Pembahasan Multiyears Harus Selesai Bulan Ini

1 comments

Sampai saat ini anggota DPRD Kota Tanjungpinang masih terus melakukan pembahasan terhadap Peraturan Daerah (Perda) terhadap program multiyears. Pembahasan ini terkait persoalan pandangan masing-masing fraksi terhadap proyek pembangunan multiyears.

Menurut anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Muhammad Arif, kemarin, dewan sudah beberapa kali melakukan pembahasan terkait program multiyears ini.

''Memang saat ini kita sedang membahas proyek multiyears dan kalau bisa harus sudah selesai bulan ini. Karena masih banyak pembahasan lain sebelum masuk ke pembahasan APBD-P,'' ujarnya.

Apalagi pembahasan yang dilakukan dewan tidak hanya multiyears melainkan juga melakukan pembahasan terkait KUA (Kebijakan Umum Anggaran) dan Plafon Perhitungan Anggaran Sementara (PPAS). Karena pembahasan KUA dan PPAS ini untuk membahas mengenai program pelaksanaan kerja untuk tahun 2011.

''Setelah itu baru bisa dilakukan pembahasan APBD-P. Kita saat ini juga sedang membuat ranperda perhitungan Pertanggung jawaban APBD 2009 yang sudah disampaikan walii kota. Setelah itu, baru bis amasuk ke KUA dan PPAS,'' katanya.

Arif berharap pembahasan ini harus segera dilaksanakan dan juga selesai dibahas. Sehingga pembahasan RAPBD 2011 dan juga APBD-P bisa tepat waktu.

Dengan adanya ketepatan waktu, maka program yang sudah direncanakan bisa berjalan sesuai dengan perencanaan. ''Untuk itu, kita masih terus melakukan pembahasan multiyears dan juga melakukan pembahasan lain. Sehingga pelaksanaan APBD-P dan APBD murni bisa segera selesai dibahas,'' tukasnya.

Apalagi sebelumnya, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Suparno menuturkan pembahasan APBD-P baru bisa dilakukan pembahasan setelah dewan selesai melakukan pembahasan multiyears. ''Karena pembahasan APBD-P ini juga ada hubungannya terhadap program multiyears,'' ucap Kader DPC PDIP Kota Tanjungpinang itu.

setiap hari daging diperiksa

5 comments

Saat ini permintaan daging di bulan Ramadan masih normal. Namun untuk peredaran daging terus dipantau oleh Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian Kehutanan dan Energi Kota Tanjungpinang. Untuk daging impor kota Tanjungpinang di pasok dari Lampung dan daerah sekitarnya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, Kehutanan dan Engeri Kota Tanjungpinang,
Soejarwoto, usai mengikuti upacara HUT RI ke 65 di kantor wali kota Tanjungpinang, kemarin. ''Selama ini peredaran daging terus kita awasi. Daging impor masuk melalui pelabuhan resmi dan sebelum masuk juga dilakukan pemeriksaan oleh karangterina,'' tuturnya.

Ditanya mengenai jumlah kebutuhan daging menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Soejarwoto mengaku tidak mengetahui jumlah kebutuhan daging menjelang Idul Fitri. ''Biasa saja, daging-daging sapi ini diimpor dari daerah Lampung dan setiap hari kita terus memantau peternakan sapi untuk dilakukan pemeriksaan terhadap sapi hingga pada saat dilakukan pemotongan,'' ungkapnya.

Hal itu untuk menghindari adanya penyakit terhadap sapi yang akan dipotong. Sebelum sapi di potong, sapi akan diperiksa untuk mengetahui kondisi sapi tersebut agar tidak ada penyakit kuku dan sebagainya. Disinggung mengenai peredaran daging ilegal atau gelonggong. Soejarwoto menuturkan sangat mudah membedakannya.

''Dari segi warna saja sudah bisa dibedakan. daging segar dagingnya berwarna merah terang dan lemaknya berwarna kekuningan.Tekstur dagingnya kenyal dan biasanya daging sapi asli dijual dengan cara digantung,'' ujarnya.

Ia menambahkan jika daging sapi gelonggong warna dagingnya berwarna pucat. Teksturnya lembek dan cepat busuk.Kadar airnya sangat banyak. Jika dagingnya ditekan akan mengeluarkan air. Pada saat dijual dengan cara digeletakkan di atas meja atau tidak digantung.

Selain itu daging gelonggong jika direbus, daging sapi gelonggong akan menyusut lebih banyak daripada daging sapi asli. ''Setiap tempat penampungan sapi selalu memiliki sertifikat halal. Untuk peternakan sapi juga setiap hari kita kontrol mulai dari sapinya hingga pada saat pemotongannya,'' ungkapnya.

Aktifkan Kembali Pos Kamling

0 comments

Tingkat kejahatan menjelang Ramadan tentunya akan meningkat. Untuk menghindari kejahatan yang ada di lingkungan masyarakat. Badan Kesbang Linmas dan Pembangunan Masyarakat Kota meminta agar setiap daerah kembali mengaktifkan pos kamling.

''Aktifkan kembali pos kamling untuk menghindari kejahatan, seperti pencurian dan sebagainya. Karena biasanya menjelang Ramadan biasanya kriminalitas meningkat,'' ujar Kepala Badan Kesbang Linmas dan Pembangunan Masyarakat Kota Tanjungpinang, M. Juramadi Esram, kemarin.

Ia menghimbau kepada masyarakat jika berpergian dan rumah ditingal semua untuk menitipkan kepada tetangga atau pak RT agar sewaktu-waktu dipantau.

Hal itu untuk mengurangi kesempatan bagi orang yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan pencurian. ''Karena itu diperlukan kewaspadaan masyarakat terhadap lingkunganya sendiri. Sehingga lingkungan tetap aman. Kalau berpergian juga diperhatikan barang yang digunakan. Karena kejahatan tidak hanya terjadi pada malam hari tetapi juga pagi dan siang hari,'' ungkapnya.

Untuk meningkatkan keamanan lingkungan, lanjut J Esram, ada baiknya masyarakat sekitar juga peduli terhadap lingkungan yang ada. ''Dengan mengaktifkan pos kamling tentunya melibatkan masyarakat. Sehingga lingkungan masyarakat tetap aman dan nyaman,'' tuturnya.

Diakui J Esram, pos kamling di Tanjungpinang jarang digunakan dan berfungsi sebagaimana mestinya. Padahal setiap rapat Musrembang selalu masyarakat minta diajukan pos kamling tetapi begitu dibangun tidak dimanfaatkan.

''Memang ada pos kamling yang aktif dan lebih banyaknya pos kamling yang tidak aktif. Karena itu, tahun ini memang kita tidak membangun pos kamling di lingkungan masyarakat. Sampai melihat sejauh mana pos kamling yang dibangun berfungsi dengan baik,'' ucapnya.

Untuk itu, J Esram, tahun ini dan juga perencanaan tahun depan untuk pembanguna pos kamling akan dikaji ulang.

Meskipun banyak masyarakat yang mengajukan untuk membangun pos kamling. Namun begitu pos kamling dibangun. Pos tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. ''Memang dalam menjaga keamanan, masyarakat harus bahu membahu untuk menciptakan lingkungan yang aman. Semua harus elemen harus terlibat di dalamnya, karena itu merupakan lingkungan bersama,'' tukasnya.

Syahfarudin : Gelar Lomba Tari dan Nyanyi

0 comments

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang kembali menggelar gawai seni yang kedelapan kota Tanjungpinang yang akan dilaksanakan selama empat hari, mulai tanggal 4 hingga 7 Agustus 2010 ini.

Menurut Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Syafarudin, kemarin, kegiatan ini bertujuan untuk menggali bakat-bakat yang terpendam dan sekaligus melestarikan budaya Melayu.

''Karena itu kita menggelar lomba tari dan nyanyi untuk tingkat SD hingga SLTA dan umum,'' ucapnya.

Gawai Seni yang kedelapan ini akan dilaksanakan di dua tempat yakni di lapangan Pamedan dan gedung Aisyah. Dimana untuk lomba tari ada dua katagori yakni tari kreasi dan tari tradisional yang masih berhubungan dengan tarian Melayu. ''Untuk tarik suara khusus untuk menyanyikan lagu-lagu Melayu diantaranya Melayukan Aku, Wakil, Hangtua dan sebagainya,'' katanya.

Peserta yang telah mendaftarkan diri di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang untuk katagori tari kreasi yakni 15 peserta dan untuk tari tradisional berjumlah 52 peserta. Sedangkan untuk tarik suara ada 103 peserta mulai dari SD hingga SLTA dan juga umum.

''Kita mengharapkan dengan adanya kegiatan-kegiatan ini akan muncul bakat-bakat terpendam dari putra-putri daerah. Sekaligus untuk terus melestarikan kebudayaan kita dan juga mengenalkan kebudayaan pada generasi muda lainnya,'' harapnya.

