akan menikah dengan pujaan hatinya. Namun rencana pernikahannya berantakan. Setelah Audrey, adiknya menyatakan dirinya hamil dengan Jack. Hidupnya jadi tak menentu.

Dia membenci adiknya yang sejak kecil selalu menyusahkan hidupnya, dia membenci Jack, karena mengkhianatinya. Padahal hubungan mereka telah terjalin empat tahun, bukan waktu yang sebentar bukan untuk mengenal karakter pasangan?

Rasa malu terhadap rekan kerja dan juga koleganya membuatnya keluar dari pAdd Imageekerjaan. Walaupun bosnya, Raymond melarangnya untuk keluar dari perusahaan.

Dia lebih menyukai kesendiriannya. Selama tiga bulan, dia menyendiri, menutup diri dari luar. Namun, dia bangkit dari keterpurukannya. Mencoba memulai hidup baru. Setelah dia memutuskan hubungan sepihak dengan adiknya, setelah pernikahan itu berlangsung.

Mencoba kembali menata hidup, Ellen pindah dari Jakarta ke Batam. Dia memperoleh pekerjaan di salah satu hotel di sana. Karena di Batam, tidak ada orang yang mengenalnya dan mengetahui masa lalunya.

Disaat dia mulai kembali menata hidupnya dan hidup nyaman di Batam, dia mendapat kabar buruk. Audrey, adiknya terkena virus HIV dan kanker. Antara rasa tak percaya dan bingung. Berbagai perasaan berkecambuk, apakah dia harus melihat kondisi adiknya dan memaafkannya?

Tubuh Ridwan Ditemukan Sekuriti Lagoi

Dipesisir Pantai Lagoi

Setelah menghilang selama lima hari, akhirnya tubuh Ridwan ditemukan sekuriti Bayan Tree, dengan kondisi wajah yang sudah tak berbentuk. Menurut Kasi Ops SAR Tanjungpinang, Budi Cahyadi, Kamis (14/1), tubuh korban ditemukan oleh salah seorang sekuriti.

''Korban ditemukan di pesisir pantai di lagoi, tepatnya di pantai hotel Bayan Tree. Sekitar jam 21.35 WIB oleh Samsurman Hadiyanto yang sedang bertugas malam saat itu,'' ujarnya.

Lalu tubuh yang sudah tak bernyawa yang di ombang-ambingkan ombak itu dibawa ke RUSD Tanjunguban untuk dilakukan visum. ''untuk memastikan apakah tubuh korban merupakan orang yang kami cari, jam 2 dini hari kami membawa tubuh korban ke rsud tanjungpinang untuk memastikan korban,'' paparnya.

Setelah melihat ciri-ciri tubuh pria yang ditemukan di pantai Bayan Tree. Pihak keluarga merasa tidak yakin. Sedangkan rekan kerjanya merasa yakin bahwa tubuh yang di kamar mayat itu merupakan tubuh Ridwan. Namun selang beberapa lama, pihak keluarga dekatnya yakin bahwa tubuh yang terbaring di kamar mayat adalah pamannya. Setelah hasil visum mengenai ciri-ciri dan pakaian yang dikenakan.

''Korban yang ditemukan merupakan korban dari kapal tongkang yang terjadi sabtu lalu. Kapal tongkang itu tebalik dikarenakan ombak yang tinggi,'' ungkapnya.

Budi melanjutkan, dari tujuh korban kapal tongkang hanya satu yang meninggal dunia dan yang lainnya selamat.

Hal itu dikarenakan pada saat melaut, Ridwan tidak menggunakan jaket pelampung. Sedangkan rekan kerja yang lainnya menggunakan jaket pelambung.

Sementara itu, Ahmad, Kepala Operasional PT Cahaya, menuturkan, pada saat melaut kondisi cuaca dalam keadaan baik, tetapi pada saat mendekati lokasi tujuan cuaca tiba2 memburuk dan belakang kapal dihantam ombak tiga kali sehingga terbalik.

''Tidak benar kalau kapal terbalik karena kelebihan muatan. Karena kapasitas tagboat bisa mencapai seribu, sedangkan saat itu hanya membawa 700 ton minyak hitam,'' ungkapnya.

Untuk itu, perusahaan akan memberikan santunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sedangkan tubuh Ridwan akan dikebumikan di Padang. ''Pihak keluarga meminta tubuh korban dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan di sana. Kami akan segera mengirimkan jenasah secepatnya agar segera dimakamkan,'' tandasnya.

Karyawan Teh Pranjak Demo

Sekitar pukul 08.00 wib, Kamis (15/1), puluhan karyawan PT Panca Rasa Pratama menggelar aksi mogok kerja di batu 8, Tanjungpinang. Pasalnya, karyawan menuntut agar perusahaan yang bergerak dibidang teh pranjak memenuhi tuntunan kerjanya.

