Hindari Korupsi dengan Ahklak Mulia

1 comments

Moral masyarakat Indonesia, khususnya Kepulauan Riau perlu ditingkatkan dengan ahklak mulia. Sehingga dengan moral yang baik mengurangi penyimpangan-penyimpangan ahklak mulia yang teajadi di Kepulauan Riau. Penyimpangan ahklak mulai antara lain kegemaran korupsi, banyaknya tawuran antar pelajar, pergaulan bebas antar pelajar, miras, pornografi serta narkoba.

Demikian disampaikan Aida Zulaikha Nasution, Pendiri Gerakan ahklak Mulia Kepri sekaligus DPD RI asal Kepri, kemarin. Menurut Aida, penyebab rusaknya ahklak mulai bisa dijadikan karena pengaruh lingkungan, rusaknya sistem dilingkungan masyarakat, dan hilangnya pengaruh tokoh masyarakat.

''Ini yang perlu kita tingkatkan sehingga ahklak mulia bisa kembali ditingkatkan. Itu harus dimulai dilingkungan rumah, sekolah sehingga berdampak pada lingkungan sekitarnya,'' ungkap istri dari Ismeth Abdulan itu.

Diakui Aida, pihaknya sudah melakukan penyuluhan dikalangan pelajar dan juga pendidikan untuk meningkatkan ahklak mulai dengan pelajar budi pekerti, pendidikan moral dan tingkah laku.

''Pendidikan ini bisa diterapkan dilingkungan sekolah untuk menghasilkan pelajar yang memiliki ahklak mulai. Dengan ahklak mulai ini bisa menghindari korupsi. Karena pelaku akan malu terhadap anak dan keluarganya yang akan mengingatkan,'' ujarnya.

Aida menjelaskan, misalnya ayahnya korupsi dan anaknya mengetahuinya, anak yang sudah memiliki ahklak mulai akan mengingatkan dan membuat ayahnya menjadi sadar dan malu.

''Karena itu diperlukan pendidikan moral dan budi pekerti di sekolah. Selain itu juga meningkatkan pendidikan agama bagi kalangan pelajar. Sehingga kegiatan-kegiatan positif itu akan mengurangi kegiatan negatif yang dilakukan beberapa pelajar,'' tandasnya.

Menekan Angka HIV di Tanjungpinang

0 comments

Dengan Sosialisasi dan Penyuluhan

Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang berusaha untuk menurunkan prevalensi HIV/ADS dengan berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan untuk memberikan penyuluhan baik di kalangan resiko rendah maupun resiko tinggi. ''Kami terus melakukan upaya pencegahan dan penyuluhan kepada pelajar hingga pekerja seks komersial dan di tempat-tempat hiburan untuk mengurangi tertularnya HIV,'' ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, dr Eka Hanasariyanto, Senin (29/12), usai menghadiri kegiatan MUI di hotel Sempurna.

Menurut Eka, sosialisasi yang dilakukan sangat penting untuk memberikan gambaran mengenai HIV/AIDS untuk semua kalangan baik pelajar maupun dewasa.

Dampak kegiatan yang kerap kali dilakukan Dinas Kesehatan memang tidak serta merta keliahatan hasilnya berdasarkan prevalensi orang yang terkena HIV. Karena penyakit tersebut tidak mudah dideteknsi dan harus diperiksa dengan tes darah. Apalagi untuk mengetahui penyakit itu membutuhkan proses yang panjang.

''Seperti kami perkirakan tahun ini jumlah penderita HIV bertambah dibanding tahun sebelumnya. Untuk angkanya saya tidak ingat, tetapi di tahun 2008 mengalami penurunan dibanding tahun 2007,'' tuturnya.

Diakui Eka, tahun depan program-program penyuluhan dan sosialisasi tetap akan terus dilakukan untuk menekan angka penularan HIV yang hasilnya bisa dilihat lima tahun mendatang.

''Penularan HIV ini tidak hanya dikarenakan hubungan seksual tetapi juga bisa dikarenakan melalui suntikan atau narkoba,'' terangnya.

Karena Dinas Kesehatan terus menerus memberikan penyuluhan khususnya bagi pelajar agar menghindari menggunakan narkoba. Sedangkan bagi orang yang sudah telanjur menggunakan narkoba. Dokter Eka menuturkan, untuk menggunakan jarum yang sekali pakai atau menggunakan yang tablet.

''Bukannya kami mengajarkan mereka menggunakan narkoba yang memang dilarang, tetapi ini dari segi kesehatan. Sama seperti pekerja seks komersial kami menyarankan mereka menggunakan kondom, walaupun itu berarti menandakan setuju dengan adanya portitusi, namun kami melihat dari faktor kesehatan,'' terangnya.

Eka berharap tahun depan dengan program-program penyuluhan dan sosialisasi HIV/AIDS dikalangan resiko rendah

Dari 208 Kasus hanya 20 Bisa Ditangani

0 comments

Kasus Kekerasan terhadap Anak di Kepri

Kasus kekerasan anak di Kepulauan Riau (Kepri) sepanjang tahun 2008 mencapai 208 kasus yang terjadi. Data tersebut berdasarkan hasil laporan yang diterima Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kepri. Menurut Ketua KPAID Kepri, Putu Elvina, kemarin, kasus kekerasan anak yang diterima KPAID tidak semua kasus yang ditangani berhasil.

''Hanya sebanyak 20 kasus kekerasan anak yang berhasil kami tangani hingga tuntas. Selama ini KPAID memang hanya mengamati keadaan dan mencoba mencarikan jalan keluar terhadap kasus kekerasan yang menimpa anak,'' terangnya usai menghadiri pertemuan dialog MUI Kepri bersama tokoh masyarakat dan dewan pendidikan.

Kasus-kasus yang ditangani KPAID Kepri antara lain pemerkosaan anak di bawah umur, penculikan, eksploitasi kekerasan lainnya yang menimpa anak-anak di bawah umur. ''Kasus kekerasan terhadap anak sebenarnya tidak terlepas dari peran orangtua. Bagaimana orangtua mengawasi dan menjaga anak,'' ujarnya.

Kasus kekerasan anak di Kepri lebih didominasi terjadi di Batam. ''Saya tidak begitu hafal, tetapi kasus kekerasan anak banyak terjadi di Batam. Dikarenakan jumlah penduduknya lebih banyak di sana,'' katanya.

Diakui Putu, penanganan kasus kekerasan anak ini memerlukan peran dari semua pihak mulai dari sekolah, orang tua dan masyarakat. Tidak hanya KPAID yang punya tanggungjawab soal itu.

Untuk mengurangi kasus kekerasan terhadap anak diperlukan upaya prefentif, seperti pengawasan semaksimal mungkin oleh orang tua agar anaknya terhindar dari aksi kekerasan. Selain itu juga diperlukannya pendidikan yang baik, pengetahuan dan wawasan agama agar anak tahu mana yang baik dan buruk.

Terlepas dari lingkungan di rumah, pihak sekolah juga harus memegang komitmen untuk selalu memantau keberadaan anak didiknya selama berada di sekolah. Tidak terlepas dari itu, dalam pergaulan anak, lanjut Putu, juga harus dipantau orangtua, dengan siapa dan apa aktivitas anak diluar. ''Yang jelas semua harus dipantau oleh orang tua meski sesibuk apapun pekerjaan orang tua,'' tukasnya.

Rapikan Kota Tanjungpinang Melalui PK5

0 comments

Maraknya pedagang kaki lima yang selalu bermunculan setiap sore di tepi laut hingga melewati batas yang sudah ditentukan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Sehingga Petugas Satuan Pamong Praja (Satpol PP) bertindak dengan mengamankan PK-5 beberapa waktu lalu dan membuat pedagang demo.

Menurut Suryatati A Manan, Wali Kota Tanjungpinang, kemarin, Petugas Satpol PP melakukan kewajibannya menjaga kebersihan dan ketertiban kota Tanjungpinang.

''Kalau diatur dengan rapi lokasi penjualan pedagang kaki lima di tepi laut mencukupi sehingga tidak perlu sampai melewati barisan gedung daerah,'' ungkapnya usai membuka seminar di SMKN I Tanjungpinang.

Selain itu, orang nomor satu di Kota Tanjungpinang menghimbau pedagang kaki lima untuk tetap menjaga kebersihan bersama.

''Kami tidak melarang pedagang kaki lima berjualan di sana, tetapi ya diatur dan sesuai aturan yang berlaku,'' tandasnya.

Sementara itu, Agustiawarman, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja menuturkan, pihaknya akan terus melakukan razia pedagang kaki lima.

''Tidak hanya pedagang kaki lima yang berada di pasar yang kami tertipkan, tetapi juga pedagang kaki lima yang ada di tepi laut,'' ujarnya belum lama ini.

Hal itu memang dilakukan Satpol PP dikarenakan pedagang kaki lima di tepi laut sudah terlalu banyak dan marak. Bahkan melewati batas yang diberikan pemerintah yakni tidak boleh sampai melewati gedung daerah. Tetapi, pedagang kaki lima yang setiap malam mengisi ruang jalanan tersebut sudah melebihi batas yang diberikan.

Dua Minggu Warga Tanjungpinang Tak Dapat Air

3 comments

PDAM Menunggu Trafo dari Jakarta

Warga Tanjungpinang yang bermukim di Tanjungunggat, Jalan Pasar, Teluk Keriting, Jalan Tambak, Batu hitam hingga Jalan Pramuka sejak dua minggu lalu tidak lagi air bersih tidak lagi mengalir. Hal itu dikarenakan trafo milik PDAM rusak. Sehingga pihak PDAM tidak bisa mengalirkan air bersih ke rumah-rumah warga yang merupakan pelanggan PDAM Tirta Janggi.

''Banyak masyarakat sudah mengeluh karena kebutuhan air bersihnya tidak dipenuhi. Sejak dua minggu rumah warga tidak dialiri air bersih,'' ungkap Rudi Chua, Anggota Komisi III DPRD Kepri, Jumat (26/12).

Menurut Rudi Chua, hal itu dikarenakan trafo milik PDAM rusak, sehingga tidak bisa menyalurkan kebutuhan air bersih.

Trafo yang rusak itu biasanya digunakan untuk mensuplai air ke rumah-rumah warga, khususnya pelanggan PDAM. Namun sejak trafo rusak dua minggu lalu, penyaluran air bersih terhenti. Sehingga warga tidak lagi mendapat air bersih yang menjadi salah satu faktor kebutuhan masyarakat.

Menyingkapi hal tersebut, DPRD Kepri meminta agar pihak PDAM segera menyelesaikan persoalan tersebut. Karena hal itu merupakan hajad kebutuhan orang banyak. ''Kami sudah meminta PDAM untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai ada keributan terlebih dahulu, baru masalah ini ditangani,'' tutur Rudi Chua yang ditemui wartawan.

Rudi menuturkan, pihak PDAM telah memesan trafo dengan kapasitas 630 KUV di Jakarta dengan harga Rp200 juta dan barang tersebut sudah dipesan, uang sudah dikirimkan.

Sebab PDAM mendapat dana dari Pemerintah Provinsi Kepri. Walaupun sebelum pemesanan trafo sempat terganjal dana, karena uang APBD 2009 masih belum keluar. Namun sudah disiasati terlebih dahulu. ''Kendalanya sekarang barang itu baru datang tanggal 5 Januari, tentunya ini akan menyusahkan masyarakat,'' katanya.


Apalagi di daerah yang terhenti aliran air bersih, lanjut Rudi, sangat susah mendapatkan suplai air. Untuk membeli air saja harganya sangat mahal dari tangki air keliling.

Selain harganya mahal, tangki air kelilingpun juga sulit dijumpai. Harga air dari tangki keliling dari waktu ke waktu mengalami kenaikan. Saat ini harga air Rp200 ribu untuk satu tangki, yang jumlah airnya mencapai sekitar tiga ton.

Saat mau konfirmasi mengenai masalah ini, pihak PDAM tidak bisa dihubungi untuk dikonfirmasi.

Suryatati : Pelajar Perlu Tahu Seks dari Narasumber yang Tepat

0 comments

Kasus-kasus fenomena yang dilakukan pelajar berkaitan dengan pergaulan bebas makin marak, tidak hanya di Indonesia saja tetapi juga di Tanjungpinang. Hal itu dikarenakan kurangnya pelajar memahami pendidikan seks. Sehingga beberapa pelajar menyalah artikan informasi mengenai seks.

Menurut Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan, saat ini pelajar banyak mengetahui informasi mengenai seks dari narasumber yang tidak tepat, sehingga salah mengartikan.

''Pentingnya pendidikan seks education untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai pendidikan seks dari narasumber yang tepat. Sehingga mereka memahami dengan benar pendidikan seks diusai remaja,'' ujar Tati, sapaan Suryatati A Manan, kemarin.

Selain memberikan informasi mengenai seks education yang tepat kepada pelajar, Tati juga menegaskan, perlunya pendidikan moral bagi pelajar ditingkatkan. Sehingga mengurangi pengaruh buruk dalam pergaulan remaja di era sekarang.

''Pembahasan seks bagi pelajar memang menarik, karena itu diperlukan orang yang tepat untuk memberikan informasi yang tepat mengenai pendidikan seks,'' papar wanita berkulit putih itu.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Arifin Nasir mengungkapkan, untuk menyingkapi fenomena pergaulan bebas atau pesta seks yang kedepannya bisa saja terjadi kembali perlunya ada pelajaran seks atau sex education di sekolah.

''Penyampaian pelajaran seks education ini diperlukan guru yang benar-benar memahami mengenai atonomi tubuh. Dalam penyampaiannya juga diperlukan bahasa yang tidak vulgar,'' ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam itu.

Saat ini banyak pelajar yang tidak mengetahui secara benar tentang pendidikan seks. Karena kebanyakan orangtua merasa tabu membicarakan seks dengan anak perempuan ataupun laki-lakinya. Sehingga informasi mengenai seks yang didapat pelajar melalui film pornografi dan kawan. Sehingga informasi tersebut menjadi simpang siur.

''Kita juga perlu mengajarkan anak-anak di sekolah tentang pelajaran seks bagaimana berbahayanya seks untuk usia dini. Karena bisa menyebabkan penyakit kanker rahim, karena usianya masih terbilang belum pantas untuk hamil,'' terangnya.