Untuk pembukaan Gawai Seni ke 8 Kota Tanjungpinang akan dilaksanakan dua hari lagi dan dibuka oleh Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan di lapangan Pamedan, Jl Ahmad Yani. ''Pembukaan ini dilaksanakan rabu malam di lapangan pamedan, kita sangat mengharapkan dukungan masyarakat dengan menyaksikan perlombaan gawai seni ini,'' tuturnya.

Sedangkan bagi pemenang perlombaan akan diberikan hadiah yakni total hadiah sebesar Rp65 juta dan juga piagam penghargaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang. ''Dengan adanya gawai seni ini, kita mengharapkan kreasi-kreasi tari yang baru dan juga mempertahankan kebudayaan Melayu yang ada,'' tukasnya.

Mimpi Diberi Telur, Lahirkan Bayi Berkepala Dua

1 comments

Kelahiran bayi perempuan di keluarga Maimunah, seharusnya membawa kebahagian tersendiri bagi ibu yang sudah memiliki dua putra. Namun, kelahiran ketiga ini membuatnya merasa sedih. Meskipun begitu, wanita yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga mencoba menerima keberadaan anak ketiganya ini. Kelahiran anak ketiga dari keluarga Maimunah (26) ini sangat mengejutkan sanak dan familinya. Hal tersebut diungkapkan ibu kandung dari Maimunah, Sumarah (66). ''Kami tidak menyangka kalau anak kami akan melahirkan bayi dengan kepala dua,'' ujarnya sendu.

Ia mengaku, pada kehamilan anaknya yang ketiga ini, anaknya sering mengeluh kesakitan. Namun, hal tersebut dianggap biasa dalam kehamilan.

''Tidak ada tanda-tanda, memang saat hamil. Anak saya ini sempat sakit-sakitan seperti panas, demam dan malaria. Jadi, kita tidak menyangka jika anak yang dikandung memiliki kelainan,'' tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Maimunah sendiri. Saat ditemui Maimunah sedang tergeletak lemas sehabis melahirkan di rumah kediaman orangtuanya di Jalan Lembah Merpati. ''Memang saat melahirkan anak ketiga ini, badan saya lemah dan bengkak-bengkak semua,'' tuturnya.

Kehamilan ketiga yang dirasakan ibu satu ini sangat berbeda pada kehamilan pertama dan kedua yang melahirkan bayi laki-laki yang sehat. Saat ini anak pertamanya, Kasimo Muhamad (13) telah duduk dibangku SMPN 12 dan putra keduanya yang bernama Muhamad Renaldi (7), sudah duduk di sekolah dasar.

''Saat hamil anak saya yang ketiga ini, bawaannya berat dan sering sakit-sakitan,'' tuturnya.

Diakuinya, dirinya tidak pernah melakukan USG untuk mengetahui kondisi anaknya. Sedangkan untuk perawatan rutin pada saat mengandung bayi perempuan ini dilakukan di bidan. Tidak ada yang berbeda pada kandungan pada saat mengandung putri ketiganya ini, hanya saja kandungannya terasa lebih berat dan dirinya sering sakit-sakitan.

''Pada saat kandungan memasuki bulan ketujuh. Saya bermimpi ada seorang pria memberikan dua butir telur yang dibungkus masing-masing pada plastik biru dan hitam,'' ungkapnya.

Mimpi tersebut sempat membuatnya merasa kuatir. Mimpi tersebut disampaikan kepada ibunya. Namun ibunya beranggapan bunga tidur dan makna dari mimpi itu akan melahirkan bayi kembar. ''Ibu saya bilang, mimpi itu artinya saya akan mendapatkan bayi kembar,'' tuturnya.

Namun, ia tidak menyangka kelahiran anak ketiga yang diberi nama Saskia yang dilahirkan pada Selasa (6/7) lalu termasuk kembar siam. Karena pada sisi kepala kanan terdapat benjolan besar, lebih besar dari bayi yang dilahirkan seberat 4 kilogram itu. ''Saya sedih melihat kondisi anak saya ini, tetapi kami pasrah dan menerimanya dengan iklas. Karena saat mengandung selama sembilan bulan dan juga melahirkannya saya mengalami kesusahan,'' ujarnya pilu.

Wanita Banyak Mencari Tempat Menguruskan Badan

7 comments

Usia Diatas 30 Tahun Keatas

Sebagian besar wanita yang ada di kota Tanjungpinang, meskipun sudah berusia di atas tiga puluh tahun masih tetap berupaya menjaga tubuh tetap ideal. Hal tersebut terlihat pada kunjungan wanita yang terhadap sejumlah klinik kecantikan yang ada di Tanjungpinang.

Menurut dr Fauzy Rehanieh, pemilik Beauty Clinck, kemarin, hampir sebagian besar pasein yang datang ke kliniknya memiliki masalah berat badan.

''Kebanyakan pasien yang datang untuk meminta merampingkan berat badan. Usia pasien yang datang diatas usia tiga puluh tahun dan kebanyakan diusia 40 tahun,'' terang pria berkulit putih itu.

Klinik kecantikan yang menyediakan jasa layanan pelangsingan tubuh dan perawatan kecantikan menjadi daya tarik tersendiri bagi wanita. Meskipun tidak semua pasien wanita saja yang tertarik untuk menurunkan berat badan.

''Ada juga pasien pria yang datang, biasanya untuk pasien pria jika datang untuk mengurangi berat badan memiliki motif tersendiri, misalnya ingin masuk ke angkatan dan memiliki masalah kesehatan, seperti kolestrol,'' terangnya.

Berbeda dengan pasien wanita, lanjut pria yang sudah sebelas tahun bergelut di bisnis kecantikan itu, biasanya pasien wanita lebih banyak untuk tetap memperhatikan penampilan dan meningkatkan percaya diri pada pasien.

''Hampir tujuh puluh persen pasien yang menguruskan badan adalah pasien wanita, selain melangsingkan badan juga sebagian untuk perawatan kulit,'' ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Dr Maya Suryanti, dip. CIBTAC, pemilik Green Beauty Clinique. ''Ada banyak juga pasien yang ingin langsing, tetapi tidak terlalu banyak hanya 30 persen. Kalau di sini 70 persen kebanyakan untuk perawatan kulit dan wajah,'' terang wanita berjilbab itu.

Maya menuturkan untuk pelangsingan badan, kebanyakan pasien di Green Beauty Clinique adalah wanita yang usianya berkisar 25 tahun keatas hingga 35 tahunan.

''Bentuk tubuh di usia 30 tahunan memang sudah berubah, metabolisme tubuh lebih lambat bekerja. Sehingga berat badan cepat naik. Ini yang membuat para wanita ingin mendapatkan badan idealnya kembali,'' pungkasnya.

Aplikasi make up part 1

2 comments

Tidak ada satupun wanita yang tidak mengenal make up. Karena make up merupakan bagian dari wanita yang tidak pernah bisa terlepaskan. Make up bisa membuat wanita tampil percaya diri dan juga semakin cantik. Namun, make up juga bisa membuat wanita tampak jelek. Itu dikarenakan tidak tepatnya penggunaan make up. . . .

Menurut dr Maya Suryanti, pemilik klinik Green Beauty Clinique, salah menggunakan aplikasi make up bisa membuat penampilan jadi rusak.

''Karena itu jangan sampai salah menggunakan make up, di beauty class Green Beauty Clinique ini kita mengajarkan cara menggunakan make up yang benar untuk keseharian,'' ucapnya.

Beauty class ini, lanjutnya, mengajarkan cara penggunaan make up sehari-hari agar wanita selalu tampil cantik dan menawan.

Dibawah ini tips dari beauty class di Green Beauty Clinique.

Sebelum menggunakan make up, wajah harus dibersihkan terlebih dahulu, setelah itu gunakan pelembab dan kemudian gunakan alas bedak, alias foundation cair yang ringan. Untuk foundation gunakan sesuai dengan warna kulit agar tampil natural.

Setelah selesai menggunakan foundation lalu, gunakan bedak tabur, beserta spons dan kuasnya. Bedak tabur disarankan untuk memberikan kesan ringan. Untuk dasar sudah selesai, untuk mulai menggunakan make up, hal yang pertama kali harus dikerjakan adalah bagian mata, tepatnya alis mata....

Gunakan Sikat alis sebelum membentuk alis. Pensil alis hanya diperlukan kalau bentuk alis mata tidak merata, misalnya ada bagian yang jarang-jarang. Pilih pensil alis berwarna coklat agar tampak muda.

kemudian gunakan Eye shadow atau pegmulas mata. Dibutuhkan dalam bentuk palet berisi minimal tiga warna, yaitu coklat muda, merah bata, dan putih gading. Warna-warna ini telah dapat memenuhi kebutuhan riasan sehari-hari untuk pagi dan malam hari.