Tuntutan karyawan yang mayoritas wanita itu meminta agar perusahaan memberikan tunjangan perumahan dan menolak kebijakan perusahaan. Pekerja juga meminta agar perusahaan segera merumuskan PKB (Perjanjian Kerja Bersama) yang telah dibuat bersama antara pekerja dan perusahaan. Tidak hanya itu saja pekerja juga meminta agar perusahaan memenuhi perjanjian yang sudah dibuat. Serta memperhatikan kesehatan karyawan.

Demikian pekerja yang masih menggunakan seragam kerja berwarna biru muda itu meneriakan suara agar perusahaan mengidahkan keinginanya. Untuk menyemarakan aksi demo mogok kerjanya, pekerja membawa spanduk yang bertulisan PKB Tahun 2008 yang sudah dibuat juga belum di sahkan.

''Kami hanya menuntut hak-hak kami. Karena hingga saat ini perusahaan masih belum memberikan hak-hak kami,'' ungkap salah seorang pekerja.

Disinyalir demo yang dilakukan pekerja dikarenakan tiga rekannya akan di mutasi ke Jawa. Satu diantaranya adalah Yuneli. ''Mereka demo karena tiga rekannya akan di mutasi ke Jawa. Namun tidak dijelaskan di lokasi mana, selain itu juga Yusneli ini yang membuat draft PKB,'' ujar Darsono, Koordinator Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut Darsono, pemindahan tiga karyawan PT Panca Rasa Pratama dikarenakan salah satu diantara mereka menuntut agar draft PKB segera disahkan. Sehingga mereka dipindah tugaskan.

''Jika mereka pindah, maka rumusan PKB akan kembali mentah dan tidak disahkan. Alasan mereka dipindahkan, mereka merupakan karyawan spesialisasi mesin, padahal posisi mereka di perusahaannya bekerja sebagai pembuka kardus. Hal ini lah yang rancu, karena itu, karyawan meminta draf rumusah PKB segera disahkan,'' tandasnya.

Saat mau dikonfirmasi mengenai tuntutan pekerja PT Panca Rasa Pratama, pihak perusahaan masih melakukan koordinasi. Sehingga enggan diwawancarai.

Tatib Sekolah Dibuat Jangan Berdasarkan Sangsi

Pemerintah Kota Tanjungpinang meminta Dinas Pendidikan dan komponen yang terlibat dalam dunia pendidikan untuk menyingkapi kenakalan remaja yang terjadi di Kota Tanjungpinang, terkait kasus pencurian yang dilakukan pelajar yang ada di Kota Tanjungpinang.

Menurut Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan, menyingkapi kenakalan remaja memang menjadi kewenangan pihak sekolah, terkait kasus pencurian yang dilakukan pelajar.

''Sebelum pihak sekolah mengambil tindakan terhadap pelajar yang nakal, ada baiknya melakukan pertemuan dengan komite sekolah dan juga wali murid anak yang terlibat masalah,'' ujar Tati, di sela-sela penertiban atribut parpol, kemarin.

Diakui Tati, tata tertib (tatib) di masing-masing sekolah berbeda-beda. Namun sebelum mengambil keputusan, misalnya mengeluarkan anak yang bermasalah dirundingkan terlebih dahulu antara pihak sekolah, komite sekolah dengan orangtua murid.

''Memang tatib yang ada di sekolah harus memperhatikan berbagai sudut, piskologi seorang anak. Anak yang nakal tidak boleh asal dikeluarkan, tetapi dibina terlebih dahulu. Sehingga anak mendapat binaan dan kalau sudah tidak bisa dilakukan pembinaan, pihak sekolah bisa mengambil sikap tegas,'' tandasnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Pengaduan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Provinsi Kepulauan Riau, Andi menuturkan, tata tertib sekolah jangan hanya dibuat sebagai hukuman bagi anak yang melakukan pelanggaran.

''Saat ini tatib yang dibuat di sekolah untuk mengejar sangsi bagi pekajar yang melakukan kesalahan. Tatib yang dibuat sebaiknya untuk memunculkan kesadaran anak dan juga pembinaan. Karena sekolah merupakan proses pembelajaran anak,'' urai Andi.

Menurut Andi, pihak sekolah harus mengubah paradigma sangsi dan hukuman tetapi meningkatkan kesadaraan dan pembinaan terhadap pelajar.

Disinilah peran guru pembimbing atau konseling sangat dibutuhkan. Namun, sedikit sekolah yang menyediakan BK (Bimbingan Konseling) bagi siswa-siswa yang bermasalah. ''BK itu sangat diperlukan untuk mengubah pandangan anak terhadap prilaku yang melanggar aturan,'' ujarnya.

