Zulkifli : Penerimaan CPNS Berdasarkan Prosedur

0 comments

Sejak dibuka pendaftaran CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di Provinsi Kepulauan Riau sudah banyak pelamar dari berbagai daerah yang memasukan surat lamaran melalui kantor pos. Pendaftaran dan sekaligus seleksi administrasi berlangsung hingga 26 November mendatang.

Menurut Zulkifli, Kepala Badan Kepegawaian Diklat (BKD) Provinsi Kepri, Senin (16/11), surat lamaran yang sudah masuk berjumlah sekitar seratus lima puluh lebih. ''Berdasarkan pengalaman dari tahun ke tahun, empat hari menjelang penutupan pendaftaran baru banyak yang melamar,'' ujarnya didampingi Kepala Seketariat, Azza Fahroni, di ruang kerjanya.

Tahun ini calon pelamar CPNS tidak boleh memasukan surat lamaran ke dua tempat, misalnya ke Kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepri. Menurut Zulkifli, berdasarkan pengalaman tahun lalu, pelamar CPNS yang diterima di Kota dan Provinsi membingungkan administrasi. Sehingga tidak boleh melamar di dua tempat sekaligus.

''Mungkin dikarenakan ini, jadi calon pelamar masih berpikir mau masuk kemana,'' ungkapnya.

Untuk tes administrasi berlangsung mulai tanggal 12 hingga 26 November 2008. Setelah lulus tes administari, baru akan dilanjutkan penerimaan CPNS tanggal 11 Desember 2008 nanti dan soal-soal tes langsung berasal dari pusat. ''Untuk tes soal akan dikawal polisi dan sistem pemeriksaan menggunakan komputer dan langsung diperiksa di pusat,'' terangnya.

Dijelaskannya, pemeriksaan hasil jawaban akan dilaksanakan di Pusat bersama dengan Menpan, BKN, Kepolisian, inspektorat dan dari BKD Kota dan Kabupaten yang bersangkutan.

''Semua CPNS dalam seleksi administrasi dan ujian berdasarkan prosedur yang berlaku. Tidak ada unsur KKN. Kalau ada oknum yang melakukan itu akan ditindak,'' tegasnya.


Zulkifli menuturkan dalam penerimaan CPNS Provinsi 2008 ini, dirinya banyak ditelepon orang-orang tertentu yang meminta bantuan dan prioritas agar anak dan saudaranya ditolong dan dapat dimasukkan jadi PNS.

''Seseorang yang diterima PNS tahun harus berdasarkan akreditas dan kualifikasi keahlian yang dibutuhkan saat ini,'' ungkapnya.


Dari 223 orang dengan berbagai kualifikasi untuk menjadi CPNS di Pemerintah Provinsi, tambah Zulkifli, seluruh peserta diperlakukan sama dan tidak ada prioritas antara honor maupun PTT, karena formasi penerimaan CPNS tahun ini adalah untuk umum. "Tidak ada prioritas perlakuan, status honor dan pelamar umum sama," tegasnya.

Sita Ratusan Miras

0 comments

Dua Polsek di Pinang Razia

Jajaran kepolisian Polisi Sektor Barat dan Polisi Sektor Kota Tanjungpinang menggelar razia secara bersamaan sejak pukul 21.00 WIB, Senin (16/11) malam. Razia ini dicanangkan akan diadakan rutin untuk memberantas preman dan membuat kondisi Tanjungpinang lebih kondusif menjelang Pemilihan Umum.

Untuk Polsek Barat razia dimulai pukul 21.00 WIB di beberapa lokasi antara lain meja tujuh, puncak taman bahagia, tugu apresiasi, dan batu hitam. Saat melakukan razia, Polsek Barat menurunkan 14 personilnya dan berhasil mengamankan 18 orang yang terdiri dari pelajar yang sedang melakukan aksi ngelem, pengamen yang meresahkan masyarakat dan preman atau sekumpulan pemuda-pemuda yang sedang menegak miras.

Menurut Kapolres Tanjungpinang, AKP Yusri Yunus, Senin malam, razia malam akan terus digencarkan untuk setiap polsek untuk mengamankan kota Tanjungpinang agar lebih kondusif.

''Ini merupakan agenda rutin yang dilakukan Polsek-polsek yang ada di Tanjungpinang untuk mengamankan daerah yang ada diwilayahnya agar masyarakat tenang,'' ujarnya.