Warna-warna yang lebih gelap untuk bagian bawah kelopak mata, sementara warna putih gading untuk bagian atas. Sehingga menonjolkan mata dan memberikan kesan natural.

Perlu Pengawasan Semua Pihak

0 comments

Putu : Anak Merupakan Sasaran Empuk

Belakangan ini kenakalan remaja mulai kembali marak, sebagian didapati sedang menikmati minuman keras dan tindakan lainnya. Melihat kondisi tersebut diperlukan perhatian semua pihak untuk saling mengawasi tindakan anak yang ada dilingkungan.

Menurut Ketua KPAID Kepri, Putu Elvina Gani, kemarin, seiring dengan kemajuan teknologi, keterbukaan informasi dan juga kemudahan dalam mengakses berbagai infprmasi tetapi tidak diimbangi dengan pengawasan.

''Kondisi remaja saat ini sangat penting perlunya pengawasan dari orangtua, control masyarakat dan juga sistem pengawasan dari pemerintah. Sistem pengawasan dari pemerintah masih rendah, khususnya terhadap berbagai produk seperti minuman keras, narkoba, material pornografi yang merusak pola pikir dan perkembangan anak,'' jelasnya.

Di sinilah semua sistem pengawasan sangat bermanfaat bagi anak, khususnya pemerintah dalam mencegah prederan produk yang masih belum diperuntukan bagi anak. Karena saat anak merupakan pasar paling menjajikan dengan efek distruktif.

''Ini lah yang menjadi permasalahan anak dan persoalan ini akan semakin global dan majemuk. Karena anak merupakan sasaran paling menjanjikan dengan edek distruktif paling cepat karena mental mereka yang belum stabil dan mudah dipengaruhi,'' ungkap.

Selain mudahknya informasi yang didapat, penyebab lain adalah pengaruh kawan karena bujuk rayu. Kondisi pergaulan bebas sudah menjadi gaya hidup seperti miras dan juga seks diluar nikah. Diakui Putu, melihat kondisi Kepulauan Riau dan kenakalan remaja dibutuhkan tempat rehabilitas remaja yang bermasalah.

Kasus remaja yang bermasalah beragam, salah satunya yang terjadi saat ini di kota Tanjungpinang, dimana remaja dengan bebasnya menjajakan keperawanan serta melakukan hubungan intim dengan embel-embel dibayar. ''Kalau memang kasus yang ditangani Polres sekarang, terkait tujuh remaja yang melakukan itu, kita akan menanyakan dan kalau memang terbukti beberapa kali sudah pernah diamanan polisi dengan kasus yang sama, kita akan memberi peringatan tegas orangtuanya,'' ungkapnya.

Menurut Putu, korban perlu dimasukan ke dalam rehabilias agar tidak kembali melakukan tindakan seperti itu.

Sebab faktor lingkungan juga bisa mempengaruhi korban-korban tersebut untuk kembali melakukan perbuatan asusila tersebut. ''Kita sudah melakukan kerjasama dengan Dinas Sosial Provinsi Kepri untuk mengirim anak-anak ke rehabilitas agar mendapat bimbingan dan kita juga sudah mengajukan agar Kepri juga sudah mulai membuat rehabilitas terhadap anak-anak yang bermasalah untuk mendapatkan bimbingan dan bukan malah memenjarakannya,'' tukasnya.

Badan POM akan Lakukan Pemeriksaan Makanan di Kantin

0 comments

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) Kepri akan terus melengkapi peralatan yang ada di Badan POM Kepri. Pasalnya, Badan POM Kepri juga masih terbilang baru di Kepri dan akan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan terhadap makanan dan obat-obatan yang mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan.

''Kita akan terus meningkatkan pengawasan terhadap makanan dan obat-obatan yang mengandung bahan barbahaya bagi kesehatan,'' ujar Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Kepri, I Gede Nyoman Suwandi, kemarin.

Selain melakukan rutinitas melakukan kegiatan rutin pemeriksaan terhadap sejumlah makanan dan minuman serta obat-obatan yang tidak memiliki izin. Badan POM juga akan melakukan kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan juga Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

''Kedepannya nanti kita tidak hanya melakukan di swalayan-swalayan saja tetapi juga akan melakukan di kantin-kantin sekolah. Karena di sana banyak makanan yang langsung di konsumsi konsumen,'' tuturnya.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan makanan, tetapi juga akan melakukan pembinaan terhadap kantin-kantin sekolah agar makanan yang disajikan sesuai dengan kesehatan. Selain makanan di kantin yang kedepannya akan dilakukan pemeriksaan terkait kesehatan yang terkandung di dalam makanan yang dikonsumsi.

''Untuk ini kita akan melakukan kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan juga Diknas Pendidikan,'' ucapnya.

Selain itu, masih banyak ditemui obat tradisional yang berbahaya bila dikonsumsi dan masih dijual di toko obat Kepulauan Riau. Hal ini ditegaskan, I Gede Nyoman Suwandi.

''Masih banyak, meski jumlah toko penjual obat tradisional yang mengandung zat kimia berbahaya berkurang sejak tahun 2009. Kita kesulitan mengawasi penjualan obat tradisional, terutama yang berpindah-pindah tempat di tempat keramaian dengan cara menggelar tikar atau koran pada waktu tertentu,'' urainya.

Badan POM akan Lakukan Pemeriksaan Makanan di Kantin

0 comments

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) Kepri akan terus melengkapi peralatan yang ada di Badan POM Kepri. Pasalnya, Badan POM Kepri juga masih terbilang baru di Kepri dan akan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan terhadap makanan dan obat-obatan yang mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan.

''Kita akan terus meningkatkan pengawasan terhadap makanan dan obat-obatan yang mengandung bahan barbahaya bagi kesehatan,'' ujar Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Kepri, I Gede Nyoman Suwandi, kemarin.

Selain melakukan rutinitas melakukan kegiatan rutin pemeriksaan terhadap sejumlah makanan dan minuman serta obat-obatan yang tidak memiliki izin. Badan POM juga akan melakukan kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan juga Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

''Kedepannya nanti kita tidak hanya melakukan di swalayan-swalayan saja tetapi juga akan melakukan di kantin-kantin sekolah. Karena di sana banyak makanan yang langsung di konsumsi konsumen,'' tuturnya.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan makanan, tetapi juga akan melakukan pembinaan terhadap kantin-kantin sekolah agar makanan yang disajikan sesuai dengan kesehatan. Selain makanan di kantin yang kedepannya akan dilakukan pemeriksaan terkait kesehatan yang terkandung di dalam makanan yang dikonsumsi.

''Untuk ini kita akan melakukan kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan juga Diknas Pendidikan,'' ucapnya.

Selain itu, masih banyak ditemui obat tradisional yang berbahaya bila dikonsumsi dan masih dijual di toko obat Kepulauan Riau. Hal ini ditegaskan, I Gede Nyoman Suwandi.

''Masih banyak, meski jumlah toko penjual obat tradisional yang mengandung zat kimia berbahaya berkurang sejak tahun 2009. Kita kesulitan mengawasi penjualan obat tradisional, terutama yang berpindah-pindah tempat di tempat keramaian dengan cara menggelar tikar atau koran pada waktu tertentu,'' urainya.

Lukman : 37.332 KK Sudah Dibagikan Kompor Gas

0 comments

Sudah sebagian besar warga Tanjungpinang telah mendapatkan kompor gas dan juga tabung gas elpiji, dalam rangka program konversi minyak tanah ke gas. Pertamina menunjuk salah satu kontraktor untuk melakukan pendistribusian kompor gas dan juga tabung elpiji seberat 3 kilogram.

Menurut Administrasi dan Petugas Lapangan Kontraktor Distributor Kompor dan Gas, Lukman, kemarin, pembagian kompor dan tabung gas sudah dilakukan akhir tahun lalu.

''Sebanyak 37.332 Kartu Keluarga yang sudah mendapatkan kompor gas,'' ungkapnya.

Seharusnya kota Tanjungpinang dalam pembagian kompor gas berjumlah 41.903 set. Namun tidak semua bisa dibagikan. Karena ada beberapa faktor, sehingga yang bisa dibagikan berjumlah 37.332 set kompor gas. ''Dalam pendataan pembagian kompor gas ini, kita bekerjasama dengan RT setempat dalam pendataan,'' katanya.

Diakuinya, pembagian kompor gas konversi ini diutamakan warga yang tidak mampu dan juga masyarakat yang masih menggunakan minyak tanah sebagai bahan untuk memasak.

Pendataan yang dilakukan sejak bulan Juli hingga September 2009. Setelah data terkumpul, baru kompor gas dibagikan ke masyarakat dan juga sesuai dengan hasil data yang terkumpul. ''Masyarakat yang mendapatkan kompor gas harus memiliki kartu keluarga,'' katanya.