Terkait kasus pencurian yang dilakukan pelajar, Andi menuturkan KPAID akan meminta Polisi dalam melakukan penyelidikan memperhatikan Undang-Undang Perlindungan Anak. ''Proses hukum harus sejalan dengan perlindungan anak. Sehingga dua-duanya sama-sama sejalan. Pihak kepolisian dapat menjalankan tugasnya dengan memberikan ruang khusus,'' ungkap Andi didampingi Putu, Ketua KPAID Provinsi Kepri.

Mengenai informasi siswa yang terlibat pencurian ponsel dan akan dikeluarkan, Andi menuturkan, mengeluarkan anak yang bermasalah bukan menyelesaikan masalah, melainkan menambah masalah baru. ''Pihak sekolah harus memberikan bimbingan, bila anak tidak bisa mengubah prilakunya, baru bisa diambil tindakan tegas,'' tandasnya.

Mayat Mengapung di Lagoi

Tingginya gelombang air laut membuat Tim SAR Tanjungpinang mengalami kesulitan untuk mengevakuasi mayat di perairan Lagoi. Pasalnya, tingginya gelombang laut mencapai dua sampai empat meter. Sehingga mayat yang ditemukan warga disekitar daerah Batu Besar, Lagoi, Bintan masih belum bisa dievakuasi

'"Kami mendapat informasi dari warga, warga melihat ada mayat mengapung dengan kondisi tengkurap sekitar pukul 11.00 WIB di perairan Lagoi,'' ujar Kasi Ops SAR Tanjungpinang, Budi Cahyadi.

Menurut Budi, melihat kondisi mayat yang diinformasikan warga, diduga mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Namun, TIM SAR masih belum bisa memastikan apakah jenasah yang mengapung diperairan tersebut merupakan jenasah dari korban Tugboat (TB) Permata Mulia yang tengelam sabtu (10/1) atau korban dari salah satu dari lima korban kapal yang tengelam di Nongsa.

''Kami masih belum tahu pasti, apakah jenasah tersebut merupakan korban dari kapal Tongkang yang di Tanjunguban atau yang di Nongsa. Karena lima korban kapal tengelam di Nongsa hingga saat ini juga masih belum ditemukan,'' urainya.

TIM SAR Tanjungpinang mencoba mengevakuasi jenasah untuk mengindentifikasikan korban. Namun, perlengkapan kapal karet milik TIM SAR masih belum memadai untuk melakukan evakuasi jenasah. Hal itu dikarenakan faktor cuaca dan kendala tingginya ombak diperairan Lagoi.

''Dalam waktu dekat kita akan mengevakuasi korban. Sebelumnya kita harus melihat kondisi cuaca, karena jika kita mengevakuasi korban melalui Lagoi kemungkinan besar kapal akan terbalik. Karena itu, kami sedang mencoba melakukan evakuasi dengan kondisi angin bertiup kencang dari arah utara,'' tandasnya.

Panwaslu Kota Tertibkan Atribut Parpol

Setelah beberapa kali melakukan pertemuan pemilu damai dengan partai politik (parpol) yang berada di Kota Tanjungpinang untuk pemasangan atribut parpol sesuai dengan kesepakatan bersama. Panita Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kota Tanjungpinang melepas atribut parpol di lima belas titik yang dilarang dipasang atribut parpol, Rabu (14/1).

Pelepasan atribut parpol untuk titik pertama dipusatkan di Lapangan Pamedan. Pelepasan atribut parpol dihadiri Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan, KPU Kota Tanjungpinang, jajaran Polisi Resor kota Tanjungpinang, Kesbang Limas, Satpol PP serta perwakilan dari parpol.

Menurut Ridarwan, Ketua Panwaslu Kota Tanjungpinang, pelepasan atribut parpol yang tidak pada tempatannya merupakan lanjutan dari pertemuan Panwaslu dengan Parpol yang sudah diajarkan.

Lima belas titik yang tidak boleh ada pemasangan atribut parpol antara lain ruas jalan H AGus Salim, ruasa jalan Samudara hingga Hangtuah, ruas jalan Yos Sudarso, ruas jalan A Yani, ruas jalan Adi Sucipto, komplek perumahan Dinas Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, ruas jalan kesehatan dan media jalan.

''Penertiban atribut parpol ini akan dilakukan secara kontinue dan ini merupakan simbol kerjasama antar parpol untuk sama-sama melepaskan atribut parpol yang dipasang pada ruas jalan yang tidak pada tempat yang sudah ditentukan,'' ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan, ini kan merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan yang diselenggarakan Panswaslu. ''Kita sama-sama menjaga kebersihan kota. Kita telah menyediakan lokasi-lokasi untuk pemasangan atribut parpol dan dengan begini kota kita bersih dan pemilu juga berjalan dengan lancar,'' tandasnya.