Seks education, lanjut Arifin, saat ini memang diperlukan untuk diberitahukan kepada pelajar. Sehingga pelajar tidak lagi menyalahartikan informasi yang didapatnya.

PP Baru Bisa Berdampak Penurunan Wisman

0 comments

Peraturan Pemerintah (PP) pusat yang mengatur mengenai fiskal keluar negeri berlaku awal Januari 2009. Dimana dalam peraturan tersebut warga Indonesia yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dikenakan fiskal yakni melalui laut Rp1 juta dan udara Rp2,5 juta.. Sedangkan yang memiliki tidak dikenakan fiskal.

Menurut Suryatati A Mana, Wali Kota Tanjungpinang, hal tersebut tentunya akan berdampak bagi kunjungan wisata yang ada di Tanjungpinang.

''Kota Tanjungpinang kan dekat dengan negara tetangga, sehingga bisa berdampak pada kunjungan wisata baik luar negeri maupun dalam negeri,'' ungkapnya.

Apalagi Tanjungpinang juga mau melaksanakan program Tanjungpinang Visit Year 2011 dalam mendukung program pemerintah pusat Indonesia visit year 2009. Data jumlah wisata yang masuk ke Tanjungpinang per 25 Desember 2008 berjumlah 110.074 wisata, sedangkan tahun 2007 bisa mencapai 119.526 orang. Lalu di tahun 2006 jumlah wisata yang bertandang ke kota Gurindam dan Negeri Pantun berjumlah 130.021 orang.

Dari data yang didapat dari Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang, jumlah wisata tiap tahun mengalami penurunan yang cukup signifikan. Untuk meningkatkan program wisata di kota yang terkenal dengan Budaya Melayunya itu, Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang akan meningkatkan daya tarik wisata. Sehingga kunjungan wisata baik dalam negeri dan luar negeri terus ditingkatkan.

''Untuk mendukung program Indonesia Visit year 2009 dan Tanjungpinang Visit year 2011, kami telah menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan wisata,'' ujar Wankamar, Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang.

Diakui Wankamar, dengan diberlakukan wajib pajak bagi warga negara Indonesia yang tidak memiliki NPWP akan berpengaruh dengan kunjungan wisata lokal yang berniat mengunjungi negara Singapura melalui Kepulauan Riau, khususnya Tanjungpinang.

Walaupun demikian, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang optimis dengan program Tanjungpinang Visit year 2011. ''Kami akan terus meningkatkan daya tarik wisata yang ada di Kota Tanjungpinang untuk menarik minat turis bertandang ke sini,'' tuturnya.

Katanya, diawal tahun 2009, pihanya telah menyiapkan berbagai program wisata yang dikemas menarik untuk menarik wisata manca negara.

Salah satu paket wisata yang masih menjadi andalan kota yang terkenal dengan makanan otak-otanya itu masih Pulau Penyengat. Karena pulau tersebut merupakan pulau sejarah dan budaya Melayu. ''Kami juga akan mengikuti ekspo untuk mempromosikan potensi wisata kita yang ada di Tanjungpinang di Singapura. Langsung ke pusat centre tempat yang paling banyak dikunjungi turis manca negera,'' tandasnya.

SOTK Kepri Masih Menunggu Presiden

0 comments

Hingga saat ini Perda SOTK Pemerintah Kepulauan Riau yang sudah di sahkan DPRD Kepri masih belum ada perubahan SKPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Kepri. Hal tersebut dikarenakan pihak Pemerintah masih menunggu kelanjutan dari Pemerintah Pusat. Hal tersebut disampaikan Kabiro Humas dan Protokol, Irmansyah.

Menurut Irmansyah, Senin (22/12), pihaknya masih menunggu surat dari pemerintah pusat sebelum dilakukan rombakan berdasarkan Perda SOTK yang sudah disahkan.

''Dalam minggu-minggu ini surat persetujuan SOTK dari pemerintah pusat akan kami terima dan setelah itu baru dilakukan pelantikan sesuai dengan struktur yang sudah ditetapkan,'' katanya.

Diakuinya, belum diterimanya surat dari pemerintah pusat tidak akan menghambat jalannya SKPD yang nantinya di rombak.

Perubahan yang terjadi di SKPD di Provinsi Kepulauan Riau tidak terlalu banyak berubah hanya ada beberapa SKPD yang digabungkan menjadi satu, seperti Badan Diklat Daerah yang digabungkan kembali menjadi Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah.

Sedangkan untuk tiga SKPD baru yakni Dinas Komunikasi dan Informatika, RSUD Provinsi, dan Pelaksana Harian Badan Narkotika Provinsi (BNP) pembentukannya memang dirasakan sangat mendesak dan penting dengan mempertimbangkan kemajuan dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi, Peningkatan Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat, dan letak geografis Provinsi Kepulauan Riau yang rawan sebagai pintu masuk beredarnya obat-obatan terlarang (Narkotika dan Zat Adiktif).

''Untuk Humas sendiri nantinya menjadi Badan dengan bergabung Biro Umum sedangkan sebagian karyawan di Humas saat ini akan dibagi ke Infokom,'' terangnya.

Menurutnya, Infokom ini lebih menangani even-even yang berskala nasional atau yang diadakan pemerintah pusat. Informasinya dari Infokom.

''Secepatnya akan segera dilakukan perubahan,'' tandasnya.

121 TKI Dipulangkan dari Malaysia

0 comments

Terjadi deportasi dari Malaysia ke Tanjungpinang dalam rangka pemulangan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang bermasalah, Kamis (25/12). Sebanyak 121 TKI yang bekerja tanpa adanya dokumen resmi dipulangkan dengan menggunakan kapal Batam Line di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura.

Menurut Said Parman, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Tanjungpinang, pemulangan TKI ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pemerintah Malaysia setiap minggu.

''Sebanyak 121 TKI ini akan kami data. Setelah kami data akan segera kami pulangkan ke daerahnya masing-masing,'' ungkap Said Parman.

Pemulangan TKI melalui pelabuhan Tanjungpinang tidak pernah sepi, setiap minggu selalu terjadi deportasi TKI besar-besaran yang dilakukan Malaysia. Hal itu dikarenakan banyaknya TKI yang tidak mempunyai dokumen kerja di negeri jiran.

''TKI yang dipulangkan ini dalam waktu dekat akan dipulangkan, tergantung jadwal yang berangkat ke daerah asal para TKI yang dideportasi,'' ungkapnya.

Diakui Said Parman, tanggal 24 Desember lalu, sebanyak 455 orang sudah dipulangkan ke daerah asal, yakni Jakarta sebanyak 249 dan Surabaya 206 orang dengan dua kapal Pelni.

''Sedangkan hari ini (kemarin, red), sebanyak 48 orang dipulangkan melalui Dumai dan Batam berdasarkan keinginan mereka sendiri. TKI yang dipulangkan ke Dumai Laki-laki 28 orang dan Perempuan 5 orang, sedangkan ke Batam sebanyak 10 orang masing-masing lima pria dan lima wanita,'' jelasnya.

Pemulangan TKI ini masih terus berlanjut hingga tahun depan. Hal itu diakui Said Parman. Karena masih banyak TKI yang bermasalah di Malaysia. ''Daerah Tanjungpinang merupakan tempat translit deportasi yang dipilih pemerintah pusat, karena lokasi dan pelabuhannya besar,'' tandasnya.

Ijazah Charles Palsu

0 comments

Penyelidikan Batal Demi Hukum

Penyelidikan terhadap pencalonan Charles Harianto dari Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB) untuk maju sebagai Caleg DPRD Kepulauan Riau yang diduga menggunakan ijasah Palsu, terbukti benar. Hal tersebut disampaikan Rendrawati, Penanganan Pelanggaran Pemilu, Panwaslu Kepri yang didampingi Ketua Panwaslu Kepri, Edward Mandala, kemarin.

''Ijazah yang diberikan Charles dalam pemilihan umum 2009 terbukti palsu. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil penyelidikan ijazah tidak tercatat Dinas Pendidikan Jakarta, nomor induk siswa tidak sesuai, tidak ada cap tiga jari dan nama pengawas yang menandatangi beda,'' terangnya di ruang Panwaslu Lantai III.

Rendrawati menjelaskan, berdasarkan nomor induk siswa di SMA Nusantara Jakarta angka yang benar LAA 249701 sampai 2751584, sedangkan dalam ijazahnya tertera LAA 184707.

Keganjilan terhadap ijazah Charles juga terlihat dari nama pengawas ujian yang berbeda saat diera 1970-an yakni nama yang seharusnya menandatangani yakni MS Nasution dan Suroso D. Namun diijazah yang Charles nama yang menantangani yakni Selamet H dan Heri Suandi.

Namun sayangnya keterbatasan waktu membuat penyelidikan yang sudah ditangani Polres Tanjungpinang terhenti. ''Batas waktu untuk menangani kasus dari tindak pidana pemilu hanya diberikan waktu 14 hari. Karena waktunya sudah habis, kasus tindak pinada pemilu ini batal demi hukum,'' urainya.

Diakui Rendrawati, dikarenakan Charles merupakan anggota DPRD Kota Tanjungpinang sehingga harus menunggu surat izin dari Gubernur untuk melakukan pemeriksaan.

Kasus indikasi ijazah palsu Charles Harianto sudah bergulir sejak tanggal 24 November 2008 sudah masuk ke bagian penyelidikan Polresta Tanjungpinang. Sedangkan surat ijin pemeriksaan dari Gubernur baru keluar pada tanggal 6 Desember 2008 lalu.

''Dikarenakan pada saat itu banyak tanggal merah, sehingga terhambat waktu. Sehingga kasus ini batal demi hukum untuk tindak pidana pemilu,'' ujarnya.

Rendrawati menegaskan, Charles sudah mengundurkan diri dari Caleg DPRD Kepri dari Partai PIB. Hal itu sudah diajukan surat pengunduran diri yang diserahkan langsung ke Parpol dan Parpol telah menyampaikan ke KPU.

''Tugas Panwaslu akan menyelidiki apakah ada unsur kesengajan dari KPU terkait ijazah palsu yang digunakan Charles dalam mencalonkan sebagai DPRD Kepri,'' tandasnya.

Nur Syarfiadi : Desak Pemerintah Selaikan Dompak

0 comments

Gedung DPRD Kepri yang ditempati saat ini untuk bekerja kembali dilakukan perpanjangan sewa. Pasalnya hingga saat ini gedung DPRD yang dipusatkan di Dompak masih belum selesai dibangun. Bahkan untuk gedung DPRD Kepri sendiri baru sebatas cut and fill dan masih belum terlihat pembangunan seperti yang sudah terlihat pembangunan fisik di Kantor Gubernur Kepri.

Menurut Ketua DPRD Kepri, Nur Syafriadi, kemarin, menuturkan, Pemerintah harus menyelesaikan pembangunan di Dompak sampai batas akhir tahun 2009.

''Masih ada 11 pembangunan yang harus dikerjakan pemerintah. Karena itu, kami terus mendesak pembangunan di Dompak agar selesai,'' ujarnya.

Dikarenakan pembangunan gedung DPRD yang sesuai rencana di Dompak masih belum terlihat pembangunan gedung DPRD. Sehingga DPRD terpaksa menyetujui untuk melakukan perpanjangan sewa gedung DPRD yang saat ini berlokasi di Kilometer 11 Tanjungpinang.

''Kami kan sebagai pengguna, yang menentukan tim dari Pemerintah. Kami hanya menyetujui anggaran yang diajukan untuk penyewaan gedung sebesar Rp4 miliar,'' tuturnya.

Hal tersebut berdasarkan dari penilaian tim Pemerintah Provinsi Kepri dalam mengkaji harga sewa gedung DPRD Kepri. ''Kami tidak ada ikut campur dalam hal harga sewa gedung DPRD periode 2009-2010. Apakah harga itu sudah termasuk barang yang didalam atau hanya berupa bangunan kosong,'' tandasnya.

Minta Anak Diperhatikan Pemerintah

0 comments

Puluhan Ibu Datangi Gubernur

Sekitar pukul 10.00 WIB, puluhan ibu-ibu yang memiliki anak cacat fisik mendatangi kantor Gubernur untuk meminta perhatian gubernur terhadap anak-anak mereka agar diperhatikan dari segi kesehatan. Sehingga datang ke dokter diberikan kemudahan untuk perawatan anak-anak mereka. Apalagi terbilang ibu-ibu tersebut dari golongan yang tidak mampu.

Sekitar empat puluh tiga ibu-ibu yang mendatangi kantor Gubernur tersebut dikoordinir Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Kedatangan mereka menuntut agar Pemerintah memperhatikan anak-anak mereka, berkaitan dengan hari ibu, kemarin.

Tuntutan pendemo yang umumnya ibu yang memiliki anak cacat fisik dan mental tersebut minta perhatian dari Pemerintah Pusat pada umumnya dan Pemerintah Daerah pada khususnya terhadap nasib dan perkembangan anak mereka. Demo ini merupakan kelanjutan demo-demo yang sebelumnya sudah disuarakan mereka, namun pada kenyataan janji-janji tersebut masih belum ada realisasinya.

''Kami datang kesini untuk menangih janji pemerintah yang akan memperhatikan anak-anak ini dengan memberikan kemudahan saat mereka berobat ke puskesmas maupun ke rumah sakit,'' ujar koordinator LBH Kesehatan.

Kedatangan ibu-ibu ini disambut langsung Ketua DPRD Kepri, Nur Syafriadi, yang kebetulan habis menghadiri upacara peringatan hari ibu di Halaman Kantor Gubernur dan didampingi Kepala Dinas Sosial Kepri, Benny Kusmajadi.

Nur berjanji akan membawa persoalan ini dan akan dibahas bersama dinas terkait. ''Ya sudah, ibu-ibu pulang saja dulu. Kasihan anaknya harus ditidurkan di jalan. Saya berjanji akan segera memanggil dinas terkait untuk membahas persoalan ini,'' ujar Nur Syafriadi.

Salah satu ibu yang ikut unjuk rasa Jaimah. Jaimah berharap agar pemerintah memperhatikan anaknya, karena dia sudah tidak sanggup lagi mengobati anaknya yang Januari tahun depan akan berusia delapan tahun, tetapi belum bisa apa-apa.

''Saya berharap pemerintah memberikan bantuan kemudahan untuk perawatan anak saya. Saya mau berusaha agar anak saya sembuh,'' harapnya.