Ia menambahkan,
pada saat melakukan pendataan masyarakat pro aktif dan ada juga yang tidak mau menerima kompor gas
, karena beranggapan sekedar intitusi atau pengganti alternatif. Sehingga ada yang menolak pembagian kompor gas.

''Kemungkinan besar akan ada pendataan lagi bagi masyarakat, khususnya yang tidak mampu bisa mendapatkan kompor gas sebagai pengganti minyak tanah. Itu semua tergantung dari pertamina. Karena tugas kita hanya membagikan saja,'' tukasnaya.

KPA Tanjungpinang Segera Menyusun Rencana Strategis

0 comments

Jumlah Penderita terus Meningkat


Penderita HIV/AIDS di Kota Tanjungpinang terus bertambah, untuk itu Komisi Penanggulan AIDS (KPA) Kota Tanjungpinang akan segera membuat program kerja tahunan untuk mengatasi persoalan HIV/AIDS yang terjadi di kota Tanjungpinang.

Berdasarkan data dari KPA untuk perempuan yang dinyatakan positif HIV 34 orang dan laki-laku berjumlah 47 orang. Sedangkan untuk AIDS jumlah penderita pria lebih banyak yakni 16 orang, sementara untuk penderita perempuan berjumlah 12 orang.

Menurut Seketariat KPA Daerah Kota Tanjungpinang, dr Eka Hanasarianto, kemarin, penderita tahun ini sedikit meningkat dibanding sebelumnya. Namun kesadaran masyarakat terhadap virus ini juga sudah baik dibanding sebelumnya.

''Program yang nanti akan kita buat dan susun dalam program rencana strategi pada tanggal 18 Febuari ini, tidak terlalu jauh berbeda dengan tahun lalu. Masih seputar kegiatan konseling, pengobatan, penyuluhan, pendataan dan masih banyak lagi,'' ucapnya.

Eka mengakui untuk dana KPA memang tidak banyak. Karena itu dana KPA dibantu dari Pemerintah Kota Tanjungpinang dan juga dari Global Fun.

''Karena itu dalam penyusunan program rencana strategis, kita akan membahas bersama elemen terkait, yang mana yang akan menjadi pioritas. Sehingga korban penderita HIV bisa berkurang. Karena resiko penderita HIV tidak hanya terjadi pada orang dengan resiko tinggi, tetapi juga ibu rumah tangga,'' ungkapnya.

Meskipun penderita HIV di Tanjungpinang masih kebanyakan penularannya dari berhubungan intim, namun pencegahan penularan HIV juga sudah harus diterapkan dalam kehidupan penderita dengan resiko rendah. ''Kita akan terus memberikan penyuluhan terhadap ibu rumah tangga dan juga pelajar tentang bahayanya HIV/AIDS,'' katanya.

Disinggung di RSUD Kota Tanjungpinang sempat ada satu pasien yang terjangkit HIV/AIDS yang terlantar. Eka menegaskan, jika pasien tersebut berada di rumahsakit, berarti tidak ditelantarkan.

Desain Kapal Penyengat dengan Ciri Melayu

0 comments

*Program Tahun 2011

Pemerintah Kota Tanjungpinang terus berupaya meningkatkan pariwisata yang ada di kota gurindam dan negeri pantun tersebut. Salah satunya mempercantik pompong Penyengat yang merupakan satu-satunya transportasi menuju sejarah kerajaan Melayu yang ada di sana.

Menurut Walikota Tanjungpinang, Suryatati A Manan, kemarin, pemerintah sedang membuat desain transportasi kapal yang memiliki ciri khas Melayu.

Dalam hal pendesaian kapal tersebut merupakan bagian Dinas Pariwsata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang. Saat meninjau pelantar satu, Walikota Tanjungpinang didampingi Plt Sekdako Tanjungpinang, Gatot Winoto, Kakan Satpol PP, Kakan Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman serta Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Tanjungpinang.

Hasan, salah satu penambang pompong Penyengat-Tanjungpinang mengaku usulan tersebut sangat bagus. ''Jumlah pompong yang ada di sini berjumlah dua puluh pompong bu,'' ujar Hasan yang sudah 11 tahun menambang pompong Penyengat-Tanjungpinang.

Diakuinya, dalam sehari hanya sekali mendapatkan tarikan. Sekali menarik mendapatkan uang penghasilan sebesar Rp60 ribu hingga Rp80 ribu.

Sekali menambang, kapal tersebut mengangkut 20 penumpang. Tarif penumpang untuk warga penyengat Rp3.000 sedangkan warga Tanjungpinang Rp5.000 sekali berangkat.

''Meskipun sepi, setiap hari semua mendapatkan giliran satu kali tambang,'' ungkapnya.

Hal itu diakui Raja Malik, penambang kapal penyengat juga. Malik, pria yang sudah 12 tahun menambang tersebut mengaku, sudah lama melakukan tambang.

Disinggung mengenai alat pelampung, Malik mengaku setiap kapal memiliki satu pelampung. Padahal idealnya satu kapal memiliki 21 pelampung. Namun, dikarenakan tidak memiliki pelampung. Pelampung yang diberikan Polisi Air berjumlah 20 pelampung dan juga dari Partai Hanura sebanyak 30 pelampung.

Sehingga pelampung tersebut digunakan secara bergantian. Mendengar itu, Suryatati meminta agar pelampung untuk pengamanan penumpang harus di sediakan. ''Kita akan coba bantu pelampung dan juga mendesain kapal. Kita berharap desain kapal segera terlaksana,'' ucap Tatik.

Sementara itu, Kabid pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, Antoni mengaku desain kapal merupakan program tahun 2011 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Tanjungpinang. ''Kita sudah mendesain dan program ini direncanakan program tahun 2011,'' katanya.


Buat Parkir Khusus

Mengingat kondisi pelantar Penyengat yang sempit, dikarenakan banyak motor yang parkir di tempat pelantar. Menurut Aseng, warga Tanjungpinang, pihaknya berencana akan membangun parkir dengan menggunakan lahan yang ada di samping warung kedai kopinya.

''Kami baru memiliki modal Rp10 juta untuk membangun parkir di sini bu. Parkir yang kita buat ini. Khusus untuk parkir motor warga penyengat yang di tempatkan di sini,'' ungkapnya.

Mendengar hal tersebut, Suryatati menanggapi hal tersebut positif. Malah Tatik, sapaan Suryatati A Manan berniat akan membangun toilet umum di lokasi tersebut. ''Ini akan menjadi program jangka panjang, lahan milik ini kita coba agar pemiliknya bersedia di hibahkan. Karena lokasinya juga tidak terlalu lebar. Sehingga bisa di bangun parkir dan toilet umum ke depan,'' ucap Tatik.

Hal tersebut dibenarkan Plt Sekdako Tanjungpinang, Gatot Winoto. ''Ini menjadi program kota Tanjungpinang untuk meningkatkan pembangunan ke depan,'' ucapnya.

Gatot berharap pembangunan di kota Tanjungpinang akan terus berkembang, sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan perekonomian.

Wako: Kaji Dulu dan Prioritaskan

1 comments

Wacana Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk memekarkan kecamatan yang ada di kota Tanjungpinang terus digesa. Pasalnya, saat ini kecamatan di kota Tanjungpinang berjumlah empat kecamatan. Rencananya akan ditambah tiga kecamatan lagi. Menurut Walikota Tanjungpinang, Suryatati A Manan, kemarin, pihaknya sudah meminta kelurahan untuk melakukan pendataan terhadap jumlah penduduk dan wilayah yang ada di kelurahan.

''Berdasarkan aturan untuk mendirikan satu kecamatan dibutuhkan maksimal lima kelurahan,'' katanya.

Rencananya adanya penambahan kecamatan diperuntukan di Senggarang, Dompak dan Pulau Penyengat. Keinginan walikota melakukan pemekaran kecamatan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pengurusan surat.

Keluhan-keluhan warga juga pernah disampaikan pada reses anggota dewan. Dimana masyarakat yang berada di Senggarang maupun di Dompak kesulitan untuk mengurus administrasi. ''Rencana pemekaran ini sedang kita bahas dan juga kita kaci. Setelah itu baru kita usulkan ke dewan untuk dibuat ranperdanya,'' ungkapnya.

Disinggung mengenai penduduk kota Tanjungpinang yang menyebar dan tidak merata. Tatik, sapaan Suryatati A Manan, dari usulan yang nanti diajukan ke dewan, tidak perlu langsung tiga kecamatan dimekarkan.

''Misalnya tahun ini satu kecamatan di mekarkan, baru kedepannya satu lagi. Karena itu dibutuhkan kajian untuk dilakukan mana yang dibutuhkan terlebih dahulu,'' ungkapnya.

Apalagi proses dilakukan pemekaran pun juga tidak mudah. Sebelumnya harus dikaji terlebih dahulu dan mempertimbangkan segala aspek yang ada. Setelah itu dilakukan pengusulan ke DPRD Kota Tanjungpinang.