Tampak beberapa partisipan dari perwakilan parpol membuka atribut parpol yang dipasang di Pamedan dan sekitarnya. Untuk penertiban atribut parpol diturunkan tiga puluh personil dari Satpol PP dan juga dari beberapa personil dari Polresta Tanjungpinang.

Pelajaran Budi Pekerti Mengurangi Kenakalan Remaja

Kasus-kasus kenakalan remaja, khususnya pelajar di Kepulauan Riau semakin meningkat. Setelah sebelumnya di Kota Batam, pelajar melakukan pesta seks di salah satu hotel dibilangan Jodoh. Di kota Tanjungpinang, pelajar melakukan aborsi. Sekarang fenomena pencurian dilakukan pelajar pun kembali terjadi di Kota Tanjungpinang.

Menyingkapi fenomena kenakalan remaja, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri sedang mengodok konsep pelajaran budi pekerti atau yang nantinya akan dikenal gurindam 12 untuk menekan angka kenakalan remaja.

Menurut Wakil Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani, kemarin, kesalahan tidak hanya terletak pada sekolah, tetapi juga peran dari orangtua dan masyarakat.

''Untuk mengurangi dampak kenakalan remaja yang saat ini sering terjadi, diperlukan pelajaran gurindam dua belas atau budi pekerti. Sehingga generasi muda menjadi lebih baik, sesuai dengan visi dan misi Kepulauan Riau cerdas dan berakhlak mulia,'' ungkapnya.

Diakui Sani, untuk mewujudkan misi pemerintah membutuhkan proses, khususnya dikalangan pelajar. Sehingga pendidikan budi pekerti di sekolah harus kembali dihadirkan.

Sehingga pelajar-pelajar mendapatkan pendidikan budi pekerti untuk menekan angka fenomena kenakalan pelajar yang terjadi di Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau.

Sementara itu, Arifin Nasir, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau menuturkan, pihaknya bersama kepada bidang pendidikan di Kabupaten dan Kota sedang menggodok pelajaran budi pekerti.

''Ajaran budi pekerti ini akan kita masukan ke dalam kurikulum ajaran baru 2009/2010. Karena saat ini kami sedang membahas konsepnya dan akan mengundang pakar budi pekerti untuk memberikan masukan mengenai konsep kurikulum ajaran budi pekerti untuk di sekolah,'' urai Arifin.

Disinggung mengenai kasus-kasus kenakalan pelajar, termasuk kasus pencurian yang dilakukan pelajar. Arifin menuturkan, Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota telah melakukan beberapa pertemuan dengan kepala sekolah agar meninjau kembali tata tertib (tatib) sekolah.

''Kita harus melihat bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan siswa. Dimana sekolah harus mengedepankan pendidikan terhadap siswa. Galang kerjasama dengan komite sekolah maupun orangtua murid untuk mencari jalan keluar bersama terhadap murid-murid yang melakukan penyimpangan,'' ungkapnya.

Ditegaskan Arifin, peran orangtua sangat diperlukan, karena terkadang tindakan kejahatan yang dilakukan pelajar terkadang diluar jam sekolah. Sedangkan bila pelajar di sekolah menjadi tugas guru untuk mendidik.

''Di sekolah guru bisa mengetahui tindakan penyimpangan yang dilakukan pelajar, seperti berbolos, tawuran. Ada baiknya, pihak sekolah memberitahukan orangtua atau wali murid mengenai prilaku anaknya di sekolah. Sehingga sama-sama saling memperhatikan pendidikan anak baik di sekolah maupun diluar sekolah,'' tandasnya.

Pembasan APBD 2009 Tertunda

Banyaknya kegiatan yang harus dibahas DPRD Kota Tanjungpinang, sehingga pembahasan APBD Tahun 2009 Kota Tanjungpinang hingga saat ini masih terus tertunda. Hal tersebut dikarenakan DPRD Kota Tanjungpinang masih membahas sejumlah Peraturan Daerah (Perda) secara maraton.

Kemungkinan pembahasan Perda yang dilakukan DPRD Kota Tanjungpinang akan siap dan di sahkan di bulan Februari. Hal tersebut diakui Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan, Rabu (14/1).

''Mau bagaimana lagi, mau tidak mau pembahasan dan pengesahaan APBD 2009 akan kembali molor. Ini dikarenakan rentetan sejumlah Perda yang masih dibahas DPRD hingga saat ini,'' tuturnya.

