Tanjungpinang dan Batam Deflasi

Faktor Perumahan dan Jasa Keuangan

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendata kota Tanjungpinang dan kota Batam mengalami deflasi. Angka deflasi yang terjadi di Kota Tanjungpinang sebesar 0,10 persen. Sedangkan di Kota Batam sebesar 0,14 persen.

Menurut Kepala BPS Kepri, Aminul Akbar, kemarin, angka deflasi di kota Batam merupakan angka tertinggi di Sumatera. Dari lima kota yang sama-sama deflasi, kota Batam merupakan angka tertinggi.

''Deflasi di Batam karena dipengaruhi turunnya harga indeks dua kelompok barang dan jasa. Untuk kelompok perumahan sebesar 0,05 persen. Sedangkan untuk transportasi komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,16 persen,'' urainya.

Berbeda dengan kota Tanjungpinang, penyebab deflasi terjadi di kota gurindam dan negeri pantun itu disebabkan satu kelompok barang dan jasa sebesar 2,64 persen. Sedangkan enam kelompok barang dan jasa lainnya malah mengalami kenaikan, tetapi angka tidak terlalu besar. Begitu juga Kota Batam ada beberapa faktor yang mengalami kenaikan.

''Kenaikan jenis kelompok barang dan jasa bulan Desember ini karena dipengaruhi oleh permintaan akan kebutuhan pokok untuk hari raya Natal dan Tahun Baru yang sedikit meningkat dibanding bulan biasa,'' tuturnya.

Aminul menjelaskan, kenaikan tersebut tidak sampai mempengaruhi kenaikan inflasi, sebagaimana diprediksi sebelumnya. ''Kenaikan indeks harga terjadi pada bahan makanan dan makanan jadi, serta kebutuhan pokok lainnya, disebabkan di bulan Desember merupakan hari raya umat Kristiani,'' ungkapnya.

Selain mencatat indeks harga konsumen di bulan Desember. BPS Kepri juga mencatat laju inflasi di dua kota di Kepri selama setahun. Untuk di kota Batam selama bulan Januari hingga Desember tercatat sebesar 8,39 persen. Sedangkan di kota Tanjungpinang laju inflasi tercatat sebesar 11,90 persen.

''Meski Tanjungpinang mengalami deflasi tetapi laju inflasi Tanjungpinang mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dari data tahun ke tahun (year on year) laju inflasi selama Januari hingga Desember 2008 tercatat tertinggi dibanding dengan laju inflasi secara nasional,'' terangnya.

Aminul menambahkan, secara nasional laju Inflasi Januari hingga Desember 2008 hanya mencapai 11,06 persen. Sementara Tanjungpinang mencapai 11,90 persen.

Terimakasih Anda Telah Berkunjung ke Blog Dunia Wanita Masa Kini
Judul : Tanjungpinang dan Batam Deflasi
Ditulis Oleh : Citra Pandiangan
Anda tertarik dengan artikel kami: Tanjungpinang dan Batam Deflasi Silahkan minta pada kami. Selamat membaca, membaca membuka wawasan kita. Happy Blog Walking My Friends

0 comments:

Woman World | Dunia Wanita Masa Kini | Sehat dan Harmonis