Dicabuli, Pinky Cerita ke Ortu

0 comments

Pinky (15) tidak pulang ke rumah semalam, rupanya gadis belia tersebut menginap di wisma Santi di potong lembu, Tanjungpinang. Selama berada di wisma di kamar 206, Pinky dicabulin oleh dua orang kawannya sebanyak dua kali. Masing-masing pelaku bersetubuh dengan Pinky sebanyak dua kali.

Pertama kali perbuatan cabul tersebut dilakukan Maiko dan kemudian Suhendra di kamar yang sama. Maiko yang pertama kali memaksa Pinky untuk melakukan persetubuhan. Setelah berhasil meregut keperawanan Pinky, bahkan dua kali melakukannya. Maiko pun langsung mengubungi Suhendra untuk masuk ke dalam kamar melalui ponsel.

Hal tersebut diakui Suhendra, setelah menerima SMS tersebut. Suhendra pun masuk ke dalam kamar. Di kamar yang sama, Pinky terpaksa melayani Suhendra, kawan pria yang baru dikenalnya dua hari lalu. Kejadian itu pun dilaporkan ke orangtua Pinky.

''Menurut orangtua Pinky, anaknya sedikit mengalami gangguan mental. Korban pulang pagi dan ditanya orangtuanya kemana saja dia semalam, korban mengaku kalau diperkosa,'' ujar Kapolresta Tanjungpinang, AKBP Yusri Yunus melalui Kapolsek Tanjungpinang Barat, AKP H Amin, kemarin.

Tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu. Amin menuturkan, orangtuanya lantas malamnya melaporkan kejadian itu di Polsek Barat.

''Kami terima laporan dari orangtua korban dan langsung menjemput kedua pelaku di rumahnya yang berada di Jalan Tugu Pahlawan dan di Jalan Kamboja,'' ungkapnya.

Saat diamankan kedua pelaku sedang berada di rumah dan tidak melakukan perlawanan saat ditangkap. Kini kedua remaja tersebut berada di dalam sel penjara Polsek Barat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada korban.

Gadis Remaja Digilir Dua Pemuda di Kamar Hotel

0 comments

Seorang remaja putri, sebut saja Pinky (15) kehilangan keperawanannya setelah digilir dua orang pemuda yang baru dikenalnya dua hari yang lalu, di kamar 206 di Wisma Santi, Tanjungpinang. Kejadiannya berlangsung Jumat (29/5) malam, sekitar pukul 23.30 WIB.

Menurut Kapolsek Tanjungpinang Barat, AKP H Amin, Senin (1/6), orangtua korban melaporkan kejadiannya semalam, kita langsung mengamankan kedua pelaku di rumah mereka masing-masing.

''Kejadiannya di hotel, saat itu korban dan kawannya sedang berada di depan swalayan Top 100 di jalan Tugu Pahlawan, lalu kawan korban menelepon pacarnya, Eko. Tak lama kemudian Eko datang bersama kawannya,'' tuturnya.

Lalu, mereka pun langsung menuju Wisma Santi, Jalan Jawa, Tanjungpinang. Di sana, Eko menyuruh Maiko untuk menyewa kamar. Dapatlan kamar Wisma di 206. Mereka berempat dan juga korban masuk ke dalam kamar. Selang tak berapa lama di kamar wisma. Orangtua kawannya Pinky, sebut saja Violet menelepon.

''Mendapat telepon dari orangtuanya, teman korban pulang diantar pacarnya, Eko. Tinggal lah, korban bersama dua orang kawan yang baru dikenalnya. Disitulah kehormatan korban diregut pertama kali oleh Maiko,'' tuturnya.

Menurut Amin, setelah Suhendra melakukan hubungan intim dua kali bersama korban, lalu giliran Suhendra yang melakukannya di kamar hotel itu.

Sementara itu, Maiko (19), tersangka, menuturkan, dirinya baru mengenal Pinky dari kawannya. ''Waktu itu kamar memang lagi sepi, makanya saya merayu dia untuk melakukan hubungan intim, tetapi di tolaknya,'' ungkapnya.

Penolakan Pinky tidak membuat nyali Maiko surut. Ia malah mengeluarkan jurus-jurus mautnya agar gadis belia yang baru dikenalnya itu mau melakukan hubungan suami-istri. ''Tujuan saya hanya untuk melampiaskan nafsu saja, saya bilang sama dia tidak apa-apa, tidak akan ketahuan kawannya, Violet,'' ujarnya mengulang perkataannya sewaktu di kamar wisma itu.