Menurut Suryatati, dari rentetan pembahasan Perda sebelumnya, seperti Perda APBD-P, Perda RPJMD, SOTK, hingga saat ini dewan masih membahas KUA dan PPAS anggaran APBD 2009 kota Tanjungpinang.

''Perda RPJMD dan SOTK sudah disahkan. Saat ini Dewan masih menunggu pengujiaan dari Mendagri. Setelah itu baru bisa dilaksanakan,'' ungkap orang nomor satu itu.

Terkait dengan pemberlakuaan SOTK di kota Tanjungpinang yang terjadi penamabhan dua dinas. Suryatati menuturkan,
tunggu saja nanti pasti ada perubahan sesuai dengan pemberlakukan SOTK yang baru.

''Ya, kita tunggu saja. Biarkan DPRD membahas Perda hingga selesai, sesuai dengan prosedur yang berlaku,'' tandasnya.

Ibu dan Anak Diculik Pacar Anak

Baru turun dari kapal laut di pelabuhan Kijang, Ririn (27) dan ibunya Mistiani (48) langsung diamankan mantan pacar Ririn, Taris (32). Padahal, saat itu, Ririn sudah sebulan menghilang dari Taris. Mereka menjalin hubungan selama dua bulan.

''Saya sendiri kaget, kenapa dia (Taris, red) sampai tahu kalau saya baru pulang dari Jawa bersama ibu. Langsung saja, saat itu kami dibawa ke rumahnya,'' ujar Ririn, kemarin, kepada wartawan.

Diakui Ririn, dirinya sudah tiga bulan menjalin hubungan dengan Taris, yang tidak lain merupakan bos tempatnya bekerja di salah satu tempat pijat.

Alasan Ririn pulang ke Jawa, untuk menemui keluarga ibunya selama satu bulan. Namun, selebihnya untuk menghindari pacarnya yang bertubuh tambun itu. ''Begitu kami turun dari kapal, kami dibawa ke rumahnya. Saya minta agar ibu juga dibawa ke sana,'' ungkapnya sambil tertunduk.

Hal itu dibenarkan Mistaini. ''Waktu kami turun di kapal, bos anak saya itu datang bersama beberapa kawannya. Kami dibawa ke rumahnya dengan mobil warna putih,'' tutur wanita yang sudah setengah baya itu.

Diakuinya, dirinya sama sekali tidak tahu apa-apa. ''Anak saya meminta saya untuk ikut menemaninya dengan alasan saya sedang tidak enak badan. Lalu, bosnya itu mengajak saya ikut serta. Padahal, rencananya saya mau balik lagi ke Dumai. Saya ke Jawa untuk melihat keluarga saya,'' tutur wanita berkulit sawo matang itu.

Sementara itu, Ririn yang hanya diam saja. Akhirnya mau angkat bicara, mengenai prihal penyekapan yang terjadi di perumahan Rawasari, Kelurahan Melayu Kota Piring, RT 7, RW 2 No 39, Kilometer lima, Tanjungpinang. ''Dia menuntut agar uang yang selama ini diberikan dikembalikan. Kalau tidak saya akan dilaporkan ke polisi dan dipenjarakan,'' tuturnya.

Menurut pengakuan wanita berambut panjang itu, selama menjalin hubungan dua bulan dengan bosnya itu telah memberikan uang Rp27 juta.

Taris memberikan keterangan yang berbeda. Pria pemilik salah satu panti pijat di Tanjungpinang menolak dikatakan menculik Ririn. ''Saya menjemput dia ke Pelabuhan Kijang. Memang saat itu saya bersama empat kawan saya. Karena kan itu pelabuhan, jadi sulit untuk menjemput dan mencarinya seorang diri,'' ungkap Taris, yang ditemui di ruang pemerikasaan Mapolsek Tanjungpinang Timur.

Pria berkulit putih itu pun juga enggan mengatakan menyekap dan menculik Ririn. ''Pintu rumah terbuka dan tidak dikunci, kalau di sekap kan tanggannya diikat, lalu pintu dikunci dan digembok dari luar. Ini nggak,'' tuturnya.

Diakuinya, dirinya meminta uang yang selama ini diberikannya kepada kekasihnya. ''Setiap bulan selama kami pacaran, saya memberikannya uang sekitar Rp10 juta lebih. Saya tahu Ririn akan kembali ke Tanjungpinang dari salah seorang kawannya, makanya saya berniat menjemputnya,'' tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, kasus penculikan yang menimpa Ririn masih diselidiki pihak kepolisian Mapolsekta Tanjungpinang Timur. ''Kami mendapatkan laporan dari salah seorang kawan Ririn melalui SMS yang menyatakan Ririn disekap di perumahan Rawasari,'' tutur AKP Dunya Harun, Kapolsekta Tanjungpinang Timur melalui Kanit Polsekta Tanjungpinang Timur, Briptu Alson.