Sementara itu, Benny, Kepala Dinas Kepri menuturkan, jumlah data anak yang cacat masuk berjumlahj 400 orang se Kepulauan Riau.

''Tahun ini memang kami tidak dianggarkan dana untuk mereka, tetapi tahun depan ada anggaran untuk mereka,'' ungkapnya.

Diakuinya, berbagai program telah diberikan untuk membantu perekonomian bagi masyarakat yang tidak mampu dengan menghadirkan koperasi-koperasi buat mereka.

''Dalam memberikan bantuan kita harus memilah terlebih dahulu mana yang memang benar-benar tidak mampu untuk diberikan bantuan dan mana yang bisa diberikan bantuan dalam bentuk lain,'' tandasnya.

Jual Miras Tanpa Izin, 54 Botol Diamankan

3 comments

Pemberantas premanisme hingga minuman berakohol atau minuman keras (miras) terus dilaksanakan disetiap polsek. Senin (1/12) malam, sekitar pukul 22.30 WIB, jajaran Polsek Bukit Bestari melakukan razia di Tanjungunggat dan berhasil mengamankan satu warung yang menjual miras di dekat bengkel di Tanjungungat sebanyak 54 botol. Sembilan jenis miras tersebut dijual tanpa ada izin dengan kadar akhohol 15 persen.

Menurut AKP Arifin Efendi, Kapolsek Bukit Bestari, kemarin, razia terhadap premanisme maupun miras akan terus dilaksanakan untuk menjaga keamanan.

''Kami mengamankan Muhammad yang memiliki warung yang menjual minuman keras itu dan juga barang dagangan yang tanpa izin itu,'' ungkapnya. Minuman yang diamankan itu, lanjut Arifin, akan disita dan diserahkan ke Polres untuk dilakukan pemusnahan.

Sementara itu, Muhammad menuturkan, dirinya sudah dua kali tertangkap berjualan minuman keras. ''Saya baru berjualan tiga bulan ini. Sebelumnya pernah berjualan, tapi sudah lama tak berjualan karena pernah ditangkap,'' ungkapnya.

Diakuinya, dirinya terpaksa kembali menjual minuman keras, karena agen dari Jalan Tambak menitipkan barangnya disitu, baru setelah laku dibayar atau bayar setengah dulu. Kalau ada modal.

Karena keterbatasan modal, penawaran menarik yang diberikan agen miras tersebut disambut baik. Sehingga ia pun kembali berjualan miras. ''Dalam seminggu laku satu lusin setiap jenis miras, harga yang saya jual bervariasi ada yang Rp10 ribu hingga Rp23 ribu,'' tandasnya.

Virus DBD, Sebulan Enam Tewas

0 comments

*Ditetapkan Jadi KLB

Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tanjungpinang sejak dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang terus berjatuhan. Dalam bulan November saja tercatat korban DBD yang meninggal dunia sebanyak enam orang yang terdiri dari empat pasien dari RSAL dan dua pasien dari RSUD Tanjungpinang.

BACA JUGA : HIT OBAT NYAMUK LINDUNGIN KELUARGA

Menurut Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tanjungpinang, Eddy Sobri, Selasa (2/12), bulan November saja sudah sebanyak 80 pasien lebih yang mendapat perawatan di RSUD.

''Angka pastinya saya masih belum tahu, tetapi sudah 80 lebih pasien yang dirawat karena demam berdarah. Bahkan kami juga menyediakan ruang khusus untuk perawatan DBD,'' ujarnya.

Menurut pantauan Batam News di ruang Anggrek, RSUD Tanjungpinang saja sebanyak 18 pasien yang dirawat karena kasus demam berdarah, ada yang sudah positif maupun masih gejala atau suspeck. Sedangkan di ruang khusus KLB sebanyak 5 orang yang mendapat perawatan intensip di sana.

''Di ruang KLB saja hari ini pasien yang masuk berjumlah dua orang dan baru suspek. Untuk antisipasi. Karena anak-anak yang paling rentan terjangkit DBD,'' ungkap Desrita, perawat ruang khusus KLB Demam Berdarah.

Selama ruangan yang biasa digunakan untuk ruang rapat disulap sebagai ruang rawat inap khusus pasien DBD yang mulai berlangsung 28 November 2008 lalu sudah sebanyak 14 pasien yang mendapatkan perawatan di sana. ''Kami tidak bisa menolak pasien DBD yang membutuhkan perawatan. Karena itu ruangan ini dijadikan tempat untuk merawat pasien yang suspek DBD dan membutuhkan perawatan inap,'' urai wanita berjibab itu.

Sementara itu, Saleha, ibu pasien DBD atas nama Debi (7) menuturkan, anaknya sudah beberapa hari mendapatkan perawatan DBD. ''Rumah saya di Kilometer 18, anak saya panasnya tak turun-turun. Karena itu saya membawa ke dokter dan dinyatakan demam berdarah,'' urainya.

Diakuinya, lingkungan jarak tempat tinggalnya dengan tetangga lumayan jauh dan dibelakang rumahnya kebun. Sedangkan program 3 M (Menguras, Menutup dan Menimbun) juga telah dilaksanakan.

Sedangkan Yusmalisa, ibunda dari Muhammad (8) mengungkapkan, dilingkungan tempat tinggalnya di Jalan Bukit Cermin sudah ada dua orang tetangganya yang dinyatakan positif DBD. ''Namun hingga anaknya pun sakit panas pada hari Selasa lalu masih belum dilakukan fogging,'' ungkap Yusmalis.

Diakuinya, rumahnya tidak ada parit. Sehingga kemungkinan jentik bersarang tidak ada di parit. Lingkungan rumahnya pun tiap sebulan sekali selalu diadakan gotong royong bersama Ketua RT setempat.

Ditempat terpisah, dr Hardianto, Kepala Bidang P2M (pemberantasan penyakit menular) Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang menuturkan, fogging dilaksanakan setelah pasien dinyatakan sebagai demam berdarah oleh rumah sakit, baru difogging.

''Begitu ada yang positif dua hingga tiga hari setelah dinyatakan baru akan kami laksanakan fogging untuk dilingkungan yang dinyatakan positif. Sebelumnya, kami akan mengecek rumah yang dinyatakan positif, apakah ada sarang jentik, maka harus ditabur abate,'' ungkapnya.

Sejak dinyatakan sebagai KLB Demam berdarah, namun pasien DBD terus berjatuhan dari waktu ke waktu. Mengenai itu. Hardianto mengungkapkan, ada dua faktor yang menyebabkan pasien terus bertambah. ''Faktor pengaruh cuaca dan juga faktor prilaku masyarakat,'' ujarnya.

Untuk faktor cuaca di Kota Tanjungpinang cuacanya panas dan mendung. Sehingga menyebabkan sarang jentik. Karena lingkungan yang lembab. Disebabkan cuaca mendung dan hujan. Sedangkan untuk faktor prilaku masyarakat masih banyak masyarakat yang tidak menjaga kebersihan di lingkungannya.

''Tujuh puluh persen dilingkungan rumah masyarakat didapati sarang jentik. Sehingga membuat nyamuk demam berdarah hidup. Masyarakat diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungannya untuk menghindari DBD,'' tandasnya.



Artikel terkait HIT OBAT NYAMUK LINDUNGIN KELUARGA

Panwaslu Kota/Kabupaten Dilantik

0 comments

Edward : Mulai Melaksanakan Tugas Panwaslu

Panwaslu untuk Kota dan Kabupaten yang sebelumnya telah terpilih. Kini dilantik untuk segera melaksanakan tugas yang harus diembannya dalam melaksanakan agar Pemilu di Provinsi baik di kota dan kabupaten dapat berjalan dengan lancar. Pelantikan Panwaslu Kota/Kabupaten diadakan di alua Kantor Gubernur Kepri dan dihadiri Assisten III Provinsi Kepri, Arifin.

Menurut Edward Mandala, Ketua Panwaslu Kepri, kemarin, pelantikan ini dilaksanakan agar Panwaslu Kota/Kabupaten yang sudah dibentuk untuk segera melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai dengan amanat yang diembannya.

''Kami meminta agar Panwaslu Kota/Kabupaten untuk berembuk siapa yang menjadi Ketua Panwaslu dan segera melaksanakan tugas, sebelum membentuk Panwaslu di tiap Kecamatan. Panwaslu harus mendirikan kesekatriat. Sama seperti Panwaslu Kepri,'' urainya.

Sebelum melaksanakan tugas tersebut, Panwaslu yang dilantik harus menyediakan seketariat dan gedung untuk berkantor dan melaksanakan tugas pokok panwaslu.

''Dikarenakan anggaran belum dapat, Panwaslu Kota/Kabupaten harus bisa mensikapi persoalan tersebut hingga anggaran tersedia. Padahal tugas yang harus dilaksanakan sangat banyak,'' ungkapnya.

Menurut Edward, sebelum dana turun, Panwaslu Kota/Kabupaten dalam melaksanakan tugas berusaha untuk mendapatkan dari bantuan kota/kabupaten agar pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar.

Dua Tersangka Pengeroyokan Ditangkap

0 comments

Dua tersangka pelaku pengeroyokan dan perapasan ponsel dan uang terhadap Herianto diamankan pihak kepolisian Bukit Bestari. Kedua tersangka tersebut bernama Joslen (33) dan Sampe (31). Tersangka mengaku kesal sebab uang koperasi yang semestinya dijalan korban, Herianto digelapkan. Sehingga mereka melakukan pengeroyokan terhadap mantan karyawannya tersebut.

Menurut Kapolsekta Bukit Bestari, AKP Arifin Efendi, kemarin, dua tersangka menjemput korban dikediamannya di Perumahan Hangtuah, lalu menghajarnya di Jalan Hutan Lindung.

''Kedua tersangka ini sempat menelanjangi korban. Sebelum dikeroyok,'' ujar Arifin di ruang kerjanya.

Akibat pengeroyokan yang dilakukan kedua tersangka, korban mengalami muntah darah. Selain itu, hidungnya pun juga mengeluarkan darah. Akibat bokem mentah yang diberikan secara bertubi-tubi pada korban.

Dikarenakan pemukulan yang dialaminya Sabtu lalu, lengan kanan korban yang sebelumnya sempat membaik akibat terjatuh dari sepeda motor, kembali membengkak.

Kedua tersangka pengeroyokan diamanakan petugas MaPolsekta Bukit Bestari di rumahnya masing-masing, Minggu (30/11) sekitar pukul 15.00 WIB.

Joslen ditangkap di Perum Taman Bahagia, sedang Sampe di Jalan Kencana. Menurut pengakuan Joslen, dirinya melakukan perbuatan itu dikarenakan kesal atas perbuatan Herianto.

''Uang koperasi yang seharusnya dijalankan Herianto malah digelapkan. Jumlah keseluruhannya Rp1,8 juta,'' ujarnya sambil tertunduk.

Joslen menuturkan, Herianto mengaku tidak punya duit untuk mengembalikan uang yang dia pakai. ''Karena kesal kami telanjangi dia. Buktinya ada uang yang disimpan dicelana dalamnya,'' ungkapnya.

Sementara itu, korban, Herianto, mengaku memang menggelapkan uang tersebut. Katanya, uang digunakan untuk membawa pacar jalan-jalan ke Batam. ''Tapi saya janji uang itu akan dikembalikan,'' tandasnya.

Pencuri Bobol Brangkas Travel

0 comments

Pencurian yang terjadi di Kota Tanjungpinang kian marak, sebelumnya mobil Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dibobol dengan cara jendela mobil dipecahkan. Sehingga uang Rp200 juta yang baru diambil dari bank raib. Kali ini, kawanan pencurian beraksi di penjualan tiket PT Cahata Nurhuda Tours and Travel, yang berlokasi di Jalan Yusuf Kahar.

Kelompok pencurian di tour and travel tersebut dalam beraksi menggunakan mobil dan menggasak brangkas yang ada di Travel tersebut. Kejadian tersebut diperkirakan berlangsung sekitar pukul 05.00 WIB, Senin (1/12) kemarin.

Pemilik loket, H Andi Sinrang (58) mengungkapkan, dirinya tidak tahu persis perihal pencurian berlangsung. ''Saya baru tahu kejadian pencurian itu setelah dihubungi pihak kepolisian Polresta Tanjungpinang,'' ungkapnya.

Diakui pemilik travel. dirinya ditelpon jam setengah tujuh. Begitu mendapat dirinya langsung berangkat ke tempat usahanya. Menurut H Andi, pelaku diketahui masuk dengan cara mencongkel jendela samping tempat dia membuka usaha.

Tidak ada yang hilang selain brankas yang diletakkan di belakang meja kantor. Padahal, di dalam kantor juga terdapat barang-barang cukup berharga diantaranya dua unit komputer, dan mesin foto copy. Andi menjelaskan, di dalam brankas berukuran dengan tinggi sekitar 50 cm tersebut tidak terdapat uang. Di dalamnya hanya berisi lembaran tiket kosong, serta buku kas.

''Uang tidak ada di dalam berangkas. Mana pernah saya menaruh uang di kantor,'' ungkapnya.

Informasi yang diperoleh H Andi, brankas miliknya itu diketemukan di Tirtamadu, Batu 18. Selain berankas, polisi juga mendapati mobil Toyota Kijang yang digunakan pelaku saat beraksi. Polisi mengetahui yang memergoki aksi pencurian itu sekitar pukul 05.00 WIB. ''Kata tetangga mendengar tembakan dan polisi melakukan pengejaran,'' tandasnya.

Sementara itu, AKBP Yusri Yunus, Kapolres Tanjungpinang membenarkan telah terjadi pencurian di PT Cahata Nurhuda Tours and Travel. ''Saat ini pelaku masih dalam pengejaran,'' ungkapnya.

Menurut informasi, pelaku pencurian tersebut berada di Kijang dan sedang dilakukan pengejaran dari pihak kepolisian.

Penghuni Lokalisasi 140 WPS di Batu 24

0 comments

Mengenal Kondom 100 Persen, Menggunakan 50 Persen

Memperingati Hari Aids sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember, Pemerintah Provinsi Kepri dalam hal ini Dinas Kesehatan bersama KPA (Komisi Penanggulan Aids) Kepulauan Riau mendatangi lokalisasi yang berada di Batu 24 Tanjungpinang. Dalam kunjungannya memperingati hari Aids dan sekaligus memberikan penyuluhan, Wakil Gubernur Kepri, HM Sani dan sekaligus Ketua Harian KPA Kepri turut hadir dalam sosialisasi tersebut.