Diakuinya, dirinya lah yang pertama kali membuka baju Pinky dan juga celana yang dikenakannya.

Korban pada saat itu, terus mendorong pelaku. Namun, akhirnya tak kuasa untuk melawan. Setelah puas menyalurkan nafsu birahinya. Pelaku keluar, dan tak lama kemudian, Suhendra masuk ke dalam. Berdasarkan keterangan Suhendra kepada polisi, mereka baru mengenal dua hari dan sudah pacaran. ''Saya sudah pacaran dengan Pinky dua hari, saya membujuk dia melakukan hubungan badan, pertama saya ciumin dia mulai dari pipi, bibir, leher dan payudaranya,'' ucapnya sambil tertunduk.

Setelah sang perempuan terlena, ia pun kembali membujuk korban agar mau berhubungan. ''Dia menolak, saya bujuk, kamu sayang nggak sama saya, kita kan pacaran. Lalu, dia mau melakukan hubungan itu, saya yang membuka celananya baru membuka baju saya sendiri. Dia tidak ada melawan saat kami melakukan hubungan itu,'' ungkapnya.

Diakui Suhendra, mereka melakukannya dua kali, jarak melakukan hubungan badan dengan Pinky berkisar satu jam.

Karena harus melayani dua pria sekaligus, tubuh Pinky pun lemas. Suhendra yang masih ingin melakukan hubungan intim itu pun menunggu kondisi Pinky agak baikan. ''Setelah dia membersihkan badan, baru kita melakukannya lagi,'' tuturnya.

Menurut Suhendra, saat itu pertama kali yang melakukannya adalah Maiko. ''Sehabis menyewa kamar, saya pulang dulu ke rumah. Tidak lama kemudian, Maiko SMS dan saya datang ke hotel. Katanya, giliran saya,'' ungkapnya.

Atas perbuatannya tersebut, kedua pelaku yang masih remaja ini dikenakan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2003 dengan ancaman 15 tahun penjara.

Polisi Amankan 6 Ton Kayu

0 comments

Patroli satuan polisi Polresta Tanjungpinang mengamankan pompong yang berisikan kayu olahan dari berbagai jenis Jumat (29/5) lalu. Kayu yang diamankan itu berjumlah kurang lebih 6 ton, tanpa disertai dokumen.

Petugas mengamankan kapal tanpa nama saat kapal yang terbuat dari kayu itu berhenti di perairan Dompak Dalam. Sekitar pukul 10.00 WIB, petugas yang sedang patroli yang dipimpin Briptu Zulkifli merasa curiga saat melihat kapal yang berhenti di tengah laut.

Mereka langsung mendekati kapal yang saat itu sedang bongkar mesin karena mengalami kerusakan. Lalu, petugas memastikan muatan yang dibawa pompong ternyata berupa kayu olahan. Diduga kayu itu dibawa dari Lingga.

Polisi pun menanyakan dokumen kayu yang dibawa itu. Namun, Nahkoda kapal, Selamet menuturkan, tidak memiliki dokumen dan mengakui kayu tersebut dibawa dari Lingga. Dikarenakan tidak memiliki dokumen, polisi mengamankan kapal beserta isinya di Pantai Marina.

Sementara itu, Kapolresta Tanjungpinang, AKBP Yusri Yunus menuturkan, kasus ini masih diperiksa lebih lanjut. ''Kita masih melakukan proses pemeriksaan, karena belum ada keterangan dari saksi terkait kayu olahan ini,'' tukasnya

Syahrial : Pemanjangan Pipa Enam Meter

0 comments

Waduk Sei Pulai Krisis

Kekeringan yang terjadi di Indonesia, termasuk di Kota Tanjungpinang sangat berdampak pada satu-satunya waduk persedian air bersih di Pulau Bintan yakni waduk Sei Pulai. Menurut Humas PDAM Tirta Janggi, Syahrial, Minggu (31/5), kondisi waduk sei pulai saat ini 3,75 sentimeter atau dalam kondisi krisis air.

''Kita sudah melakukan berbagai cara untuk air tetap bisa mengalir dengan melakukan pemanjangan pipa intek sepanjang enam meter dan juga sudah melakukan penggalian pada pinggir waduk Sei Pulai,'' ujarnya.

Diakui Syahrial, bila cuaca terus-terusan kemarau dan tidak ada hujan, persedian air bersih di waduk sei Pulai hanya bisa bertahan tiga hingga empat bulan ke depan.

