KTP Gratis hingga Pengobatan Massal

0 comments

Hari Jadi Pemko Tanjungpinang ke 225

Serangkaian kegiatan digelar Pemerintah Kota Tanjungpinang dipusatkan di Kecamatan Barat Kota Tanjungpinang sampena hari jadi Kota Tanjungpinang yang ke 225. Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar kegiatan mulai dari pembuatan KTP gratis hingga pengobatan massal.
''Masyarakat kota Tanjungpinang hendaknya memanfaatkan serangkaian kegiatan yang kami gelar, karena dalam setahun kota Tanjungpinang merayakan dua kali ulangtahun yakni ulangtahun hari jadi Pemerintah Kota Tanjungpinang sebagai daerah otonomi sendiri dan hari jadi kota Tanjungpinang,'' ujar Suryatati A Manan, Wali Kota Tanjungpinang, kemarin, saat meninjau langsung ke lapangan.

Sejak pukul 08.00 WIB, kecamatan Barat sudah diserbu warga untuk mendapatkan KTP gratis dan pengobatan massal yang sudah disiapkan ruangannya tersendiri. Pada kesempatan itu juga, beberapa masyarakat mengadukan beberapa kesulitan dalam pengurusan proses pembuatan KTP.

Masyarakat yang mau mendapatkan KTP gratis mengambil nomor urut dan akan dipanggil sesuai dengan nomor urut dengan membawa berkas yang lengkap. Selain pembuatan KTP gratis yang banyak diminati warga, pengobatan gratis juga banyak dipadati warga kota Tanjungpinang.

Terbukti ruangan kerja yang disulap sebagai ruangan pengobatan gratis banyak diserbu warga. Walaupun masih pagi, sudah ada puluhan warga yang menunggu giliran untuk mendapatkan pengobatan gratis. Bahkan kegiatan sunat massal yang tidak direncanakan tim medis Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang yang terdiri dari dua dokter dan puluhan dari tim Dinas Kesehatan serta paramedis puskesmas turut membantu pengobatan massal dan sunat massal.

Menurut dr Eka Hanasariyanto, Kepala Dinas Kesehatan kota Tanjungpinang, pengobatan massa ini berlangsung satu hari. ''Kami sudah mempersiapkan segala keperluan bagi warga yang berobat disini. Kalau sakit ringan akan kami obati, sedangkan kalau sakit parah akan kami rujuk ke rumah sakit,'' ungkapnya.

Eka menegaskan, pihaknya siap menangani tiga ratus warga yang datang berobat sampena hari jadi kota Tanjungpinang.

Pelaksanaan KTP hingga pengobatan massal berakhir hingga pukul 13.00 WIB. Khusus untuk KTP diberikan gratis selama bulan Januari. Khusus Selasa (6/1) sebanyak 57 warga yang mengurus KTP SIAK gratis, sedangkan pengurusan Kartu Kuning sebanyak 21 orang, pemeriksaan darah sebanyak 97 orang, khitanan sebanyak 2 orang dan pengobatan massal sebanyak 178 orang.

Sedangkan puncak acara hari jadi kota Tanjungpinang akan dirayakan Sabtu (11/1) mendatang dengan upacara serta doa bersama.

Bendera Parpol Dipasang di Ocean Corner

0 comments

Pemerintah Kota Tanjungpinang bekerjasama dengan KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Tanjungpinang dan Pengawas Pemilu (Pawaslu) akhirnya menerapkan peraturan mengenai pemasangan atribut partai dalam menyemarakan Pemilihan Umum 2009 ini.

Ketua KPU Kota Tanjungpinang, Hamid Ali dalam sambutannya, kemarin, menuturkan pemasangan bendera di delapan titik yang diterapkan ini untuk menanamkan rasa kebersamaan dalam penyelenggaran pemilu untuk semua partai politik yang ikut berkampanye di kota Tanjungpinang.

''Sehingga semua parpol yang berkampanye di kota Tanjungpinang sama-sama mendapatkan kesempatan untuk memasangkan atribut bendara parpolnya dilokasi yang sudah ditetapkan,'' urainya.

Lokasi pemasangan atribut parpol khususnya bendara dipusatkan di delapan titik antara lain, ocean corner, bintan centre, batu hitam, simpang senggarang, simpang batu enam, dan bandara. Selain dari lokasi yang sudah ditetapkan, bendara parpol dilarang dipasang dilokasi yang bukan pada tempatnya.

''Ini untuk menjaga agar kota Tanjungpinang tetap rapi dan tetap menyemarakan suasana pemilu yang berlangsung dengan tetap menjaga tata kota Tanjungpinang,'' tukasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan mengajak masyarakat untuk turut mensukseskan pemilu yang berlangsung dengan memberikan hak suaranya kepada calon yang sesuai dengan keinginan masyarakat.