''Proses ini aja butuh waktu dan pertimbangan yang matang. Karena itu, kita akan melakukan pioritas terlebih dahulu. Tidak perlu langsung ketiga kecamatan kita mekarkan sekaligus,'' tuturnya.

Permudah PNS, Kantor Taspen Diresmikan

0 comments

Kantor cabang PT Taspen Tanjungpinang akhirnya diresmikan Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah, yang disaksikan Walikota Tanjungpinang, Suryatati A Manan dan juga Unsur Muspida Kepri. Kantor Taspen yang berlokasi di Jl Ir Sutami tersebut merupakan kantor cabang yang ke 45, yang bersamaan diresmikan juga kantor cabang Taspen di Mamuju dan Manokrawi.

Menurut Kepala Kantor PT Taspen cabang Tanjungpinang, Triyanto, kemarin, keberadaan kantor PT Taspen cabang Tanjungpinang sudah ada sejak Oktober 2009 dan baru diresmikan hari ini (kemarin, red).

''Hadirnya PT Taspen di kota Tanjungpinang ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Taspen terhadap pelayanan kepada peserta yang ada di Kepri untuk memudahkan pengurusan hak-haknya,'' ungkapnya.

Sebelumnya peserta Taspen harus menempuh perjalanan jauh ke Pekanbaru untuk mengurus hak-haknya. Dengan hadirnya PT Taspen di sini memudahkan peserta untuk melakukan pengurusan hak-haknya. ''Gedung saat ini memang masih belum representatif, tetapi kedepannya akan segera dibangun gedung sendiri sehingga bisa memberikan suasana yang lebih aman dan nyaman,'' ungkapnya.

Wilayah kerja kantor cabang Taspen Tanjungpinang ini meliputi Pemerintah Provinsi Kepri, Pemko Tanjungpinang, Pemkab Bintan, Pemkab Natuna, Pemkab Lingga, Pemkab Karimun, Pemkab Anambas, dan Pemko Batam. ''Peserta aktif yang dikelola berdasarkan data sampai Januari 2010 ini berjumlah 29.805 orang yang terdiri dari 22.775 PNS daerah otonom, 5.360 PNS pusat, dan 1.670 peserta BUMN dan jumlah penerima pensiun adalah 5.714 orang,'' urainya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Taspen, Agus Hariyanto menuturkan, hadirnya kantor cabang PT Taspen ini untuk meningkatkan pelayanan kepada peserta untuk dilakukan pelayanan proaktif.

''Para calon penerima pensiun yang domisilinya jauh dari kantor Taspen, nantinya tidak perlu datang langsung untuk mengurus pensiun pertama dan tabungan hari tuanya. Karena Taspen bekerjasama dengan kantor Badan Kepegawaian Daerah atau bagian keuangan pemerintah, sehingga para PNS yang menerima uang pensiun dan THT nya jadi lebih cepat dan tidak perlu menempuh perjalan jauh dan resiko kecelakaan di jalan,'' ungkapnya.

Dengan diresmikannya kantor cabang PT Taspen Tanjungpinang ini, lanjutnya, jumlah kantor cabang PT Taspen di Indonesia berjumlah 45 kantor cabang. ''Pelayanan PT Taspen ini mendapatkan penghargaan dari Presiden untuk Piala Citra dan piagam citra,'' tukasnya.

Sedangkan Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah menuturkan dengan adanya PT Taspen di Tanjungpinang jadi para PNS yang sudah pensiun bisa mengurus di sini dan jadi lebih mudah. ''Selama ini gaji PNS dipotong untuk tunjangan hari tua pada saat pensiun bisa mendapatkan hak-haknya kembali,'' ucapnya.

Peresmian kantor PT Taspen cabang Tanjungpinang dilakukan dengan memberikan pensiunan bagi beberapa PNS dan juga memberikan bantuan dana bina lingkungan untuk bantuan pembangunan Panti Asuhan Miftahul'ulum Rp7,5 juta, pembangunan Parisada Hindu Dharma Indonesia Rp15 juta dan bantuan pembangunan Surau An Nur Gang Pinus Tanjungpinang Rp15 juta.

Proyek Fisik Pembangunan APBD 2009

0 comments

Suryatati : Masih Ada yang belum selesai

Belakangan ini Walikota Tanjungpinang melakukan peninjauan terhadap sejumlah proyek fisik yang dianggarkan pada tahun 2009 di APBD Kota Tanjungpinang. Pembangunan proyek fisik tersebut yang sebagian besar adalah pembangunan pelantar, sumur bor dan sebagainya.

''Proyek fisik pembangunan sebagian besar sudah selesai, tetapi juga ada yang belum selesai. Untuk di plantar saja masih ada yang belum selesai dibangun, seperti pinggiran plantar yang masih dikerjakan,'' ujar walikota Tanjungpinang, Suryatati A Manan, kemarin.

Sedangkan untuk sumur bor, lanjut Tatik, sudah bisa digunakan masyarakat. ''Bagi kontraktor yang tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan, tentunya akan dikenakan denda sesuai dengan aturan yang berlaku,'' katanya.

Pembangunan pelantar dan juga sumur bor diperuntukan bagi masyarakat yang memang tinggal di daerah pelantar dan juga di lokasi daerahnya susah terjangkau air bersih. Sedangkan proyek tahun 2010 sebagian juga dilanjutkan untuk membangun pelantar masyarakat yang sudah tidak layak.

''Pembangunan akan terus digesa sehingga tingkat perekonomian akan lebih baik,'' ucapnya.

Disinggung mengenai proyek yang berada di bekas kantor walikota lama tersebut masih belum digunakan secara maksimal. Padahal pembangunan tersebut sudah selesai sejak lama. Tatik mengungkapkan, dirinya sudah meminta Dinas PU Kota untuk segera melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi Kepri.

Berdasarkan informasi Tanjungpinangpos, sebenarnya Pemerintah Kota Tanjungpinang meminta bantuan anggaran untuk pembangunan tempat suvernir kota Tanjungpinang yang dipusatkan di depan Melayu Square. Namun, pemerintah Provinsi malah membangun proyek tersebut.

Disingung tidak adanya sinkron antara Pemerintah Provinsi Kepri dengan pemerintah kota dan kabupaten dalam proyek pembangunan fisik. Seketaris Daerah Provinsi Kepri, Eddy Wijaya membantah hal tersebut. ''Tidak ada, semuanya dibahas pada Musrembang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan),'' ungkapnya.

Beberapa proyek yang diusulkan pemerintah kota/kabupaten untuk meminta bantuan dana tetapi malah dibangun provinsi. Mengenai itu, Eddy menegaskan itu semua sudah dibahas pada Musrembang. ''Mekanisme pembahasan ada di Musrembang, disitu ada kewenangan dan usulan sehingga menemukan kesepakatan bersama.,'' tukasnya.

Tuan Rumah Kalah dari Tim Banda Aceh

0 comments

Pembukaan Kejuaraan Bola Bakset Walikota Cup III Diwarnai Mati Lampu


Pembukaan kejuaraan bola basket Walikota Cup III tahun 2010 yang diselenggarakan di lapangan Teladan mulai 26 hingga 30 Januari diikuti dari berbagai club yakni club bakset PIMNAD dari Banda Aceh, Tong Why Sport Club dari Singapura, Bukit Siput Sagamat dari Malaysia, tidak ketinggalan tim dari Jakarta Iberchem dan tim dari Palembang dengan nama WPG serta tidak ketinggalan tuan rumah club Perbasi Tanjungpinang.

Pertandingan kejuaraan bola basket walikota cub ketiga ini pesertanya lebih banyak dan dua tim berasal dari luar negeri, merupakan kali pertama mengikuti kejuaraan lomba basket walikota cup III yang diadakan di Kota Tanjungpinang. Menurut Joni, Ketua Panitia, kejuaraan bola basket walikota cup ini merupakan ketiga kalinya diselenggarakan di lapangan pamedan.

''Sebelumnya perlombaan serupa digelar pada tahun 2004 dan tahun 2007. Untuk ketiga kalinya diselenggarakan pada awal tahun 2010,'' ucapnya.

Sementara itu, Walikota Tanjungpinang, Suryatati A Manan menuturkan, perlombaan kali ini diikuti peserta dari luar merupakan suatu nilai tambah bagi kegiatan ini. ''Tahun lalu ada tim dari Medan, sekarang banyak tim dari luar seperti Malaysia, Singapura dan Palembang, Jakarta. Sehingga mendapat persaingan yang makin berat dan melatih semua club untuk semakin berpacu dan menjadi lebih baik dalam olahraga,'' ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga, Suryatati memberikan bantuan papan nilai kepada pengurus even kejuaraan bila basket walikota cup III. Sedangkan enam club pebasket diberikan bingkisan berupa buku hasil karya walikota Tanjungpinang yang berjudul Perempuan Walikota.