Mendapat informasi itu, pihak kepolisian langsung turun ke lapangan dan mengecek. Sekitar pukul 12.30 WIB, Kamis kemarin. Di dapati Ririn dan Ibunya berada di kamar. ''Kami masih menyelidiki kasus ini dan Tarin akan dikenakan Pasal 332 KUHP mengenai penculikan dan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,'' tandasnya.

Wednesday, January 14, 2009

Sejak Satu Tahun, Empat Pelajar Curi Ponsel

Lima Dijual, Dua Dipakai Sendiri

Empat pelajar di salah satu sekolah negeri di Tanjungpinang melakukan pencurian ponsel kawannya sendiri. Kejadian itu sudah berlangsung sejak tahun 2007. Jajaran Polisi Sektor Tanjungpinang mengungkapkan kasus tersebut karena mendengar isu mengenai kejadian itu. Begitu diselidiki, ternyata benar ada empat pelaku yang melakukan aksi tindak kriminal.

Menurut AKBP Yusri Yunus, Kapolres Tanjungpinang melalui AKP Nur Santiko, Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, kemarin, terungkapnya kasus ini berkat isu yang beredar, namun korban yang kehilangan ponsel tidak mau mengaku.

''Hal ini karena ada kebijakan dari sekolah dilarang membawa ponsel ke sekolah. Sehingga beberapa pelajar yang tetap membawa ponsel menaruh ponselnya di dalam jok motor,'' urai Nur.

Kesempatan itu lah yang dilakukan empat pelajar yang sekarang duduk kelas tiga untuk mengambil ponsel tersebut. Selama kurun waktu satu tahun, LH (18), DC (17), IF (17) dan RH (16). Tindakan itu mereka lakukan saat masih duduk di kelas dua. Selama itu mereka berhasil mengambil tujuh unit ponsel.

''Ponsel-ponsel yang mereka ambil itu, mereka jual. Sejauh ini masih ada dua ponsel yang belum sempat mereka jual dan mereka gunakan sendiri,'' ungkapnya.

Dua unit ponsel merek Motorola dan Soni Ericson dijadikan barang bukti di Polresta Tanjungpinang. Terungkapnya kasus pencurian ponsel tersebut, namun baru satu korban yang diketahui. ''Kebanyakan korban tidak mau melapor, karena merasa takut. Sebab sekolah sudah mengeluarkan kebijakan dilarang membawa ponsel ke sekolah,'' jelas Nur Santiko.

Dikarenakan pelaku masih pelajar dan dibawah umur, sehingga Polresta Tanjungpinang tidak mengamankan pelaku. Melainkan empat pelaku tersebut wajib lapor ke Mapolresta Tanjungpinang. ''Mereka tidak kami tahan, karena akan menganggu piskologinya, namun mereka tetap akan di proses sesuai hukum dan wajib lapor seminggu dua kali,'' tandasnya.

Lima Pelajar Nyolong Minuman Redbul

Kelakukan pelajar saat ini beraneka ragam, tidak hanya bolos sekolah, minuman keras (miras), ngelem. Kali ini kelima pelajar yang tergabung dalam beberapa sekolah di kota Tanjungpinang melakukan aksi pencurian minuman redbul.

''Pihak Bea dan Cukai mengamankan lima pelajar karena melakukan aksi pencurian minuman di gudang bea dan cukai,'' ujar Kapolresta Tanjungpinang, AKBP Yusri Yunus, melalui Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Nur Santiko, kemarin.

Diakui Nur, pelaku diamankan Bea dan Cukai lalu dibawa ke Polresta Tanjungpinang.

Kelima pelajar yang mayoritas merupakan pelajar SLTA di Kota Tanjungpinang itu nekad mengambil minuman kaleng, jenis Redbul yang diamankan Bea dan Cukai Tanjungpinang dari gudang penyimpanan. Rencananya sebanyak 39 cash minuman kaleng yang berada di gudang itu akan diangkut kelima pelajar dari tiga sekolah SLTA di kota Tanjungpinang.

''Pelaku saat ini kami amankan dan akan ditindak sesuai dengan proses. Kejadiannya jam dua dini hari, Senin Malam di gudang Bea dan Cukai,'' tandasnya.

Suryatati : Belum Ada PMA yang Masuk

Persiapan Launching FTZ di Batam, Bintan dan Karimun

Rencana persiapan launching Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kepulauan Riau yakni di Batam, Bintan dan Karimun (BBK) masih terus berlanjut. Hal tersebut diakui Suryatati A Manan, Wali Kota Tanjungpinang, kemarin, usai memberikan sumbangan kepada mesjid Babusalam.