Begitu memasuki wilayah lokalisasi bertulisan daerah wajib menggunakan kondom. Di lokalisasi Batu 24 tersedia klinik Sri Indah yang buka tiap hari yang memeriksa para WPS (Wanita Pekerja Seks) yangberada dilingkungan tersebut. Menurut Dr Horas, dokter Klinik Sri Indah, para WPS sudah mengetahui mengenai kondom. Namun penggunaannya baru 50 persen.

''Setiap bulan, mereka melakukan pemeriksaan secara rutin untuk menghindari IMS (Infeksi Menular Seksual) atau PMS (Penyakit Menular Seksual). Serta mencegah terjadi HIV/AIDS,'' ungkapnya.

Diakui, jumlah WPS di lokalisasi setiap bulan berbeda-beda. Karena ada yang keluar dan masuk. Sehingga tidak bisa diperkirakan dengan pasti angka penghuni lokalisasi tersebut.
Lokalisasi di Batu 24 rata-rata penghuni lokalisasi menerima tamu sebanyak tiga konsumen dalam semalam. Hal tersebut diungkapkan Abdul Manak, Ketua Tim Penyuluhan dan sekaligus Ketua RT setempat. ''Jumlah tamu yang berkunjung berubah-ubah, tetapi rata-rata setiap malam mereka menerima tiga tamu dan tiap orang berbeda jumlahnya,'' ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Abdul, bahwa penghuni lokalisasi setiap bulan berganti-ganti. Karena ada yang pulang ke daerahnya. Sementara itu, RN (21), WPS di Batu 24 menuturkan, dirinya selalu menganjurkan tamunya untuk menggunakan kondom.

''Saya selalu meminta tamu menggunakan kondom. Kalau tidak mau menggunakan kondom, saya menolak melayaninya. Apalagi ini merupakan daerah wajib kondom. Jadi, saya bisa menolak tamu yang tidak mau menggunakan kondom,'' ungkap wanita berambut panjang itu.

Diakui wanita yang menggunakan kaos warna merah muda itu, ada beberapa tamu yang memaksa tidak mau menggunakan kondom. Hal itu terkadang tak bisa dilarang. ''Ya, terkadang terpaksa juga saya layani, tapi tamu tipekal seperti itu sangat sedikit. Bahkan ada juga tamu yang bawa kondom sendiri,'' tandasnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Munzir Purba memberikan penyuluhan pentingnya menggunakan kondom saat berhubungan intim. Untuk menghindari berbagai penyakit, khususnya HIV/AIDS. Selain itu, KPA Kepri juga membagi-bagikan brosur serta CD.

Kepri Urutan ke 4 HIV/AIDS

0 comments

Persoalan HIV/AIDS dilingkungan Provinsi Kepulauan Riau terus menerus menjadi persoalan yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Apalagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menjadi urutan ke empat, setelah Papua, Bali, Jakarta di Indonesia.

Menurut HM Sani, Ketua Harian Komisi Penanggulan Aids Daerah Kepulauan Riau, yang juga Wakil Gubernur Kepri, kemarin, jumlah HIV/ AID di Kepri untuk tahun 2008 hingga bulan September berjumlah 184 yang terjangkit AIDS Sedangkan HIV berjumlah 284.

Sedangkan data dari tahun 2000 hingga 2008 untuk penderita HIV berjumlah 1660 penderita. Sedangkan yang sudah terkena AIDS berjumlah 740 orang. Sedangkan angka kematian Kepri mendapat urutan ke 12 dari yang sebelumnya masuk urutan ke enam.

''Jumlah penderita HIV/AIDS di Kepri tiap tahun mengalami pengurangan dan angka kematian penderita juga berkurang. Ini karena masyarakat sudah sadar pentingnya melakukan pemeriksaan,'' ungkap Sani didampingi, Dadang, Seketaris KPAD Kepri dan Rina, Wakil Seketaris KPAD Kepri, serta Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau.

Diakui Sani, sosialisasi dan penyuluhan sangat penting dilakukan mulai ditingkat pelajar hingga masyarakat untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS maupun penyegahan.

''Semua komponen sekolah dalam memperingati HIV/AIDS dilibatkan, tidak hanya sekolah saja tetapi juga PNS dilingkungan Kepulauan Riau,'' ujarnya.

Hal tersebut dilakukan agar generasi muda mengetahui dan menghindari bahaya penyakit HIV/AIDS dikarenakan pergaulan bebas maupun penggunaan Narkoba. ''Sosialisasi di sekolah hingga di tempat-tempat ibadah sangat efektif agar generasi muda menghindari bahaya HIV/AIDS,'' tandasnya.

Sementara itu, Muzir Purba, Kepala Dinas Kepri menuturkan, untuk di Kepulauan Riau, Batam, Karimun dan Kepualaun Bintan penderita HIV/AIDS yang paling banyak. ''Yang paling tinggi di Kepri di Batam, bukan berarti daerah lain tidak ada yang terkena, ada juga yang terjangkit, tetapi angkanya tidak terlalu tinggi. Karena itu perlu ditingkatkan sosialisasi dan pencegahan penularan HIV/AIDS,'' ungkapnya.

Diakui Muzir, penularan HIV/AIDS di Kepulauan Riau paling banyak terjadi dalam hubungan hitroseksual antara pria dan wanita. Karena itu, Pemerintah mengajurkan untuk menggunakan kondom untuk menghindari penyebaran HIV/AIDS yang paling banyak terjadi karena hubungan suami istri.

Sosialisasi Hari AIDS di Kepulauan Riau dilakukan di 11 sekolah antara lain SMUN II dan SMPN IV Tanjungpinang yang dilakukan SKPD terkait baik Provinsi Kepri maupun Kota Tanjungpinang. Seperti di SMUN II, Inspektur upacara langsung dipimpin Wakil Gubernur Kepri, HM Sani.

Anambas Nyusun Strukur Pemerintah

0 comments

Stuktur pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Anambas dalam waktu dekat akan segera dilantik menjadi pejabat definitif. Sambil menanti pejabat definitif, pejabat pelaksana tugas yang sudah ditunjuk tetap menjalankan struktur pekerjaannya.

Demikian disampaikan, Pejabat Bupati Kepulauan Anambas, Tengku Mukhtarudin, Senin (1/12) usai menghadiri upacara Korpri, di halaman kantor Gubernur Kepulauan Riau. ''Kami sudah memiliki pejabat sementara assisten dua hingga staff PNS,'' ungkapnya.

Diakuinya, saat ini Menteri Dalam Negeri sudah mesahkan penyusunan SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Anambas.

Di Kabupaten Anambas untuk SPKD yang sudah terbentuk berjumlah delapan dinas, dua badan, dua kantor dan 1 inspektorat. Selain SKPD sudah terbentuk, begitu juga personil yang ada di dalamnya. ''Staff PNS di Anambas saat ini berjumlah 100 PNS, sebenarnya idealnya 400 PNS, tapi bukan berarti pemerintah Kabupaten Anambas tidak berjalan,'' ujarnya.

Sedangkan mengenai dana operasional di Kabupaten Anambas masih belum diberikan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kepri maupun Pemerintah Induk, Kabupaten Natuna. Namun, Pemerintah Provinsi Kepri memberikan bantuan dana untuk kelancaran pengurusan pemerintah di Kabupaten Anambas.

''Kita menjalankan apa adanya dulu dan membuat beberapa hal dulu dengan dana yang diberikan Pemerintah Provinsi Kepri,'' tuturnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas juga tengah menanti kesepakatan dana bagi hasil (DBH) sektor Minyak dan gas (migas) dari kabupaten induk yakni Pemkab Natuna. Hal ini sejalan dengan kesepakatan yang telah diambil dan ditandatangani, bahwa daerah pemekaran mendapatkan porsi pembagian sebesar 40 persen, sedangkan kabupaten induk (Natuna) mendapatkan 60 persen dari seluruh hasil sumber daya alam (SDA) yang ada di Kabupaten Anambas.

''Saya harap semua komponen menyepakati keputusan yang sudah dibentuk. Sebelum Kabupaten Anambas terbentuk, kabupaten Natuna dinyatakan sebagai daerah penghasil. Kabupaten Anambas telah ditetapkan dan secara otomatis dinyatakan sebagai daerah penghasil. Makanya, seluruh SDA yang ada selama ini harus dipisah pengelolaannya,'' urainya.

Diakuinya, sesuai ketetapan Kabupaten Natuna menerima 60 perse Kabupaten Kepulauan Anambas memperoleh 40 persen. Kesepakatan dilakukan sebelum pengesahan pembentukan kaupaten Anambas.

Seharusnya, ketetapan ini telah berjalan saat ini, pasca Kabupaten Kepulauan Anambas terbentuk. Tapi saat ini masih alam tahap penyiapan. Pemkab Kepulauan Anambas telah beberapa kali menyurati Pemkab Natuna. Yang mengesahkan saat itu adalah Wakil Bupatinya dan Wakil Ketua DPRD Natuna. Sesuai ketentuan, proses pemekaran tak boleh melemahkan kabupaten induk. Pemkab Anambas tetap komitmen terhadap keputusan yang dibuat.

Satu Mesin PLN Rusak, Warga Terganggu

0 comments

Dikarenakan mesin PLN yang berlokasi di Suka Berenang mengalami kerusakan. Sehingga pemadaman listrik tak dapat dielakan dibeberapa lokasi, salah satunya di Kecamatan Tanjungpinang Barat. Pemadan tersebut berlangsung sekitar pukul 05.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. PLN masih juga belum mensuplai listrik ke daerah tersebut.

Menurut Wati, warga Tanjungpinang, kemarin, akibat pemadan PLN yang berlangsung lama membuat keluarganya merasa kesulitan. ''Kami merasa terganggu dengan pemadaman diluar jadwal seperti ini, apalagi lama sekali PLN baru menghidupkan arus listrik,'' ujar ibu dua anak itu.
Diakuinya, akibat pemadaman listrik yang berlangsung hingga lima jam itu, membuat Wati tidak bisa melakukan pekerjaan.

Pasalnya semua pekerjaan di rumah membutuhkan tenaga listrik, seperti memasak nasi, menghidupkan air untuk kebutuhan rumah semuanya menggunakan arus listrik.

Dikonfirmasi mengenai pemadaman listrik yang lebih dari tiga jam itu atau yang tidak sesuai dengan perjanjian PLN dengan DPRD Kepri. Manager Pelayanan PLN TPI, Musril, kepada Batam News menuturkan, pemadaman tersebut dikarenakan ada satu mesin PLN yang mengalami kerusakan. ''Mesin yang berlokasi di Suka Berenang dan berkapasitas 2 MB mengalami kerusakan. Sehingga suplai listrik jadi terganggu dan berdampak pada kematian,'' urainya.

Diakuinya, saat ini pihak PLN sedang memperbaiki mesin yang rusak. ''Kami sudah berusaha untuk memperbaiki mesin yang rusak. Gangguan ini tidak akan lama, karena kami sudah mencari peralatan untuk segera memperbaiki, Hari ini sudah tidak akan mengalami gangguan terlalu lama,'' ujarnya.

Musril, juga berharap agar warga yang mengalami gangguan listrik untuk menelpon ke bagian pelayanan gangguan listrik yang sudah disediakan.

Pedagang Kaki Lima Ditertibkan

0 comments

Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP) Tanjungpinang selain rutin melakukan razia pelajar yang bolos dijam sekolah, juga sedang menggalakan razia pedagang kaki lima (PK5) yang berjualan bukan pada tempatnya. Hal tersebut diungkapkan Agustiawarman, kemarin.

''Tidak hanya pedagang kaki lima saja yang berada di pasar yang kami tertipkan, tetapi rencananya juga pedagang kaki lima yang ada di tepi laut,'' ujar Agustiawarman kepada Batam News.

Hal tersebut dikarenakan pedagang kaki lima di tepi laut sudah terlalu banyak dan marak. Padahal batasan yang diberikan pemerintah sebelum sampai ke gedung daerah. Tetapi, pedagang kaki lima yang setiap malam mengisi ruang jalanan tersebut sudah melebihi batas yang diberikan.

''Kalau sudah terlalu banyak jadi tidak rapi. Waktu diberikan ijin berjualan disitu pada jam-jam tertentu dan tidak sebanyak yang sekarang,'' ungapnya.

Sehingga kalau malam tepi laut jadi terkesan berantakan dan tidak rapi. Karena banyaknya pedagang yang berjualan di lokasi tersebut. ''Dalam waktu dekat pedagang yang berada di tepi laut akan kami batasi dan rapikan, misalnya pedagang bakso hanya diberikan batasan satu meja saja per gerobak,'' urai pria berkuli sawo matang itu.

Setiap malam dikota yang terkenal dengan makan khas otak-otak itu di tepi laut biasanya sepanjang siang jalan tersebut sepi dan jauh dari pedagang kaki lima. Namun, kalau malam hari, sepanjang perjalanan menuju arah pasar itu ramai dipenuhi gerobak jagung bakar, kacang rebus, bakso hingga penjual ice cream.

''Tidak semua yang datang ke tepi laut itu mau makan hanya sekedar menikmati pemandangan laut. Karena terlalu banyak pedagang kaki lima. Sehingga tidak bisa lagi menikmati laut. Karena itu, kami akan melakukan penertiban,'' jelas Agus.

Diakui Agus, pedagang kaki lima di tepi laut tidak dipungut biaya retrebusi penjualan maupun sampah.

Karena itu, Agus menghimbau agar pedagang kaki lima di tepi laut yang berjualan dimalam hari menjaga kebersihan dan menyiapkan tempat sampah sendiri.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan, kemarin, menuturkan, untuk penertiban pedang kaki lima di tepi laut perlu dikoordinasikan kembali. ''Kita harus mengatur kembali, apalagi ini menyangkut nafkah orang. Kita akan membicarakan nanti mengenai bagaimana baiknya,'' tandasnya usai menghadiri penutupan PKK di Lapangan Skip, Tanjungpinang.

