Liburan Akhir Tahun, Warga Batam Melirik Malaysia

Liburan di akhir tahun masih menjadi tren tersendiri bagi warga Indonesia, tidak terkecuali warga Batam. Apalagi di akhir tahun 2007 di pertengahan bulan Desember, hari liburnya berdekatan, mulai dari tanggal 20 Desember sudah merupakan hari libur Nasional.

''Jumlah pengguna jasa tour and travel mulai meningkat di tahun 2007 bila dibanding tahun sebelumnya, negara wisata yang banyak diminati di Malaysia-Genting Highland.'' papar Simon Budi, Batam Consorsium Agents.

Hal itu terlihat jumlah pengguna jasa layanan tour and travel yang hendak berlibur akhir tahun ke negeri jiran. Untuk akhir tahun ini jumlah wisataman asal Batam sudah mencapai 400 orang lebih.

Data sementara yang sudah terkumpul di enam agen tour and travel yang tergabung dalam Batam Consortium Agents, untuk keberangkatan tanggal 21 Desember berjumlah 111 orang, tanggal 24 Desember berjumlah 151 orang, tanggal 25 Desember 46 orang, tanggal 28 Desember 163 orang, untuk tanggal 30 berjumlah 174 orang dan pada tanggal 31 berjumlah 75.

''Jumlah ini masih bisa terus bertambah, banyaknya warga Batam berlibur ke Malaysia karena di Genting sendiri sedang menawarkan paket murah, dan ini merupakan satu pemicu untuk berlibur ke sana. Karena kebanyakan mereka berlibur ke luar negeri membawa keluarga,'' ujarnya. Ia melanjutkan, bila dibanding tujuan ke Negara Asia lainnya, seperti Bengkok, Cina, dan Thailand perbandingannya 90 persen banding 10 persen.

Banyaknya warga Batam yang berlibur ke Malaysia terutama ke Genting Highland, karena di sana menawarkan paket liburan wisata keluarga dengan harga yang terjangkau. Di sana juga menawarkan berbagai permainan untuk anak-anak hingga dewasa.

Bukan berarti para agen Tour and Travel di Batam hanya membawa warga Indonesia ke Malaysia untuk berlibur, tanpa berusaha menarik warga Malaysia agar melakukan hal yang sama, berlibur ke Batam.

''Apa yang bisa ditawarkan Batam agar banyak wisatawan asing untuk berlibur ke sini. Kami berusaha agar berimbas, kami membawa turis ke sana begitu juga sebaliknya,'' ujarnya. Ia menambahkan, saat ini pihaknya sedang bekerjasama dengan Genting, untuk melakukan hal yang sama.

''Jumlah karyawan Genting itu mencapai 4 ribu orang, minimal setiap akhir pekan 10 persen karyawannya berlibur ke Batam, merupakan hal yang baik untuk permulaan menarik warga Malaysia untuk berlibur ke Batam,'' ungkapnya.

Upaya yang sudah dilakukan dengan menyebarkan brosur wisata liburan ke Batam, yakni hanya dengan Rp590 ribu, sudah termasuk penghinapan satu malam di Golden View, includ sarapan pagi dan juga memberikan tur shopping centre di Batam,'' tuturnya.

Para agen Tour and Travel berharap di tahun 2008 ada perubahan untuk Batam, apalagi wisata yang ditawarkan di Batam masih kurang digarap, misalnya saja wisata hutan matakucing, perkampungan vietnam dan jembatan barelang.

''Kami berharap pemerintah daerah lebih pro-aktif untuk mempromosikan wisata Batam, sama seperti negara tetangga yang gencar melakukan promosi, seperti negara Singapura yang melakukan promosi MICE sehingga selalu penuh dan juga Malaysia,'' tukasnya.

Terimakasih Anda Telah Berkunjung ke Blog Dunia Wanita Masa Kini
Judul : Liburan Akhir Tahun, Warga Batam Melirik Malaysia
Ditulis Oleh : Citra Pandiangan
Anda tertarik dengan artikel kami: Liburan Akhir Tahun, Warga Batam Melirik Malaysia Silahkan minta pada kami. Selamat membaca, membaca membuka wawasan kita. Happy Blog Walking My Friends

4 comments:

SatoNa said...

haha.. setuju2.. liburan wktnya jalan2.. :P

-SatoNa-

meity said...

kalo aku lebih suka ke kuala lumpur itu antara maret - mei. soalnya, itu kan pas low season, terus biasanya suka banyak diskon2.

Website Tentang Wanita said...

bener banget SatoNa... Hanya saja itu tidak semua orang bisa menikmati liburan dengan tenang dan damai hehehe

Website Tentang Wanita said...

to Meity... Yoi, kalo liburan ke Malaysia pas peak season biasanya diskonnya banyak banget, udh gitu biaya tournya juga lebih murah. Dibanding bulan2 sekarang

Woman World | Dunia Wanita Masa Kini | Sehat dan Harmonis