''Mari kita sukseskan pemilu dengan aman dan tertib dan memberikan suara untuk memajukan bangsa kedepan,'' ungkapnya.

Usai pemasangan bendara yang dilakukan secara simbolis bersama-sama Wali Kota Tanjungpinang bersama perwakilan partai politik. Suryatati menuturkan, lokasi ini diberikan untuk tetap memberikan kesempatan kepada partai politik untuk memasang bendera dan juga sebagai bisa menghemat anggaran. Karena tidak perlu memasang bendara berjejer terlalu banyak.

''Ini merupakan kesepakatan bersama yang dibuat dan diharapkan kesepakatan ini menjadi bagian yang harus dilaksanakan. Karena dalam pemilu juga memiliki etika sendiri,'' tandasnya.

Nembak Tupai, Peluru Nyasar ke Ibu RT

1 comments

Niat Abdul Rahim (34) menembak tupai di lokasi mess PT Corindo dengan menggunakan senapan angin merek Canon harus berakhir di bui Mapolsek Bintan Timur, Sabtu (3/1). Pasalnya, tembakan yang diperkirakan akan mengenai tupai malah nyasar ke tubuh Tunikah (32) yang merupakan ibu RT.

Menurut Kapolsek Bintan Timur, AKP Hanny Hidayat SK, melalui Bripka Sunarto, Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Minggu (4/1), pelaku berniat menembak burung di lokasi PT Corindo, tetapi pada saat mencari burung, ia melihat tupai.

''Tupai yang berjarak 30 meter dari tempatnya berdiri itu pun segera dibidiknya dengan menggunakan senapan angin, tetapi peluru itu malah meleset dari sasarannya,'' terang Sunarto melalui ponsel.

Tidak lama kemudian, setelah melesatkan peluru angin, terdengar suara orang ramai dari lokasi tempat dia melepaskan pelurunya. Ternyata ada orang yang tertembak. Pelaku pun terkejut saat mendatangi tempat. Peluru yang seharusnya untuk tupai malah nyasar ke tubuh bagian dada atas korban. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB

''Korban segera dibawa ke puskesmas tetapi karena peluru menyasar ke tubuh korban, korban dirujuk ke rumah sakit angkatan laut,'' ujarnya.

Namun, pihak rumah sakit angkatan laut tidak bisa mengobati pasien yang pada bagian kanan tubuhnya bersarang peluru dari senapan angin itu pun segera dirujuk ke rumah sakit di Jakarta. ''Hari ini (Minggu, red) korban dirujuk ke rumah sakit di Jakarta karena peralatan disini masih belum memadai,'' ungkapnya.

Sedangkan pelaku sendiri, lanjutnya, diamankan di Mapolsek Bintan Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku diamankan beserta barang bukti berupa satu unit senapan angin. Saat ini pelaku berada dibalik sel Mapolsek Bintan Timur.

Jelang Malam Tahun Baru Lima Pejudi Diamankan

0 comments

Polisi Resort Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) mengamankan lima pelaku yang sedang bermain judi di atas kapal Perintis Pelabuhan domestik Sri Bintan Pura menuju Kalimantan Barat. Pelaku berhasil diamankan pada saat petugas KPPP sedang melakukan patroli. Pada saat itu petugas melihat Budi (28), Ridwan alias Duan (26), Lito (40), Manden alias Ujang (25) dan Karnain (39) sedang bermain judi song, sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis (1/1) diatas kapal.

Menurut AKP Aris Rusdiyanto, Kapolsek KP3 Tanjungpinang, Jumat (2/1), pelaku diamankan dikarenakan ketahuan sedang bermain kartu sambil taruhan uang.

''Kapal Perintis itu niatnya mau bertolak dari Tanjungpinang ke Kalimatan Barat. Untuk mengusir suntuk, kelima pelaku ini bermain kartu song dengan taruhan uang,'' ungkapnya.

Barang bukti yang diamankan berupa 108 lembar kartu remi jenis kartu gold fish dan juga yang sebesar Rp283 ribu. Karena perbuatannya kelima pelaku tidak jadi berangkat ke Kalimantan Barat, tetapi diamankan di markas besar KP3. Dikenakan Pasal 303 bis ayat 1 ke 2 K.U.H tentang tindakan perjudian, dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun.

''Saya berniat pulang ke kampung, sudah lama saya tidak pulang,'' ujar Budi, salah seorang pelaku judi. Diakuinya, dirinya tidak mengenal teman yang dijadikan main judi. ''Saya diajak dan iseng-iseng untuk mengusir jenuh saat mau pulang ke kampung,'' tututnya sambil tertunduk.