Sementara itu, AKBP Amin, Kapolsek Barat menuturkan, saat melakukan razia, pihaknya berhasil mengamankan 18 orang yang terdiri dari pemuda dan pelajar.

''Kami mengamankan pemuda-pemuda saat sedang ngumpul sambil menengak minuman keras, dan beberapa pelajar minum akhohol dan menggunakan lem, serta memakan obat Dextro yang dibeli dari salah satu apotik di Tanjungpinang,'' ungkapnya.

Pelajar yang diamankan itu bernama Syahroni (16), SMK Engku Kelana, Sutrisno Prayudi (15) SMK Engku Kelana, Karisma (18), dan Nurhan (17) yang juga pelajar SMK Engku Kelana. Mereka diamankan pihak kepolisian, lantaran menggunakan lem dan juga meminum obat-obatan.

''Mereka kami amankan dan akan kami data dan foto. Bila ketahuan tertangkap lagi akan kita proses hukum, saat ini kami sedang merancang proses hukum seperti apa agar mereka tidak mengulanginya lagi,'' terangnya.

Ditambahkannya, pihaknya meminta orangtua yang menjemput dan membuat surat pernyataan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Setelah mendata dan meminta keterangan dari mana asal minuman keras yang dibeli sejumlah pemuda yang diamankan di Tugu Apresiasi, pihak Polsek Tanjungpinang Barat menelusuri keberadaan minuman keras yang mudah dibeli. Didapati minuman keras itu dijual di warung yang berlokasi di Jalan Kamboja, Bukit Cermin.

''Kami mengamankan 178 miras dari berbagai merek yang tidak ada izinnya. Karena kadar akhoholnya mencapai 15 persen. Miras ini kami sita dan akan kami musnahkan dengan bekoordinasi dengan Polres Tanjungpinang. Sedangkan Budi Hermawan, pemilik warung dipinggir jalan kami amankan dan wajib lapor,'' urainya.

Sementara itu di Polsek Kota Tanjungpinang selama razia dibeberapa titik di Tepi Laut dan sekitarnya berhasil mengamankan 13 pemuda yang sedang menegak minuman berakhohol yang meresahkan masyarakat. ''Kami melakukan razia mulai pukul 22.00 WIB dan berhasil mengamankan 13 pemuda yang sedang mabuk di dekat gedung daerah dan tugu pensil,'' ungkap AKP Darmawan, Kapolsek Kota Tanjungpinang.

Tidak hanya itu saja, Polsek Kota Tanjungpinang juga berhasil mengamankan dua sepeda motor yang menggunakan BP Palsu yang dipakai pelajar. ''Motor-motor ini memiliki surat lengkap, tetapi BPnya dipalsukan, untuk dib

Razia dilanjutkan lagi esok harinya dibeberapa tempat hiburan dan berhasil menjaring 13 orang lagi. Kali ini dalam razia, Selasa kemarin berhasil mengamankan enam PSK dan sebagiannya preman atau pemuda yang sedang menegak miras disiang hari. ''Kami mengamankan mereka dan puluhan botol minuman keras yang sudah diminum, mereka akan kami data dan diberikan arahan untuk tidak mengulangi perbuatannya,'' tandasnya.

Ismeth: Pembangunan Dompak Selesai 2010

0 comments

Pembangunan Dompak terus digesa untuk segera mewujudkan pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau yang sengaja dipusatkan di Dompak, Tanjungpinang, dengan luas lahan sekitar 400 hektar. Pembangunan Dompak dianggarkan dalam dana multiyears sejak tahun 2006. Sesuai dengan amanat Undang-Undang No 32 Tahun 2003 tentang pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut Ismeth Abdullah, Gubernur Kepulauan Riau, pembangunan Dompak terus berjalan dan akan selesai pada akhir tahun 2010. ''Saat ini pembangunan Dompak sudah ada yang siap 25 persen, 18 persen, 16 persen dan terus berjalan sesuai dengan program dan akan selesai tepat pada waktunya,'' ujar Ismeth belum lama ini, kepada Batam News.

Pembangunan yang membutuhkan dana sebesar Rp1,9 triliun dari dana APBD (Anggaran Pendapat Belanja Daerah) Provinsi Kepri yang dikucurkan dalam bentuk anggaran multiyears terus berjalan. Saat ini pembangunan baru berupa infrastruktur, gedung pusat pemerintahan dan sebagainya.