KPU Kepri Bertemu Danlantamal

0 comments

Persiapan Pemilu 2009

Kamis (27/11), Komisi Pemilihan Umum Kepulauan Riau bertandang ke Lantamal IV Tanjungpinang dalam rangka untuk meminta partisipasi dalam Pemilu 2009. Pasalnya, letak Kepulauan Riau yang terdiri dari pulau-pulau menyulitkan KPU dalam bidang logistik, khususnya menyangkut pengiriman kotak suara.

Menurut Den Yelta, Ketua KPU Kepri, pihaknya meminta bantuan Lantamal IV untuk membantu mendistribusikan logistik dibeberapa pulau di Kepulauan Riau yang tidak terjangkau alat transportasi laut atau yang jarang dilalui transportasi laut. Demi kelancaran Pemilu 2009 dalam pengiriman kotak suara maupun data logistik.

''Dengan bekerjasama dengan TNI AL tentunya akan ada rasanya aman dalam pengiriman barang logistik. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,'' ujar Den Yealta, didampingi Ferry Manalu, Tibrani, anggota KPU.

Hal tersebut juga diungkapkan anggota KPU Natuna, Januariusdi yang sengaja didatangkan KPU Kepri untuk memberikan keterangan kepada Lantamal mengenai kesulitan transportasi laut dalam pengiriman pendistribusian logistik pemilu di daerah pulau-pulau yang ada di Kepulauan Riau.

Menanggapi hal tersebut, Brigadir Jeneral TNI, Lukman Sofyan, Danlamtal IV Tanjungpinang, menuturkan, dalam rangka pemilu pihaknya siap melakukan pengamanan sesuai dengan amat Undang-Undang.

''Dalam rangka pengamanan pemilu, dalam hal pendistribusian logistik, saya tegaskan siap membantu aparat pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Apalagi pemilu nanti memang sifatnya nasional baik. Kita siap untuk membantu baik dari pengamanan maupun transportasi berdasarkan atas perintah yang dipusat,'' jelasnya.

Diakui Lukman, keputusan yang dipusat yang mengambil keputusan. Namun, pihaknya siap memberikan bantuan atas perintah pusat. ''Sebagai aparat, kami siap diperintahkan kapan saja sama yang dipusat. KPU Pusat pasti juga sudah mempertimbangkan untuk meminta bantuan dalam hal transportasi. Sehingga pihaknya tetap akan menyediakan sarana transportasi dalam pengantaran logistik di pulau-pulau, sesuai dengan perintah,'' tandasnya.

Rumah Warga Hancur Ketiban Tower

0 comments

Sudah Sejak Lama Minta Diturunkan

Dua rumah warga di Jalan Panjaitan, gg Putri Balkies RT 01/RW 02 hancur tertimpa sebuah tower pengangkal petir milik Bintan Pager. Tower tersebut diperkirakan ambruk, sekitar pukul 01.10 WIB, Kamis, dini hari. Pasalnya, tower yang sudah lama tidak berfungsi tersebut ambruk saat tertiup angin. Menurut Satiman, korban tower ambruk, ketika tower tua rubuh, keluarganya sedang tertidur di kamar dekat dapur.

Suara gedubrak dari benturan tower yang rubuh membuat keluarga Satiman terkejut dan terbangun. Namun, dipikirnya tidak terjadi apa-apa, Satirman berniat melanjutkan tidur lagi. Tetapi, di luar beberapa warga yang mendengar suara tersebut dan berteriak.

''Saya terbangun dan melihat, lampu juga sudah hampir mati. Begitu keluar kamar, saya kaget mendapati atap rumah saya sudah hancur berantakan karena tertimpa tower,'' keluhnya.

Jatuhnya tower yang sudah berdiri sejak tahun 1999 tersebut sempat menghantam jaringan listrik, langsung megeluarkan api. Akibat rubuhnya tower Bintan Pager membuat atap rumah, alat-alat rumah tangga berupa meja, serta TV keluarga rusak parah.

Hal yang sama juga dialami, keluarga Robert, yang posisi rumahnya berada di sebelah rumah Satiman. ''Saya terkejut sewaktu mendengar suara itu dan ternyata tower itu rubuh mengenai atap dapur di rumah saya ini membuatnya hancur,'' ujarnya sambil menunjukan atap dapur rumahnya yang berantakan akibat terkena tower.

Jatuhnya tower Bintan Pager tersebut memang tidak mengakibatkan ada korban jiwa, tetapi korban mengalami kerugian yang diperkirakan puluhan juta. Akibat rubuhnya tower yang menimpa dua rumah yang berada dekat dengan berdirinya lokasi tower.

Sementara itu, Imrais, warga tempatan, menuturkan, warga sudah pernah meminta pada pemilik tower untuk segera melepas tower tersebut. ''Apalagi perjanjiannya sudah lama berlalu. Pemilik lahan dengan pemilik tower sudah membuat perjanjian untuk meminjam lahan untuk pemasangan tower dari tahun 1999 hingga 2005,'' urainya.

Namun hingga tahun 2008, tower yang ada di lingkungan warga setempat belum juga diturunkan. Padahal perjanjiannya sudah lama berlalu. ''Kami sudah membuat surat kepada pemilik tower untuk segera menurunkan tower tersebut, tetapi tidak digubris malah meminta dana dari kami,'' ujarnya.

Tower yang berdiri tersebut sejak tahun 2005 sudah tidak digunakan lagi. Akibatnya, masyarakat setempat sering merasa was-was, karena tower yang menjulang tinggi itu bisa berbahaya terkena petir. Tidak hanya itu saja, banyak peralatan elektronik warga setempat rusak.

Sebulan 67 Orang Terkena BDB

0 comments

Kasus DBD Tanjungpinang Ditetapkan KLB

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tanjungpinang dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Pasalnya dalam sebulan jumlah penderita DBD di Kota Tanjungpinang mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dibanding bulan sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan dr Eka Hanasariyanto, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, kemarin, usai menghadiri kegiatan PKK di lapangan Skip. ''Kasus DBD di Kota Tanjungpinang sudah dinyatakan KLB. Karena dalam sebulan sudah 67 orang yang dinyatakan positif, sedangkan yang gejala DBD ada ratusan orang dalam sebulan,'' ungkapnya.

Diakui Eka, jumlah pasien yang terkena DBD bulan November ini lebih meningkat dibanding bulan-bulan sebelumnya yang rata-rata jumlah pasien DBD berjumlah 27 orang.

''Kasus DBD di Kota Tanjungpinang yang ditetapkan sebagai Kasus Luar Biasa ini merupakan kasus pertama yang terjadi di Kota Tanjungpinang,'' ujarnya.

Selain itu data dari Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang dalam setahun ini yang meninggal dunia akibat virus DBD berjumlah lima orang, termasuk satu lagi pasien DBD yang meninggal dunia di RSAL, kemarin. ''Tadi pagi (kemarin pagi, red), kami mendapat laporan dari rumah sakit, satu lagi pasien yang meninggal dunia berusia tiga tahun,'' ujar Eka.

Satu pasien yang meninggal dunia tersebut berada bertempat tinggal di Kilometer lima, Tanjungpinang. Sehingga tim medis Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang turun ke lokasi untuk melakukan fogging. ''Banyak masyarakat bertanya kenapa di tempatnya tidak dilakukan fogging. Fogging itu racun dan bukan pencegahan demam berdarah, melainkan mencoba untuk membunuh nyamuk DBD yang telah mengigit korban, sehingga tidak terjadi penyebaran,'' ungkapnya.

Dilanujutkan Eka, untuk melakukan pencegahan DBD, masyarakat diharapkan untuk melakukan 3 M yaitu menguras bak mandi, menutup penampungan air, dan mengubur barang bekas.

Selain itu juga menaburkan bubuk abate untuk membunuh jentik-jentik nyamuk yang berada didalam bak kamar mandi. ''Kami memberikan bubuk abate gratis kepada masyarakat,'' ungkapnya.

Dikarenakan Kota Tanjungpinang sudah dinyatakan Kejadian Luar Biasa DBD di Kepulauan Riau. Dinas Kesehatan Provinsi Kepri juga turut tangan membantu Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang untuk mencegah kasus DBD menyebar dilingkungan masyarakat.

Menurut Munzir Purba, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, kemarin, di Kepulauan Riau untuk kasus demam berdarah yang baru dinyatakan sebagai KLB baru Kota Tanjungping. ''Kemarin kan sempat ribut-ribut di Karimun kasus DBD sebagai KLB, ternyata tidak benar,'' ungkapnya.

Munzir menegaskan, untuk kasus DBD yang ditetapkan sebagai KLB baru Kota Tanjungpinang. Karena jumlah penderitanya lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya.

''Kami memberikan bantuan berupa penyuluhan serta abate dan beberapa lainnya untuk mencegah DBD terus melebar di Kota Tanjungpinang,'' tandasnya.

Sani : Menunggu Pembahasan Aset Pemko-Pemkab

0 comments

Saat ini pembahasan sengketa aset antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dengan Pemerintah Kabupaten Bintan masih terus berlangsung. Pasalnya, pembahasan perebutan aset sejak Kota Tanjungpinang berdiri sendiri masih belum menemukan titik temu.

''Saat ini pembahasan aset masih sedang dibahas ditingkat internal Pemko Tanjungpinang dengan Pemkab Bintan bersama DPRD masing-masing,'' ujar HM Sani, Wakil Gubernur Kepri, kemarin, usai menghadiri penutupan PKK di Lapangan Skip, Tanjungpinang.
Sani menuturkan, pihaknya sebagai mediator memberikan kesempatan kepada pemerintah setempat untuk membahas bersama-sama dengan DPRD setempat.

''Setelah ada hasilnya, baru kita akan membahas kembali. Pendapat antara Pemko Tanjungpinang dengan Pemkab Bintan untuk menyamakan persepsi,'' ungkapnya.

Mengenai tenggang waktunya, Sani menegaskan, masih lama. ''Pembahasan aset kan baru berjalan dua bulan. Biarkan tim dulu membahas ditingkat internal mereka, baru kita dudukan bersama. Kami disini sebagai mediator dan tidak akan memihak. Kami hanya mempertemukan kedua tim untuk menyamakan persepsi,'' tandasnya.

Bendara Parpol akan Ditertibkan

0 comments

Ditempatkan di Delapan Titik, Empat Kecamatan

Saat ini banyak atribut partai politik di Kota Tanjungpinang yang dipasangnya semerawut. Sehingga merusak tatanan kota Tanjungpinang. Bahkan atribut parpol yang berupa bendera, baleho dan spanduk terkesan asal pasang dan tidak dibuat serapi mungkin, yang penting lokasinya strategis.

Dalam ajang pertemuan forum koordinasi pimpinan daerah dengan pimpinan partai politik Kota Tanjungpinang, Edward Musahili, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, kemarin, menuturkan, semakin mendekati pemilu eskalasi politik semakin meningkat. ''Salah satunya dapat dilihat dari maraknya pemasangan atribut partai, seperti spanduk, baleho, bilboard dan bendera hampir disemua ruas jalan. Sehingga sedikit banyak dapat menganggu keindahan kota,'' ujar Edward dalam sambutannya di Hotel Laguna, Tanjungpinang.

Edward berharap, adanya koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, KPU, Panwaslu dan partai-partai politik diharapkan kegiatan sosialisasi dapat dilaksanakan, tetapi juga memperhatikan keindahan kota juga dijaga.

''Hingga saat ini menuju Pemilu 2009, Kota Tanjungpinang masih kondusif dan diharapkan tetap kondusif sampai masa pemilu berakhir,'' ujarnya.

Sementara itu, usai pertemuan, Juramali Esram, Kepala Kantor Kesbang Limas Kota Tanjungpinang menuturkan, saat ini pihaknya bersama KPU Kota Tanjungpinang sedang menyiapkan lokasi untuk pemasangan bendara partai politik.

''Untuk pemasangan bendara parpol kami pusatkan di delapan titik, di empat kecamatan di Kota Tanjungpinang dengan lokasi yang strategis dan bisa dilihat masyarakat. Sehingga parpol tetap bisa melakukan sosialisasi dengan atribut bendara,'' ungkapnya.

Esram menambahkan, untuk menjaga tatanan kota Tanjungpinang tetap indah, pihaknya juga akan melakukan kerjasama dengan Panwaslu Kota Tanjungpinang yang akan dilantik awal bulan Desember.

Untuk lokasi pemasangan bendera atau atribut parpopl, Esram masih enggan menyebutkan lokasi mana saja yang akan dipusatkan sebagai tempat pemasangan atribut parpol. ''Pertemuan ini juga akan membahas mengenai atribut parpol. Tujuan diadakan kegiatan ini untuk meningkatkan koordinasi pemerintah daerah dengan partai politik,'' urainya.

Diakui Esram, kegiatan ini mengundang seluruh pimpinan parpol dan pemerintah daerah untuk saling bertukar informasi dan juga mensinergikan pendapat untuk memajukan kota Tanjungpinang dalam hal pembangunan.

Pada kesempatan itu juga, Pemerintah Kota Tanjungpinang menyerahkan bantuan keungan kepada partai politik yang memperoleh kursi di DPRD Kota Tanjungpinang hasil Pemilu 2004. Sesuai dengan peraturan pemerintah Nomor 29 Tahun 2005 dan Permendangri Nomor 32 Tahun 2005 yang direvisi dengan Permendagri Nomor 25 Tahun 2006.

SK Didampingi Keluarga

0 comments

Ruang khusus di Markas Polisi Sektor Bukit Bestari yang dijadikan tempat penahan SK nampak ramai. Pasalnya, keluarga tersangka kasus pembunuhan bayi di Jalan Kencana menemani SK yang diamankan Polsek Bukit Bestari sejak dua hari laku.

''Sejak kami amankan, keluarga SK menemani SK di ruang khusus yang kami tempatkan. Ini karena SK masih dibawah umur dan perlu ada yang menemani tersangka,'' ujar AKP Arifin Effendi, Kapolsek Bukit Bestari, kemarin.

Menurut pantauan Batam News, ruangan khusus yang ditempatkan SK sebagai tanahan terlihat beberapa keluarga SK yang menemani SK sejak SK ditetapkan sebagai pelaku pembunuhan bayi yang sempat menghebohkan warga setempat.

Wajah SK nampak lebih riang dibanding saat pertama kali diamankan dari sekolah SMAN IV yang berlokasi di Jalan Pemuda, Tanjungpinang.

''Kondisi SK sudah lebih baik dan juga sudah bisa bercanda,'' tutur Arifin.