Pertandingan pertama adalah tim Persiba Tanjungpinang dengan tim PIMNAD dari Banda Aceh. Pada saat melakukan perebutan bola untuk pertandingan pertama dimenangkan tim Persiba Tanjungpinang. Usai melakukan pemanasan, pada saat pertandingan babak pertama dimulai, terjadi mati lampu. Sehingga pertandingan terhenti sekitar 20 menit. Pertandingan dilanjutkan, setelah lampu menerangi lapangan.

Pertandingan kejuaraan bola basket walikota cub antara Persiba dan PIMNAD dimenangkan tim dari Banda Aceh tersebut. ''Pertandingan ini akan berlangsung hingga malam minggu, final untuk kejuaraannya akan diselenggarakan sabtu di lapangan teladan juga,'' tukas Ketua Panita, Joni.

6 Ranperda Dewan sedang Digodok

0 comments

TANJUNGPINANG (TP)- Dewan Perwakilan Rakyat Kota Tanjungpinang untuk tahun 2010 sedang membahas enam rancangan peraturan daerah (Ranperda) diantaranya peraturan daerah yang baru dan peraturan daerah yang di revisi. Demikian diungkapkan Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Suparno, kemarin.

''Enam ranperda yang akan kita bahas nanti yakni ranperda sistem pendidikan, ranperda hari jadi kota Tanjungpinang, ranperda aset kota Tanjungpinang, ranperda cagar budaya, ranperda pengujian kendaraan bermotor, perubahan atas peraturan DPRD Kota Tanjungpinang Nomor 01 Tahun 2009 tentang Peraturan Tata Tertib DPRD Kota Tanjungpinang,'' urainya.

Dari enam ranperda yang akan dibahas DPRD Kota Tanjungpinang, tiga diantaranya adalah revisi yakni Ranperda Cagar Budaya, Ranperda Kendaraan Bermotor dan Perubahaan atas peraturan DPRD Kota Tanjungpinang Nomor 01 Tahun 2009 tentang Peraturan Tata Tertib DPRD Kota Tanjungpinang.

''Yang kita revisi terkait ada perubahan yang harus disesuaikan, seperti enam hari kerja sekarang diganti menjadi lima hari kerja. Karena di sesuaikan dengan aturan yang baru,'' ucapnya.

Pembahasan Ranperda tersebut, lanjutnya, akan dibahas bersama dengan pihak-pihak yang bersangkutan agar sejalan dengan aturan yang berlaku. ''Kita mengharapkan yan terbaik pada kota Tanjungpinang,'' ujarnya.

Untuk pembahasan enam ranperda tersebut akan dibentuk Pansus (Panitia Khusus) agar berjalan lancar. Sehingga bisa dilaksanakan dengan baik.

Syamsul : Akhir Maret Data Penerima Raskin APBD Siap

0 comments

TANJUNGPINANG (TP)- Saat ini tim Bagian Perekonomian Kota Tanjungpinang masih terus melakukan pendataan dan evaluasi untuk penerimaan beras miskin (raskin) yang sekarang disebut beras bersubsidi (rasdi). Saat ini data masyarakat, tim sedang mendata masyarakat yang layak menerima rasdi.

Menurut Kepala Bidang Pelayananan Bagian Administrasi Perekonomian Kota Tanjungpinang, Syamsul, kemarin, tim sedang melakukan pendataan dan evaluasi.

''Akhir bulan Maret ini hasil pendataan dan evaluasi sudah bisa kita laporkan ke pimpinan yang nantinya yang akan mengambil keputusan mengenai pembagian raskin,'' ujarnya.

Pendataan yang dilakukan Bagian Ekonomi dan Administrasi Kota Tanjungpinang tersebut untuk pembagian raskin yang menggunakan dana APBD Kota Tanjungpinang tahun 2010. Sedangkan pembagian raskin dengan menggunakan dana APBN sudah dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima.

''Saat ini sudah ada beberapa data yang sudah selesai di verifikasi, seperti di Kecamatan Tanjungpinang Kota. Jumlah penerima raskin berkurang. Kita memang harapkan penerima raskin berkurang, hal itu dikarenakan ekonomi mereka sudah mulai membaik,'' ucapnya.

Berkurangnya jumlah penerima raskin disebabkan karena faktor perekonomian keluarga sudah mulai membaik. Apalagi pemerintah kota Tanjungpinang terus memberikan program untuk meningkatkan perekonomian bagi masyarakat kecil. Hal tersebut diungkapkan, Syamsul. ''Di beberapa SKPD terkait, seperti bagian ekonomi maupun SKPD lainnya terus menghadirkan program agar kehidupan masyarakat terus membaik,'' ungkapnya.

Sehingga program-program yang memang diperuntukan bagi masyarakat yang masih memiliki perekonomian rendah, bisa berkembang. Dengan begitu, tingkat perekonomian miskin berkurang. Selain menghadirkan program yang membantu meningkatkan perekonomian. Untuk data bagi masyarakat tidak mampu, benar-benar di data maksimal. Sehingga penerima raskin benar-benar katagori masyarakat yang membutuhkan raskin tersebut.

''Berdasarkan data sementara, namun kita masih belum bisa menyebutkan angka. Jumlah penerima raskin dari dana kota sudah berkurang. Hal itu terlihat dari kehidupan mereka yang sudah lebih baik lagi. Karena saat melakukan pendataan tahun lalu yang menerima rasdi kita foto bersama dengan keluarga dan juga kondisi rumahnya,'' urainya.

Walaupun pemerintah kota telah menganggarkan dana untuk pembagian raskin. Namun, untuk jumlah penerima dan pembagian raskin juga harus disesuaikan jumlah anggaran yang ada. ''Tahun lalu dianggarkan Rp1,5 miliar untuk pembelian raskin dan anggaran hanya bisa membeli beras untuk enam bulan lebih. Tahun ini, kita sedang menghitung plafon anggaran agar bisa diketahui berapa lama kita bisa memberikan beras bersubsidi kepada masyarakat dengan menggunakan dana dari pemerintah kota,'' jelasnya.

Ada satu daerah, lanjutnya, yang menjadi pioritas dalam pembagian raskin, karena kondisi daerah tersebut memang yang paling banyak masyarakat yang memiliki ekonomi rendah. ''Kita juga sedang mengupayakan agar kondisi perekonomian mereka bisa lebih baik dari sebelumnya,'' tukasnya.

Said Parman : Tujuh Orang Dikirim ke RSJ Pekanbaru

0 comments

Pemerintah Kota Tanjungpinang mengirimkan tujuh orang yang memiliki penyakit kejiwaan ke Rumah Sakit Jiwa yang ada di Pekanbaru. Ketujuh orang tersebut, termasuk salah satu orang yang di pasung keluarganya karena dianggap sudah membahayakan warga sekitarnya.

''Tujuh orang dikirim ke RSJ Pekanbaru hari ini (kemarin, red) dengan ditemani petugas Satpol PP dan juga pegawai Dinaskarsos. Mereka semua dikirim ke Pekanbaru dengan menggunakan kapal dan dibiayai pemerintah kota Tanjungpinang melalui Dinaskarsos Tanjungpinang,'' tutur Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Tanjungpinang, Said Parman, kemarin.

Diakui Said Parman, mereka dibiayai pemerintah hingga sembuh dan bisa kembali bergabung ke masyarakat. Kebanyakan ada yang kambuh dan ada yang masih baru.

Jumlah pasien yang akan dikirimkan menggunakan yang dari pemerintah. Jika mereka dari keluarga yang tidak mampu. Berdasarkan data dari Disnakersos Kota Tanjungpinang, sepanjang tahun 2010, Disnakersos telah mengirimkan sebanyak 29 pasien ke RSJ.

''Sudah sejak lama kita mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Kepri untuk mendirikan RSj di Tanjunguban. Pada saat Musrembang tahun 2008 dan 2009. Namun, masih belum bisa dilaksanakan dikarenakan masih belum memiliki RSUP,'' ucapnya.

Said Parman, jika RSUP sudah beroperasional, ada kemungkinan RSj bisa segera dibangun. Karena setiap daerah sudah mengusulkan agar Kepri memiliki RSj sendiri dan sudah seharusnya memiliki RSj Provinsi Kepri.

Gatot : Pendistribusian Beras Bulog Tetap Sama

1 comments

*1500 Ton Beras Bulog di Gudang Bulog

Pendistribusian beras miskin (raskin) untuk di Kota Tanjungpinang tidak banyak berubah dan prosedurnya tetap sama seperti tahun 2009 lalu. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan Publik Kantor Bulog Kota Tanjungpinang, Gatot Wargono, Senin (18/1).