Diakui Ismeth, pembangunan pusat pemerintahan sangat diperlukan. ''Pembangunan Dompak ini sangat diperlukan sebagai penunjangn kepentingan bersama dalam mewujudkan pembangunan pemerintah Provinsi Kepri,'' ungkapnya.

Menurut Ismeth, banyak investor menanyakan pusat pemerintahan Provinsi Kepri. Sehingga dengan dibangunnya Dompak juga bisa berdampak pada kunjungan wisata.

Pembangunan Dompak direncanakan tidak hanya sebatas gedung pemerintahan dan juga gedung DPRD Kepri, tetapi juga beberapa tempat hiburan atau fasilitas umum, seperti Sport Center (Gelanggang Olahraga), Rumah Sakit Umum Provinsi di Tanjungpinang dan Medical Center (Klinik) di Pulau Dompak, Masjid Raya, Gedung Kesenian, dan Gedung Lembaga Adat, Jalan dan Jembatan, hingga taman.

Walaupun saat ini tujuh proyek pembangunan Dompak dipending DPRD Kepri berdasarkan surat edaran Dirjen Bina Administrasi Keuangan Daerah (BAKD) nomor 900/526/BAKD tertanggal 27 Agustus 2008 lalu. Dikarenakan mega proyek pembangunan ibukota Kepri tidak akan terselesaikan pada tahun 2011 nanti. Ismeth optimis, pembanguna Dompak akan sesuai dengan rencana.

Selain proses pembangunan pusat pemerintahan yang terkesan lambat, mengenai ganti rugi lahan hingga saat ini juga masih belum menemukan celah atau titik temu antara sebagian pemilik lahan maupun pemerintah Provinsi Kepri. Sejak tahun 2006 lalu, hingga saat ini, belum semua lahan di Dompak dibebaskan. Pemerintah sempat menjanjikan ganti rugi sebesar Rp3000 untuk lahan yang memiliki surat tebas. Sedangkan untuk lahan yang memiliki surat Alashak, pemerintah memberikan kompensasi sebesar Rp4000 per meter persegi. Untuk lahan yang memiliki sertifikat, pemerintah daerah memberikan ganti rugi sebesar Rp5000.

Menurut Ismeth, lambatnya proses penggantian lahan dikarenakan tumpah tindihnya surat-surat kepemilikan lahan yang ada di Dompak. ''Kalau ada surat-suratnya, pasti akan dibayar sesuai dengan ketentuan,'' ungkapnya.

Persoalan lain di Dompak tidak hanya pergantian lahan saja, tetapi di Dompak juga disinyalir terjadi pencurian lahan yang mengatasnamakan Cut and Fill. Ismeth menuturkan, bila memang terjadi, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. ''Ya, kita akan koordinasikan dengan pihak kepolisian,'' tuturnya.

Kunjungan Wisman Kepri Menurun

0 comments

Jumlah wisata yang berkunjung ke Kepulauan Riau dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Walaupun Kepulauan Riau saat ini termasuk urutan nomor kedua setelah Pulau Bali, untuk kunjungan wisata manca negara (wisman). Namun berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Kepulauan Riau mengalami penurunan. Walaupun ada kenaikan presentasinya sangat kecil dibanding bulan yang sama pada tahun yang sama.

Dari data BPS untuk kunjungan wisman ke Provinsi Kepri dibulan September 2008 berjumlah 115.761 mengalami penurunan 24 persen dibanding jumlah wisman pada bulan Agustus 152.326 orang. Sedangkan dibulan yang sama pada tahun 2007 juga mengalami penurunan yakni sebesar 9,44 persen.

Menurut Ismeth Abdullah, Gubernur Kepulauan Riau, kemarin, jumlah wisata yang berkunjung ke Kepulauan Riau tahun 2007 mencapai 1,5 juta orang. ''Kebanyakan turis yang masuk melalui gerbang kota Batam,'' ungkapnya usai menghadiri penutupan Dragon Boat Race.

Diakui Ismeth, jumlah wisman yang berkunjung ke Kepulauan Riau bila dibanding tahun 2007 mengalami penurunan. ''Ini tidak hanya terjadi di Kepulauan Riau saja, tetapi seluruh Indonesia. Kepulauan Riau termasuk urutan nomor dua setelah Bali untuk kunjungan wisman,'' ujarnya.