Menurut pihak sekolah, lanjut Arifin, SK merupakan anak yang patuh dan rajin. Sehingga tindakan yang dilakukan SK membuat pihak sekolah tidak percaya.

Sedangkan di rumah, SK selalu berada dibawah pantauan keluarganya. ''Menurut informasi yang kami terima dari tantenya. Setiap SK keluar dari rumah selalu ditemani keluarganya. Keluarga SK terlalu mengekang SK. Sehingga SK cendrung berdiam diri di kamar seorang diri,'' urai Arifin kepada Batam News.

Kasus tersebut terus diproses. Bahkan kasus SK pun juga turut didampingi Bapas, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan juga dari Shelter Kepri yang membantu menangani pelaku yang masih dibawah umur.

Karena perbuatan pelaku, pelaku dikenakan Pasal 341 KUHP tentang perbuatan yang menghilangkan nyawa anak yang baru dilahirkan dan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Sedangkan pacar Sk, Mohammad Noviyandi (19) yang turut diamankan saat sedang training di Hotel Royal, Tanjungpinang dikenakan Pasal 81 ayat 2 Undang-Undang No 21 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dibawah umur dan ancaman lima tahun penjara. ''MN kami amankan di sel tahanan dan kami pisahkan dari SK. Karena usia MN sudah cukup umur untuk diamankan,'' tandasnya.

Sekuarga Lawan Rampok

0 comments

Pelaku Perampokan Ditembak

Selasa (22/11), kediaman rumah Safari (32), Ketua RT 04 Dompak Darat dimasukin dua orang pencuri menggunakan senjata tajam, sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, Safri sedang menuju kedai untuk memasukan motor. Saat membuka pintu kedai, dua kawanan perampok bersenpi dan bersebo itu langsung menyerangnya.

''Saat saya membuka pintu, mereka datang dan langsung menyerang saya. Mereka membawa kayu broti dan juga pisau,'' ujar Safari di ruang unit Mapolres Tanjungpinang, kemarin.

Begitu dirinya mau disekap, pria berkulit sawo matang itu pun mencoba melawan dua pencuri itu seorang diri. Salah satu diantara mereka mencoba memukulnya dan pisau yang dipegang kawanan pencuri itu pun hendak menusuk korban, tetapi dengan sigap ditangkis pakai tangan kanannya. Pertikaian antara Ketua RT dan kawanan pencuri itu pun berlangsung sekitar 20 menit.

Namun, karena dua lawan satu, pak RT 04 itu pun kewalahan. Bahkan salah satu diantara mereka yang membawa kayu broti itu memukul dirinya dari belakang. Hingga membuat Safari terjatuh. Begitu tubuhnya menyentuh tanah, salah satu diantara mereka langsung menempelkan pisau dilehernya.

''Pisau yang mereka bawa diletakan dileher ku. Karena keributan itu, istri ku keluar,'' ujarnya.

Melihat Ariel (28) keluar dari rumah dan menanyakan ada apa, salah satu dari mereka yang menggunakan penutup dari kaos warna putih itu langsung mengampiri istrinya. Melihat kesempatan satu lawan satu, ia pun mencoba melawan pria yang menaruh pisau dilehernya.

''Pisau itu saya ambil dan saya patahkan. Saya pun sempat bergulat dan salah satu dari mereka kalah. Saya buka sebonya. Lalu, saya melihat istri saya, istri saya juga melawan dan tangannya luka kena pisau,'' jelasnya.

Melihat kawannya kalah, pria yang menggunakan kaos putih sebagai penutup wajah itu pun langsung kabur bersama kawannya. Keesokan harinya, kejadian itu pun langsung dilaporkan ke Mapolres Tanjungpinang.

Walaupun tidak mengakibatkan kerugian meteri dari aksi perampokan ini, namun akibat perlawanan yang dilakukan Safari, badan ketua RT 04 ini, terlihat lebam di bagaian punggung dan tanganya, yang terkena hantaman balok. Sementara, lengan dan jarinya terlihat luka akibat tusukan pisau pelaku pencurian.

Mendapat laporan dan ciri-ciri salah seorang pelaku. Polisi pun melakukan pencarian dan ketemu salah satu pelaku yang baru diketahui bernama Siagian (48) di Tanjungugat. Polisi pun langsung menangkap pelaku. Namun, pelaku berusaha kabur dan langsung ditembak.

Walaupun lokasi terpisah, teman Siagian, Rizal (26) pun juga diamankan di Kampung Baru dan berusaha melarikan diri dari kejaran pihak kepolisian. Sehingga polisi terpaksa menembak kakinya untuk menghentikan ulah penjahat tersebut.

Di rumah sakit, Siagian menuturkan, dirinya diajak Rizal untuk mengambil uang dikedai Safari. ''Saya diajak Rizal,'' ujar Siagian yang kesehariannya bekerja sebagai tukang ojek.

Diakui Siagian, kejahatan yang dilakukannya bersama Rizal bukan yang pertama.

Bapak empat anak itu sebelumnya pernah melakukan copet di pasar dan mendapatkan uang hasil copet Rp40 ribu. Selain itu, karena ulahnya mencuri lima belas tahun lalu, ia pun terpaksa berurusan dengan polisi.

Sementara itu, Rizal nampak diam saja di kursi roda dan hendak dibawa ke sel di Mapolresta Tanjungpinang.

Ditempat terpisah, AKBP Yusri Yunus, Kapolres Tanjungpinang membenarkan, pihaknya menangkan dua tersangka pencurian dan melepaskan tembakan. ''Kami terpaksa menembak pelaku karena berusaha melarikan diri,'' tuturnya.

Atas perbuatan pelaku percobaan pencurian, lanjut Yusri, dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Lahan Tempat Tinggal belum Dibebaskan

0 comments

Perjalanan menuju Pusat Pemerintahan

Luas wilayah Pulau Dompak berjumlah 957 hektar dan saat ini baru 505 hektar yang berhasil dibebaskan Pemerintah Kepulauan Riau. Pemerintah masih harus membebaskan 452 untuk membangun pulau Dompak menjadi pusat pemerintahan. Untuk membebaskan lahan di Dompak dari pemiliknya, Pemerintah mengalami kesulitan. Karena beberapa diantara pemilik lahan masih enggan melepaskan lahan mereka untuk mempercepat pembangunan mega proyek pusat pemerintah Kepri.

Menurut Mardani, warga Dompak, kepada Batam News, beberapa waktu lalu, dirinya masih belum mau membebaskan lahan miliknya karena harga yang diberikan pemerintah tidak sesuai.

''Kami meminta agar pemerintah memberikan harga sesuai dengan standar harga saat ini,'' ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Radja Tjelak Nur Djalal, Kepala Bagian Biro Pemerintah Kepulauan Riau menuturkan, pemerintah tetap akan membayar sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

''Kalau kami membayar lebih lagi, nanti akan ada polemik baru. Karena itu harga yang kami bayarkan sesuai dengan harga yang sudah ditentukan'' tegasnya.

Seluas 452 hektar lahan yang masih belum dibebaskan termasuk hutan bakau dan rawa yang diperkirakan luasnya 10-15 persen dari luas keseluruhan pulau Dompak. Khusus untuk itu tidak termasuk bagian ganti rugi. Selain beberapa pemilik lahan enggan melepaskan lahan miliknya, persoalan yang timbul adalah tumpang tindih lahan atau sengketa lahan.

Untuk itu, Boy menjelaskan, 42 hektar baru-baru ini dapat diselesaikan. Maka, yang tersisa belum diganti rugi tinggal hanya kurang lebih 266 hektar lagi, yang terdiri dari lahan pemukiman warga, tanah milik perusahaan tambang, serta lahan sengketa.

''Tanah di Dompak yang sampai saat ini digunakan masyarakat Dompak untuk tempat tinggal masih belum diganti. Memang tidak 100 persen belum diganti, tetapi sudah ada beberapa lahan di pemukiman diganti,'' ungkapnya.

Diakui Boy, itu berdasarkan keinginan pemilik lahan dipemukiman penduduk Dompak.

Pemerintah berjanji pada masyarakat Dompak untuk tidak mengusur rumah mereka di Dompak sampai ada kejelasan rumah baru bagi masyarakat Dompak yang sudah bertahun-tahun menetap di sana yang sebagian merupakan pekerja pertanian dan mayoritas adalah nelayan.

Lahan pemukiman warga di Dompak diperkirakan luasnya sekitar 200 meter. Boy menegaskan, lahan pemukiman penduduk yang belum dibebaskan.

Janji pemerintah dipertegas oleh Kabiro Pemerintahan, Reni Yusneli yang menyatakan tidak akan mengusur masyarakat Dompak. ''Masyarakat Dompak tidak akan digusur sampai pembangunan perumahan Dompak untuk warga siap dibangun,'' ungkap Reni beberapa waktu lalu.

Tingkatkan Kualitas Pendidik

0 comments

Mutu dan kualitas pendidikan di Kepulauan Riau, khususnya Kota Tanjungpinang dari waktu ke waktu terus ditingkatkan. Tidak hanya standar kualitas bangunan tetapi juga mutu pendidikan. Hal tersebut disampaikan Edward Musahilli, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (26/11) usai menghadiri pembukaan pelatihan kesehatan bagi Palang merah remaja tingkat SLTP/SLTA. Diakui Edward, masih ada beberapa guru yang masih belum memiliki akta mengajar. ''Pemerintah menganggarkan bagi guru-guru untuk sekolah dan masuk dalam anggaran Dinas Pendidikan dan Olahraga,'' ungkapnya.

Anggaran untuk biaya sekolah bagi guru pun masih tetap dianggarkan untuk tahun 2009. Namun jumlah anggaran, Edward menuturkan masih sedang dalam pembahasan di APBD Tahun 2009. ''Untuk soal teknis tanyakan langsung ke dinas bersangkutan,'' ujarnya.

Kualitas guru, lanjut Edward, sangat berpengaruh pada tingkat pendidikan murid dan tingkat kelulusan murid.

''Itu semua bukan hanya tanggungjawab guru semata, tetapi juga tanggungjawab bersama dan juga membutuhkan peran orangtua dalam meningkatkan mutu pendidikan anaknya,'' tuturnya.

Letak geografis Kota Tanjungpinang yang dekat dengan negara tetangga membuat kurikulum yang ada disekolah tidak hanya menggunakan standar nasional saja tetapi juga kurikulum standar internasional. ''Ada beberapa sekolah di Tanjungpinang yang sudah menggunakan standar Internasional, seperti di sekolah Djuwita, Pelita Nusantara dan beberapa sekolah lainnnya,'' urai Edward.

Edward berharap agar sekolah-sekolah yang ada di Tanjungpinang juga menerapkan standar kurikulum tidak hanya standar nasional saja tetapi juga standar Internasional.

''Negara Malaysia saja belajar dari kita dan sukses, kenapa kita tidak,'' tuturnya.

Mengenai penyimpangan prilaku pelajar yang ada di Kota Tanjungpinang. Edward menuturkan, pelajar disekolah hanya tujuh jam, karena itu orangtua harus memperhatikan anaknya dan masyarakat juga turut membantu.

''Tidak ada sekolah maupun di rumah mengajarkan anak yang tidak benar. Karena itu ini menjadi tanggungjawab bersama,'' ujar Edward.

Untuk mencegah berbagai tindakan yang menyimpang dari lingkungan luar. Salah satunya perlu mengadakan kegiatan yang mendidik. Salah satunya pelatihan yang digelar Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang yakni pelatihan kesehatan bagi Palang merah remaja tingkat SLTP/SLTA.

''Kegiatan ini kan positif untuk memberikan pendidikan kepada pelajar. Berbagai kegiatan seperti ini perlu digelar. Kalau bisa juga bekerjasama dengan Depag agar pendidikan agama anak mendalam,'' tandasnya.

Pabrik Tempe-Tahu Berhenti Operasional

0 comments

Harga Kacang Kedelai Tinggi

Krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat yang berdampak dengan nilai mata uang dolar yang naik turun, ternyata berdampak pada pabrik tempe dan tahu yang ada di Kota Tanjungpinang. Hal tersebut diungkapkan Solehan (39), pemilik Pabrik tahu dan tempe di jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tanjungpinang Barat.

Ditemui Batam News di rumah dan sekaligus tempatnya usaha, pria bertubuh besar itu mengaku merasa susah untuk produksi tahu dan tempe. Karena harga bahan baku berupa kacang kedelai mengalami kenaikan harga yang tak menentu.

''Harga kacang kedelai ini berdasarkan harga dolar yang ada di pasaran. Kalau harga dolar meninggi, harga kacang kedelai pun ikut mahal,'' keluhnya.

Kenaikan harga bahan baku kacang kedelai yang diolah menjadi tempe dan tahu tersebut tidak bisa membuat pengusaha tempe dan tahu di Tanjungpinang menaikan harga. Namun, lonjakan dolar yang kian meninggi berdampak pada bahan baku kacang kedelai yang memang diimpor dari Malaysia.

''Kacang kedelai ini berasal dari Malaysia, kacang kedelai lokal jarang masuk kesini. Kalau pun masuk harganya juga lebih mahal,'' ungkapnya.

Padahal untuk sekali produksi, pabrik tempe dan tahu yang merupakan warisan orangtuanya dan sudah berdiri sejak 30 tahun lalu tersebut membutuhkan bahan baku kacang kedelai sebanyak tujuh karung goni atau per karung berisi 150 kilogram. Bahan tersebut diproses untuk menghasilkan tempe dengan panjang 1,6 sentimeter sebanyak 200 batang dan tahu kecil sebanyak 5000 keping.

''Kami menjual harga per keping tahu kecil Rp400 sedangkan tempe per batang dengan ukuran 1,6 sentimeter Rp8000,'' ujarnya.

Harga tersebut merupakan harga normal yang diberikannya kepada konsumen. Namun, karena bahan baku sudah mulai naik dan biaya produksi sudah tinggi. Mau tidak mau pengusaha tempe dan tahu yang berjumlah 45 pengusaha tersebut memutuskan untuk tidak beroperasi mulai Kamis hingga Sabtu medatang. Untuk menetukan harga, karena bahan baku yang semakin meninggi mengikuti harga dolar.

''Kami terpaksa menaikan harga, ini merupakan kesepakatan kami semua. Mulai kamis, kami tidak beroperasi dan baru Minggu kami kembali beroperasi tetapi harganya kami naikkan, mau tak mau untuk menutup biaya operasional,'' ungkapnya.