Menurut Gatot, pendistribusian rasdi (beras bersubsidi) tetap mengacu pada permintaan dari pemerintah kota Tanjungpinang. ''Proses pendistribusian tetap mengacu pada permintaan dari pemerintah kota Tanjungpinang. Setiap bulannya kita akan menyalurkan rasdi pada pertengahan bulan disetiap kelurahan,'' tuturnya.

Namun hal sebelumnya berdasarkan permintaan kelurahan. Pasalnya, kelurahan harus siap dalam pendistribusian rasdi. ''Kalau atas permintaan kelurahan untuk segera didistribusikan. Kita akan langsung salurkan ke kelurahan. Lalu, mereka lah yang membagikan kepada masyarakat yang berhak membeli rasdi,'' ujarnya.

Mengenai harga rasdi itu sendiri. Gatot menegaskan tidak ada perubahan harga jual terhadap rasdi tersebut. Harga jual kepada masyarakat tetap sama, meskipun terjadi kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah dan beras sebesar 10 persen.

''Untuk tahun ini memang ada perubahan terhadap jumlah beras kepada masyarakat yakni 13 kilogram untuk satu KK atau RTM. Biasanya 15 kilogram untuk satu KK perbulan. Tetapi rencananya akan tetap 15 kilogram, memang saat ini masih belum tertulis diberitahukan, tetapi nanti akan ada perubahaan anggaran pada APBN-P,'' tuturnya.

Penerimaan rasdi untuk kota Tanjungpinang yang disalurkan gudang bulog yakni diperuntukan untuk 5.869 untuk kuota Tanjungpinang. ''Setiap bulannya kita mengeluarkan beras sebanyak 350 ton dan saat ini persediaan beras untuk gudang bulog Tanjungpinang saat ini berjumlah 1500 ton,'' ucapnya.

Setiap dua atau tiga bulan sekali, beras bulog datang sebanyak 500 ton. Sedangkan beras yang berada di gudang bulog merupakan beras dari NTB (Nusa Tenggaran Barat) dan Jawa Timur. Diakui Gatot, untuk persediaan beras di gudang bulog tidak bisa banyak. ''Karena kalau terlalu banyak dan lama di gudang, beras akan rusak dan jelek. Kita tetap akan mendistribusikan beras sesuai dengan permintaan,'' tukasnya.

Rasdi Tahun ini Dikurangi 2 Kilogram Beras

0 comments

Harga Tetap sama Rp1600 per kilogram


Jumlah penerimaan beras bersubsidi (rasdi) yang sebelumnya bernama raskin (beras miskin) tetap dianggarkan dan harga satuan per kilogram tidak mengalami perubahan yakni Rp1600. Meskipun harga gabah mengalami kenaikan 10 persen.

Menurut Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang, Marzul Hendri, Senin (18/1), berdasarkan SK (Surat Keterangan) dari gubernur Kepri mengenai pemberian beras bersubsidi untuk kota Tanjungpinang tidak ada perubahan.

''Data penerimaan beras bersubsidi (sebelumnya raskin) sama dengan tahun 2009, begitu juga harga eceran yang dibeli masyarakat. Meskipun harga beras mengalami kenaikan, tetapi kita jual ke masyarakat tetap sama,'' ujarnya.

Namun untuk pembelian jumlah rasdi untuk setiap RTS (Rumah Tangga Sasaran) mengalami perubahan. Tahun-tahun sebelumnya, setiap RTS bisa membeli rasdi sebanyak 15 kilogram. Tahun 2010 setiap KK (Kartu Keluarga) untuk pembelian rasdi hanya 13 kilogram dengan harga eceran tetap.

''Tahun ini ada perubahaan penerimaan jumlah rasdi untuk tiap bulannya hanya satu KK hanya bisa membeli 13 kilogram. Tetapi ada perubahaan dari pemerintah daerah pembelian rasdi tiap KK tetap sama dengan tahun lalu, hanya saja masih belum diterima surat tersebut,'' ungkapnya.

Sesuai dengan kebijakan pemerintah, rasdi bisa dibeli setiap bulan selama dua belas atau satu tahun. Prosedur pembelian rasdi juga tetap sama dengan tahun sebelumnya. ''Rasdi ini khusus diperuntukan bagi warga yang benar-benar layak menerima beras subsidi ini,'' ucapnya.

Berdasarkan data penerimaan rasdi melalui dana APBN (Anggaran Pendapat Belanja Negara) untuk kota Tanjungpinang penerima rasdi sebanyak 3784 orang. Bagi masyarakat yang tidak mampu dan layak mendapatkan bantuan beras bersubsidi, Pemerintah Kota Tanjungpinang juga menganggarkan dana untuk pembelian beras bersubsidi dan dibagikan bagi masyarakat yang tidak mampu dan belum masuk dalam data penerimaan rasdi dari dana APBN.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayananan Bagian Administrasi Perekonomian Kota Tanjungpinang, Samsul menjelaskan pemerintah kota Tanjungpinang juga menganggarkan dana untuk memberikan bantuan beras bersubsidi kepada masyarakat, khususnya RTM (Rumah Tangga Miskin).

''Kita sedang menghitung siapa saja yang berhak menerima beras bersubsidi dari pemerintah itu. Kita sedang bekerjasama dengan pihak kelurahan untuk kembali melakukan data dan mengevaluasi penerimaan beras bersubsidi ini,'' ujarnya.

Mengenai harga, Samsul menegaskan tidak ada kenaikan harga. Meskipun ada kenaikan harga pada harga beli dan juga ongkos pendistribusian tidak dikenakan kepada masyarakat.

''Harga beras sebenarnya naik per kilogramnya menjadi Rp5.500 lebih, tetapi harga jual per kilogram untuk masyarakat tetap sama yakni Rp1.600 per kilogram. Karena itu kita sedang dalam proses pendataan dan evaluasi agar beras bersubsidi ini memang benar-benar diperuntukan bagi masyarakat yang berhak,'' tukas Samsul.

Kondisi Aset Pasar Memprihatinkan

0 comments

Azhar : Ada Kemungkinan akan Dianggarkan di APBD-P

Kondisi aset pasar yang telah diserahkan Pemerintah Kabupaten Bintan kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang sangat memprihatinkan. Selain memiliki hutang pajak sekitar Rp500 juta lebih, kondisi fisiknya juga sudah banyak yang rusak. Bahkan kondisi pasar potong lembu sudah tidak aktif lagi.

Hal itu berdasarkan hasil pantauan dari Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang yang membidangi perekonomian dan pembangunan. Menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang, Azhar, kondisi pasar berdasarkan pantauan sangat memprihatinkan sudah ada yang rusak dan tidak aktif lagi.

''Ada kemungkinan akan dianggarkan di APBD-P untuk pembangunan fisik, setelah persoalan mengenai aset, khususnya pasar selesai,'' tuturnya.

Seperti diketahui aset pasar masih memiliki piutang pajak kepada pemerintah provinsi Kepulauan Riau. Sehingga aset pasar yang sudah diserahkan masih belum digunakan secara optimal. ''Kita bersama-sama dengan Kepala Dinas Pendapatan dan Aset Kota Tanjungpinang kemarin melakukan pantauan kepada sejumlah aset fisik yang diserahkan kabupaten Bintan. Setelah itu baru bisa kita rencanakan kedepannya,'' ucapnya.

Diakui Azhar, setelah meninjau beberapa kondisi fisik aset yang sudah diserahkan, DPRD akan membentuk pansus mengenai aset. Hal itu bertujuan agar penggunaan aset yang sudah diserahkan bisa digunakan secara maksimal. Sementara itu, Plt Sekdako Tanjungpinang, Gatot Winoto, mengungkapkan, permasalahan utang pada pasar akan segera dibicarakan dengan pemerintah kabupaten Bintan yang akan dimediasi pemerintah provinsi Kepri.

''Sejauh ini belum ada masalah, kita sudah melihat kondisi bangunan pasar baik pasar baru maupun pasar potong lembu dan juga beberapa kios yang ada di dalam pasar,'' ujar Gatot yang juga Kepala Dinas Pendapatan dan Aset Kota Tanjungpinang.

Meskipun sebagian besar aset yang sudah diserahkan pemerintah kabupaten Bintan sudah digunakan kota Tanjungpinang, seperti bangunan gedung sekolah baik tingkat SD hingga SLTA, gedung perkantoran, lapangan, jalan, jembatan, RSUD, puskesmas dan sebagainya. Namun khusus untuk aset pasar dan beserta karyawannya masih belum dimanfaatkan secara maksimal.

''Kita masih terus mempelajari, setelah ini selesai. Baru kita akan membahas 19 aset lainnya yang belum diserahkan. Target kita bulan Maret persoalan mengenai aset pasar dan beserta pajaknya bisa segera selesai,'' harapnya.