Letak Provinsi Kepulauan Riau sangat strategis dan merupakan gerbang wisata mancanegara kedua setelah Pulau Bali. Objek wisata yang bisa dijual di Provinsi Kepulauan Riau antara lain wisata pantai yang terletak di berbagai Kabupaten dan Kota. Pantai Melur dan Pantai Nongsa di Kota Batam, Pantai Belawan di Kabupaten Karimun, Pantai Lagoi, Pantai Tanjung Berakit, Pantai Trikora, dan Bintan Leisure Park di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang. Sedangkan Kabupaten Natuna terkenal dengan wisata baharinya seperti snorkeling.

''Kepri ini memiliki beragam potensi yang bisa dijual untuk menarik minat wisata untuk berkunjung. Tidak hanya wisata bahari saja, tetapi juga sejarah,'' ungkapnya.

Menurut Ismeth, objek wisata di Kepri tidak hanya wisata Pantai dan Bahari tetapi juga wisata cagar budaya, makam-makam bersejarah, tarian-tarian tradisional serta iven-iven khas daerah, seperti Dragon Boat Race yang digelar Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Seperti di kota Tanjungpinang terdapat pulau Penyengat sebagai pulau bersejarah karena di pulau ini terdapat mesjid bersejarah dan makam-makam Raja Haji Fisabililah dan Raja Ali Haji yang kedua-duanya adalah pahlawan nasional. ''Banyak warga Negara Malaysia berkunjung ke Penyengat untuk melihat makam bersejarah. Ini juga menjadi salah satu objek wisata yang bisa dijual. Apalagi nanti akan ada peringatan 2000 tahun Raja Haji Fasibillah yang bisa dikemas untuk menarik wisata,'' urainya.

Diakui Ismeth, pihaknya terus menerus melakukan pembenahan sarana dan prasarana di Pulau Penyengat untuk menjadikan Pulau Penyengat sebagai salah satu objek wisata sejarah.

''Dana untuk pariwisata di Kepulauan Riau baik di Kabupatan dan Kota dari tahun ke tahun bertambah untuk memperbaiki wisata dan juga promosi agar menarik wisata manca negara untuk berkunjung kesini,'' tandasnya.

Sementara itu di lokasi yang sama, Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan menuturkan, dana pariwisata untuk Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang untuk tahun 2009 bertambah dibanding tahun 2008 ini.

''Tiap tahun dana pariwisata di Kota Tanjungpinang terus bertambah untuk meningkatkan wisata yang ada di Kota Tanjungpinang,'' ungkapnya.

Menurut Suryatati, salah satu Dragon Boat Race merupakan salah satu iven yang bisa meningkatkan wisata mancanegara maupun domestik. ''Iven ini perlu dikemas dengan lebih baik lagi dan hadiahnya akan ditambah sesuai dengan kebutuhan yang ada. Sesuai inflasi yang sedang naik,'' ujar Tati, sapaan Suryatati A Manan sambil tertawa.

Diakui Tati, pariwisata di Kota Tanjungpinang terus menerus melakukan pembenahan dalam menjual objek wisata yang ada di Kota Tanjungpinang.

Berbagai rencana dan program sejak beberapa bulan lalu terus bergulir di Dinas Pariwisata untuk meningkatkan objek wisata di kota Tanjungpinang yang terkenal dengan sebutan kota Gurindam dan Negeri Pantun tersebut, diantaranya membuat wisata hutan bakau dan juga Taman Mini Melayu Indonesia yang mirip dengan Taman Mini Indonesia Ancol.

''Kami juga sudah mendatangkan konsultan untuk melihat potensi apa yang bisa dijual di Kota Tanjungpinang dalam membrending kota Tanjungpinang sebagai kota wisata,'' ungkapnya bersemangat.

Kata Tati, kota Tanjungpinang bisa menjual potensi pantai, sejarah dan juga iven seperti Dragon Boat Race, serta wisata hutan bakau.

''Kami akan terus memperbaiki potensi yang ada dan memanfaatkan potensi wisata untuk menarik minat wisata, salah satunya membangun hutan bakau dengan bekerjasama dengan perusahaan wisata untuk jangka panjang,'' tandasnya.