Katanya, harga tahu kecil per potong Rp500 sedangkan tempe dengan ukuran 1,6 sentimeter dijual per potong Rp14 ribu.

Kendala pengusaha tempe dan tahu yang ada di Tanjungpinang bukan hanya harga bahan baku yang tidak menentu dan lebih mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. Padahal, Solehan mengaku kalau harga bahan baku naik tidak terlalu tinggi, produksinya masih bisa bertahan.

Namun harga bahan baku terus menerus mengalami kenaikan. Sehingga membuat pengusaha tempe dan tahu di Tanjungpinang menjerit dengan harga yang tidak menentu tersebut. Bahkan, subsidi dari pemerintah per kilo Rp1000 sudah mulai tak jalan lagi sejak sebulan lalu.

''Bulan ini saja kupon subsidi kacang kedelai saja tidak bisa digunakan. Kata agen yang ditunjuk pemerintah sudah dihentikan. Padahal menurut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota akhir tahun ini subsisi kacang kedelai tidak diberikan. Faktor ini juga memberatkan kami,'' keluhnya.

Belum lagi ditambah harga kayu bakar terus mengalami kenaikan harga. Padahal untuk membuat tempe dan tahu menggunakan bahan kayu bakar. Pengusaha pabrik tempe dan tahu terus menerus merasa kesulitan untuk beroperasi. ''Harga kayu mengalami kenaikan Rp20 ribu sampai 50 ribu. Ini juga sangat memberatkan kami sebagai usaha home industri,'' ungkapnya.

Solehan berharap agar pemerintah segera mengatasi persoalan tersebut. Sehingga pabrik tempe dan tahu terus beroperasi.

Jumat Distribusi Air PDAM Lancar

1 comments

Belasan masyarakat Tanjungpinang yang mendatangi kantor Gubernur mengenai pendistribusian air bersih yang tidak lancar dari PDAM Tirta Janggi langsung ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi Kepri. Hal tersebut berdasarkan Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Eddy Wijaya langsung memanggil managemen PDAM Tirta Janggi, kemarin.

Kabag Tekhnis, Dwi Purba dan Tri Wahyu, Kabag Tekhnis PDAM Tirta Janggi. Pertemuan di pusatkan di ruang rapat I Kantor Gubernur Kepri ini ikut pula dihadiri Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kepri, Nuraida Mochsen, Kepala Biro Administrasi dan Ekonomi, Tagor Napitupulu, dan sebagainya.

Di hadapan Sekdaprov, PDAM mengakui beberapa lokasi terjadi kemacetan distribusi. Insiden ini disebabkan terganggunya jaringan pipa utama saluran air dan terbakarnya tujuh pompa dan beberapa kabel mesin. Saat ini, tim teknisi PDAM tengah melakukan proses perbaikan. PDAM berjanji, pendistribusian air akan kembali lancar, Jumat (28/11) mendatang. Hal tersebut disampaikan Kabag Tekhnis PDAM Tirta Janggi, Dwi Purba.
Khusus perbaikan jaringan pipa utama saluran air yang mengalami kebocoran, managemen belum bisa bertanggungjawab. Karena masih tanggungjawab kontraktor yang memenangkan tender. ''Saat ini, mereka juga tengah melakukan perbaikan,'' ujar Dwi Purba.

Khusus proses perbaikan tujuh pompa pengisap air ke pipa dan beberapa kabel mesin, katanya, tim teknisi PDAM tengah melakukan proses perbaikan.

Keberadaan tujuh pompa ini, digunakan untuk menghisap air dari Dam Sei Pulai ke lokasi pipa jaringan. Pasca terbakar, pompa tak bisa bekerja. Akibatnya, aliran air melalui pipa tak berfungsi. ''Managemen berjanji air akan kembali lancar Jumat mendatang. Janji ini telah kita sampaikan ke Pak Sekdaprov Kepri,'' ungkapnya.

Polisi Amankan 300 Miras

0 comments

Sekitar jam 02. 23 WIB, jajaran kepolisian Tanjungpinang Barat mengamankan 301 minuman keras (miras) atau berakohol di Jalan Agus Salim dengan nama Kedai Sabar. Polisi mengamankan minuman tersebut, lantaran kadar akhoholnya mencapai 15 persen, Senin malam lalu.

Menurut Kapolsek Tanjungpinang Barat, AKP Amin melalui Kanit Reskrim Polsek Barat, Briptu Syafriadi Safi'i, jajaran kepolisian mengamankan kedai sabar karena menjual minuman keras.

''Kami mengamakan penjual atas nama Gayus Silaen yang menjual minuman tersebut,'' ungkapnya.

Saat diperiksa di Mapolsek Tanjungpinang Barat, Gayus Silaen mengaku mengantongi izin menjual miras golongan B. Surat izin yang dikeluarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjungpinang, Surat Izin Perdagangan SIUP-MB dengan nomor 510/indragkpmd/MP/07 dengan masa berlaku hingga 3 Mei 2010 mendatang untuk golongan B.

Minuman berakohol golongan B antara lain, anggur merah, anggur putih, topi miring, new port, asoka, topi miring, apek botak, dan masih banyak lagi dengan kadar akhohol 15 persen keatas. Menurut pengakuan Gayus Silaen, dirinya sudah berjualan miras sejak setahun lebih.

''Saya memang sudah dua kali ketangkap, pertama karena tidak ada izin. Yang sekarang saya sudah mengantongi izin,'' ungkapnya.

Diakui Gayus, dirinya mengurus izin dan membayar sesuai dengan ketentuan, saya membuat izin itu dengan membayar Rp6 juta dan per bulan NPWP saya bayar Rp60 ribu dan SIUP per tahun saya bayar Rp300 ribu.

''Saya berjualan minuman keras harga per botol saya jual rata-rata Rp16 ribu. Saya berjualan untuk mencari nafkah,'' tandasnya.

Dikarenakan memiliki izin berjualan minuman keras, polisi tidak bisa memproses minuman keras. ''Kalau di swalayan memang ada ijinnya dan kadar akhoholnya 5 persen,'' tutur Safi'i.

Untuk itu, lanjut Safi'i, akan berkoordinasi dengan Kapolsek mengenai miras yang diamankan tersebut.

45 Pelajar SMP hingga Mahasiswa Terjaring Razia

0 comments

Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang menggelar razia penertiban pelajar yang berada di luar sekolah pada jam sekolah. Razia pelajar yang menurunkan 26 personil Satpol PP itu berhasil menjaring sekitar 45 pelajar yang terdiri dari pelajar SMP, SMA hingga mahasiswa.

Menurut Agustiawarman, Kepala Satpol PP Tanjungpinang, Kamis (25/11), razia ini untuk mendisiplinkan pelajar yang keluyuran di jam sekolah dan juga masih menggunakan seragam sekolah di tempat-tempat umum.

''Razia dipusatkan pada beberapa titik diantaranya di depan SMU II, Meja tujuh, Suka berenang, jalan Tugu Pahlawan, dan dibeberapa lokasi yang biasa dijadikan tempat ngumpul pelajar,'' ungkapnya.

Kebanyakan pelajar yang terjaring berada di tempat keramaian seperti di warnet (warung internet), tempat permainan playstation, serta tempat warung. Pelajar yang terjaring dibawa ke Kantor Satpol PP untuk didata dan dikembalikan ke Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang untuk mendapatkan pengarahan dari Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang.

''Kami data mereka disini dan selanjutnya kami serahkan ke Dinas Pendidikan dan Olahraga disaksikan langsung kepala sekolah mereka dalam serahterima di kantor Satpol PP tadi,'' ujarnya.

Menurut Agus, razia yang dilakukan satpol PP tersebut merupakan salah satu tugas yang harus diembannya untuk melakukan penertiban dan kedisipinan. ''Kami melakukan razia ini juga berdasarkan laporan dari masyarakat. Selain itu juga menghindari tindakan kriminal yang mungkin bisa saja dilakukan pelajar, karena itu perlu diantisipasi sejak dini,'' terangnya.

Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas satpol PP dengan pelajar yang terlihat sedang bermain di warnet maupun di tempat playstation. Pelajar yang berhasil diamankan tersebut dibawa dengan menggunakan mobil Danlamas ke kantor Satpol PP.

Saat melakukan pendataan tampak beberapa pelajar SMP yang menangis di ruang unit pendataan Satpol PP. Salah satunya, Arfredo, Siswa SMPN 6 menangis saat terjaring Satpol PP. Arfredo mengaku dirinya tidak bolos sekolah. ''Hari ini (kemarin, red) kami dipulangkan cepat sama kepala sekolah karena hari guru. Saya ke sana hanya mencari teman saja untuk pulang bareng,'' ujarnya sambil menghapus air matanya.

Hal senada juga diucapkan Abdul, pelajar SMPN 8, dirinya menunggu jemputan orangtuanya. ''Sekolah dipulangkan cepat, saya menunggu jemputan sambil duduk-duduk bersama kawan, ngak taunya disuruh naik,'' ujarnya.

Mendengar beberapa komentar pelajar yang diamankan tersebut, Agustiawarman, Kepala Satpol PP Tanjungpinang menuturkan, pelajar yang kedapatan sedang nongkorong di jam sekolah maupun sudah pulang tetapi masih menggunakan seragam tetap diamankan. ''Ini untuk mendisiplinkan pelajar agar tidak keluyuran menggunakan seragam di jam sekolah maupun sudah pulang dari sekolah,'' tandasnya.


Giliran PNS Sebentar Lagi

Pada saat melakukan penertiban pelajar, didapati Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga sedang asyik nongkrong di cafe ataupun warung. Begitu melihat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mereka langsung kabur atau pergi. Melihat ulah PNS yang masih suka ngopi di jam kerja tersebut.

Agustiawarman, Kepala Satpol PP Tanjungpinang menuturkan, bila ada perintah dari Wali Kota Tanjungpinang maupun Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Tanjungpinang, pihaknya siap melakukan tugas penertiban PNS yang keluyuran di jam kerja.

''Kami sudah melakukan koordinasi juga dengan BKD dan dalam waktu dekat akan ada razia PNS. Cuma kami masih belum tahu kapan, yang pasti akan digalakan sesuai dengan permintaan,'' ungkapnya.

SK Masih Shock

0 comments

Saat ini SK (15), pelajar SMAN IV masih diamankan di Mapolsek Bukit Bestari, Tanjungpinang. SK diberikan ruangan khusus dan tidak digabung dengan narapidana lainnya yang ada di sel tahanan Mapolsek sebelum diserahkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang untuk ditindaklanjutin berdasarkan hukum yang berlaku.

Menurut AKP Arifin Effendi, Kapolsek Bukit Bestari, kemarin, sampai saat ini SK masih diamankan di ruang khusus. ''SK tidak kami gabung dengan narapidana lain,'' ungkap pria berkulit putih itu.

Arifin menuturkan, saat ini kondisi SK masih mengalami shock akibat kejadian yang menimpanya. Sehingga para wartawan yang ingin mengetahui kondisi SK tidak dibenarkan untuk menemuinya. ''Biarkan dia tenang dulu, kemarin kan sudah wawancara. Kondisinya baik-baik saja, hanya mengalami sedikit shock,'' terang Arifin.

Dikarenakan SK masih dibawah umur, sehingga didampingi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta Shelter Kepri yang membantu menangani pelaku yang masih dibawah umur. ''Perkara ini tetap akan kita proses,'' tegasnya.

Sementara kondisi kandungan SK yang hingga kini masih belum kering. Karena tali puser penghubung SK dengan bayinya tersebut dipotong menggunakan obeng sudah diperiksa ke dokter kandungan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang.

''SK sudah kami antar ke dokter kandungan dan sudah mendapat perawatan, tidak ada masalah untuk kandungannya. Kami juga telah mengambil visum tersangka,'' ujarnya.

Arifin menuturkan, berkas perkara SK akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang minggu depan untuk di proses.

SK diamankan pihak kepolisian Polsek Bukit Bestari dari sekolahnya masih menggunakan seragam, Senin (24/11) lalu. Sejak diamankan hingga saat ini SK masih dibawah pengawasan Mapolsek Bukit Bestari, sampai berkas tersebut dilimpahken ke Pengadilan untuk di proses.

Aset Masih dalam Pembahasan DPRD

0 comments

Persoalan sengketa aset antara Pemerintah Kabupaten Bintan dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang masih belum terpecahkan. Pasalnya, saat ini pembahasan aset sedang dibahas dimasing-masing internal pemerintah dengan DPRD setempat. Sebelum menyerahkan hasil perundingan antara DPRD dengan Pemerintah ke Pemerintah Provinsi Kepri yang memfasilitasi pertemuan antara dua pemerintahan.

Menurut Ansar Ahmad, Bupati Bintan, saat ini pembahasan aset sudah diserahkan ke Dewan. ''Kami menyerahkan pembahasan aset ini ke dewan. Setelah itu, kita bahas bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang,'' ujarnya di Hotel Comfort belum lama ini.

Diakui Ansar, ada sekitar 17 item aset yang akan diserahkan ke Pemerintah Kota Tanjungpinang agar bisa dikelola.

''Rencananya kami akan mengusulkan menyerahkan aset pasar beserta karyawan yang ada di sana. Sedangkan aset yang sudah berdiri sendiri, seperti prusda nanti kita akan membicarakan bersama,'' ungkapnya.

Sementara itu, Edward Musahilli, Wakil Wali Kota Tanjungpinang sekaligus Tim Ketua Aset Tanjungpinang, kemarin, menuturkan, pihaknya sudah menyerahkan persoalan aset kepada dewan. ''Saat ini pembahasan aset berada di dewan. Kita tinggal menunggu keputusan dari dewan yang nantinya akan kita bawa ke Pemerintah Kepulauan Riau untuk dibahas bersama,'' ujar Edward, usai membuka pelatihan kesehatan bagi palang merah remaja tingkat SLTP dan SLTA di Hotel sempurna Jaya.

Diakui Edward, persoalan aset saat ini tidak berada di pemerintah Kota Tanjungpinang melainkan di DPRD Kota Tanjungpinang.

''Kami sudah menyerahkan persoalan ini kepada DPRD. Biar DPRD bekerja dulu, baru hasilnya akan kita bawa ke Pemerintah Kepri untuk membahas mengenai aset,'' ujarnya.

