Perhatikan Pertumbuhan Gigi Anak


Pertumbuhan gigi bagi anak-anak yang berusia dibawah 17 tahun sangatlah penting untuk dijaga dan diperhatikan. Karena pada masa-masa itu lah pertumbuhan gigi sangat rawan untuk diperhatikan. Sebab, pada masa itu merupakan masa transisi atau masa pertumbuhan gigi susu menjadi gigi permanen.

drg Darmayani Siregar, Klinik Spesialis Griya Medika menjelaskan, pertumbuhan gigi susu ke gigi permanen ada dua fase atau ada dua pergantian. "Yang pertama fase gigi susu dan yang kedua fase gigi permanen atau tahapan gigi susu menjadi gigi permanen," ujarnya.

Dimana, pada awal pergantian gigi susu menjadi gigi permanen pada usia enam tahun hingga dua belas tahun adalah masa-masa yang rawan. Kenapa demikian? Sebab, pada masa itulah peranan gigi susu akan digantikan dengan peranan gigi permanen. Sedangkan pada usia diatas dua belas tahun, peranan gigi susu sudah digantikan dengan gigi permanen.

"Disinilah peranan orang tua sangat penting, pada masa pergantian gigi susu menjadi permanen namun belum dicabut, akan membuat gigi bertumpuk," ujarnya. Masih katanya, sebelum gigi permanen tumbuh, sudah ada timbul gejala-gejala gigi goyang. Hal itu karena gigi permanen yang mau keluar menggoyangkan gigi susu.

Meskipun gigi susu masih sehat atau tidak berlubang tetap harus dicabut. Sehingga gigi permanen bisa tumbuh dengan baik. Peranan orang tua adalah memperhatikan gigi yang goyang tersebut. Karena bila dibiarkan saja, gigi susu tersebut akan kembali merekat pada gusi. Sedangkan gigi permanen akan tumbuh diantaranya. Sehingga membuat gigi tumbuh menjadi berjenjang atau bertumpuk.

"Pada masa pergantian gigi susu ke gigi permanen ada yang menimbulkan rasa sakit dan ada yang tidak merasa sakit. Bila gigi susu yang sudah goyang dibiarkan saja akan kuat kembali" paparnya. Masih katanya, kasus seperti ini yang paling banyak terjadi di Batam. Padahal gigi susu yang goyang dibawahnya sudah tumbuh gigi permanen.

Karena karakter anak berbeda-beda, ada yang bisa menahan sakit dan ada yang tidak bisa menahan sakit. Bagi anak yang tidak bisa menahan rasa sakit akibat gigi permanen akan tumbuh, bisa terlihat dan segera diatasi alias dicabut. Sedangkan anak yang bisa menahan rasa sakit sebentar akan membiarkan saja, padahal gigi susu tersebut harus sudah dicabut dan membiarkan gigi permanen tumbuh. Bila dibiarkan saja akan tumbuh berjenjang.

Sedangkan persoalan kedua, dan ini merupakan kasus yang sering terjadi. Dimana orang tua meminta dokter gigi untuk mencabut gigi graham susu anak. Padahal gigi graham permanen masih belum terlihat gejala-gejala akan tumbuh. Darmayani menuturkan, meskipun gigi graham susu pada anak sudah berlubang atau rusak, belum boleh dicabut sampai terlihat tanda-tanda akan tumbuh gigi graham permanen.

Bila itu tetap dicabut, sebelum gigi graham permanen tumbuh maka akan menimbulkan pertumbuhan gigi jadi tidak teratur. Hal itu disebabkan, karena gigi graham susu merupakan guide untuk pertumbuhan gigi-gigi permanen. Dikarenakan gigi graham susu sudah dicabut, sehingga tidak ada guide yang menuntun pertumbuhan gigi permanen tersebut.

"Gejala-gejala yang perlu diperhatikan gigi graham permanen akan tumbuh dengan munculnya rasa sakit pada gusi, gusi akan menjadi bengkak dan merah. Fungsi gigi graham susu sebagai guide untuk pertumbuhan gigi, " terangnya. Masih katanya, seperti pada pertumbuhan gigi permanen, gigi graham susu inilah yang mengatur posisi pertumbuhan gigi permanen.

Jika gigi graham susu dicabut sebelum gigi graham permanen tumbuh, akan mengakibatkan pertumbuhan gigi permanen berputar, miring, condong, gigi jadi bertumpuk. Hal ini dikarenakan tidak adanya pemandu di rongga mulut. Sehingga gigi permanen tumbuh dengan tidak teratur posisinya.

Terimakasih Anda Telah Berkunjung ke Blog Dunia Wanita Masa Kini
Judul : Perhatikan Pertumbuhan Gigi Anak
Ditulis Oleh : Citra Pandiangan
Anda tertarik dengan artikel kami: Perhatikan Pertumbuhan Gigi Anak Silahkan minta pada kami. Selamat membaca, membaca membuka wawasan kita. Happy Blog Walking My Friends

0 comments:

Woman World | Dunia Wanita Masa Kini | Sehat dan Harmonis