Wisata Tanjungpinang Perlu Dipoles

0 comments

Usulan yang dilontarkan Menteri Pemuda dan Olahraga pada saat melakukan pembukaan Dragon Boat Race di tepi laut, Tanjungpinang ternyata mendapat respon positif oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk menjadikan dragon boat race sebagai iven nasional.

Menurut Suryatati A Manan, kemarin, pihanya menyambut bagus usulan dari menteri pemuda dan olahraga. ''Untuk membuat iven dragon boat race sebagai skala nasional dibutuhkan kesiapan yang matang dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepri dan juga Pemerintah Pusat.

''Usulan itu perlu ditindaklanjutin dan melihat kondisi yang ada. Karena memerlukan mekanisme yang matang dalam menyiapkan iven berskala nasional,'' ungkapnya usai menghadiri silahturahmi dengan alumni APDN di kediaman Wakil Gubernur Kepri, Minggu (16/11).

Iven yang digelar tiap tahun di kota yang terkenal dengan sebutan kota gurindam dan negeri pantun itu tentunya berdampak pada pariwisata dan usaha kecil dan menengah. Karena peserta yang mengikuti ajang bergengsi tersebut tidak hanya dari daerah Kepulauan Riau saja, tetapi juga dari daerah yang ada di Indonesia, bahkan juga luar negeri, seperti Ciko dan British.

Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) terjadi penurunan wisata yang berkunjung ke kota yang terkenal dengan makanan otak-otaknya. Di bulan September terjadi penurunan sebesar 26,91 persen dibanding bulan Agustus. Diakui Tati, untuk meningkatkan kunjungan wisman dan domestik, wisata yang ada di Tanjungpinang perlu dikemas dengan baik.

''Wisata yang ada di Tanjungpinang perlu dipoles lagi dan dibuat program yang menarik untuk menarik minat wisata untuk berkunjung ke Tanjungpinang,'' urainya.

Untuk itu, diperlukan kesiapan yang matang bagi Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang untuk menyusun program yang menarik. Sehingga banyak wisata yang berdatangan ke kota Tanjungpinang. ''Bila isinya bagus, tetapi kemasan kurang menarik. Tentunya sama saja, tidak ada yang melirik. Karena itu wisata di Tanjungpinang juga harus dikemas semenarik mungkin,'' tandasnya.

11 Bulan, Lantamal Mengamankan 133 Kapal

0 comments

Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dikelilingi berbagai pulau sangat berdampak pada penyelundupan dan ilegal fishing. Apalagi letak geografis Kepri sangat berdekatan dengan negara luar, seperti dari Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam bisa menjadi salah satu faktor penyelundupan maupun ilegal fishing.

Dari data Lantamal IV dari bulan Januari hingga Oktober sebanyak 133 kapal yang dilakukan proses sesuai dengan hukum yang berlaku. Karena pelanggaran yang terjadi selama satu setengah semester terdiri dari pelanggaran kapal ilegal fishing kapal ikan asing, kapal ikan Indonesia, kapal barang atau klontong, cargo, TKI (tenaga kerja Indonesia), dan sebagainya.

Demikian disampaikan, Brigadir Jeneral TNI, Lukman Sofyan, Danlamtal IV Tanjungpinang, kemarin. Menurut Lukman, di Kepulauan Riau yang paling rawan penyelundupan terhadap barang-barang elektronik berada di wilayah Batam, Natuna, Karimun, dan Tarempa. Karena letak geografisnya sangat dekat dengan negara tetangga.

''Kami diminta untuk memperketat pengawasan di daerah-daerah rawan yang ada di wilayah Lantamal IV. Wilayah Lantamal IV tidak hanya di Kepri saja, tetapi hingga Kalimantan Barat,'' urainya.

Katanya, untuk diwilayah Kepri, titik yang perlu ditingkatkan pengawasan berada di Natuna, Batam, Karimun dan Tarempa. Karena wilayah tersebut yang paling sering terjadi penyelundupan hingga ilegal fishing untuk wilayah Ranai dan Natuna.

''Untuk ilegal fishing kebanyakan dari nelayan Vietnam dan Thailand yang paling banyak ketangkap saat mengambil ikan diperairan Kepri,'' terangnya.