Sedangkan Wakil Gubernur Kepri, HM Sani kepada Batam News menuturkan, pihaknya menunggu hasil pembicaaraan antara pemerintah Kabupaten Bintan dengan DPRD Bintan, begitu juga dengan pemerintah Kota Tanjungpinang dengan DPRD Kota Tanjungpinang.

''Setelah mereka membahas dimasing-masing internal, baru kita akan melakukan pertemuan lagi,'' tandas Sani.

Mayat Bayi Ditemukan di Jalan Kencana

0 comments

Siswi SMA IV Pelaku Pembuangan Bayi

Warga jalan kencana, belakang kantor Samsat, Sabtu lalu dihebohkan dengan penemuan mayat bayi yang dibuang diselokan. Ternyata ibu bayi yang ditemukan penghuni rumah nomor 12 Jalan Kencana itu merupakan salah satu penghuni rumah. Hal tersebut diungkapkan jajaran kepolisian dalam olah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut AKBP Yusri Yunus, Kapolresta Tanjungpinang melalui AKP Arifin Effendi, Kapolsek Bukit Bestari, kemarin, polisi menduga salah satu pelaku adalah penghuni rumah.

Polisi menduga pelaku adalah salah seornag penghuni rumah. Karena terlihat dari tanda-tanda yang ada di TKP dan salah seorang penghuni rumah tersebut terlihat lemas, nampak seperti habis melahirkan. Begitu mencurigai salah seorang penghuni rumah tersebut, polisi langsung menghimpun data mengenai pelaku dan terbukti pelaku beberapa hari tidak melakukan aktivitas seperti biasa. Apalagi dari hasil penyelidikan jajaran kepolisian, bayi yang diperkirakan baru berusia lima hari itu, tentunya kondisi tubuh wanita yang baru melahirkan itu terlihat lemas.

''Kami mencurigai dia dan kami cek ternyata memang pelakunya salah seorang penghuni rumah,'' ujar Arifin.

Bayi yang ditemukan terbungkus dalam kantong plastik warna hitam dan celana training warna merah. Setelah ditelusuri, pemilik bayi perempuan yang ditemukan meninggal dan terbungkus dengan celana trainang warna merah di dalam plastik adalah Sk (15) siswi kelas I SMA di Tanjungpinag, yang ternyata anak pemilik rumah tersebut.

''Pelaku kami amankan dari sekolahnya, beserta pacarnya untuk dimintai keterangan lebih lanjut,'' tuturnya.

Sementara itu, AKP Yusri Yunus, Kapolres Tanjungpinang langsung datang menemui pelaku yang sudah diamankan di Mapolsek Bukit Bestari dan pelaku masih menggunakan seragam sekolah. Sedangkan pacar Sk yang turut diamankan diperiksa diruangan lain.

''Kami menetapkan Sk sebagai tersangka dan menurut pengakuan pelaku, ia melakukan kegiatan itu sendiri,'' ungkap Yusri.

Kata Yusri, pelaku melahirkan Selasa pagi dan membuang bayi hari Kamis dan mayat bayi itu baru diketemukan Sabtu oleh pihak keluarganya yang menyangka mayat bayi itu adalah bangkai tikus.

Karena perbuatan pelaku, pelaku dikenakan Pasal 341 KUHP tentang perbuatan yang menghilangkan nyawa anak yang baru dilahirkan dan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Sedangkan pacar Sk, MN (19) yang turut diamankan saat sedang training di Hotel Royal, Tanjungpinang dikenakan Pasal 81 ayat 2 Undang-Undang No 21 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dibawah umur dan ancaman lima tahun penjara.

Obeng Dibuang ke Tepi Laut

0 comments

Untuk memutuskan tali puser yang terhubung antara bayi dan SK. SK memutuskan untuk memotong dengan menggunakan obeng. Setelah itu obeng tersebut disimpannya. Namun, berhubung rumah korban, Sabtu (22/11) ramai warga dan juga polisi karena penemuan mayat bayi. Barang bukti tersebut langsung dibuangnya di tepi laut.

Menurut SK, dirinya merasa panik, pada saat jajaran kepolisian datang saat menerima laporan tersebut. ''Saya merasa takut dan panik. Malamnya, saya lempar obeng itu jauh-jauh di tepi laut,'' tuturnya.

Sementara itu, AKP Arifin Efendi, Kapolsek Bukit Bestar menuturkan, barang bukti berupa obeng yang digunakan untuk memotong tali puser akan dicari. ''Kami akan mengusahakan mencari, karena dibuangnya ke laut agak susah menemukannya,'' tandasnya.

Dari Segi Kesehatan

Setelah habis melahirkan, SK merasa lemas. Apalagi saat memotong tali puser menggunakan obeng. Diakui SK, setelah melahirkan bekas tali yang dipotong hingga saat ini belum kering. ''Saya hanya mengobatinya dengan obat merah,'' akunya.

Sementara itu, Dr Erick, dokter kandungan menuturkan, memotong tali puser dengan menggunakan obeng bisa mengakibatkan infeksi. ''Dari segi kesehatan alat tersebut tidak steril dan berbahaya bagi kesehatan. Karena bisa mengakibatkan infeksi kandungan,'' ungkap dr Erick yang dihubungi Batam News.

Menurut pengakuan tersangka, dirinya sama sekali tidak mengetahui kalau sedang hamil. Hal tersebut dibenarkan dr Erick. ''Ada beberapa perempuan yang tidak mengetahui kalau sedang hamil. Karena kondisinya tidak mengalami perubahan,'' ungkapnya.

Katanya, kondisi perempuan yang satu dengan yang lain berbeda-beda. Apalagi dia masih pelajar dan masih belum memahami benar kondisi dirinya. ''Perubahan fisik kandungan berbeda-beda, jadi tidak bisa dipastikan kandungan tersebut bisa kelihatan pada bulan keberapa,'' tandasnya.

Dari Segi Kejiwaan

Saat ini banyak penyimpangan yang terjadi dikalangan pelajar. Termasuk SK, pelajar yang membuang bayinya ke dalam selokan yang sebelumnya disimpan dalam lemari pakaian. Menurut Fetty, Piskologi, tindakan yang dilakukan pelajar tersebut bisa saja dikarenakan ketidaksiapaan pelaku menghadapi perubahan.

''Orang nekad melakukan tindakan yang diluar logika karena ketidak siapaan dalam menghadapi perubahan. Apalagi pelaku adalah pelajar, sehingga ia merasa tidak siap menghadapi orangtua, masyarakat, teman dan ada kemungkinan juga karena pacarnya tidak bertanggungjawab. Sehingga ia merasa bingung,'' urai Fetty.

Kejadian itu, lanjut Fetty, bisa menganggu kejiwaan pelaku. Karena merasa bersalah atas tindakan yang dilakukannya diluar logika. ''Setelah kejadian tersebut, sikap pelaku berubah dan merasa bersalah bahkan frutasi karena tertekan dengan bayang-bayang tindakan yang sudah dilakukannya,'' ungkapnya.

Biasanya tindakan perubahan yang dilakukan pelaku menarik diri, frutasi dan lebih cendrung diam. ''Kemungkinan pelaku bisa saja mengalami trauma atas tindakan yang dibuat. Karena itu perlu dukungan agar tidak terlalu frutasi karena rasa bersalah dan takut,'' jelasnya.

Melihat kondisi penyimpangan pelajar yang terjadi belakangan ini. Fetty menuturkan, perlu adanya perhatian dari pihak sekolah, orangtua dan juga masyarakat. ''Karena tidak mungkin pihak sekolah maupun orangtua terus mengawasi dua puluh empat jam, karena itu perlu masyarakat juga perlu mengawasi agar tidak terjadi hal-hal penyimpangan lagi,'' tandasnya.

Hamil SMP, Melahirkan SMA

0 comments

Tidak Tahu Kalau sedang Hamil

Pelaku pembuangan bayi perempuan yang diperkirakan baru berusia lima hari oleh pihak kepolisian waktu di TKP tersebut ternyata salah satu penghuni rumah Jalan Kencana dan masih berstatus pelajar SMA di salah satu kota Tanjungpinang. Pelaku yang bernama Sk (15) mengaku panik waktu melahirkan.

Sk diam seribu bahasa mengenai kehamilannya dari keluarganya dan juga sahabat dekatnya. Bahkan aib itu, ia sembunyikan dari pacarnya Mohammad noviyandi (19) yang menjalin hubungan sejak setahun lebih. Saat sama-sama masih duduk di bangku SMP Indra Sakti.

Usia noviyandi memang lebih tua dibanding SK, hal itu dikarenakan sering drop out dari sekolah. Sehingga noviyandi satu sekolah dengan SK dan cinta bersemi diantara dua sijoli. Sehingga pasangan yang sedang dimabuk asmara itu melakukan hubungan layaknya suami istri pertama kali di kamar mandi sekolah, saat jam istirahat.

''Saya melakukan pertama kali di sekolah,'' ujar SK lirih di ruang Kapolsek Bukit Bestari.

Diakui gadis berambut panjang itu, dirinya sudah sering melakukan hubungan badan dengan pacarnya dan sudah tak ingat lagi berapa kali, mulai di sekolah, di hotel bahkan di rumah Sk sendiri, saat keadaan rumah sedang sepi.

Karena sering melakukan hubungan intim layaknya suami-istri. Akhirnya gadis bekulit putih itu pun mengandung. Namun, pelajar kelas I SMAN IV itu tidak mengetahui dirinya sedang hamil. ''Saya sama sekali tidak tahu kalau lagi hamil. Saya kira sedang tidak datang bulan aja,'' ungkapnya menutupi wajahnya dari kamera.

Karena tidak mengetahui sedang hamil, ia pun melakukan aktivitas seperti biasa. Sekolah dan sekali-sekali bertemu pacarnya yang sekarang sedang magang di salah satu restauran di hotel Royal, yang sekarang berganti nama menjadi hotel Comfort.

Diakui SK, dirinya selama hamil tidak merasakan apa-apa layaknya wanita yang sedang mengandung. ''Saya tidak merasakan apa-apa. Saya cuma tahu selama delapan bulan tidak datang bulan,'' ujarnya sambil menghapus air mata dari pipinya.

Dikarenakan tidak mengetahui sedang hamil. Sehingga ia tidak berusaha mengugurkan kandungannya dengan berbagai cara yang biasa dilakukan wanita saat tidak ingin melahirkan anak dalam kandungannya. Rahasia ia hamil hanya disimpan sendiri. Karena SK sendiri tidak tahu pasti berapa usia kandungannya itu.

Melahirkan Saat Hujan Deras

Pada malam Senin (10/11), perut SK terasa sakit luar biasa. Sehingga SK hanya terus-terusan berbaring di kamarnya. Sakit perut anak bungsu dari lima bersaudara itu tidak diketahui saudaranya. Ia hanya terbaring lemas menahan sakit di kamarnya.

Pagi harinya, Selasa (11/11), sekitar jam 08.00 WIB, SK masuk ke kamar mandi masih dengan kondisi perut yang masih sakit. Namun, sakitnya tidak seberapa parah saat dimalam hari. ''Saya mau buang air kecil ke kamar mandi. Tahu-tahunya saya melahirkan,'' ungkapnya sambil menanggis.

Diakuinya, saat melahirkan itu sedang dalam kondisi hujan, sehingga keluarga yang di rumah tidak mengetahui kejadian itu.

Panik, saat melihat bayi keluar dari rahimnya. Ia pun langsung membersihkan darah yang berserakan di kamar mandi. Sedangkan tali pusar penghubung antara dia dan bayi itu dipotongnya dengan menggunakan obeng. ''Saat saya mengeluarkannya, ia sempat menanggis. Habis itu tidak bergerak lagi,'' akunya.

Setelah tali puser tersebut dipotong dengan menggunakan obeng, bayi tak berdosa itu dimandikan. Lalu dibungkus plastik dan celana training. Kemudian bayi itu disimpan dalam lemari bajunya. ''Habis saya bersihkan, saya simpan dalam lemari baju,'' tuturnya.

Sehabis melahirkan itu, tiga hari SK tidak masuk sekolah, izin sakit. Sedangkan kedua orangtuanya sedang naik haji dan baru pulang tanggal 14 Desember 2008 mendatang. Di rumah, ia hanya tinggal berempat, berdua dengan abangnya dan satu kakak perempuannya. Sedangkan kakak sulungnya sudah menikah.

''Di rumah tidak ada pembantu. Bayi itu saya taruh di lemari baju,'' ungkapnya. Menurut SK, lemari baju dan kamar tidurnya terpisah. Sehingga orok bayi itu disimpan dalam lemari baju dan tak pernah dibuka-buka. ''Selama dua hari saya taruh di lemari baju,'' ungkapnya.

Bayi yang disimpan dalam lemari baju itu makin lama menimbulkan bau tak sedap. Karena sudah tak bernyawa. Bahkan menurut pengakuan SK, dirinya tidak tahu kapan bayi itu meninggal. Abangnya, yang saat itu di rumah, meminta seluruh rumah dibersihkan dari bau tak sedap itu. SK langsung membuang bayi tersebut ke selokan depan rumahnya. ''Saya buang ke depan rumah di selokan, karena panik dan tak tahu mau buang kemana,'' ujarnya.

Diakuinya, Kamis (20/11) pagi, sekitar jam 08.00 WIB, dirinya membuang bayi tersebut kedalam selokan di depan rumahnya. ''Saat saya buang kondisi rumah sedang sepi,'' tuturnya.

Bau tak sedap itu terus menerus menganggu penghuni rumah. Diperkirakan penghuni rumah bau tak sedap tersebut berasal dari bangkai tikus. Sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu (22/11), penghuni rumah, yang notabennya adalah abang tersangka membersihkan asal bau itu dan berniat membakarnya. Namun, ternyata bangkai yang diperkirakan bangkai tikus ternyata mayat bayi.

Sementara itu, Mohammad noviyandi (19), pacar pelaku mengaku tidak tahu menahu kalau pacarnya sedang hamil. ''Saya tidak tahu apa-apa,'' ungkapnya. Hingga berita ini diturunkan, tersangka dan pacarnya masih dalam pemeriksaan Polsek Bukit Bestari Tanjungpinang.

Woman World | Dunia Wanita Masa Kini | Sehat dan Harmonis