Saat ini pipa produksi hampir tidak semuanya bisa dioperasikan, bahkan agar air bisa masuk ke saluran pipa produksi. Pada bagian pinggir waduk di keruk agar air bisa mengalir ke pipa produksi. Tidak hanya itu saja, bahkan pihak PDAM menambah panjang pipa produksi agar bisa berada di tengah waduk hingga enam meter pipa disambungkan.

''Kalau sudah tidak ada alternatif lain dan musim kemarau tidak juga berakhir, persediaan air akan semakin menipis,'' ucapnya.

Diakuinya, kekeringan waduk sei Pulai ini disebabkan dua faktor yang jelas-jelas nyata yakni faktor cuaca musik kemarau dan rusaknya daerah hutan lindung atau daerah resapan air di waduk sei Pulai.

''Berdasarkan rapat dengan Dinas Kehutanan lima puluh persen daerah resapan air di sei pulai terganggu. Sebaiknya kita semua bekerjasama mengatasi persoalan ini, baik masyarakat maupun pemerintah mari kita jaga kelestarian hutan lindung,'' tukasnya.

Waduk Sei Pulai Kering, Pemko Bakal Tanam Pohon

0 comments

Cuaca terik yang terjadi di Kota Tanjungpinang dan di daerah lainnya membuat waduk Sei Pulai yang berlokasi di kilometer 14, Tanjungpinang mengalami penyusutan. Waduk Sei Pulai merupakan salah satu sumber kebutuhan air bersih untuk di Kota Tanjungpinang maupun di Kabupaten Bintan. Pasalnya, letak waduk Sei Pulai berada di tengah-tengah perbatasan antara Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.

Menurut Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan, beberapa waktu lalu, penanggulangan menyusutnya sumber air di waduk Sei Pulai merupakan tanggung jawab semua pihak, baik Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, maupun Provinsi Kepri dan juga warga masyarakat.

''Dalam waktu dekat ini kita akan melakukan penanaman pohon di kawasan lindung waduk Sei Pulai. Pelaksanaan pelindungan hutan lindung sungai Pulai merupakan tugas kita bersama,'' tuturnya.

Aset PDAM yang saat ini sedang dalam proses menjadi milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dari Kabupaten Bintan. Tatik, sapaan Suryatati A Manan berharap dengan diserahkannya pengelolaan PDAM ke Pemerintah Provinsi Kepri dapat dikelola dengan baik dan juga pelayanannya kedepan jadi lebih baik.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah menuturkan, persoalan waduk air di sei Pulau yang menyusut. Pemerintah akan berusaha agar air tidak berhenti mengalir.

''Kita akan minta mereka menggali air, sehingga air bisa masuk ke dalam dan dapat di proses,'' tuturnya.

Saat ini, waduk Sei Pulai pada bagian tengahnya sudah digali agar air yang ada di waduk Sei Pulai bisa diolah menjadi air bersih. Selain mencoba mengatasi persoalan keringnya waduk Sei Pulai. Ismeth menuturkan, akan mencari waduk baru dan sumber-sumber air, sehingga bisa menampung air di sungai Pulai sehingga kebutuhan air bersih masih bisa dinikmati masyarakat.

Tiga Kali Keliling, 13 Remaja Diamankan

0 comments

Polisi Kota Tanjungpinang Barat, Sabtu (30/5) melakukan operasi cipta damai di seputar wilayahnya dari Tugu Motivasi di sekitar swalayan Bintan 2000, Meja Tujuh, Tugu Pensil, Potong Lembu hingga Bukit Cermin. Operasi dilaksanakan dari pukul 22.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB.

''Operasi ini merupakan operasi cipta damai yang wajib dilaksanakan di setiap polsek untuk menjaga kemanan,'' ungkap Kapolsek Tanjungpinang Barat, AKP Amin, Minggu (31/5).

Diakuinya, saat melakukan operasi sampai tiga kali keliling lokasi hanya 13 orang yang diamankan, sebagian pada membubarkan diri dan ada yang lari, saat polisi datang di tempat mereka sedang asyik nongkrong.

13 orang yang berhasil diamankan dalam operasi cipta damai itu antara lain, HS (19), NA (21), DN (23), RN (22), RK (22), DZ (20),DN (17), DS (18), FB (23), JN (18), dan AS (18). Mereka diamankan dari lokasi yang berbeda yakni di bukit cermin, tugu motivasi, tugu pensil hingga meja tujuh.