Untuk patroli di lokasi rawan perbatasan dan juga lokasi yang paling banyak dijadikan ilegal fishing pengamannya di perketat. Karena daerah tersebut merupakan daerah yang dekat dengan negara Vietnam. Dari hasil data pengamanan kapal yang dilakukan Lantamal IV sejak Januari hingga Oktober telah berhasil mengamankan 86 untuk ilegal fishing yang berasal dari luar. Sedangkan untuk di kapal ikan Indonesia sebanyak 10.

''Sejauh ini untuk ilegal fishing kami telah mengamankan 96 kapal baik kapal Indonesia maupun luar negeri yang melakukan pelanggaran memancing,'' tegsnya,

Untuk pengamanan laut, Lantamal IV bekerjasama dengan intansi yang lain. Selain mengamankan perairan laut, tugas aparat Lantamal juga mengamankan pulau. Apalagi Kepri 85 persen merupakan lautan. Sistem pengamanan laut yang digunakan Lantamal IV menggunakan sistem standby close. ''Intel-intel tetap akan mengontrol perairan yang merupakan titik rawan dan untuk mengawasi laut Lantamal tidak bisa bekerja sendiri butuh kerjasama juga dari lapisan masyarakat,'' tandasnya.

Ngaku Polisi, Dua Redifis Malak

0 comments

Jajaran kepolisian Tanjungpinang Timur mengamakan dua pemuda karena melakukan pemerasan terhadap sekelompok anak muda, Kamis (13/11) lalu, sekitar pukul 22.00 WIB yang sedang nongkrong di area terminal Bintan Centre. Dua pemuda yang berna,a Sepius (22) dan Sugeng (20) meminta uang kepada pemuda yang sedang ngobrol mengatasnamakan keluarga anggota polisi untuk beli minuman.

Menurut Kapolsekta Tanjungpinang Timur, AKP Dunya Harun, Minggu kemarin, Sepius dan Sugeng ternyata mereka residifis karena menggunakan narkoba dan melakukan aksi penjambretan.

''Mereka kami amankan saat sedang nongkrong di Batu 7. Kami mengamankan mereka setelah mendapat laporan bahwa mereka melakukan pemerasan,'' ujarnya.

Dunya menjelaskan, pada saat malam kejadian itu, tersangka Sepius mendatangi empat pemuda yang sedang nongkrong di areal Terminal Bintan Centre. Dia minta minuman. Para pemuda yang diantaranya bernama Hendra (17) dan Kamarudin (18) mengatakan tidak ada.

Mendengar penuturan tersebut, Sepius emosi. Kamarudin yang berada dekat dengannya langsung ditampar. Kamarudin lari. Tiga pemuda yang ditinggal digertak. Sepius lalu menanyakan siapa diantara mereka yang memiliki ponsel. Pemuda yang masih berada di tempat itu diam saja. Membuat Sepius lebih garang lagi. ''Kalau kugeledah ada, saya bunuh kalian,'' ujar Dunya menirukan Sapius.

Ternyata salah satu diantara tiga pemuda itu, yang bernama Hendra memiliki ponsel dengan merek Nokia 1210. Saat menemukan ponsel dikantong Hendra, Sepius semakin marah dan mengiring tiga pemuda itu yang katanya hendak dibawa ke kantot polisi, Polekta Tanjungpinang Timur yang tidak jauh dari lokasi.

''Kalian salah. Periksa dulu. Abang saya polisi," ungkap Sepius saat itu. Setelah itu, Ia berpura-pura menghubungi orang yang katanya polisi itu. Tidak lama kemudian, datang Sugeng. Dia teman Sepius. Sugeng yang mengendarai sepeda motor, membonceng Sepius dan langsung kabur.

Saat melihat kejadian itu, ada seorang petugas sekuriti yang menyaksikan kejadian itu dan langsung mengejar mereka. Namun usahanya tidak dapat hasil. Sepius dan Sugeng telah berhasil kabur. Kedua pemuda tersebut kaburnya tidak lama. Sebab, setelah menerima laporan, polisi menangkap keduanya ketika sedang nongkrong di Batu 7.

''Atas ulah mereka, mereka kami kenakan pasal 365 KUHP. Pencurian dengan kekerasan," tandas Dunya.

Menurut pengakuan Sepius, ulahnya hanya iseng saja. ''Kami hanya iseng buat cari tambahan minum. Dua botol kurang,'' tukasnya sambil tertunduk.

Woman World | Dunia Wanita Masa Kini | Sehat dan Harmonis