''Nanti malam (kemarin malam, red), kami akan membahas bersama bapak gubernur mengenai persiapan lounching FTZ,'' ungkap Tati, sapaan Suryatati A Manan.

Diakui Tati, BPK (Badan Pengusaha Kawasan) Kota Tanjungpinang masih terus berbedah diri untuk mempersiapkan FTZ di pulau Bintan, khususnya di Kota Tanjungpinang.

Sejauh ini BPK Kota Tanjungpinang masih mempersiapkan segala keperluan untuk menyediakan kantor. Sehingga memudahkan kinerja dari BPK. ''Saat ini kami sedang mempersiapkannya dan sambil berjalan secara bertahap,'' ungkapnya.

Diakui Tati, saat ini masih belum ada PMA (Penanaman Modal Asing) yang berniat inventaris di Kota Tanjungpinang.

Hal itu dikarenakan pihak dari kota Tanjungpinang masih belum menawarkan lokasi kota Tanjungpinang yang juga ditunjuk sebagai KEK, khususnya diwilayah Senggarang dan Dompak. ''Kami harus berbedah terlebih dahulu, baru menawarkan lokasi Tanjungpinang kepada investor,'' tandasnya.

Menekan Angka Penularan HIV

Sani : Sudah Ada Perda Penggunaan Kondom

Tingginya angka penularan HIV/AIDS di Kepulauan Riau karena disebabkan lajunya hubungan seksual. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah mengeluarkan Perda menanggulagi HIV/AIDS. Hal tersebut disampaikan, Ketua Harian Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (10/1), kepada Batam News.

Menurut Sani, yang juga sekaligus Wakil Gubernur Kepri, pemerintah telah mengeluarkan Perda untuk menggunakan kondom.

''Penggunaan kondom ini kita sosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat umum, dan juga di lokalisasi yang ada. Untuk menghindari penularan HIV/AIDS yang menyebar melalui hubungan seksual,'' ungkapnya.

Diaku Sani, pemerintah memang tidak menyediakan lokalisasi, namun penghuni lokalisasi diarahkan untuk menggunakan kondom demi kesehatan.

Untuk dana KPA Provinsi Kepulauan Riau dianggarkan. Sani menuturkan, ada dana yang dianggarkan KPA untuk melakukan konseling dan biaya obat bagi ODHA (orang dengan HIV/AIDS). ''Saya lupa berapa anggarannya yang jelas bertambah dibanding tahun 2008,'' ujarnya.

Disinggung mengenai organisasi luar negeri yang enggan membantu anggaran KPA dalam melakukan sosialisasi dan biaya pengobatan ODHA. Dikarenakan ada beberapa daerah yang tidak menggunakan sesuai dengan ketentuan. Sani menuturkan, sejauh ini belum ada. ''Dana dari luar yang diberikan kepada LSM yang berkaitan dengan ODHA maupun KPA tidak ada masalah,'' tuturnya.

Sani berharap, angka penularan HIV/AIDS di Kepulauan Riau bisa ditekan dengan melakukan sosialisasi baik secara moral maupun sosialisasi kesehatan.

Karena itu Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menyediakan layanan kesehatan. Sehingga bisa menghindari penyakit-penyakit menular maupun HIV/AIDS. Di tahun 2008 saja penderita HIV di Kepulauan Riau berjumlah 1.160 kasus, sedangkan AIDS sebanyak 776 kasus.

Menurut Rina , Seketaris KPA Provinsi Kepulauan Riau, angka penderita HIV/AIDS tiap tahun bertambah. ''Karena penyakit satu ini tidak mudah dideteknsi, namun ada baiknya melakukan pemeriksaan untuk berjaga-jaga agar tidak tertular,'' tandasnya.

Ismeth : Pelabuhan Tikus akan Ditutup

Mengingat tiga kawasan Batam, Bintan dan Karimun (BBK) menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) atau FTZ (Free Trade Zone), Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menghimbau agar pelabuhan-pelabuhan tikus yang ada di Kepri untuk dikurangi. Menurut Ismeth Abdullah, Gubernur Kepulauan Riau, kemarin, pihaknya sudah menghimbau agar menutup beberapa pelabuhan tikus yang tidak terlalu digunakan masyarakat.

''Pemerintah telah menutup beberapa pelabuhan tikus atau pelabuhan rakyat yang tidak digunakan lagi,'' ungkapnya.

Ditegaskan Ismeth, ditetapkan BBK sebagai kawasan FTZ diharapkan tidak ada lagi penyelundupan di pelabuhan-pelabuhan yang tidak ditetapkan sebagai pelabuhan FTZ.