''Kita mendata dan menyimpan foto mereka sebagai bukti bahwa mereka pernah terjaring. Kita juga memberikan peringatan kepada mereka yang terjaring agar tidak kembali melakukan perbuatan yang bisa saja meresahkan masyarakat dengan meminum minuman keras di pinggir jalan yang bisa menyebabkan kerusahan,'' urainya.

Minuman keras yang diamankan itu akan disita pihak kepolisian yang nantinya akan dihancurkan. '"Diantara tiga belas pemuda, ada sekitar lima yang masih belajar dan sebagaian adalah pengangguran dan juga pekerja,'' tutur Amin.

Tepi Laut, Jadi Tempat Rekreasi hingga Usaha

0 comments

Kurangnya tempat wisata keluarga dan tempat hiburan keluarga di kota Tanjungpinang, menjadikan tepi laut menjadi tempat wisata keluarga hingga pasangan muda-mudi untuk meluangkan waktu di sana. Tidak hanya itu saja, bagi warga pendatang rasanya tidak lengkap tanpa bersantai di tepi pantai.

Menurut Amin, warga Tugu Pahlawan yang ditemui di ocean corner, Sabtu (30/5), minimnya tempat hiburan dan juga rekreasi di kota Tanjungpinang menjadikan tepi laut salah satu alternatif untuk mengajak keluarga setiap akhir pekan bersantai.
''Kalau mau ke pantai trikora agak kejauhan, jadi tepi laut ini menjadi tempat hiburan keluarga. Disini juga banyak makanan yang bisa ditemui atau sekedar duduk-duduk bersantai sambil memandang laut ataupun melihat pemandangan,'' ungkapnya sambil menggendong putranya.
Melirik tepi laut di pagi hari hingga sore hari suasananya berbeda. Jika pagi hingga sore hari di sepanjang lokasi tersebut tentunya tidak akan menemukan para pedagang yang berjualan. Namun, sekitar pukul 17.00 WIB sudah ada beberapa pedagang yang menggelar dagangannya di sepanjang tepi laut dari deretan Melayu Square hingga Ocean Corner.
Berbagai dagangan digelar dalam bentuk gerobak mulai dari jagung bakar, ice cream, bakso, dan sebagainya. Pedagang asongan berlomba-lomba untuk meraup rezeki di tepi laut. Tidak hanya pedagang yang menggunakan gerobak, tetapi juga yang menggunakan keranjang menjajal rezeki untuk mendapat keuntungan dari puluhan warga Tanjungpinang maupun pendatang yang meluangkan waktu di tepi laut.
''Di sini kita bisa melihat laut sambil makan jagung bakar, murah meriah dan lokasinya tidak jauh dari rumah. Anak-anak juga tidak rewel karena diajak jalan-jalan,'' ungkap bapak dua anak itu.
Sementara itu, Johan, pelajar SLTA mengungkapkan, dirinya dan bersama beberapa kawannya sedang menghabiskan waktu di tepi laut bersantai sambil berbincang-bincang.
''Di sini beda kak dengan di tempat lain yang banyak tempat rekreasi dan mallnya. Di Tanjungpinang tepi laut ini memang sudah biasa dijadikan tempat hiburan dan bersantai baik remaja seperti kita hingga orangtua,'' tuturnya sambil tersenyum.
Suasana tepi laut setiap menjelang sore terlihat ramai oleh warga Tanjungpinang yang meluangkan waktu bersama keluarga, sendiri atau pun bersama kawan-kawan. Suasana pantai dan pemandangan menjadi ciri khas tepi laut untuk bersantai bersama sanak dan keluarga. Selain itu, juga dijadikan tempat untuk mengais rejeki dari banyaknya warga yang datang ke tepi laut.
''Saya memang sudah lama berjualan jagung bakar di sini. Walaupun banyak orang yang menjual jagung bakar, tetapi kita sudah memiliki langgan sendiri-sendiri,'' ujar salah seorang pedagang jagung bakar.
Diakuinya, dirinya biasa berjualan dari jam tujuh hingga jam 12 malam, khusus untuk malam minggu. Kalau hari biasa tidak menentu melihat situasi kalau ramai bisa sampai malam, kalau sepanjang malam sepi jam 22.00 WIB sudah menutup dagangannya.

Woman World | Dunia Wanita Masa Kini | Sehat dan Harmonis