Hal senada juga diungkapkan Lito. ''Saya ke Kalimantan mau bekerja. Karena saya berasal dari Selat Panjang, saya baru pertama kali ini bermain judi. Taruhannya hanya Rp3000. Saya tidak menyangka akan menjadi seperti itu,'' ujarnya sambil tertunduk.

Diakuinya, kartu itu milik Ridwan dan dirinya diajak ikut bergabung bermain remi, daripada suntuk di dalam kapal. Dirinya ikut-ikutan bergabung dan bermain 1,2,3.

Kini kelima pelaku harus menelan keinginannya untuk balik kampung maupun mencari pekerjaan. Karena mereka harus mempertanggungjawaban perbuatannya, karena bermain kartu dengan menggunakan uang.

Lakalantas Tahun 2008 Meningkat

0 comments

70 Persen Tidak Memiliki SIM

Kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2008 mengalami peningkatan dibanding tahun 2007 di kota Tanjungpinang. Naiknya jumlah lakalantas diakibatkan beberapa faktor yang menunjang terjadinya kecelakaan, seperti faktor sarana dan infrastruktur jalan yang rusak, perbaikan pipa PDAM yang tidak dikembalikan ke posisi semula, dan human eror.

Demikian disampaikan Kasat Lantas Polres kota Tanjungang, AKP Hilman Wijaya, Jumat (2/1) di ruang kantornya. ''Jumlah kecelakaan selama periode tahun 2008 sebanyak 41 kejadian, sedangkan ditahun 2007 hanya 35 kejadian,'' ujarnya.

Dari data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kota Tanjungpinang bila dibandingkan tahun 2007 dengan 2008 mengalami peningkatan baik korban maupun pelaku yang meninggal dunia, luka ringan hingga luka berat akibat terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Tahun 2007 yang meninggal dunia akibat lakalantas sebanyak 29 orang, luka berat sebanyak 17 orang dan luka ringan sebanyak 17 orang. Sedangkan di tahun 2008 yang meninggal dunia sebanyak 30 orang dan yang luka berat sebanyak 25 orang dan luka ringan akibat kecelakaan sebanyak 35 orang.

''Akibat kecelakaan sepanjang tahun 2008 mengalami kerugian sebanyak Rp46.852.000 sedangkan ditahun 2007 hanya Rp30.500.000,'' tuturnya.

Diakuinya, jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat dikarenakan banyaknya kendaraan roda dua dan banyaknya pengendara yang tidak memiliki SIM membawa kendaraan di jalan besar.

''Sebanyak 70 persen pelaku maupun korban kecelakaan tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) dan kebanyakan merupakan usia dini,'' ungkapnya.

Hilman menghimbau kepada orangtua agar tidak mengizinkan anak-anaknya membawa kendaraan ke sekolah ataupun keluar sebelum usianya mencukupi membawa kendaraan, dikarenakan penyabab meningkatkan angka kecelakaan dikarenakan pengendara merupakan usia dini.

Disamping itu untuk pengurusan SIM sendiri mengalami peningkatan dibanding tahun 2007. Ditahun 2007 yang mengurus SIM berjumlah 16.641 orang, sedangkan di tahun 2008 yang mengurus SIM sebanyak 18.362 orang. Kebanyakan SIM yang diurus merupakan SIM C dan SIM A.

''Adanya alat driving simulation ini memudahkan orang yang mengurus SIM. Sehingga jumlah peminat pembuatan SIM meningkat,'' ujarnya.

Lanjutnya, pihaknya akan terus mengupayakan masyarakat memiliki SIM dengan cara memasang spanduk dan juga mendatangi sekolah-sekolah dimana pelajarnya sudah cukup umur untuk memiliki SIM.

Sedangkan untuk kendaraan roda dua di tahun 2008 mengalami penurunan dibanding tahun 2007. Jumlah tersebut terbalik dengan jumlah kendaraan roda empat. Sebanyak 12.752 kendaraan roda dua di kota Tanjungpinang, sedangkan di tahun 2008 hanya berjumlah 12.422. Sedangkan untuk roda empat di tahun 2007 hanya 429 kendaraan, di tahun 2008 yang memiliki kendaran roda empat sebanyak 926.

''Kami harap pengendara dalam membawa kendaraannya memperhatikan lalu lintas dan menggunakan pengaman yang standar untuk menghindari kecelakaan,'' tandasnya.

Bawa 5 TKI Ilegal, Calo TKI Diamankan

0 comments

Kembali lagi jajaran Polisi Resort Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) mengamankan Ali Yasin (58) yang diduga merupakan calo TKI dan hendak membawa lima TKI ke Malaysia tanpa menggunakan dokumen resmi, Selasa (23/12).

''Pelaku kami amankan selasa (23/12) sekitar pukul 05.30 di pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura karena membawa lima TKI tanpa menggunakan dokumen resmi,'' ujar AKP Aris Rusdiyanto, Kapolsek KP3 Tanjungpinang, Jumat (2/1).