''Ini tugas bersama untuk menertibkan. Pelabuhan biasa tidak boleh menurunkan barang dari luar negeri. Karena sudah ditunjuk beberapa pelabuhan yang dijadikan pelabuhan FTZ,'' ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Pusat pun terus menggesa untuk pencabutan PP 63. ''Saat ini pencabutan PP 63 sudah ditangan presiden dan dalam waktu dekat akan segera dicabut dan PP 63 akan diganti sesuai dengan aturan dan tidak bertentangan dangan undang-undang,'' urainya.

Menurut Ismeth, jika berpedoman penegasan yang disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Menteri Keuangan, Menperindag dan Menteri Ekonomi baru-baru ini, draf pengganti PP 63 tentang perlakuan epabeanan, perpajakan dan beacukai, serta pengawasan atas pemasukan dan pengeluaran barang dari dan ke kawasan FTZ Batam bisa saja telah dimeja Sekretaris Kabinet RI.

Bahkan jika pencabutan PP 63 segera dilaksanakan dan semua dapat berjalan dengan lancar, FTZ akan segera dilaunching langsung oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sesuai dengan perencanaan SBY akan berkunjung ke Kepri, 19 Januari 2009, untuk meresmikan operasional FTZ, sekaligus meresmikan operasional pemakaian kapal TNI-AL, peresmian aktifitas belasan PMA baru yang bergerak bidang industri, perkapalan, maritim dan perhotelan.

''Kalau tidak ada aral melintang, presiden akan melaunching FTZ dalam waktu dekat,'' tandasnya.

Dana Bos Naik 100 Persen

Dinas Pendidikan Kepulauan Riau mendapatkan anggaran Rp1,1 miliar lebih dari DIPA (Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Tahun 2009. Anggaran tersebut akan digunakan untuk dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) hingga beasiswa bagi pelajar yang tidak mampu tetapi berprestasi.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Arifin Nasir, Minggu (11/1) lalu. ''Dana ini akan kita gunakan sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat berdasarkan daftar isian pelaksana anggaran yang diberikan Gubernur,'' ungkapnya.

Dana untuk Dinas Pendidikan sebesar Rp1,1 miliar lebih itu tidak hanya digunakan untuk dana bos maupun beasiswa bagi pelajar yang berprestasi tetapi tidak mampu. Melainkan dana tersebut juga digunakan untuk pembangunan perpustakaan di sekolah.

''Kami berharap dana ini akan disalurkan tepat waktu dan bisa bermanfaat bagi pendidikan di Kepulauan Riau,'' ujarnya.

Diakui Arifin, pengunaan dana DIPA tahun 2009 tidak jauh berbeda dengan penggunaan dana tahun 2008. Bahkan untuk dana BOS mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Selain untuk membantu memberikan dana kepada pelajar yang tidak mampu sehingga tetap sekolah. Sesuai dengan program wajib belajar sembilan tahun. Apalagi di Tahun 2009 ini nilai untuk Ujian Akhir Nasional (UAN) akan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. ''Besok (Hari ini, red) saya ada rapat bersama seluruh kepala dinas di Indonesia untuk membahas mengenai angka minimal pelajar lulus UAN,'' tuturnya.

Menurutnya, jumlah angka minimal lulus UAN 5,50 untuk tahun 2009. ''Kami telah meminta tiap sekolah untuk terus meningkatkan kualitas sekolah dan pelajar, sehingga di Kepulauan Riau akan lulus dengan nilai yang memuaskan,'' ungkapnya.

Diakuinya, untuk lulus seratus persen mungkin masih belum bisa, tetapi untuk peningkatan kelulusan siswa di tahun 2009 akan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Karena itu Dinas Pendidikan Kepulauan Riau terus bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk terus meningkatkan kualitas pengajar maupun siswa. Sehingga kualitas pendidikan di Kepulauan Riau akan terus maju dan berkembang. Sejalan dengan sumber daya manusia yang memadai.
 

Follow mE


Citra Banner

Sample Text

twit

Sample Text

Terimakasih tetap setia membaca blog Hal-Wanita.. Meskipun saat ini blog satu ini jarang di update, namun setiap minggu pengunjungnya masih terus bertambah.

Sampai saat ini, isi blog Hal-Wanita, tidak mengupas tentang kecantikan, fashion maupun kesehatan. Tetapi, diusahakan tiap minggu membahas mengenai problem wanita.

Hal ini dikarenakan, posisi tugas diganti menjadi kuli tinta dibidang pemerintahan, politik, kriminal di Tanjungpinang.... Diharapkan, maklum ya....

Jika membutuhkan informasi lainnya bisa tetap mengirimkan email ke sana ataupun ke facebook. Saya akan mencoba membalas pesan-pesan yang masuk.

Citra Pandiangan
Author

 
Blogger Templates