Lokasi Istana Kota Rebah Gersang

0 comments

Menuju istana kota rebah yang pada masa kejaan Sultan Abdul Jalilsyah (1613-1677) dan perkembangan kota piring yang berada di lokasi tersebut juga berkembang pesat pada masa kejayaan Raja Haji Fisabillah (1777-1784) dengan mengembangkan kawasan Sungai Carang. Untuk menuju lokasi itu pada saat ini bisa melalui jalur darat dan laut.

Melalui jalur darat untuk menuju lokasi tersebut melewati korem dan jalan menuju situs sejarah tersebut sebagian besar masih semak belukar dan juga tidak beraspal. Kawasan bekas Istana Kota Lama Rebah bangunan sis-sisa peninggalan sejarah tidak terawat.

Berdasarkan pantauan Tanjungpinangpos, pohon ara menjulang di tengah-tengah bekas struktur sisa bangunan tembok setinggi sekitar tiga meter, terbuat dari krekel bauksit dicampur semen. Beberapa bagian tembok yang tersisa itu pun miring tidak karuan. Bahkan ada sisa bangunan yang rebah dikarenakan fondasi bangunan sisa masa kerjaaan Melayu terangkat akar pohon yang nampak hingga keluar tanah.

Pada peresmian jembatan yang dijadikan lokasi sebagai kawasan hutan bakau. Walikota Tanjungpinang, Suryatati mengakui lokasi istana kota rebah gersang. ''Dulu masih banyak pohon-pohon yang menaungi lokasi ini, sekarang sudah sedikit pohon yang ada disekitar sini,'' ujar Tatik, sapaan Suryatati A Manan.

Untuk itu, Tatik berharap akan ada penamaman kembali, baik pohon bakau maupun pohon-pohon yang ada disekitar kawasan istana kota rebah.

Sebelum melakukan penanaman kembali, perlu dilakukan pengkajian agar tidak merusak situs sejarah atau cagar budaya pada masa kerajaan Melayu yang ada di kawasan tersebut. ''Ini harus dipelajari dan diperhatikan agar suasana di sini benar-benar alami dan tidak merusak situs sejarah. Karena itu harus dilakukan kajian terlebih dahulu,'' jelasnya.

Tugas tersebut tidak hanya dibebankan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang saja, tetapi juga SKPD yang terkait, seperti Dinas Sumber Daya Alam dan lainnya. ''Lokasi ini juga harus dijaga jangan sampai ada lagi pohon yang ditebang dan juga merusak cagar budaya dan hutan bakau,'' ungkapnya.

Diakui Tatik, sebagian besar masyarakat menjual arang dari pohon bakau, sebenarnya tidak ada masalah. Karena juga menghasilkan PAD. Namun dengan catatan harus dilakukan penanaman kembali.

''Misalnya ditebang beberapa pohon, ya harus dilakukan penanaman kembali. Jangan sampai jenis pohon bakau yang ada di Tanjungpinang berkurang dan punah,'' ucapnya.

Jenis pohon bakau di Kota Tanjungpinang berjumlah 12 jenis dan salah satu jenis tidak terdapat di Bali. Sehingga menjadi salah satu keunggulan wisata hutan bakau yang ada di kota Tanjungpinang. Dimana jenis pohon bakau tersebut kalau malam selalu didatangi kunang-kunang. ''Binatang kunang-kunang pada masa ini susah ditemukan dan binatang itu masih bisa ditemukan di kota Tanjungpinang,'' ungkapnya.

Tidak hanya binatang kunang-kunang saja yang setiap malam beterbangan di sekitar pohon bakau tetapi juga masih banyak binatang liar seperti monyet dan kera yang diperkirakan masih ada puluhan kera dan monyet yang hidup bebas dilokasi tersebut. ''Binatang tersebut tetap kita biarkan mereka bebas menikmati alam dan juga menjadi salah satu daya tarik untuk menghidupkan wisata yang ada,'' tukasnya.

Situs Sejarah Kota Lama dan Hutan Bakau

0 comments

Walikota : Jadikan Potensi Wisata dan Tapak Tilas

Untuk kembali mengairahkan wisata kota Tanjungpinang yang memiliki beragam potensi bahari maupun sejarah. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang telah membangun pelantar atau jembatan yang berada di kawasan Melayu Kota Piring yang terletak pada hulu riau dengan menawarkan pesona hutan bakau yang ada disekitar sungai carang.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, Abdul Kadir Ibrahim, sejarah mencatat kota lama istana kota lama merupakan awal kekuasaan kesultanaan Melayu Riau-Johor-Pahang-Lingga pada masa kerajaan Sultan Abdul Jalilsyah (1613-1677) yang memerintahkan untuk mencari tempat baru.

''Pada saat pencarian itulah di Sungai Carang mereka menemukan semacam delta, pulau di mulut sungai, yang dinilai cocok untuk permukiman. Lokasi yang dipilih sedikit masuk Sungai Carang atau di Hulu Riau yang dijadikan istana,'' tuturnya.

Sejarah mencatat di sekitar lokasi pembangunan jembatan hutan bakau tersebut sebagai istana kota lama. Namun masyarakat kota Tanjungpinang menyebutnya dengan sebutan istana kota rebah. Hal itu dikarenakan kondisi bekas istana tersebut. Berdasarkan pantauan Tanjungpinangpos sebagaian besar sturktur bangunan yang tersisa sudah rebah ke tanah. Sisa bangunan yang berdiri ditumbuhin pohon.

''Kita berharap dengan adanya wisata hutan bakau juga sekaligus dijadikan tempat wisata sejarah. Karena bagunan yang ada disekitar ini merupakan bangunan peninggalan sejarah pada masa Kesultanan Melayu Riau ini,'' tuturnya.

Akib, sapaan Abdul Kadir Ibrahim, bangunan jembatan ini merupakan tahap awal dan akan ada penambahan jembatan. Saat ini jembatan yang sudah selesai dibangun ini memiliki panjang 200 meter dan lebar 1,5 meter.

Sedangkan untuk papin blok dibangun dengan panjang 128 meter dan lebar 1,2 meter dan luas 184 meter. Tidak hanya itu saja, di lokasi tersebut juga dibangun sumur bor, toilet, rumah peristirahatan, dan juga tempat peristirahatan dan pos penjagaan. Menurut Akib, setiap seratus meter jalan di jembatan ada tempat peristirahatan.

Suasana alam dan juga situs sejarah bisa menjadikan alterantif baru bagi tempat wisata kota Tanjungpinang. Menurut Walikota Tanjungpinang, Suryatati A Manan, dengan diresmikan jembatan ini maka lokasi hutan bakau ini menjadi salah satu alterantif pariwisata yang bisa dikunjungi.

''Selain bisa menikmati alam juga bisa dijadikan wisata tapak tilas, dimana memang di lokasi ini merupakan situs sejarah pada masa kerajaan Melayu,'' ucapnya.

Sehingga wisata kota Tanjungpinang, lanjutnya, tidak hanya di kota saja, tetapi juga bisa menelusuri sejarah atau tapak tilas yang ada dilokasi istana kota lama atau istana kota rebah.

''Ini merupakan potensi wisata hutan bakau dan juga tapak tilas. Apalagi jenis bakau yang ada di sungai hulu riau atau sei carang ini memiliki 12 jenis pohon bakau yang ada satu jenis yang tidak ada di Bali, tetapi masih ada di kota Tanjungpinang,'' ungkapnya.

Untuk menuju lokasi tersebut memiliki dua alterantif jalan yakni lewat darat dan laut. Bagi yang memilih jalur lewat darat membutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan jalur jalan yang tidak beraspal dan semak berlukar. Sedangkan lewat laut membutuhkan waktu 10 menit, namun masih belum ada kapal atau pompong yang membuat jalur ke lokasi istana kota rebah tersebut.

Menurut Suryatati, masalah ini juga harus sudah dipikirkan, jangan sampai jembatan yang sudah dibangun tidak dimanfaatkan sebagai potensi wisata. ''Kita harus bekerjasama dengan semua pihak agar potensi wisata alam dengan tema back to nuture dan juga cagar budaya tetap bisa dinikmati wisatawan,'' tuturnya.

Tatik, sapaan Suryatati A Manan berharap untuk langkah awal mengajak para pelajar untuk mempelajari situs cagar budaya di istana kota rebah dan juga mengenal jenis pohon bakau. Dengan begitu nanti akan menyebar dari mulut ke mulut. Sehingga menjadikan wisata kota Tanjungpinang berkembang.

Selamat Tahun Baru

0 comments

Terimakasih kepada teman2 yang setia membaca Hal-wanita. Meskipun jarang di up grade dan juga sudah lama tidak membahas mengenai wanita. Diharapkan di tahun 2010 akan banyak tulisan yang menarik dan bisa dibaca.

Terimakasih atas saran dan juga masukan. Sukses selalu menyongsong masa depan

Woman World | Dunia Wanita Masa Kini | Sehat dan Harmonis