Menurutnya, dua orang petugas KP3 saat sedang bertugas mencurigai pelaku dan lima orang yang bersamanya. Begitu diperiksa ternyata calon TKI yang dicurigai tidak bisa menunjukan dokumen yang lengkap.

Kelima calon TKI tanpa menunjukan dokumen sah yakni Erlistiaroh, Nanin Ida Prihatin, Niwati, Muhammad Hasan, dan Mohammad Rudi.

''Mereka mengaku yang yang mengurusin semuanya adalah Ali Yasin, karena itu Ali dan kelima calon TKI itu segera kami amankan,'' ungkapnya.

Sementara itu, Ali Yasin, tersangka calo TKI mengaku hanya menolong mereka untuk membelikan tiket dari Tanjungpinang ke Malaysia.

''Saya ketemu mereka di Surabaya dan saya menolong mereka. Karena katanya mereka ada yang mau menengok suaminya bekerja di Malasyia, menjenguk keluarganya di sana,'' ujar pria yang berdomisili di Kijang.

Yasin menolak dikatakan sebagai calo TKI. ''Saya hanya membantu membelikan tiket,'' tuturnya sambil tertunduk.

Diakuinya, dirinya mengambil untung sedikit dari harga tiket yang dibelinya. ''Saya cuma minta per orang Rp1 juta untuk biaya tiket dan fiskal Rp500 ribu. Saya tidak mencarikan mereka kerja di sana hanya menolong membelikan tiket,'' tandasnya.

Atas perbuatan pelaku, polisi mengenakan Pasal 102 ayat 1 huruf a Junto Pasal 103 UU No 39 dengan ancaman penjara hingga 15 tahun dan denda Rp500 juta.

Stres Kambuh, Anak Tikam Ibu Kandung

0 comments

Sudah Lima Tahun Tunjukan Prilaku Tak Wajar

Warga perumahan Tokojo, Kijang dikejutkan dengan aksi sadis pembunuhan. Dimana pelaku pembunuhan merupakan anak korban sendiri, Akuang alias Maman (26). Sedangkan korban Tawamoi (70) ditemukan dalam keadaan tubuh berlumur darah akibat tusukan pisau dapur, Rabu (31/12) sekitar pukul 21.30 WIB.

Menurut Kapolsek Bintan Timur, AKP Hanny Hidayat SK, melalui Bripka Sunarto, Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Jumat (2/1), rumah korban terjadi keributan, mendengar keributan antara Maman dengan Tawamoi itu tetangga korban melaporkan ke abang Maman yang lokasi rumahnya tidak terlalu jauh.

''Saat tiba ke rumah ibunya, Tek Ian (52) terkejut saat melihat darah berceceran di lantai, diikuti darahnya hingga sampai ke kamar mandi,'' ujarnya.

Di kamar mandi, Tek Ian melihat tubuh ibunya yang sudah tua renta itu berada di dalam bak yang tidak berisi air. Sedangkan di bak satunya yang berisi air, Maman berdiam disana dan berendam. Tanpa bergerak. Langsung saja, Tek Ian bersama warga membawa korban ke puskesmas terdekat.

''Kata dokter di puskesmas, korban sudah meninggal dua jam sebelumnya. Sedangkan tubuh korban baru ditemukan jam 21.30,'' terangnya saat dihubungi Batam News.

Sunarto melanjutkan, korban diduga tewas diakibatkan tusukan di punggung kirinya nembus hingga paru-paru.

Saat ini pelaku diamankan di Mapolsek Bintan Timur, pelaku ditaruh di sel tersendiri, terpisah dari kawanan narapidana lainnya.

''Pelaku diduga penyakitnya kambuh lagi, sehingga melakukan itu. Menurut keterangan keluarga pelaku sendiri, pelaku sudah menunjukan sikap-sikap yang tidak normal sejak lima tahun lalu dan kalau kambuh sering mengamuk dan teriak-teriak,'' ujarnya.

Bahkan pelaku juga sering berobat ke Malaysia namun tidak sembuh-sembuh. Prilaku tidak normal, lanjutnya, menurut keterangan keluarga dan warga dikarenakan pelaku pernah kesambet di kebun di Kijang sehingga bertingkah ganjil sejak kejadian itu.

''Besok (hari ini, red) pelaku akan kami bawa ke piskiater Tanjungpinang untuk diperiksa kejiwaannya. Kalau memang terbukti sakit jiwa akan dikirim ke rumah sakit jiwa di Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan kalau waras akan dihukum sesuai dengan proses yang berlaku,'' tandasnya.

Woman World | Dunia Wanita Masa Kini | Sehat dan Harmonis